BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Resepsi


__ADS_3

Keesokan harinya tampak Amira tengah bahagia karena kedua putranya menjenguknya. Apa lagi dokter mengatakan jika dalam dua hari keadaannya terus membaik maka ia dapat segera pulang. Kedua putra Amira datang bersama nyonya Sarah dan keluarganya. Bahkan Dave dan Sandra juga datang bersama mereka begitu juga dengan Raja. Ruang perawatan VVIP dimana Amira dirawat menjadi ramai karena kedatangan mereka. Namun semua orang tidak dapat berlama-lama disana karena Amira masih harus banyak beristirahat. Apa lagi ada anak-anak yang tidak boleh berlama-lama di dalam rumah sakit.


Setelah semuanya pergi tinggal Amira dan tuan Sam yang masih setia mendampingi Amira. Saat baru saja meminum obatnya setelah selesai makan siang Amira meminta berbicara serius dengan tuan Sam.


"Db... bisakah aku bicara serius padamu?"


"Apa yang ingin kau bicarakan Meyaa?"


"Bisakah kita kembali ke Indo setelah aku pulang dari sini?"


"Apa kau tidak betah tinggal di London?" tanya tuan Sam.


"Bukan begitu... tapi aku rindu rumah kita di Indo... dan lagi aku ingin anak kita lahir di Indo seperti kedua kakaknya..." terang Amira sambil mengelus pelan perutnya yang sedikit menonjol.


"Baiklah jika itu mau mu... lagi pula pekerjaanku disini juga hampir selesai..." kata tuan Sam yang membuat Amira langsung mengembangkan senyumnya.


Amira merentangkan tangannya membuat tuan Sam langsung masuk ke dalam pelukan istrinya itu.


Setelah dua hari dirawat di rumah sakit akhirnya Amira diizinkan pulang. Ia pun disambut bahagia oleh semua orang. Terutama oleh kedua putranya yang sangat merindukan kehadiran ibunya. Dan setelah membereskan semua pekerjaannya serta melimpahkan kelanjutannya pada Hendry orang kepercayaannya di London, akhirnya tuan Sam pun mengurus kepulangannya dan keluarganya ke tanah air.


Mereka pulang bersama Raja sedangkan nyonya Sarah dan suaminya sudah pulang terlebih dahulu. Lukas juga ikut bersama Lusi karena keduanya berencana menikah setelah sampai di Indo setelah memberitahukan kabar gembira itu pada kedua orangtua mereka. Dave dan Sandra juga ikut pulang ke Indo bersama kedua orangtuanya sebab mereka berencana mengadakan resepsi pernikahan agar para tetangga tahu jika Sandra kini telah menikah. Bahkan orangtua Dave juga akan menyusul saat acara dilaksanakan karena menunggu pemulihan ibu Dave terlebih dahulu.


Setelah melakukan perjalanan yang panjang akhirnya mereka pun tiba di Indo dengan selamat. Mereka beriringan keluar dari bandara dengan menggunakan mobil mereka masing-masing. Tuan Sam dan Amira kembali ke rumah mereka begitu juga Lukas yang langsung mengantar Lusi ke rumah kedua orantuanya. Dave dan Sandra bersama pak Dahlan dan bu Zaenab kembali ie rumah mereka. Sementara Raja ke apartemennya.


Satu minggu setelah kepulangan mereka Sandra dan Dave menggelar acara resepsi di hotel mewah. Orangtua Sandra mengundang semua tetangganya untuk berbagi kebahagiaan. Acara resepsi itu pun berlangsung dengan sangat meriah. Hal yang tidak terduga terjadi saat disana juga hadir mantan suami Sandra... Andi. Dan pria itu datang dengan istrinya dan juga kedua orangtuanya. Para tetangga Sandra yang mengetahui masa lalu mereka pun tak urung saling berbisik mencemooh Andi dan keluarganya yang dulu menghina Sandra.


Sementara Sandra dan keluarganya sama sekali tak terpengaruh dengan kehadiran mantan suaminya dan keluarganya.


"Eh kenapa bisa mantan suaminya Sandra dan keluarganya bisa datang ke acara ini ya?" tanya salah satu tetangga Sandra yang kepo.


"Denger-denger sih suaminya Sandra itu pengusaha besar yang memiliki banyak cabang perusahaan... mungkin saja dia salah satu karyawannya... soalnya anak saya yang bekerja disalah satu cabang perusahaannya juga diundang..." sahut salah satu diantara mereka.


"Iya... dulu ibunya si Andi kan pernah bilang jika anaknya itu seorang manager di perusahaan asing... jadi mungkin saja begitu" timpal yang lain.


