BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Memaafkan


__ADS_3

Pagi hari saat Amira di dapur membantu memasukkan bekal untuk Anna dan Adit, nyonya Sarah mendekatinya.


"Ra hari ini kamu yang antar anak-anak ke sekolah ya... sebab aku mau bicara pada kak Sam tentang mas Bram" ucapnya.


"Kakak sudah mengambil keputusan?" tanya Amira.


"Iya Ra sepertinya aku akan menerima mas Bram kembali. Mungkin ini terdengar bodoh tapi terus terang aku masih mencintainya apalagi ada anak-anak diantara kami..." terang nyonya Sarah.


"Aku mengerti kak, sebenarnya aku juga berfikiran seperti kakak walau mungkin itu akan sulit buat kakak agar bisa melupakan kesalahan yang telah dilakukan oleh tuan Bram" kata Amira sambil menggenggam tangan nyonya Sarah.


"Tapi melihat dari sikap tuan Bram yang dulu sangat acuh dan lebih mementingkan perkerjaan saat pertama aku bekerja disini terlihat sekali jika tuan Bram mulai berubah setelah sempat mendampingi kakak melahirkan Adit. Dia jadi lebih memperhatikan kalian istri dan anak-anaknya. Mungkin itu sebabnya perempuan itu ingin menyingkirkanmu dan anak-anak" sambung Amira.


"Ya mungkin kau benar Ra, apalagi saat aku melihat keadaannya kemarin di penjara terlihat sekali jika ia tulus dengan semua permohonan maafnya" kata nyonya Sarah.


"Iya kak ... aku juga melihatnya. Sekarang kakak harus mencoba bicara pada tuan Sam agar keluarga kakak dapat berkumpul kembali seperti dulu" ucap Amira sambil tersenyum pada nyonya Sarah.


Nyonya Sarah pun mengangguk setuju. Setelah sarapan Amira dan kedua anak asuhnya pun pamit untuk berangkat ke sekolah. Tuan Sam yang sedari tadi ingin berdekatan dengan Amira harus menelan kekecewaan sebab duo bocil terus saja mengekor Amira ditambah lagi adiknya yang tampak ingin berbicara serius dengannya sehingga ia tak bisa beralasan untuk ikut mengantar dua keponakannya itu ke sekolah.


Setelah Amira dan kedua anak asuhnya pergi tampak tuan Sam dan nyonya Sarah terlibat pembicaraan serius di ruang kerja tuan Sam. Bahkan Lukas pun ikut dalam pembicaraan mereka.


"Apa kau sudah yakin akan keputusanmu dek?" tanya tuan Sam pada adiknya itu saat nyonya Sarah mengutarakan keinginannya.


"Iya kak ... aku sudah memikirkannya baik-baik" jawab nyonya Sarah berusaha meyakinkan kakaknya.


Tuan Sam mendesah kasar, sesungguhnya ia masih belum bisa memaafkan perbuatan adik iparnya itu. Namun seperti yang dikatakan adiknya bahwa kedua keponakannya itu juga membutuhkan kehadiran ayah mereka.


"Lukas bagaimana pendapatmu?" tanyanya pada asisten kepercayaannya itu.


"Sebenarnya saya merasa tidak berhak untuk ikut campur tuan, namun jika nyonya Sarah sudah yakin dengan keputusannya saya rasa tidak ada salahnya jika kita memberikan kesempatan kedua pada tuan Bram untuk berubah dan memperbaiki kesalahannya" jawab Lukas.


"Baiklah kalau begitu segara hubungi pengacara kita dan suruh mereka untuk menemui kita di kantor polisi sekarang juga" kata tuan Sam.


Setelah Lukas menghubungi pengacara mereka bertiga pun pergi ke kantor polisi untuk mengurus pembebasan tuan Bram. Setelah mengurus pembebasan tuan Bram di kantor polisi mereka pun menemui tuan Bram diruang tahanan. Saat melihat istri dan kakak iparnya datang tuan Bram langsung berlutut di hadapan keduanya untuk kembali meminta maaf.


