BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Belum Selesai


__ADS_3

Setelah keluar dari apartemen Anna, Devan melangkahkan kakinya dengan gontai menuju mobilnya. Wajah pria itu tampak tertunduk lesu di dalam mobilnya karena untuk kesekian kalinya Anna menolak cintanya.


"Ternyata kau benar-benar wanita yang setia Anna... beruntung sekali suamimu itu karena begitu dicintai olehmu Ann..." gumam Devan sambil tersenyum kecut.


Pria itu pun lalu melajukan mobilnya meninggalkan gedung apartemen Anna. Sementara Anna langsung masuk menutup pintu apartemen setelah Devan pergi.


"Bi... aku istirahat dulu ya..." ucap Anna pada bi Siti yang baru saja selesai mencuci gelas.


"Iya non... apa non sakit? kelihatannya wajah non pucat..." ungkap bi Siti yang memperhatikan wajah Anna.


"Cuma kecapekan kok bi... makanya aku mau istirahat sekarang" sahut Anna tak ingin membuat Artnya itu khawatir.


Bi Siti pun mengangguk. Anna kemudian melangkah ke dalam kamarnya. Disana ia tidak segera beristirahat. Fikirannya melayang saat melihat putranya yang sedang tertidur pulas.


"Apa setiap janda akan dikira selalu haus akan kasih sayang pria? dan anak yang ditinggal bapaknya akan selalu kekurangan kasih sayang?" batin Anna sambil mengelus rambut putranya pelan.


Ya... semenjak menjadi janda apa lagi setelah kelahiran Sultan, entah sudah berapa banyak pria yang berusaha mendekatinya. Dari rekannya di rumah sakit bahkan pengunjung dan pasien yang ada di sana juga. Dan terakhir tadi Devan. Anna tidak mengerti mengapa setiap pria menganggapnya gampang melupakan mendiang suaminya dengan alasan untuk melanjutkan hidup dan memberikan sosok ayah untuk putranya. Namun Anna patut bersyukur karena keluarganya tidak pernah memaksanya untuk mencari pengganti Raja. Bahkan pernah papanya mengusir seorang pria karena pria itu berani mendekatinya di depan papanya itu.


Sedikit aneh memang... jika orang lain akan mendukung pria yang ingin menjalin hubungan serius dengan putrinya, apalagi putrinya itu seorang janda beranak satu tapi tidak dengan papanya. Pria itu malah dengan tegas mengatakan jika Anna dan Sultan tidak membutuhkan pria lain untuk melindungi mereka dan menggantikan Raja. Karena menurut papanya keluarganya dapat memberikan kasih sayang yang melimpah yang akan membuat keduanya tidak akan merasakan kehilangan.


Anna menghela nafasnya pelan. Kepalanya terasa pening. Kedatangan Devan sungguh membuatnya tidak tenang. Ingin rasanya ia segera kembali ke Indo bersama keluarganya. Setidaknya disana tidak akan ada pria yang sembarangan berani mendekatinya karena ada keluarganya. Merasakan kepalanya semakin pening, Anna pun membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dan berusaha untuk memejamkan matanya.


Sedang di dalam apartemennya Raja tampak uring-uringan. Ia tahu selama ini banyak yang mendekati Anna setelah statusnya menjadi janda. Apa lagi setelah kelahiran Sultan. Bahkan papa mertuanya pernah marah karena ada yang mendekati Anna di depan matanya. Pria itu bahkan melabraknya yang tengah melakukan terapi di rumah sakit saat baru saja sadar dari komanya. Tuan Bram sangat marah karena tidak bisa memberitahukan pada dunia jika putrinya masih bersuami dan tidak pantas jika ada pria lain yang mendekati putrinya itu.


Untung saja ada Rudi yang berusaha untuk menenangkan pria itu. Tuan Bram bahkan mendesak Raja untuk segera menuntaskan urusannya dengan Julio karena tidak ingin Anna diganggu oleh para pria yang mengira dirinya janda. Memang sejak kejadian dimana ia hampir saja kehilangan keluarganya karena kesalahannya dulu membuat tuan Bram sangat protektif. Ia tidak ingin keluarganya mengalami hal mengerikan itu lagi terutama Anna dan Adit yang dulu sempat mengalami trauma akibat kebodohannya.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam saat Raja memasuki apartemen Anna. Ia langsung menuju ke kamar Anna dan memeriksa keadaan Sultan. Tampak bayi gembul itu tengah tertidur nyenyak didalam boxnya. Setelah mengecup kening Sultan dengan lembut ia pun beralih pada Anna. Raja dapat melihat jika istrinya itu tidak tenang dalam tidurnya. Ia bahkan dapat mendengar jika sesekali Anna bergumam lirih.


