
Lukas yang sejak pagi sudah berada di kantor untuk mengggantikan tugas tuan Sam terkejut saat tuannya kembali menghubunginya.
"Iya tuan?" tanyanya.
"Kau suruh orang untuk mengawasi Keysha dan temannya itu" kata tuan Sam datar.
"Apa yang sudah dia lakukan tuan?" tanya Lukas yang tahu jika perempuan itu pasti sudah melakukan sesuatu yang membuat tuannya marah.
"Dia sudah berani mengganggu istriku" ucap tuan Sam tegas.
"Baik tuan akan saya kerjakan sekarang" tuan Sam pun langsung mematikan ponselnya.
Lukas langsung mendengus kesal.
"Ular betina itu belum jera juga..." gumamnya lalu segera menghubungi orang untuk melakukan tugas dari tuannya itu.
Di rumah Amira yang belum berani keluar dari dalam kamar terpaksa menghabiskan waktu dengan bermain ponsel hal yang sejak dulu jarang sekali ia lakukan. Tiba-tiba ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Semula Amira ragu untuk mengangkatnya namun karena suara panggilan itu tak mau berhenti akhirnya ia pun mengangkatnya.
"Akhirnya kau angkat juga Amira..." terdengar suara wanita yang kesal di seberang sana.
"Maaf ini siapa?" tanyanya berusaha sopan.
"Ha...ha...ha... ternyata kau lucu juga... tapi juga bodoh" terdengar juga suara kekehan dibelakangnya.
"Keysha..." gumam Amira tapi masih terdengar oleh lawan bicaranya.
"Ternyata otakmu cukup cepat juga mengingat suaraku"
"Apa maumu?"
"Aku hanya ingin menanyakan bagaimana dengan kado yang aku berikan, sangat berguna bukan? apa suamimu menyebut namaku saat mencium parfum yang menempel disana?"
"Ha...ha...ha..." kini malah Amira yang tertawa lepas.
Keysha yang berada di seberang sana mengerutkan keningnya tak menyangka jika akan mendapatkan reaksi yang berbeda dengan yang ia harapkan. Dalam bayangannya Amira akan menangis tersedu atau paling tidak wanita itu akan berteriak marah seperti tindakan bar-bar Amira yang viral di sosial media.
"Kenapa? kau terkejut aku tidak menangis atau pun marah padamu?" tanya Amira sambil tersenyum tipis sambil bangkit dari tempat tidur dan berjalan agak tertatih ke arah balkon kamarnya.
"Sesungguhnya kau yang bodoh disini Key... kau fikir aku begitu bodohnya mau memakai pakaian yang sudah kau beri parfum milikmu? dan asal kau tahu tak hanya aku yang mual dengan bau parfummu itu tapi juga suamiku Sam ... bahkan dia sampai mencuci tangannya dengan pembersih karena harus menyentuh pakaian itu untuk dibuang" kata Amira panjang lebar.
"Bagaimana? sekarang siapa yang akan kesal dan menangis ha?" sambung Amira.
Di seberang sana tampak Keysha sudah memerah wajahnya menahan amarah. Begitu juga dengan Siska yang berada disampingnya karena ponsel Keysha yang di loudspeaker. Karena tak ada jawaban dari Keysha, Amira pun langsung mematikan ponselnya.
"Kau sudah salah menganggapku lemah Key... aku tak akan membiarkan siapa pun menghancurkan pernikahanku dan merebut suamiku termasuk ulat bulu sepertimu" batin Amira sambil meremas ponselnya.
"Ada apa? kenapa kau kembali terlihat marah?" tiba-tiba tuan Sam sudah berdiri didepannya.
Amira terdiam dan menundukkan kepalanya. Sesungguhnya ia sedikit malu karena terus menunjukkan emosi dihadapan suaminya padahal mereka baru saja menikah.
Tuan Sam mengangkat dagu Amira agar istrinya itu mau menatap matanya.
"Apa perempuan itu lagi yang mengganggumu?" tanya tuan Sam.
Amira mengangguk pelan.
__ADS_1
"Kurang ajar!" kata tuan Sam geram tampak wajahnya sudah memerah menahan amarah.
Amira mengelus wajah suaminya itu dengan lembut.
"Tidak usah khawatir... aku sudah mengatasinya" ucapnya sambil tersenyum.
Tuan Sam mengeryitkan dahinya dan memandang wajah Amira.