"Sudahlah kau tak perlu berlutut seperti itu" ucap tuan Sam.


Kemudian ketiga duduk berhadapan dan tuan Sam pun menjelaskan maksud kedatanganya beserta nyonya Sarah.


"Kami kemari untuk memberitahumu bahwa kami tidak akan melanjutkan kasusmu dan sebentar lagi kau pasti akan bebas" kata tuan Sam yang membuat tuan Bram membelalakkan matanya karena terkejut.

__ADS_1


Tak biasanya kakak iparnya yang terkenal keras itu mau memaafkan orang yang telah melakukan kesalahan terhadapnya.


"Jangan salah sangka aku melakukan ini karena permintaan adikku Sarah" sambung tuan Sam. Tuan Bram pun mengalihkan pandangannya pada wanita yang masih sah menjadi istrinya itu.


"Terima kasih Sarah kamu mau membantu dan memaafkan kesalahan yang sudah banyak berbuat salah padamu..." ucapnya dengan suara bergetar.


"Iya mas... ini semua karena aku masih mencintaimu dan anak-anak masih membutuhkan kehadiranmu" kata nyonya Sarah menggenggam tangan suaminya itu.


Melihat interaksi antara nyonya Sarah dan tuan Bram, tuan Sam pun merasa lega dengan keputusan yang telah ia ambil karena dengan mata kepalanya sendiri ia bisa melihat masih ada cinta antara keduanya. Setelah itu mereka pun pulang dan berjanji akan menjemput tuan Bram jika semua persyaratan pembebasannya telah terpenuhi. Dalam perjalanan pulang terlihat wajah nyonya Sarah yang menjadi lebih cerah karena permasalahan rumah tangganya dapat terselesaikan dengan baik.


Karena mengurus masalah adiknya akhirnya tuan Sam pun melupakan niatnya untuk memberitahu sang adik tentang rencananya menikah dengan Amira. Apalagi ia harus segera ke kantor sebab hari ini ia harus memimpin meeting dengan beberapa pimpinan kantor cabang.


Sementara Amira yang sedang menunggui anak asuhnya di depan sekolah mereka memilih untuk duduk di sebuah warung yang ada di sana. Sambil menikmati es campur yang di pesannya ia pun iseng membuka hpnya dan memeriksa chat yang masuk di hpnya. Ternyata ada chat dari nyonya Sarah yang mengabarkan bahwa sebentar lagi tuan Bram akan segera bebas setelah tuan Sam menyuruh pengacara mereka untuk mengurus semuanya. Amira pun tersenyum bahagia mengetahui bahwa keluarga kecil itu akan segera berkumpul kembali.


"Semoga setelah ini tak ada lagi yang akan mengganggu kebahagian mereka" do'a Amira dalam hati.


Sambil menikmati esnya Amira kembali mengutak-atik hpnya untuk mengurangi rasa bosan. Tiba-tiba nada panggilan hpnya berbunyi dan saat di lihatnya ternyata itu dari tuan Sam.


"Halo..."


"Kau sudah pulang?" tanya tuan Sam tanpa basa-basi.


"Jadi kapan kau pulang?"


"Sebentar lagi anak-anak keluar dari sekolah setelah itu aku langsung pulang"


Terdengar suara ******* dari tuan Sam. "Kenapa?" tanya Amira yang merasa jika tuan Sam sedang tidak baik-baik saja.


"Kau sudah tahu kabar dari Sarah?" tanya tuan Sam tanpa menjawab pertanyaan Amira.


"Sudah ... kenapa? apa kau tidak setuju dengan keinginannya?" tanya Amira lagi.


"Bukan..." jawab tuan Sam singkat.


"Lalu?"


"Aku iri dengan mereka..."


"Hah!" pekik Amira lirih.

__ADS_1


"Ya ... aku iri karena mereka akan segera bersatu lagi" terang tuan Sam.


