
Amira tersenyum bahagia sambil dengan mata berkaca-kaca saat menyaksikan Sadira tengah mengenakan gaun pengantinnya. Ya... saat ini Sadira tengah melakukan fitting baju pengantinnya didampingi oleh bundanya dan kedua iparnya yang sekaligus juga sahabatnya. Bara dan Sadira memang tidak melakukan fitting baju bersama karena keduanya tengah dipingit. Bahkan baju yang tengah Sadira kenakan juga didatangkan langsung ke rumah dan bukannya Sadira yang datang ke butik. Begitu juga dengan Bara yang melakukan fitting baju di rumahnya.
"Waahh... kamu terlihat sangat cantik sayang!" seru Amira tidak dapat menahan rasa harunya.
Putri kecilnya kini telah dewasa dan sebentar lagi akan menikah.
"Benar sekali Ra... kamu benar-benar terlihat sangat cantik mengenakan gaun itu..." ucap Aya membenarkan perkataan ibu mertuanya.
"Iya... betul sekali Ra... kak Bara pasti akan pangling melihatmu nanti..." sambung Hana yang memang begitu adanya.
Sebab meski tidak mengenakan riasan sama sekali namun saat mengenakan gaun pengantinnya Sadira sudah terlihat sangat cantik. Apa lagi jika nanti sudah di make over oleh MUA yang telah mereka sewa. Sadira tampak tersipu malu dengan semua pujian dari bunda dan juga kedua iparnya itu. Namun ia juga merasa bahagia karena akhirnya ia dan Bara bisa bersatu di dalam tali pernikahan setelah sekian lama hubungan mereka berjalan. Meski berbagai rintangan dan cobaan menerpa dan menguji keduanya namun pada akhirnya impian mereka akhirnya akan terwujud. Bersama mengarungi biduk pernikahan yang semoga akan langgeng seperti pada kedua orangtuanya.
Selesai fitting baju, Sadira kemudian berlanjut dengan perawatan tubuh sebelum pernikahan. Lagi-lagi hal ini dilakukan di rumah dengan mengundang para pegawai salon. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi sebelum pernikahan. Rupanya hal ini dilakukan karena tuan Sam agak trauma dengan pernikahannya dulu dengan Amira yang sempat terjadi insiden penculikan nyonya Sarah. Meski hal itu terjadi pasca acara ijab kabul sehingga keduanya telah resmi menikah, namun apa salahnya untuk berjaga-jaga? Apa lagi setelah peristiwa penculikan yang juga pernah dialami oleh Sadira membuat tuan Sam selalu waspada. Terlebih karena pelaku penculikan itu kini telah bebas.
Di tempat lain Bara yang juga tengah fitting baju pengantin tampak didampingi oleh mamanya. Rania juga terlihat terharu melihat sang putra yang terlihat gagah mengenakan jas pengantinnya. Rasanya waktu begitu cepat berlalu. Dulu saat hamil dan melahirkan Bara, Rania hidup dengan penuh perjuangan sebagai orangtua single. Hamil dan melahirkan tanpa suami sudah sangat berat baginya apa lagi saat itu ia hanya bekerja serabutan saja. Sebab dengan ijasah SMU dan dalam keadaan hamil sulit baginya untuk menemukan pekerjaan yang bisa mengerti kondisinya. Namun semua penderitaan itu seakan sirna saat ia mendengar tangis pertama putranya. Rasa lega dan penuh syukur dirasakan oleh Rania karena ia mendapatkan karunia yang besar di saat terpuruknya.
