BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Kembali Berseteru


__ADS_3

Keysha tengah mengemasi pakaiannya saat ponselnya berbunyi. Dengan segera diangkatnya panggilan dari sahabatnya Siska.


"Hallo Sis?"


"........."


"Iya ... ini aku sedang bersiap" sahut Keysha sambil mengapit ponselnya dengan kepala dan pundaknya sedang tangannya masih sibuk memasukkan pakaian ke dalam kopernya.


".........."


"Beres... semuanya sudah aku atasi..."


".........."


"Baiklah... jika aku akan berangkat nanti aku kabari" ucap Keysha lalu mematikan ponselnya.


"Akhirnya setelah sekian lama.... tunggu aku Sam...." gumam Keysha sambil tersenyum.


Sedangkan di rumah tuan Sam tampak pria itu tengah tidur nyenyak setelah lelah melakukan kegiatan yang paling ia sukai saat berdua dengan istrinya. Namun ketenangannya langsung terganggu saat bunyi ponsel terdengar berkali-kali memanggilnya. Dengan malas dan mata yang masih setengah terbuka ia pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas di samping tempat tidurnya.


"Halo..."


"........."


"Apaa! bagaimana bisa?" seru tuan Sam yang langsung membuka lebar matanya saat mendengar kabar yang diterimanya dari Hendry.


Segera ia menoleh ke arah Amira yang tertidur disampingnya. Perlahan ia turun dari atas tempat tidur lalu berjalan menjauh ke arah balkon kamar. Terdengar Hendry menjelaskan tentang penjualan saham oleh Keysha kepada Dave Tylor.


"Apa kau yakin jika Dave yang telah membeli saham Keysha?" tanya tuan Sam memastikan.


"Iya tuan... tapi tuan Dave membeli saham nona Keysha dengan harga rendah..." terang Hendry.


"Apa sebenarnya maksudmu Dave?" batin tuan Sam.


Jika Dave benar ingin membantu Keysha maka pria itu pasti akan membeli saham Keysha dengan harga tinggi atau paling tidak sesuai dengan harga sekarang karena hotel tersebut sudah stabil dan tak bermasalah. Tapi pria itu justru menekan Keysha dengan membeli murah saham wanita itu. Tuan Sam sungguh tak mengerti maksud dari tindakan Dave yang juga pernah beberapa kali bekerja sama dengannya.


"Baiklah... sekarang katakan apa yang dilakukan wanita itu sekarang?"


"Dia sudah memesan tiket untuk kembali ke Indo tuan... maaf saya tidak dapat mencegahnya..." ucap Hendry dengan nada menyesal.


"Tidak apa-apa... sekarang kau urus saja hotel itu biar wanita itu aku yang urus..." sahut tuan Sam lalu ia pun mematikan ponselnya.


Tuan Sam mendesah kasar... wanita g**a itu kini sudah kembali. Tuan Sam harus bersiap untuk menjaga Amira dan kedua buah hati mereka. Tuan Sam memang percaya Amira bisa menghadapi Keysha sendiri namun ia tak ingin membuat fokus istrinya terbagi karena sudah ada dua putra mereka yang butuh perhatian ibunya.


"Db...." panggil Amira yang tak menemukan tuan Sam disampingnya saat ia terbangun.


"Iya Meyaa..." sahut tuan Sam bergegas kembali ke dalam kamar.


"Kau dari mana?" tanya Amira.


"Aku dari balkon barusan ada telfon dari London" ungkap tuan Sam.

__ADS_1


"Apa ada masalah?"


"Hanya masalah kecil... jadi kau tidak usah khawatir" kata tuan Sam sambil merengkuh tubuh Amira.


"Hemm... apa sedari tadi si kembar belum bangun?" tanya Amira.


"Sepertinya belum... kenapa?"


"Aku takut tadi mereka terbangun dan aku tidak mendengarnya..."


"Bagaimana kalau kita periksa bersama?"


"Baiklah"


Keduanya pun beranjak dari tempat tidur dan segera ke kamar si kembar melalui pintu penghubung di kamar mereka. Saat mereka melihatnya tampak kedua bayi itu tengah tertidur pulas.


"Syukurlah... sepertinya sedari tadi mereka belum bangun" ucap Amira senang.


"Kalau begitu bagaimana jika kita lanjutkan tidur? mumpung mereka belum terbangun" kata tuan Sam sambil memeluk Amira.