"Lalu kenapa kau harus iri?" tanya Amira yang tak mengerti dengan tingkah aneh tuan Sam.


"Karena aku juga ingin begitu denganmu" tukas tuan Sam yang membuat Amira salah tingkah.


"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Amira setelah dapat menguasai dirinya.


"Secepatnya aku akan menikahimu" ucap tuan Sam.


Amira pun terdiam tak menyangka jika pria yang selama ini terlihat dingin itu bisa bucin juga.


"Ra..." panggil tuan Sam saat Amira tak juga mengeluarkan suaranya.


"Hemm..."


"Nanti sepulang dari kantor kita bicarakan pada Sarah ya" kata tuan Sam.


"Iya..." jawab Amira.


"Eumm aku tutup dulu ya... kelihatannya anak-anak sudah keluar dari sekolah" sambungnya yang merasa canggung dengan pembicaraan tuan Sam.


"Baiklah..." terdengar jawaban tuan Sam dengan suara yang pelan seakan tak ingin mengakhiri percakapan mereka.


Setelah mematikan sambungan telepon Amira menghembuskan nafas berat. Bukannya ia tidak bahagia jika tuan Sam akan segera menikahinya namun rasanya Amira belum siap dengan status barunya nanti. Apalagi ia akan menjadi istri dari seorang pengusaha yang sukses, sesungguhnya ia merasa minder dengan statusnya yang hanya orang biasa apalagi dengan wajahnya yang biasa serta tubuhnya yang chubby. Ia takut jika suatu saat tuan Sam akan tergoda dengan wanita lain yang lebih cantik dan seksi. Jangankan dia yang berwajah standar sedang nyonya Sarah yang berwajah cantik blasteran pun dikhianati suaminya karena wanita lain. Saat Amira yang sedang galau terdengar suara bel tanda pulang sekolah, segera Amira membayar minumannya dan bergegas ke gerbang sekolah untuk menjemput Anna dan Adit.


Sesampainya di rumah segera Amira membantu kedua anak nyonya Sarah untuk berganti pakaian dan kemudian mengajak keduanya untuk makan siang. Saat di ruang makan terlihat nyonya Sarah sudah menunggu mereka. Wajahnya tampak terlihat sangat ceria. Benar kata tuan Sam melihat nyonya Sarah yang berbahagia membuat jiwanya meronta.


"Melihat kak Sarah ceria seperti ini kenapa aku jadi rindu pada tuan Sam ya?" gumamnya dalam hati.


Dan panjang umur baru saja Amira membatin orang yang difikirkannya pun sudah muncul bersama Lukas.


"Kakak makan siang di sini?" tanya nyonya Sarah begitu tuan Sam masuk ke ruang makan.


"Ya kebetulan barusan meeting di sekitar sini jadi kufikir jika lebih baik aku makan siang bersama kalian" ucapnya sambil memandang kearah Amira.


Amira yang tahu tuan Sam memandangnya sejak tadi hanya menundukkan wajahnya yang sudah memerah.


"Ck... pakai alasan meeting dekat sini segala, padahal sih dari kantor sampai aku disuruh ngebut untuk sampai kemari" gerutu Lukas dalam hati.

__ADS_1


Selama acara makan siang tampak tuan Sam tak canggung memperlihatkan perhatiannya pada Amira yang justru membuat gadis itu salah tingkah meski nyonya Sarah sudah tahu hubungannya dengan kakaknya itu. Bahkan Anna dan Adit tak protes ketika paman mereka menunjukkan perhatian yang lebih pada Amira. Bahkan keduanya seakan mengerti bahkan mendukung jika Amira dekat dengan uncle mereka. Selesai makan Amira pun menemani kedua anak asuhnya seperti biasa sebelum menyuruh keduanya untuk tidur siang. Setelah menidurkan kedua anak itu barulah ia mengerjakan hal lain. Saat keluar dari kamar kedua anak asuhnya ternyata tuan Sam sudah menunggunya di depan kamar.


__ADS_2