"Kamu kenapa Honey Bee?" batin Raja sambil mendekat ke arah Anna.


Disentuhnya kening Anna dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati jika tubuh Anna terasa panas.


"Kau demam?" ucapnya lirih.


"MB..." terdengar gumaman Anna memanggilnya.


Tak tega Raja pun langsung berbaring disamping Anna dan memeluk tubuh istrinya itu.


"Aku disini Honey Bee..." bisiknya di telinga Anna.

__ADS_1


"MB..." panggil Anna lagi sambil membalas pelukan Raja dengan mata yang masih terpejam.


Raja menngecup kening Anna perlahan dan Anna langsung melesak ke dalam dada Raja. Wanita itu seakan menemukan tempat ternyamannya yaitu di dada suaminya.


"Jangan tinggalkan aku MB..." gumam Anna lagi sambil mempererat pelukannya.


"Aku tidak akan meninggalkanmu Honey Bee..." bisik Raja lagi.


Pria itu kembali mengecup kening istrinya itu. Anna yang dalam keadaan setengah sadar karena demam, berusaha untuk membuka matanya saat merasakan kecupan dari Raja untuk kesekian kalinya. Saat berhasil membuka mata, dan wajah Raja langsung dilihatnya membuat Anna tersenyum cerah. Meski ia fikir ini hanyalah mimpi atau hanya khayalannya saja, namun tetap saja ia merasa sangat bahagia.


Tangan wanita itu terulur untuk mengelus rahang tegas suaminya. Terasa sangat nyata bagi Anna saat merasakan kulit dengan bulu halus yang tumbuh disana. Tanpa fikir panjang Anna langsung berusaha untuk mengikis jarak antara keduanya dan melabuhkan kecupan lembut dibibir Raja. Setetes air mata meluncur dari sudut matanya saat merasakan manis bibir suaminya yang ia rindukan.


"I miss you MB..." bisiknya lirih.


Raja yang mendapatkan sentuhan dan kecupan lembut dari Anna tak dapat lagi menahan dirinya. Kerinduannya untuk menyentuh istrinya itu kini membuncah. Pria itu pun langsung membalas kecupan Anna dan keduanya pun saling membalas seakan menuntaskan kerinduannya. Bak menemukan oasis di padang pasir keduanya larut dalam gairah. Raja memperlakukan Anna dengan sangat lembut karena istrinya itu tengah kurang sehat. Dan jadilah malam itu keduanya menuntaskan segala kerinduan selama lebih dari satu tahun terakhir.


Menjelang pagi Raja terbangun disamping Anna yang masih tertidur pulas. Keduanya masih dalam keadaan polos karena kegiatan mereka semalam. Raja kembali mengecek suhu tubuh Anna. Ternyata demam Anna sudah turun dan suhu tubuhnya juga sudah kembali normal. Raja tersenyum kecil mengingat apa yang semalam mereka lakukan. Meski Anna dalam keadaan setengah sadar akibat demam namun tak mengurangi kenikmatan yang mereka rasakan. Untung saja baby Sultan tidak terbangun sama sekali dari tidurnya di dalam boxnya. Jika tidak maka Anna akan menyadari jika apa yang mereka lakukan semalam adalah nyata. Dan Raja tidak mungkin lagi menutupi keberadaannya dari Anna.


Perlahan Raja beranjak dari tempat tidur dan memunguti pakaiannya dan juga Anna. Setelah mengenakan pakaiannya sendiri ia lalu mengenakan pakaian untuk Anna secara perlahan agar wanita itu tidak terusik dan terbangun dari tidurnya. Setelah memastikan jika semua sudah rapi Raja pun mengecup pelan kening Anna lalu berpindah pada putranya Sultan. Baru setelah itu ia pun keluar dari dalam kamar Anna dan meninggalkan apartemen menuju ke apartemennya di sebelah.


Anna terbangun saat mendengar alarm ponselnya yang menunjukkan waktu subuh. Perlahan Anna pun terbangun dari tidurnya. Anna merasakan tubuhnya yang sangat lelah meski baru bangun tidur. Kemudian ia pun teringat dengan mimpinya semalam. Anna langsung menggigit bibir bawahnya karena mengira jika ia mimpi basah semalam. Ia bahkan merasakan sedikit sakit pada bagian intinya saat akan turun dari tempat tidur.


Anna pun mandi besar meski ia semalam merasa kurang enak badan. Namun karena mimpi itu ia harus melakukannya. Setelah sholat subuh Anna masih termenung diatas sajadahnya.


"Ya Allah... apa aku sudah berubah menjadi janda gatel hingga bisa bermimpi seperti semalam? ampuni aku ya Allah... aku tidak kuasa saat melihat wajahnya meski hanya dalam mimpi saja... aku sungguh merindukannya..." ucap Anna lirih dalam do'anya.