"Hi... hi... hi... kalau begitu kalah telak dong sekarang mereka... pasalnya wanita yang dulu mereka hina ternyata kini menjadi istri dari pemilik perusahaan tempat Andi bekerja..."


"Iya... levelnya kalah jauh...."


Sementara ditempat duduknya Andi dan keluarganya tampak pias saat melihat siapa yang berdiri diatas panggung pelaminan.

__ADS_1


"Bagaimana bisa perempuan gendut itu jadi istri pemilik perusahaan tempat kamu bekerja sih Di?" bisik bu Lastri pada Andi.


"Aku juga ga tahu bu..." sahut Andi cuek.


"Mas memangnya kamu kenal istri dari pemilik perusahaan tempat kamu kerja?" tanya Tari istri Andi yang merupakan kekasihnya dulu.


"Iya..." sahut Andi singkat.


"Dia teman kamu?" tanya Tari penasaran.


"Bukan... hanya kenal sekilas..."


"O..." sahut Tari tak berani bertanya lebih lanjut.


"Eh Andi! kita ke atas panggung yuk buat mengucapkan selamat sama mister Dave dan istrinya..." ajak salah satu teman sekantor Andi yang membuat Andi mati kutu.


Bagaimana tidak ia sejak tadi berusaha untuk tidak harus bertemu dengan mantan istri dan mertuanya itu dengan tidak mengucapkan selamat secara langsung. Ia fikir toh mister Dave tak akan menyadari jika dirinya tidak ikut mengucapkan selamat secara langsung. Tapi kini mau tidak mau ia harus melakukannya karena ajakan rekan kerjanya. Jika ia menolak maka akan menimbulkan kecurigaan mereka dan juga Tari istrinya.


"Baiklah..." sahut Andi kemudian.


"Mas aku ikut ya..." kata Tari yang ingin bersalaman dan melihat Dave secara dekat karena sedari tadi dia sangat terpesona dengan ketampanan pria bule itu.


"Tidak usah kau bersama ibu saja disini!" sentak Andi yang sejak tadi melihat gelagat istrinya yang terlihat sangat mengagumi Dave.


"Tidak ada tapi-tapian... lihat saja semua temanku tidak ada yang mengajak istrinya naik ke atas panggung!" sambung Andi lalu langsung menyusul teman-temannya.


Akhirnya Tari hanya bisa mendengus kesal. Sementara bu Lastri malah sibuk memasukkan makanan ke dalam tasnya yang cukup besar. Setelah mengantri cukup lama akhirnya giliran Andi berada dihadapan kedua mempelai untuk mengucapkan selamat. Keringat dingin tiba-tiba membanjiri tubuh Andi. Bukan tanpa sebab karena sejak tadi ia dapat merasakan jika pak Dahlan tengah menatapnya tajam. Meski tidak mengatakan apa-apa tapi Andi tahu jika pria paruh baya itu tidak suka melihatnya diacara putrinya. Untung saja saat Andi menjabat tangan pria itu pak Dahlan tidak berbuat sesuatu untuk mempermalukannya. Pria itu dan istrinya hanya menatap Andi datar seolah mereka tidak pernah saling kenal sebelumnya.


Ujian terbesar adalah saat Andi harus berhadapan lagi dengan Sandra. Ia seakan tak punya muka untuk menghadapi wanita yang pernah menjadi istrinya itu meski hanya beberapa jam saja. Apa lagi dulu ia sempat menghina fisik wanita itu. Dan sekarang wanita itu terlihat sangat cantik dan elegan mengenakan gaun pengantinnya. Ditambah kini Sandra justru mendapatkan orang yang beribu-ribu kali lebih segalanya dari dirinya.


"Selamat atas pernikahannya tuan... nyonya..." ucap Andi dengan suara sedikit bergetar.


"Terima kasih..." sahut Dave sambil tersenyum.


Sedangkan Sandra tampak biasa tanpa ekspresi saat mendapatkan ucapan selamat dari Andi. Bukan menyimpan dendam tapi Sandra memang sudah tidak ingin berurusan dengan Andi meski hanya bertegur sapa.


"MB... aku lelah... bolehkah aku beristirahat sebentar..." kata Sandra tak menghiraukan Andi.


"Kalau begitu kau duduk saja dulu..." kata Dave sambil membimbing Sandra duduk di kursi pelaminan.

__ADS_1


"Apa kakimu sakit Sun Shine?" tanya Dave sambil membuka high heels yang dikenakan Sandra.


