BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Sandra dan Dave


__ADS_3

Melihat suami dan kedua putra kembarnya tertidur pulas Amira memutuskan untuk keluar sebentar untuk membeli minuman karena ia kini merasa haus. Namun saat ia baru saja menutup pintu terdengar suara seseorang memanggilnya.


"Ra!"


Amira langsung menoleh kearah suara itu. Dan ternyata dihadapannya sudah berdiri nyonya Sarah beserta suami dan ketiga anak mereka.


"Kakak!" seru Amira langsung berlari kearah iparnya itu dan memeluknya.


"Kakak... bukannya kalian seharusnya masih berada di Hongkong?" tanya Amira.


Karena memang saat Amira dan tuan Sam hendak pergi ke kota kelahiran Amira untuk mengunjungi makam kedua orangtuanya, malam sebelumnya keluarga nyonya Sarah berangkat ke Hongkong untuk memberi hadiah pada Anna dan Adit yang mendapat ranking di kelasnya untuk berlibur ke Disney World.


"Iya... kami baru saja kembali ke hotel saat Lukas mengabari kami apa yang telah terjadi..." sahut tuan Bram.


"Maaf... kami sudah berusaha untuk segera kembali... tapi disana penerbangan kami ditunda karena ada masalah teknis..." terang nyonya Sarah yang merasa menyesal tak bisa mendampingi Amira disaat-saat kritis.


"Tidak apa-apa kak... aku juga minta maaf karena belum sempat memberi kabar pada kalian...."


"Tidak apa-apa... kami mengerti saat itu kau pasti dalam keadaan kalut" kata nyonya Sarah.


"Sekarang dimana kak Sam?"


"Ada di dalam... bersama Sahir dan Samir..." ucap Amira sambil menunjuk ruangan tuan Sam dengan telunjuknya.


Mereka pun masuk ke dalam ruangan tuan Sam bersama-sama. Anna dan Adit tampak tenang dan tidak berisik saat melihat uncle dan sepupu mereka tengah tertidur pulas. Begitu juga dengan Ara... bayi lima bulan itu tampak tenang di dalam stroller.


"Mari duduk kak..." tawar Amira pada Sarah dan tuan Bram untuk duduk di sofa.


Anna dan Adit malah sudah duduk manis di kursi yang berada di samping brankar tuan Sam. Keduanya tengah penasaran dengan luka yang diderita unclenya itu.


"Bunda... apa luka uncle lebih parah dari luka bunda dulu?" tanya Anna penasaran.


Adit pun ikut memperhatikan bagian perut unclenya yang tertutup baju rumah sakit. Namun masih bisa terlihat jika dibaliknya ada luka baru yang masih tertutup perban. Andai saja tidak di perhatikan oleh kedua orangtuanya pasti sudah sejak tadi bocah laki-laki yang penuh rasa ingin tahu itu menyibak baju unclenya dan memeriksa sendiri luka unclenya itu.


"Hem... bunda juga tidak tahu sayang... karena saat bunda terluka bunda tidak memperhatikannya" sahut Amira apa adanya.

__ADS_1


Sedangkan tuan Bram dan nyonya Sarah hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar keingintahuan kedua anak mereka.


"Apa karena dulu mereka pernah mengalami situasi yang sama sehingga keduanya begitu penasaran?" batin nyonya Sarah.


Lain halnya dengan tuan Bram... dia merasa tercubit dengan sikap kedua anaknya yang tampak biasa dan bahkan malah tertarik melihat luka seolah mereka sudah terbiasa dengan kekerasan membuatnya merasa bersalah karena akibat kesalahannya dulu kedua anaknya harus menghadapi kehidupan yang penuh ketegangan yang sangat tidak cocok untuk perkembangan anak seusia mereka.


Mendengar suara yang sedikit ramai membuat tuan Sam mulai terbangun. Saat melihat nyonya Sarah dan keluarganya yang datang menjenguknya ia tampak sangat bahagia. Mereka pun mengobrol bersama hingga Sahir dan Samir ikut terbangun. Namun begitu keduanya tidak rewel dan malah tampak senang karena ruangan tuan Sam menjadi ramai.