"Kau tahukan kalau istrimu ini tidak mudah untuk dikalahkan?" sambungnya lalu mengecup bibir tuan Sam sekilas namun langsung ditahan oleh tuan Sam dengan menarik tengkuk Amira dan memberikan ciuman yang lebih dalam yang membuat Amira terlena dan membalasnya.
Keduanya baru berhenti saat merasa kehabisan nafas dan memadukan kening mereka sambil tersenyum dengan nafas yang tersengal.
"Kau sudah semakin pintar sekarang" ucap tuan Sam sambil mengusap lembut ujung bibir Amira.
Amira pun tersipu malu dan langsung menyusupkan kepalanya ke dada bidang suaminya.
"Kau tahu ... kedepannya akan ada banyak lagi orang-orang yang seperti mereka yang mencoba menganggu rumah tangga kita baik dari pihakku mau pun kamu... jadi aku harap kau tetap menjadi induk ayamku yang selalu kuat dan berani melawan siapa saja yang mencoba mengganggu kita" ucap tuan Sam sambil meletakkan dagunya diatas kepala Amira dan memeluk istri chubbynya itu dengan erat.
"Hemmm..." sahut Amira yang merasa nyaman dengan posisinya saat ini.
Sementara ditempat lain Keysha sedang membanting beberapa barang yang ada di apartemennya karena rencananya yang gagal ditambah kini Sam yang sudah tahu jika ia sedang menteror istrinya.
"Siaaal..." teriaknya.
"Sudahlah Key... berhentilah merusak barang-barangmu!" kata Siska berusaha menghentikan amukan Keysha.
"Akan kubalas perbuatannya ..." ucap Keysha geram.
"Key... lebih baik kita mengalah saja dulu" usul Siska.
Keysha pun mengangguk.
"Kita pulang ke London malam ini juga" putusnya.
"Kenapa secepat ini?" tanya Siska yang terkejut Keysha langsung menuruti sarannya.
"Ada yang harus segera aku urus di sana ... lagi pula saat ini anak buah Sam pasti sudah mengawasi kita, jadi jika kita berangkat malam ini mereka pasti terkejut" kata Keysha sambil tersenyum.
Siska pun hanya bisa mengikuti perkataan Keysha karena sesungguhnya hidupnya selama ini bergantung padanya sehingga apa pun yang dikatakan Keysha ia harus mengikutinya agar kehidupannya tetap terjamin. Setelah itu keduanya langsung mengemas pakaian mereka dan segera menuju bandara. Keysha tak ingin membuang waktu untuk segera pergi ke London. Sebenarnya jika bukan karena ada masalah dengan usahanya yang ada di sana tak mungkin ia mau segera pergi dari sini dan mengalah pada Amira. Di London Keysha memang membuka usaha perhotelan namun karena sikapnya yang suka seenaknya membuat usaha yang sebenarnya dirintis oleh kedua orang tuanya itu mulai gulung tikar. Karena itulah ia harus segera kembali untuk mencari investor baru agar bisnisnya tetap berjalan walau dengan cara apa pun.
Sedang Amira yang baru saja terbangun setelah melakukan olahraga siang dengan tuan Sam dan merasakan jika tubuhnya masih terasa lemas.
"Ck... bagaimana bisa cepat sembuh jika setiap ada kesempatan dia selalu menyerangku..." gumamnya sedikit kesal karena kelakuan suaminya itu.
Namun saat melihat wajah tuan Sam yang terlihat tentram dalam tidurnya tak urung membuat hatinya menghangat. Disentuhnya wajah tuan Sam yang tetap terlihat sempurna walau dalam keadaan tidur.
"Kenapa kau bisa jatuh cinta padaku yang tak sempurna ini B?" gumamnya pelan.
Rasanya sesak saat mengingat diluar sana ada banyak wanita yang masih mendambakan suaminya walau tahu jika pria itu bukan lagi lajang. Apa yang dilakukan Keysha itu mungkin hanya salah satu dari sekian banyak kenekatan yang akan dihadapi oleh Amira dari para pengagum suaminya.
Amira mendesah pelan ... mulai sekarang ia harus menguatkan mental karena bukan tidak mungkin jika bukan hanya cuma Keysha saja yang menjadi saingannya. Mungkin saja masih banyak wanita sempurna lain di luaran sana yang menganggapnya tak pantas bersanding dengan tuan Sam sehingga ingin menghancurkan pernikahan keduanya.
"Kau kenapa?" tanya tuan Sam tiba-tiba.
Ternyata ia sudah terbangun dari tidurnya. Amira menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Kruuyuuk.... terdengar suara perut Amira yang membuat wajah chubbynya memerah seketika. Tuan Sam tersenyum.
