BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Berpetualang


__ADS_3

Sambil menjaga si kembar yang sudah bangun dan asyik bermain setelah menghabiskan makanan mereka Amira dan Sandra berbincang dengan Lusi. Ketiganya tampak akrab karena ternyata Lusi juga berasal dari Indo. Ia sebenarnya seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi. Dan ia kuliah karena mendapatkan beasiswa. Karenanya ia bekerja sambilan sebagai Art di apartemen tuan Sam untuk membiayai dirinya di London karena jam kerjanya yang cukup fleksibel. Dia cukup datang dipagi hari untuk membersihkan apartemen lalu langsung pulang dan kembali lagi di sore hari untuk mengerjakan hal yang sama.


Dan selama ia bekerja tuan Sam baru kali ini ia bertemu langsung dengannya. Pasalnya sejak ia bekerja dua tahun lalu untuk menggantikan Art yang sebelumnya tuan Sam belum sekalipun kembali ke apartemennya itu hanya Lukas yang beberapa kali menginap disana saat berada di London untuk menggantikan tuan Sam. Dan ternyata karena itu pulalah akhirnya keduanya menjadi dekat dan akhirnya berpacaran.


"Hemm... pantas selama ini aku tidak pernah melihat Lukas dekat dengan seorang wanita mana pun saat di Indo..." ucap Amira.


"Ternyata hatinya sudah tertawan olehmu..." sambungnya sambil tersenyum.


Wajah Lusi pun langsung merona karena secara tidak langsung Amira membuktikan jika kekasihnya itu selalu setia saat berada di Indo meski tak seorang pun tahu tentang hubungan keduanya. Sejak hari itu ketiganya bertambah akrab bahkan Lusi pun sering kali bersedia mengantar Amira dan Sandra berkeliling dekat apartemen agar keduanya tidak jenuh. Hingga tak terasa sudah hampir dua bulan Amira dan keluarganya berada di London... ia dan Sandra pun sudah mulai terbiasa hidup disana. Lusi pun kini tengah mempersiapkan ujian akhirnya hingga mau tak mau ia harus mengundurkan diri dari pekerjaannya agar bisa lebih fokus pada kuliahnya.


Sejak Lusi tak lagi menjadi Art di apartemennya Amira menjadi sedikit merasa kehilangan pasalnya setiap hari mereka bertemu dan bercanda bersama dengan Sandra.


"San San... bagaimana jika besok kita pergi ke objek wisata yang ada disini bersama anak-anak?"


"Maksudnya?"


"Ya... kita pergi seperti para back packer berjalan-jalan ke beberapa tempat seperti sedang berpetualang..." ucap Amira mengungkapkan idenya.


"Apa tidak sebaiknya kita pergi dengan suamimu juga?" kata Sandra yang bisa menduga jika tuan Sam tak akan membiarkan mereka keluar sendirian di negara asing apa lagi keduanya baru dua bulan berada disana.


"Kalau menunggunya pergi bersama kita pasti akan lebih lama lagi kita bisa keluar jalan-jalan... kau lihat sendiri kan betapa sibuknya dia selama berada disini..." ungkap Amira.


Sandra pun mengangguk sebab ia melihat sendiri bagaimana sibuknya tuan Sam yang berangkat pagi dan pulang larut malam. Bahkan tak jarang ia juga pulang setelah tengah malam karena ia sering menemani Amira menunggui suaminya itu meski Amira sudah sering menolaknya untuk menemani.


"Lalu apa suamimu akan mengizinkan kita?"

__ADS_1


"Kau tenang saja... biar aku yang mengurusnya..." ucap Amira sambil tersenyum.


Dalam fikiran Amira ia sudah membayangkan dirinya akan berpetualang dengan sahabatnya itu seperti mimpi mereka saat kecil. Bahkan ia akan mengajak kedua putranya untuk ikut merasakan pengalaman itu meski keduanya masih balita.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan... aku ikut saja" sahut Sandra.


Amira pun langsung tersenyum senang Sandra menyetujui idenya. Dan benar saja malam harinya saat tuan Sam sudah pulang ke apartemen Amira langsung mengungkapkan keinginannya pada suaminya itu saat mereka sudah berada di dalam kamar untuk beristirahat. Mendengar permintaan Amira yang tak biasa membuat tuan Sam terkejut. Namun bukan Amira namanya jika ia tak bisa membujuk suaminya itu meski ia tahu apa konsekuensi yang harus ditanggungnya dari permintaannya itu agar suaminya yang possesif itu mengijinkannya.