"Sedikit..." keluh Sandra yang merasakan kakinya lecet karena terlalu lama mengenakan sepatu high heels dan dia tidak terbiasa.


Dave dengan lembut melepaskan sepatu heels Sandra dan seketika melihat luka lecet di kaki Sandra. Tanpa malu Dave langsung meniup luka Sandra untuk mengurangi rasa perihnya.


"Pakailah ini nak Dave!" kata pak Dahlan tiba-tiba sambil menyerahkan obat merah pada menantunya itu.


"Terima kasih abi..." ucap Dave sambil menerima pemberian pak Dahlan.


Kemudian dengan sangat berhati-hati Dave mengoleskan obat merah itu pada luka di kaki Sandra. Adegan romantis sepasang pengantin itu pun tak luput dari pandangan semua orang di sana termasuk Andi yang masih mematung diatas panggung.


"Wow... so sweet..." teriak para tamu yang heboh dengan perlakuan romantis Dave pada Sandra.


Sedang Andi seakan tak percaya dengan penglihatannya saat melihat pria setampan dan sekaya Dave bisa menjadi begitu romantis dan bucin pada gadis yang dulu ia hina hanya karena badannya yang sedikit chubby. Bu Lastri pun tampak ternganga melihat perlakuan Dave pada Sandra.


"Wuih... ternyata tidak sia-sia Sandra meninggalkan lelaki brengsek seperti Andi itu karena akhirnya ia mendapatkan jodoh yang seribu kali lebih baik darinya..." cetus salah seorang tamu yang merupakan salah satu tetangga yang juga menjadi saksi saat drama perceraian Andi dan Sandra.


"Bener banget... dulu aja sok menghina Sandra karena tubuhnya... tapi lihat sekarang... ternyata ada bule kaya yang sangat mencintai Sandra..." timpal yang lain.


Bu Lastri yang mendengar celotehan tetangganya tampak wajahnya memerah. Ia sangat kesal dengan ocehan para tetangga yang asyik mencemooh putranya.


"Palingan dia juga pakai pelet agar bisa mendapatkan bule itu!" seru bu Lastri kesal.


"Heh jangan asal fitnah ya... kalau tidak anda mau saya laporkan ke polisi karena pencemaran nama baik!" seru seseorang tiba-tiba dari arah belakang bu Lastri.


Seketika wanita paruh baya itu menoleh ke arah suara dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Amira sudah berdiri disana bersama tuan Sam. Begitu juga dengan pak Seno dan Tari istri Andi.


"Sandra tidak perlu menggoda atau pun memelet Dave untuk mendapatkan cintanya... karena tanpa diberitahu pun Dave tahu mana berlian dan mana batu kali!" sambung Amira yang masih emosi.


"Sudah Meyaa... kau tidak usah mengurusi mereka... lebih baik kita temui Sandra dan Dave..." kata tuan Sam menenangkan istrinya.


Keduanya pun lalu meninggalkan keluarga Andi dan melangkah menuju pelaminan untuk memberikan selamat pada Sandra dan Dave. Sementara Andi sudah turun dari panggung dan menghampiri keluarganya. Melihat wajah ibunya yang ditekuk membuat Andi semakin tak merasa nyaman di sana. Namun saat akan mengajak pulang pemandu acara mengumumkan akan adanya door prise bagi para tamu dengan hadiah utama sebuah mobil. Tentu saja hal ini membuat bu Lastri dan Tari tak mau beranjak dulu dari sana menunggu keberuntungan mereka.


Saat pemandu acara tengah heboh mengundi door prise Sandra dan keluarganya beristirahat di di ruangan yang sudah disediakan. Amira dan tuan Sam pun berada bersama mereka. Suara kehebohan saat satu demi satu hadiah diumumkan membuat suasana di dalam ruangan itu bergemuruh. Apa lagi saat pengumuman hadiah utama. Sandra dan Dave kembali dipanggil keatas panggung untuk menyerahkan kunci mobil pada pemenang.


Dan hadiah utama itu ternyata jatuh pada salah satu tetangga rumah Sandra. Sontak semua orang heboh meski tak mendapatkan hadiah itu. Pak Ramli yang merupakan tetangga sebelah rumah Sandra terlihat sangat bahagia saat menerima kunci mobil dari Dave.


"Terima kasih mister Dave... Sandra..." ungkapnya sambil berkaca-kaca.

__ADS_1


"Sama-sama pak..." sahut Dave dan Sandra bersamaan.


Sementara bu Lastri dan Tari tampak sangat kecewa karena tak satupun hadiah yang mereka dapatkan.


__ADS_2