Karena itu setelah melahirkan Bara, Rania lebih bersemangat bekerja dengan berjualan nasi campur di depan kontrakannya. Ia sengaja berjualan agar bisa lebih fokus membesarkan putranya tanpa dibatasi jam kerja jika ia bekerja pada orang lain. Meski hasilnya hanya pas-pasan karena modal Rania yang kecil namun ia bahagia karena tetap bisa mengawasi tumbuh kembang Bara. Pertemuannya dengan Yuda pun mengubah hidupnya dan Bara. Yuda yang bertanggung jawab tidak membiarkan Rania tetap bekerja dan hanya diminta untuk mengurus rumah dan dirinya serta Bara. Dia benar-benar menjadikan Rania ratu di dalam rumah tangga mereka hingga lahir adik-adik Bara. Kini jika mengingat masa lalu rasanya seperti mimpi semuanya berakhir bahagia.
__ADS_1
Jika Bara dan Sadira tengah merasa bahagia maka berbanding terbalik dengan Ricko. Pasalnya sang pujaan hati mengatakan jika kemungkinan ia tidak bisa hadir di pernikahan Bara dan Sadira karena harus menemani omanya yang kembali masuk ke rumah sakit akibat kankernya kembali muncul. Sebenarnya ia berencana untuk menyusul ke London dan menemani Mahina sebab ia juga sudah akrab dengan seluruh anggota keluarga gadis itu termasuk sang oma. Tapi karena ia masih mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan proyeknya yang baru membuatnya tidak bisa melakukannya. Sebab ia harus fokus karena ini proyek yang besar dan akan membuat perusahaannya bertambah besar. Ditambah lagi sudah hampir dua bulan ia dan Mahina tidak bertemu membuat Ricko agak frustasi. Meski keduanya masih bisa berkomunikasi melalui ponsel namun itu tidak sama dengan saat bertemu langsung.
Hal ini dapat dilihat oleh sang ayah. Dan pria itu pun sudah memiliki rencana untuk sang putra agar bisa mendapatkan kebahagiaannya. Maya yang kini sudah sembuh juga mendukung apa akan yang dilakukan okeh suaminya itu. Dan tanpa sepengetahuan Ricko, tuan Danu dan Maya pergi ke London untuk menemui Dave dan Sandra. Dengan menggunakan alasan untuk berlibur ke Singapore, tuan Danu dan Maya bisa mulus pergi ke London tanpa dicurigai oleh Ricko yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. Keduanya akan merencanakan masa depan putra mereka dengan Mahina dan membicarakannya dengan kedua orangtua gadis itu.
Sedang Ricko yang tidak tahu apa-apa tampak sering uring-uringan jika mendapati sedikit masalah saja pada pekerjaannya. Hal ini tentu membuat para pegawainya ketar ketir. Pasalnya bos mereka yang selama ini tergolong ramah berubah garang. Namun rencana bukan hanya milik kedua orangtua Ricko saja. Ada orang lain yang juga tengah memiliki rencana. Dan rencana itu akan membuat rencana pernikahan Bara dan Sadira berantakan. Ya... orang itu adalah dokter Andrew yang tidak rela melepaskan Sadira yang dianggapnya sebagai Taranya. Dan dengan memanfaatkan Hendry, dokter itu berharap bisa membawa Sadira lari dari pernikahannya dan membawa gadis itu ke tempat yang jauh dan tidak terjangkau oleh orang-orang tuan Sam.
Oleh karena itu ia kini telah mempengaruhi Hendry untuk mau menuruti perintahnya. Dengan keahliannya dalam mempengaruhi seseorang, dokter Andrew yang telah mempelajari sifat dan kepribadian Hendry saat dulu ia bekerja sama untuk menangkap pria itu dengan pihak kepolisian dapat dengan mudah mempengaruhi dan menjerat Hendry dalam rancangannya. Kini Hendry dan dokter Andrew tengah merencanakan cara membawa Sadira tanpa diketahui oleh siapa pun. Jika dulu saat di mall dokter Andrew bisa dengan mudah menculik Sadira, namun tidak dengan sekarang. Sebab tuan Sam sudah menyiapkan pengamanan berlapis untuk putri semata wayangnya itu.
