BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Kembali Pulang


__ADS_3

Selesai acara wisuda dan foto bersama Anna langsung ikut dengan keluarganya ke London untuk menginap di rumah tuan Sam sebelum mereka semua kembali ke Indo. Memang sejak kemarin Anna dan bi Siti sudah membereskan semua barang-barang mereka karena akan kembali ke Indo setelah acara wisuda selesai. Bi Siti juga tadi ikut bersama Anna karena mereka tidak akan kembali ke apartemen setelah Anna mengembalikan kunci apartemen pada pemiliknya saat tadi akan berangkat ke kampus.


Anna tampak bahagia akan kembali ke Indo. Namun dalam hatinya terselip rasa sedih dan gugup karena pada akhirnya ia akan menghadapi kenyataan nanti di Indo saat ia mendatangi makam Raja. Hari ini suasana hati Anna sungguh campur aduk. Bahagia, sedih dan gugup bercampur menjadi satu. Bukan hanya dia namun juga yang lainnya. Hanya si kecil Sultan yang terlihat santai dan sedari tadi berlonjak gembira selama perjalanan.


Hari sudah sore saat mereka sampai di apartemen milik tuan Sam. Karena ukurannya yang luas sehingga dapat menampung senua anggota keluarga. Mereka memutuskan untuk refresing selama dua hari di London sebelum mereka kembali ke Indo. Anna dan keluarga sangat menikmati momen mereka bersama selama di London. Menikmati setiap tempat wisata bersama hingga akhirnya hari itu tiba dimana mereka naik pesawat pribadi milik Dave untuk pulang ke Indo.


Sedang di tempat lain Julio tengah menikmati perjalanannya menuju Inggris. Meski harus mengganti identitas dan menggunakan pesawat komersial biasa tapi ia tidak merasa keberatan. Tujuannya untuk menghabisi semua keturunan Jimmy sebentar lagi akan tercapai. Baru saja pesawat yang ditumpanginya mendarat di bandara Heathrow dan ia menjejakkan kakinya di bandara itu, saat ponselnya bergetar. Dengan cepat Julio mengangkatnya...


"Ya?"


"Kabar buruk tuan... mereka sudah kembali ke Indo tadi pagi..." lapor seseorang padanya.


"S**t! kenapa kalian baru memberi kabar padaku sekarang hah? lalu apa gunanya aku jauh-jauh datang kemari?" serunya marah.


"Maaf tuan... kami fikir mereka masih akan tinggal selama beberapa hari setelah wanita itu diwisuda"


"B******k! cepat carikan tiket untukku ke Indo dan segera kumpulkan semua orang di sana! dan kali ini aku tidak mau ada kesalahan!"


"Baik tuan..."


Setelah menutup ponselnya Julio langsung menjatuhkan dirinya di bangku yang ada di bandara sambil menunggu tiketnya ke Indo. Julio harus kembali memikirkan rencana baru karena di Indo ia tidak memiliki sumber daya yang cukup. Ia tidak ingin bernasib seperti Vallery. Jadi ia harus bertindak secara halus agar ia bisa lolos setelah melakukan aksinya.


Di Indo...


Setelah turun dari pesawat Anna dan keluarganya langsung kembali ke rumah mereka masing-masing. Anna ikut dengan kedua orangtuanya meski Raja memiliki apartemen sendiri. Bi Siti malah langsung diantar kembali ke kampung halamannya oleh sopir karena wanita itu sudah sangat merindukan keluarganya setelah menemani Anna selama dua tahun lebih di Inggris.


Sesampainya di depan kediaman kedua orangtuanya Anna menghela nafasnya pelan. Sudah lama sejak terakhir kali ia menginjakkan kakinya di rumah kedua orangtuanya itu. Bahkan ia tak pulang saat pemakaman Raja. Makam Raja... dada Anna terasa sesak saat memikirkannya. Sepertinya hingga saat ini ia masih belum bisa menerima kematian suaminya itu. Meski di depan semua orang Anna tampak telah merelakan pendamping hidupnya itu namun tidak di dalam hatinya.


"Ayo sayang..." kata nyonya Sarah menggandeng tangan Anna untuk masuk ke dalam rumah menyadarkan Anna dari lamunannya.


Setelah masuk ke dalam rumah Anna langsung diantar oleh mamanya itu ke kamarnya dulu. Anna sangat terharu saat melihat kamarnya yang masih tetap sama seperti saat terakhir ia menempatinya. Bahkan semua buku dan barang lain miliknya masih berada di tempat yang sama.