Amira pun mengangguk. Kesempatan untuk beristirahat memang harus ia gunakan sebaik-baiknya agar saat si kembar bangun ia bisa menjaga keduanya dengan badan yang segar. Sedang tuan Sam ia tengah memikirkan cara untuk memberikan pelajaran lebih keras pada Keysha agar tak lagi mengganggunya juga keluarganya.


Pagi hari tuan Sam sudah sibuk membantu Amira menjaga si kembar saat istrinya itu sedang menyiapkan pakaian kerjanya. Sengaja mereka tidak menyuruh pengasuh menjaga Sahir dan Samir karena tuan Sam ingin bermain sebentar dengan keduanya sebelum ke kantor.


"Db... kau pakailah bajumu dulu..." kata Amira pada tuan Sam yang saat itu memang hanya mengenakan kaos singlet dan celana boxer karena mereka masih berada di dalam kamar.


Tuan Sam pun menurut dan segera berganti pakaian. Kini ganti Amira yang menjaga si kembar.


"Kau pergi dengan siapa?"


"Hanya dengan pak sopir dan si kembar"


"Kenapa tidak bawa Ayu untuk membantumu?"


"Emmmm.... sebenarnya aku kak Sarah memberiku ini kemarin... dan aku ingin mencobanya..." kata Amira sambil menunjukkan gendongan bayi khusus untuk membawa bayi kembar.


"Kaukan bisa mencobanya di rumah..."


"Iya... tapi aku juga ingin sekali-kali keluar bareng si kembar B" rengek Amira.


"Baiklah..." ucap tuan Sam yang langsung membuat Amira senang.


Setelah tuan Sam pergi ke kantor Amira langsung bersiap. Bukan berhias untuk dirinya sendiri namun ia sibuk mendandani kedua putranya dengan mengenakan pakaian lucu yang membuat keduanya semakin terlihat menggemaskan. Setelah puas melihat penampilan imut kedua putranya Amira pun langsung berganti pakaian dan mengenakan riasan tipis diwajahnya agar terlihat lebih fresh.


Sesuai dengan keinginannya ia pun pergi hanya dengan diantar oleh pak sopir. Tapi Amira tak tahu jika sesungguhnya tuan Sam telah mengerahkan pengawalnya untuk mengawasi dan melindungi anak dan istrinya itu secara sembunyi-sembunyi agar Amira tetap merasa nyaman. Selama perjalanan Amira tampak senang dan menggoda kedua putranya sehingga kedua bayi itu tertawa dan berteriak senang. Sesampainya di tempat tujuan segera Amira mengenakan gendongan agar bisa membawa kedua bayinya sekaligus.


Kali ini ia mengenakan gendongan yang berguna untuk membawa kedua bayinya didepan dadanya. Kedua bayi itu tampak tenang karena berada bersisian di dekapan ibunya. Amira berjalan dengan semangat. Ia melihat-lihat ke toko pelengkapan bayi. Sungguh ia kini seperti shopaholic setelah kelahiran kedua putranya. Ia senang sekali mendandani kedua putranya dengan pakaian dan kostum lucu.


Tapi Amira tetaplah Amira ia tak akan sembarangan membeli sesuatu. Ia hanya akan belanja mata saja. Sedang untuk mendandani kedua putranya ia lebih sering berkreasi sendiri dengan pakaian yang sudah dimilikinya. Hanya untuk kostum terkadang ia lepas kontrol jika sudah menemukan kostum lucu untuk dikenakan oleh kedua putranya. Saat Amira tengah asyik berjalan tiba-tiba terdengar suara seseorang yang dikenalnya.


"Wah... wah... wah.... ternyata masih menjadi baby sitter saja kamu ya"

__ADS_1


Amira langsung menoleh ke arah suara. Ternyata itu Keysha dan Siska yang sudah berdiri di depannya.


"Maksud kamu apa bicara seperti itu? ini anakku dan juga suamiku apa kamu belum tahu?"


"Ck... jika kau bilang itu anak Sam pasti semua percaya tapi anakmu? hah wajahmu itu tidak cocok jadi ibu mereka" ucap Keysha tajam.


Mendengar ucapan Keysha membuat Amira terkekeh geli. Bagaimana bisa perempuan itu mengira jika Amira akan marah mendengar ucapannya barusan.


"Ishh... sungguh menggelikan ucapanmu itu Key... walau wajah mereka mirip sekali dengan ayahnya tapi tetap saja ada garis milikku juga disana" ujar Amira.