"Bagaimana jika kita menculik gadis itu saat ia dan suaminya hendak pergi berbulan madu saja dokter? Sebab saat itu pasti pengamanan mereka akan lemah..." saran Hendry yang telah mengetahui identitas asli dokter Andrew.
"Tidak bisa... aku harus membawanya sebelum mereka menikah!" seru dokter Andrew yang tidak rela gadisnya menikah dengan orang lain meski pun ia akan membawa gadis itu sebelum bisa disentuh oleh suaminya nanti.
"Sulit bukan berarti tidak bisa... jadi lebih baik kita fokus untuk mencari celah dari pengaman mereka!" sergah dokter Andrew keras kepala.
Jadilah kedua orang itu fokus mencari celah dalam pengamanan yang dilakukan oleh tuan Sam. Hendry yang semula agak pesimis kini malah terpacu setelah mendengar perkataan dokter Andrew. Dan setelah dua hari akhirnya mereka berdua bisa tersenyum senang saat menemukan celah yang mereka cari. Dan meski waktu yang mereka miliki sangat sempit namun kedua orang psikopat itu dapat dengan segera merancang skenario untuk menculik Sadira sebelum acara pernikahannya berlangsung. Di tempat lain terlihat kesibukan terjadi di rumah tuan Sam karena acara pernikahan Sadira besok akan di gelar. Keluarga tuan Bram bahkan memutuskan untuk menginap meski rumah mereka terletak masih dalam satu komplek dengan tuan Sam agar besok mereka bisa berangkat ke hotel bersama.
Terjadi kejutan menyenangkan saat tiba-tiba saja Dave datang bersama keluarganya dari London. Padahal ia sudah berkata tidak bisa datang karena ibunya yang masuk rumah sakit karena kankernya kembali timbul. Namun ternyata sang ibu sudah membaik dan bisa ditinggalkan ke Indo. Persahabatan antara tuan Sam dan Dave serta Amira dan Sandra membuat mama Dave memaksa sang putra untuk ke Indo dan menghadiri penikahan Sadira saat dirinya dinyatakan membaik meski belum keluar dari rumah sakit. Oleh karenanya Dave pun akhirnya mau menuruti permintaan mamanya apa lagi ada tuan Danu dan istrinya yang sengaja datang ke London untuk menemuinya dan membicarakan tentang masa depan putra putri mereka. Ya... Dave datang ke Indo juga untuk mematangkan rencana pernikahan putrinya dengan Ricko.
__ADS_1
Dua hari berlalu...
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu sekaligus membahagiakan bagi Sadira. Kisah cintanya bersama Bara akhirnya akan masuk ke jenjang pernikahan. Kisah cinta sejak SMU yang penuh liku kini menjadi kenangan manis bagi Bara dan juga Sadira. Pagi-pagi sekali sehabis sholat subuh Sadira dan keluarganya sudah berangkat menuju ke hotel tempat akan diadakannya acara pernikahannya itu. Hal ini untuk menghindari kemacetan di jalan meski sekarang adalah weekend. Sadira yang sedari bangun sudah merasa gugup, tampak sedikit santai saat kedua ipar sekaligus sahabatnya terus memberikan lelucon agar fikiran Sadira teralihkan dan lebih tenang. Ditambah kehadiran Mahina membuat Sadira benar-benar merasa tenang.
Di tempat lain dokter Andrew dan Hendry juga tengah bersiap untuk menjalankan rencananya. Dengan keyakinan penuh kedua orang itu berangkat dari villa dokter Andrew dengan menggunakan mobil van bekas yang sengaja dibeli oleh dokter Andrew dengan menggunakan identitas palsu. Wajah kedua orang itu tampak tegang namun di dalam hati keduanya sangat bersemangat. Bagi Hendry saat seperti ini sangat membuatnya senang karena adrenalinnya terpacu. Ia juga tengah penasaran tentang sosok asli gadis yang digilai oleh dokter Andrew itu. Jika bisa membuat dokter Andrew begitu terobsesi mungkin saja gadis yang namanya Sadira itu juga bisa menarik minatnya...