"Mama..." ucap Anna tercekat saat melihat kamarnya itu.


"Kami sengaja membiarkannya tetap seperti saat kamu disini sayang... agar jika suatu saat kamu kembali semua masih tetap sama..." terang nyonya Sarah.


"Terima kasih ma..." ucap Anna sambil memeluk mamanya dengan erat.


"Sama-sama sayang... oh iya... nanti Sultan akan tidur di kamarmu atau kau ingin memberinya kamar sendiri?" tanya nyonya Sarah.


"Untuk sementara biar dia tidur bersamaku ma... mungkin jika sudah agak besar baru akan aku beri kamarnya sendiri..." sahut Anna.


"Baiklah jika itu keputusanmu sayang..." kata nyonya Sarah.


Malam harinya...

__ADS_1


Anna tengah berada di dalam kamarnya menemani putranya yang belum juga mau tidur. Mungkin saja balita itu masih belum terbiasa dengan perbedaan waktu di Indo. Anna pun dengan sabar menemani putranya itu bermain di dalam kamarnya.


"Papa..." ucap Sultan tiba-tiba.


"Ada apa sayang? Sultan rindu papa?" tanya Anna lembut.


"Papa..." ucap Sultan lagi kini dengan mata yang berkaca-kaca.


Anna langsung mengambil ponselnya dan mencari foto Raja yang ada disana lalu menunjukkannya pada putranya itu. Anna fikir karena di kamarnya tidak ada foto Raja seperti saat di Oxford makanya putranya itu merindukan papanya memanggil papa.


"Lihat sayang... ini papa..." kata Anna sambil memperlihatkan foto Raja yang ada di ponselnya.


"Papa!" seru Sultan yang bukannya memandang foto Raja tapi malah seolah mencari sosok papanya itu di sekitarnya.


"Ini papa sayang!" tunjuk Anna pada ponselnya.


"No!" seru Sultan menolak melihat foto Raja dan malah berusaha turun dari tempat tidur.


"Sultan mau ke mana sayang? ini sudah malam..."


"Mau cali papa..." sahut Sultan polos.


Deg!


Anna terkejut dengan perkataan putranya barusan. Tak terasa air mata Anna menetes.


Sultan menatap Anna dengan pandangan bertanya.


"Besok kita ke tempat papa ya? sekarang Sultan tidur dulu..." sambung Anna.


"Benelan ma?" tanya Sultan antusias.


Anna mengangguk tegas membuat balita itu langsung bertepuk tangan sambil berseru senang.


"Yey! besok kita main baleng papa ya ma..." seru Sultan saat Anna merapikan selimut putranya itu.


"Iya sayang..." sahut Anna mencoba menahan laju air matanya agar tidak menetes di depan putranya.


Anna melantunkan sholawat sambil menepuk pelan punggung putranya agar Sultan bisa segera tidur. Tak lama balita itu pun mulai memejamkan matanya dan tertidur.


"Maafin mama sayang... kamu pasti merindukan papamu..." batin Anna sambil memandangi wajah putranya dengan sendu.


Bahkan air matanya pun sudah menetes tidak terbendung.


"Bukan hanya putra kita, tapi aku juga sangat merindukanmu MB..." gumam Anna sambil menghapus air matanya dengan perlahan.

__ADS_1


Anna pun tertidur dengan masih meninggalkan jejak air mata di pipinya sebab wanita itu masih saja menangis hingga ia tertidur. Tengah malam seseorang membuka pintu kamar Anna dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara. Dengan langkah pelan orang itu pun berjalan ke arah tempat tidur dimana Anna dan putranya tengah tertidur. Perlahan orang itu mengecup kening Sultan dan berbisik lirih ditelinga balita itu.


"Selamat tidur boy... tidur yang nyenyak dan mimpi indah..." bisiknya membuat Sultan langsung tersenyum dalam tidurnya seolah ia bisa mendengar suara papanya itu.


Setelah itu pria yang merupakan Raja langsung mendekati Anna. Wajah pria itu langsung berubah sendu saat melihat wajah istrinya yang terlihat sembab sehabis menangis.


"Maafkan aku Honey Bee... bersabarlah sejenak... aku akan segera menemuimu saat semuanya sudah selesai..." ungkapnya lirih.


Ia pun langsung mengecup kening Anna dengan lembut sebelum akhirnya ia keluar dari dalam kamar Anna.