__ADS_1
"Kau lapar?" tanyanya.
Amira mengangguk sambil tersipu.
"Baiklah akan kusuruh Art untuk mengantarkan makanan" ucapnya mengecup kening Amira sekilas lalu beranjak menghubungi Artnya untuk mengantarkan makanan.
Amira mencoba untuk bangkit dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri toh ini juga sudah menjelang sore mungkin sebentar lagi juga sudah masuk waktu ashar. Kini ia mulai bisa berjalan dengan normal membuat Amira tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya tuan Sam yang ternyata sudah berada di depan Amira.
"Aku sudah tidak merasa nyeri lagi B... jadi aku sudah bisa keluar dari kamar" ucapnya gembira.
Tuan Sam mendesah pelan. Ia merasa sedikit kecewa tak bisa mengurung Amira lebih lama lagi di kamar.
"Aku mandi dulu ya..." ucap Amira dengan wajah terlihat senang.
"Kita mandi bareng saja" ucap tuan Sam yang sudah langsung menggendong Amira dan membawanya ke kamar mandi.
Tepat saat terdengar suara azdan ashar ketika keduanya selesai mandi sebab seperti yang sudah bisa diduga tuan Sam kembali membuat Amira lemas di kamar mandi. Dengan rambut yang sedikit basah keduanya terlebih dahulu menunaikan sholat ashar barulah mereka keluar dari kamar. Walau badannya kembali lelah namun setidaknya Amira masih bisa berjalan normal. Dia sangat senang karena bisa kembali makan di meja makan bukannya di dalam kamar. Keduanya pun makan siang di waktu sore karena sedari tadi tuan Sam terus saja membuat mereka tak sempat makan.
"Apa kau ingin jalan-jalan keluar?" tanya tuan Sam saat keduanya sedang bersantai di halaman belakang.
"Hemmm.... boleh" ucap Amira dengan mata berbinar.
"Baiklah nanti malam kita keluar...." janji tuan Sam yang sedikit merasa bersalah telah mengurung istrinya itu selama beberapa hari di dalam kamar.
Malam harinya sesuai dengan janjinya tuan Sam pun mengajak Amira untuk keluar.
"Kau ingin kemana?" tanya tuan Sam saat mereka sudah berada di jalan.
"Kita ke pasar malam saja ya..." pinta Amira.
"Baiklah" ujar tuan Sam yang memang tak ingin menolak setiap keinginan istrinya itu.
Lalu tuan Sam pun mengarahkan mobilnya ke tempat pasar malam yang memang selalu ada setiap malamnya di dekat alun-alun kota.
Sesampainya di sana Amira langsung menggandeng tangan suaminya untuk diajak menikmati setiap wahana yang diinginkannya. Tingkahnya sudah seperti anak kecil yang begitu senang dengan pasar malam. Sedang tuan Sam malah merasa senang dengan tingkah lucu Amira yang sangat menggemaskan baginya. Keduanya pun langsung menaiki beberapa wahana permainan yang ada di sana.
"Apa kau sudah puas bermainnya?" tanya tuan Sam saat keduanya baru saja selesai menaiki wahana permainan terakhirnya.
"Iya..." jawab Amira sambil menganggukkan kepalanya dengan senyum yang mengembang.
"Terima kasih..." ucap Amira sambil mengecup pipi tuan Sam sekilas.
Tuan Sam tersenyum dengan tingkah berani yang baru saja dilakukan istrinya itu.
"Kalau begitu sekarang kita pulang..." kata tuan Sam.
Amira pun mengangguk dan menuruti suaminya. Sebelum pulang ke rumah tuan Sam mengajak Amira untuk makan terlebih dahulu. Dan bukannya mengajak ke kafe atau restoran namun ke tempat kaki lima. Sepertinya kali ini tuan Sam ingin muaskan Amira dengan mengajaknya menikmati suasana seperti saat keduanya belum menikah.
"Terima kasih B" ucap Amira setelah keduanya berada di dalam mobil untuk pulang. "Sama-sama.." balas tuan Sam mengecup kepala Amira kemudian menjalankan mobilnya.
**Maaf aku ganti covernya agar sesuai persyaratan NT jika ingin kontrak....
Terima kasih juga buat semua yang sudah mendukung saya selama ini sehingga masih semangat walau selalu gagal kontrak dan kadang jarang up... 🙏🙏
__ADS_1
Love you all 💖💖**