Dan akhirnya hari ini Amira dan Sandra sudah bersiap untuk pertualangan pertama mereka menjelajah London. Setelah tuan Sam berangkat ke kantornya Amira yang sudah mengantongi izin dari suaminya itu pun langsung mempersiapkan kedua putranya dibantu Sandra. Sahir dan Samir tampak menggemaskan dengan pakaian yang dipilihkan oleh Amira, sedang untuk dirinya sendiri ia sudah mengenakan hijab sporty yang akan memudahkannya dalam bergerak selama perjalanan sambil menggendong salah satu dari putranya. Sedang yang lain akan digendong oleh Sandra.


Sandra pun mengenakan pakaian casual dengan setelan panjang. Sedangkan rambutnya ia ikat ekor kuda dan mengenakan topi agar terlindung dari sinar matahari. Setelah siap mereka berdua pun segera keluar dari apartemen. Segaja Amira tak mau menggunakan mobil karena ia benar-benar ingin bertualang bersama Sandra dan kedua putranya. Karena itu ia dan Sandra memilih menggunakan angkutan umum untuk mencapai tempat tujuan mereka.


"Hemm... menurutmu kita akan kemana hari ini San San?" tanya Amira sambil memandangi peta kota London yang ia dapatkan dari Lukas.


"Terserah kau saja Ra... aku ikut saja"


"Hemm... boleh juga... tapi apa kau tidak ingin ke Buckingham Palace?"


"Tapi tempat itu lebih mirip dengan museum bagiku San San... Sahir dan Samir belum begitu mengerti jika kita bawa kesana..."


"Kau benar Ra... kalau begitu kita ke dua tempat itu saja..." sahut Sandra setuju.


Keduanya pun langsung menuju Trafalgar Square dengan menggunakan bus. Mereka tak sadar jika tak jauh dari keduanya sudah ada beberapa orang yang tengah mengawasi keduanya. Bukan bermaksud jahat... justru mereka berjaga agar tak terjadi sesuatu yang buruk pada kedua wanita itu dan juga si kembar. Siapa lagi yang menyuruh orang-orang itu untuk mengawasi Amira dan Sandra beserta si kembar kalau bukan tuan Sam. Tentu saja tuan Sam tidak akan membiarkan istrinya itu berkeliaran sendirian tanpa pengawalan ketat setelah sebelumnya beberapa kali mengalami hal yang mengancam nyawanya meski itu bukan terjadi di London.


Amira dan Sandra sangat menikmati perjalanan mereka menaiki bus tingkat untuk pertama kalinya. Begitu juga dengan si kembar. Kedua balita itu bahkan minta turun dari gendongan ingin memegang segala sesuatu yang menarik bagi mereka. Setelah sampai di tempat tujuan pertama mereka keduanya tampak asyik berkeliling dan berfoto bersama. Terutama berfoto di depan patung Singa dari perunggu yang cukup besar di sana. Sementara orang-orang yang mengawasinya selalu merekam kegiatan mereka dan mengirimkannya pada tuan Sam.

__ADS_1


Hari semakin siang saat keduanya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Hyde Park. Bukan tanpa sebab Amira memilih taman itu untuk tujuan berikutnya. Suasana siang yang cukup terik membuat kedua putranya sedikit kepanasan. Karenanya jika mereka pergi ke Hyde Park kedua putranya tidak akan lagi merasa kepanasan karena banyaknya pohon di taman itu. Apa lagi ada danau Serpentine yang membelah taman itu dan terdapat berbagai hewan disana terutama burung yang disukai oleh kedua putranya.


Amira dan Sandra bahkan menurunkan kedua balita itu dari gendongan agar bisa berlarian disana. Dan kedua bocah kembar itu pun langsung berlari dan menjelajahi taman tersebut. Sepertinya petualangan hari ini bukan hanya bagi Amira dan Sandra tapi juga bagi Sahir dan Samir. Dan bukan hanya mereka yang ada ada di sana banyak turis maupun warga lokal yang berada disana menikmati keindahan taman tersebut. Bahkan ada yang datang dengan berkelompok.