Keesokan harinya Anna terbangun saat mendengar suara azan subuh. Ia tersenyum bahagia karena kembali bisa mendengar suara azan yang tidak bisa ia dengar selama berada di negeri orang. Anna pun langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu. Setelah selesai menunaikan ibadahnya Anna pun kemudian turun ke dapur setelah sebelumnya ia memindahkan Sultan ke dalam boxnya agar tidak terjatuh dari tempat tidur.


"Pagi semua..." sapa Anna pada para Art yang tengah sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan.


Mereka pun langsung menjawab sapaan Anna dengan ramah. Anna yang datang membantu mereka membuat para Art senang sebab meski sudah lama tinggal di luar negeri sifat Anna masih tetap sama. Rendah hati dan selalu bisa berbaur dengan siapa saja. Tentu saja ini juga menurun dari sifat kedua orang tuanya terutama nyonya Sarah.


Setelah selesai membantu membuat sarapan ia pun kembalu ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan mengecek keadaan putranya. Dan benar saja... Sultan sudah mulai terbangun saat Anna baru saja masuk ke dalam kamar. Balita itu tampak agak kebingungan karena tidak mengenali kamarnya. Meski sempat merengek namun karena Anna langsung menghampiri dan menenangkan putranya itu maka Sultan langsung bisa tenang.


Karena sudah terbangun Anna membawa putranya itu untuk mandi bersamanya sekalian. Sultan tampak senang saat bisa bermain air di dalam bathtub. Maklum... karena di apartemen Anna dulu disana hanya ada shower sebab apartemen itu hanya apartemen sederhana. Itu pun hanya dengan satu kamar mandi untuk bersama.


Selesai memakaikan pakaian pada putranya dan juga dirinya Anna pun turun untuk sarapan bersama keluarganya. Tampak nyonya Sarah sedang menata meja makan dibantu salah satu dari Artnya. Melihat putrinya datang bersama cucunya, nyonya Anna langsung tersenyum dan mendekat ke arah keduanya.


"Pagi sayang..." sapanya lembut.


"Pagi ma..."


"Maaf ya... tadi mama bangun kesiangan jadi tidak bisa memasak bersamamu..."


"Tidak apa-apa ma..."


"Cucu oma sudah wangi sekali... gantengnya..." puji nyonya Sarah sambil mencium pipi Sultan yang gembul.


Balita itu langsung terkekeh atas perlakuan dari omanya. Tak lama semua anggota keluarga datang untuk sarapan bersama. Tampak Ara sedikit tidak bersemangat karena harus langsung berangkat ke sekolahnya. Sebab ia masih ingin berada di rumah karena masih merasa lelah setelah perjalanan jauh dari Inggris. Namun karena ia kini harus mulai menyiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir membuatnya tidak bisa berlama-lama izin tidak masuk sekolah.


Sedangkan Adit masih akan tinggal selama beberapa hari sebelum ia kembali ke Australia untuk melanjutkan kuliahnya. Adit memang lebih memilih untuk kuliah di negeri kangguru itu. Sebab menurutnya itu lebih dekat dari rumah jika dibandingkan kuliah di Inggris maupun US. Adit memang tidak ingin kuliah terlalu jauh dari Indo.


Sementara itu di sebuah rumah sederhana tampak Raja juga tengah memakan sarapannya. Wajah pria itu tampak tidak begitu bersemangat menyantap sarapannya sebab ia masih teringat saat melihat wajah sebab Anna semalam. Sama seperti saat berada di Inggris, dirinya yang berada dekat dengan istri dan putranya namun tidak bisa bersama mereka. Karena itu Raja merasa sangat tidak berdaya untuk menghapus air mata istrinya.


Tok... tok... tok...


Terdengar suara pintu diketuk. Dengan langkah gontai Raja membukakan pintu rumahnya. Di depan sana tampak seorang pria paruh baya menatap Raja dengan ramah.


"Rahmat... sebaiknya kamu segera bersiap... sebentar lagi kita harus membersihkan kebun belakang karena tuan ingin membuat taman bermain kecil untuk cucunya yang baru datang dari luar negeri..." kata pria itu cepat.


"Iya pak... saya sudah siap kok... saya kunci pintu dulu sebentar ya pak..." sahut Raja yang menggunakan nama Rahmat untuk penyamaranya kali ini.

__ADS_1


Pria paruh baya itu tampak senang karena menurutnya Raja termasuk orang yang rajin. Sehingga ia pun langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Raja langsung masuk ke dalam rumah untuk mengambil topinya lalu mengunci pintu. Kemudian ia pun mengikuti langkah pria paruh baya itu untuk menuju kebun belakang dan mengerjakan tugas dari tuannya.


__ADS_2