"Apa kau tidak lihat mata dan bibir mereka mirip denganku..." sambung Amira menunjukkan bagian dimana ada kemiripan dirinya pada kedua putranya.


Mendengar penjelasan Amira membuat Keysha geram. Memang jika diamati dengan seksama mata Sahir mirip dengan milik Amira sedangkan Samir memiliki bibir Amira.


"Lagi pula kata orang jika seorang anak mirip dengan ayahnya itu berarti jika sang ayah sangat mencintai ibu si bayi melebihi sang ibu itu sendiri. Nah itu berarti jika kak Sam sangat mencintaiku melebihi aku mencintainya jadi kamu sama sekali tak memiliki kesempatan untuk merebut hati suamiku" sambung Amira yang langsung membuat wajah Keysha semakin merah padam.


Bahkan Siska yang berada disampingnya pun harus menenangkan dan membawa pergi sahabatnya itu dari hadapan Amira agar tidak mengamuk di tempat umum dan membuat malu dirinya. Setelah kepergian Keysha dan Siska, Amira pun melanjutkan acaranya bersama si kembar seolah tak terjadi apa-apa.


Tanpa seorang pun ketahui bebera orang telah merekam kejadian tersebut dan mengirimkannya pada majikan mereka masing-masing. Tuan Sam yang berada di ruangan tersenyum senang saat melihat kiriman vidio dari pengawal yang menjaga Amira yang memperlihatkan perlawanan istrinya pada Keysha dan sahabatnya dengan begitu elegan.


Begitu pun dengan seseorang yang berada di belahan dunia yang lain. Tampak Dave menyunggingkan senyumnya melihat keberanian dan ketenangan Amira menghadapi Keysha.


"Sepertinya menarik sekali melihat kepribadianmu itu Amira...." gumam Dave.


Ia pun langsung menghubungi asistennya untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Indo. Ia yang semakin penasaran ingin segera bertemu dengan istri rasa bodyguard dari tuan Sam.


"See you soon... Amira" gumam Dave lagi sambil memutar ulang vidio yang dikirim oleh mata-matanya.


Sementara Keysha sudah mengamuk tak jelas saat ia dan Siska baru masuk ke dalam mobil Keysha.


"Sudahlah Key... kau jangan seperti ini..." ucap Siska yang sedikit takut dengan kelakuan sahabatnya itu.


"Apa kau tidak lihat tadi hah? dia sengaja mengatakan jika Sam itu sangat mencintainya... dan aku sama sekali tak akan pernah dilirik oleh Sam!" teriak Keysha sambil memukul stirnya.


"Iya aku tahu Key... tapi kau harus tenang dalam menghadapi perempuan gendut itu..." kata Siska mencoba menenangkan.


"Dia itu hanya ingin membuatmu marah Key... kau tahu itu kan? Jadi tenanglah!" sambung Siska.


Keysha pun menarik nafas dan menghembuskannya perlahan mencoba untuk menurunkan emosinya. Siska benar... ia harus sabar dan tidak langsung emosi. Disini seharusnya ia lah yang membuat perempuan gendut itu meradang bukan malah dirinya.


"Kau benar Sis... melawan perempuan gendut itu sama beratnya dengan berat badannya..." kata Keysha yang langsung disambut tawa oleh Siska.


"Baiklah sekarang kita isi perut dulu... aku jadi lapar setelah berdebat dengan si gendut itu" sambung Keysha lalu ia pun melajukan mobilnya ke arah restoran mewah langganannya.


Saat tiba di restoran langganannya Keysha merasa beruntung karena ia melihat tuan Sam dan Lukas juga berada disana. Sepertinya keduanya tengah bertemu dengan klien di tempat itu karena tampak ada beberapa orang bersama mereka dalam satu meja.


Dengan sangat percaya diri Keysha langsung menghampiri tuan Sam bersama Siska tak perduli jika disana juga ada orang lain yang merupakan klien tuan Sam.


"Halo Sam..." sapanya dengan suara manja.


Serentak semua orang yang berada di meja itu menoleh dan menatap Keysha dan Siska yang berada di samping wanita itu. Bukannya menjawab tuan Sam malah menatap tajam ke arah Keysha.

__ADS_1


"Berani sekali kau menampakkan dirimu dihadapanku setelah apa yang kau lakukan pada istriku!" seru tuan Sam yang membuat semua orang terkejut kecuali Lukas.


__ADS_2