Dan jika itu terjadi akan sangat menyenangkan bagi Hendry untuk berebut dengan pria yang pernah menolongnya itu. Yeah... walau bagaimana pun bagi Hendry tidak ada yang namanya balas budi jika menyangkut masalah kesenangan dan hasratnya untuk memiliki sesuatu. Sementara dalam fikiran dokter Andrew, ia sudah membayangkan jika sebentar lagi ia akan memiliki Sadira selamanya. Dan jika saat itu tiba ia akan menggunakan obat eksperimen terbarunya untuk membuat Sadira melupakan calon suaminya dan seluruh keluarganya dan menjadikan gadis itu Taranya.
Di dalam kamar hotel, Sadira tengah bersiap dirias oleh MUA yang telah disewa untuk memake over dirinya. Gaun pengantinnya pun sudah tergantung indah di samping tempatnya kini duduk untuk dirias. Ada dua gaun yang akan ia gunakan hari ini. Satu berupa kebaya modern untuk acara akad, sementara yang satu lagi berupa gaun panjang dengan model sederhana namun terkesan mewah. Sadira memang tidak memilih model yang terlalu ribet karena ia tipe gadis yang cukup cuek sehingga ia hanya ingin nyaman saat mengenakan gaunnya nanti. Serelah dirias selama hampir satu jam akhirnya Sadira pun tampil cantik dengan riasan flawless untuk akadnya. Dengan menggunakan kebaya modern semakin memancarkan kecantikan alami Sadira. Tiga bridesmate nya yaitu Aya, Hana dan Mahina tampak menemani Sadira sambil menunggu acara akad dimulai.
Hati Sadira yang semula agak tenang karena ketiga sahabatnya yang selalu membuatnya tertawa dengan celetukan dan guyonan mereka kini entah mengapa mendadak gelisah. Apa lagi saat mendengar dari suara MC jika calon pengantin prianya sudah memasuki ruangan acara.
"Jangan khawatir Ra... kak Bara pasti bisa mengucapkan akadnya dengan lancar..." ucap Aya sambil menggenggam tangan Sadira yang terasa dingin.
"Benar... kita semua berdo'a saja agar semuanya lancar..." sambung Hana.
Mahina pun menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan atas perkataan Hana dan Aya. Sadira pun menghembuskan nafasnya perlahan dan mencoba untuk tersenyum. Namun baru saja sang penghulu berkata agar tuan Sam menjabat tangan Bara sebagai tanda akad akan dimulai tiba-tiba saja alarm kebakaran berbunyi nyaring. Tak lama dari arah luar kamar yang kini ditempati oleh Sadira keluar asap yang menyusup dari bawah pintu. Seketika semua orang berteriak panik. Sadira dan yang lainnya segera membuka pintu kamar dan benar saja di luar kamar sudah tertutup asap tebal yang berasal entah dari mana. Sambil bergandengan tangan Sadira, Aya, Hana dan Mahina mencoba berjalan keluar dengan tidak panik meski ada Aya dan Hana yang tengah hamil besar.
__ADS_1
Tak lama terlihat ada dua petugas pemadam kebakaran yang berjalan ke arah mereka berempat dan membawa mereka ke tempat aman. Karena ada dua ibu hamil, maka kedua petugas pemadam itu pun memprioritaskan kedua ibu hamil itu terlebih dahulu. Sementara Sadira dan Mahina berjalan berdampingan. Saat berjalan melewati lorong tiba-tiba asap tebal menghadang didepan mereka membuat kedua gadis itu terpisah dari Hana dan Aya beserta kedua petugas pemadam tadi. Sambil bergandengan tangan erat kedua gadis itu terus berjalan hingga tanpa mereka sadari dari arah belakang ada yang menyergap keduanya dan membekap mereka dengan saputangan yang sudah dibubuhi obat bius seketika keduanya langsung lemas dan tidak sadarkan diri.