Tiba-tiba terdengar suara Sultan yang merengek. Ternyata bayi itu terbangun dari tidurnya. Anna pun segera melepas mukenanya dan menghampiri Sultan lalu menggendong bayi itu.


"Anak mama sudah bangun?" tanyanya sambil mengusap air mata yang sempat keluar dari mata Sultan.


Bayi itu tampak sembab namun tidak menangis lagi karena Anna sudah menggendongnya. Anna pun menimang putranya itu agar tertidur lagi karena hari masih gelap. Namun sepertinya Sultan sudah tidak ingin tidur lagi. Oleh karena itu Anna pun mengajak putranya untuk bermain di tempat tidurnya. Namun sebelumnya ia memasang sprei baru karena tadi belum sempat melakukannya.


Sedang di dalam apartemennya Raja tampak sangat bahagia. Apa yang dia lakukan bersama Anna semalam begitu membuatnya candu. Entah apakah setelah ini ia masih bisa bertahan setelah semalam ia dan Anna kembalj bersatu. Tiba-tiba ponsel Raja bergetar dan dengan segera pria itu mengangkatnya saat melihat siapa yang menghubunginya.


"Tuan... kabar buruk... Julio melarikan diri dari penjara!" kata Rudi begitu Raja mengangkat ponselnya.


"Apa! bagaimana bisa? bukannya dia berada dalam penjara dengan pengamanan maksimum?" cecar Raja yang syok mendengar perkataan Rudi.


"Dia melarikan diri saat akan di pindahkan dari pengadilan menuju ke penjara tuan..." terang Rudi.

__ADS_1


"S***t! berapa lama dia sudah melarikan diri?" tanya Raja berusaha tenang.


"Sudah dua jam yang lalu tuan..."


"Apa kau sudah periksa bandara, terminal dan pelabuhan disana? apa ada tanda-tanda banjingan itu melewati salah satunya?"


"Sampai saat ini kami belum mendapatkan kabarnya tuan... saya sudah menyebarkan anak buah kita ke semua tempat itu dan sampai saat ini mereka masih berjaga di sana..."


"Baiklah... fokus pada daerah perbatasan Rud... aku yakin Julio pasti akan berusaha keluar dari US dan mencari tempat persembunyian di negara lain..."


"Iya tuan... saya harap tuan juga lebih berhati-hati agar Julio tidak tahu jika anda masih hidup... kami akan berusaha menangkapnya secepat mungkin"


"Baik... terima kasih Rud.."


"Iya tuan... sama-sama..."


Setelah mematikan ponselnya Raja kembali termenung. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Julio ternyata begitu licin hingga bisa kembali melarikan diri. Sekarang ia tidak bisa sembarangan berkeliaran di luar apartemennya meski dengan penyamaran. Kemudian ia pun menghubungi tuan Bram dan tuan Sam. Karena walau bagaimana pun keduanya harus tahu tentang situasi ini. Julio bisa saja datang ke Inggris dan menemukan Anna. Pria itu bisa saja masih dendam dan ingin menghabisi Anna dan juga Sultan.


Raja mengetukkan jarinya di meja tempat kerjanya saat sang Art mendatanginya dan mengatakan jika ada tamu yang ingin menemuinya. Raja yang merasa jika tidak sedang menunggu seseorang tampak mengerutkan keningnya.


"Siapa yang mencariku?" batinnya.


Raja pun segera keluar dari kamar kerjanya. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat bi Siti datang bersama Sultan.


"Maaf tuan... den Sultan sedari tadi menangis dan memanggil tuan... jadi saya membawanya kemari" ungkap bi Siti dengan wajah bersalah.


"Tidak apa-apa bi... tapi dimana Anna? bukannya semalam ia tidak enak badan?" tanya Raja yang khawatir pada Anna, sambil mengambil alih Sultan dari gendongan bi Siti.


"Non Anna sudah berangkat ke rumah sakit tuan... dia bilang jika dia sudah sembuh..." terang bi Siti.


Raja memghela nafasnya pelan, ia tahu Anna pasti masih merasa lelah akibat perbuatan mereka berdua semalam. Tapi Anna masih memaksakan diri untuk pergi ke rumah sakit.


"Hah... pasti ia menganggap tadi malam itu hanya mimpi hingga ia masih saja berangkat ke rumah sakit..." batin Raja.


Sementara Anna terlihat bahagia saat berada di rumah sakit.


"Mimpi apa kamu semalam Ann? sepertinya kau sangat semangat hari ini..." tanya Laura temannya yang sama-sama magang di rumah sakit.


Anna hanya tersenyum dan menggigit bibir bawahnya sebagai jawaban. Mana mungkin ia berterus terang jika ia mimpi basah meski dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2