"San San... kita istirahat disana saja dulu sambil makan siang" ucap Amira sambil menunjuk salah satu restoran halal yang ada disana.


Sandra pun setuju. Keduanya pun segera menuju kesana sambil menggandeng Sahir dan Samir. Kedua balita itu tampak senang berjalan sambil bergandengan dan diapit oleh Amira dan Sandra. Mereka tampak menikmati makan siang mereka. Sahir dan Samir bahkan mencoba untuk makan sendiri tanpa bantuan Amira dan Sandra meski akhirnya baju mereka kotor akibat cara makan mereka yang masih belepotan. Untung saja Amira selalu membawa baju ganti untuk keduanya sehingga mereka dapat segera berganti pakaian setelah selesai makan.


Selesai makan tampak keduanya berjalan mencari masjid untuk melaksanakan sholat dhuhur sambil mengendong Sahir dan Samir. Setelah beberapa saat berjalan dengan mengandalkan petunjuk maps pada ponselnya Amira dan Sandra pun sampai di sebuah masjid yang cukup besar disana. Keduanya pun bergantian melaksanakan ibadahnya karena ada dua balita yang bersama mereka dan harus selalu diawasi. Amira yang pertama sholat sedang Sandra menunggu sambil menjaga Sahir dan Samir agar tidak menganggu jamaah lainnya yang hendak sholat. Setelah itu barulah giliran Sandra.


Saat gadis itu baru keluar dari tempat mengambil air wudhu tanpa ia sadari ada sepasang mata yang membulat saat melihatnya. Pemilik sepasang mata biru itu pun sampai mengucek kedua matanya tak percaya dengan pelihatannya sendiri.


"Kau ada disini San San?" gumamnya pelan.


Sebuah lengkungan terbit pada bibirnya. Tak menyangka jika takdir mempertemukannya kembali dengan gadis yang selama ini tak bisa hilang dari hatinya. Tapi kemudian senyum itu surut saat menyadari jika tak mungkin Sandra berada disana sendiri. Mungkinkah ia berada disana dengan suaminya? batin pria itu yang merupakan Dave. Jika benar maka mungkin saja Sandra tengah mengikuti tugas suaminya atau bahkan tengah berbulan madu yang kedua? batin Dave.


Ia sedikit meringis menahan sakit yang tiba-tiba saja mencengkeram dadanya. Kenyataan jika Sandra telah berdua membuat Dave merasakan sakit dihatinya. Ia yang dulu sering bermain wanita tanpa pernah memikirkan perasaan wanita yang dikencaninya kini seakan menerima karmanya. Saat tengah melamun tiba-tiba ia mendengar suara yang tak asing baginya.


"San San... kita pulang saja sekarang... anak-anak pasti sudah kelelahan" kata Amira.


"Iya... kita naik taksi saja ke apartemen..." sahut Sandra.


Dave yang berada di balik tirai pembatas antar shaf laki-laki dan perempuan pun dapat mendengarnya dengan jelas.


"Apartemen? mungkinkah yang mereka maksud apartemen milik Sam?" batin Dave penasaran.

__ADS_1


Dengan segera pria bermata biru itu menyusul langkah dua wanita yang menggendong dua balita yang sudah mulai tertidur itu. Langkahnya terhenti saat melihat keduanya menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat. Dave segera berlari ke arah mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana. Setelah masuk ia langsung menyalakan mesin mobilnya tak ingin kehilangan jejak. Dan benar saja taksi yang ditumpangi Amira dan Sandra berhenti di depan gedung apartemen tuan Sam.


Dave pun langsung memarkirkan mobilnya di basement gedung apartemen itu dan bergegas menuju lift. Saat ia tiba di depan loby ia dapat melihat dengan jelas Amira dan Sandra masing-masing menggendong Sahir dan Samir masuk ke dalam lift. Saat Dave berusaha mengejar mereka pintu lift tersebut sudah terlanjur tertutup. Dengan sedikit frustasi ia segera menekan tombol lift lainnya untuk menyusul mereka. Dave memang hafal dengan nomor lantai dan apartemen tuan Sam karena beberapa kali ia juga pernah menginap disana saat tuan Sam masih tinggal di London.


__ADS_2