Sementara itu di hotel tampak Dave tengah mendekati Sandra. Pria itu tampak masih berusaha untuk membuat Sandra jatuh cinta padanya. Meski ia sudah mengatakan akan memberi waktu pada gadis itu untuk memikirkannya sampai waktunya ia kembali ke London. Tapi ia juga berusaha agar gadis itu mau menerima cintanya. Sedang Lukas yang langsung sibuk menggantikan tugas tuan Sam tampak tak memperdulikan sikap Dave yang sangat kentara dalam mengejar Sandra karena ia sudah kebal akibat dulu menghadapi kebuncinan tuan Sam pada Amira.


Karena kegigihannya dalam waktu yang cukup singkat ia berhasil mendobrak hati Sandra yang belum pernah merasakan cinta. Hati gadis itu kini sering kali berdebar kencang saat Dave berada didekatnya. Apalagi sikap Dave yang sangat romantis karena pengalamannya yang seorang casanova mampu membuat Sandra akhirnya luluh dan mulai menyadari perasaannya pada Dave. Namun sepertinya masih ada keraguan pada diri Sandra untuk langsung membuka hatinya dan menerima Dave sebagai tambatan hatinya.


Bukan karena masa lalu Dave yang dipenuhi oleh banyak wanita disekitarnya. Dave memang dengan jujur menceritakan masa lalunya yang kelam dan terjerumus dalam pergaulan bebas. Justru kejujuran pria bermata biru itu tentang masa lalunya itulah yang membuat Sandra mulai respect dan menaruh rasa padanya. Tapi tentang keyakinan keduanya yang berbeda membuat gadis itu masih menahan perasaannya pada Dave.


Dave yang bersifat tak mudah menyerah dalam mengejar keinginannya tampak tak pernah kendur dalam mendekati Sandra. Berbagai alasan ia gunakan demi bisa selalu bersama gadis pujaannya itu. Sandra yang sedikit kaku jika berhadapan dengan mahluk yang bernama pria pun sudah mulai berubah jika berada didekatnya. Gadis itu sudah bisa bersikap akrab dengan Dave meski belum bisa memastikan perasaannya pada pria bule bermata biru itu.


Tak terasa sudah lima hari tuan Sam dirawat di rumah sakit. Dan hari ini ia sudah diijinkan untuk pulang meski harus rawat jalan. Karena rumahnya yang berbeda kota dengan rumah sakit yang telah merawatnya saat ini tuan Sam mendapatkan rujukan untuk melanjutkan perawatannya di rumah sakit yang berada di kota tempat tinggalnya. Dan pagi itu tuan Sam beserta Amira dan yang lainnya bertolak untuk kembali ke kota tempat tinggal mereka.


Sesampainya di rumah tuan Sam sudah di sambut oleh adiknya nyonya Sarah beserta suami dan juga ketiga anaknya. Bahkan para pekerja yang bekerja di rumah tuan Sam pun tampak antusias menyambut kepulangan tuan Sam dan keluarga kecilnya. Mereka sangat bersyukur tuan Sam dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Saat mendengar jika tuan Sam terluka para pekerja di sana ikut mendo'akan kesembuhan tuannya.


Setelah ikut pesta penyambutan kepulangan tuan Sam oleh nyonya Sarah akhirnya Sandra pun pamit untuk pulang. Amira langsung memeluk sahabatnya itu sambil kembali mengucapkan terima kasih atas bantuan Sandra selama ini. Begitu juga dengan Dave. Pria itu juga langsung memutuskan untuk pulang ke hotel tempat ia menginap saat mengetahui jika Sandra sudah mau pulang. Ia sengaja membarengi Sandra pulang agar dapat mengantar gadis itu pulang ke rumahnya meski arah menuju hotelnya berlawanan arah dengan rumah gadis itu.


Hampir selama dalam perjalanan menuju ke rumah Sandra keduanya malah saling diam. Tiba-tiba Dave menghentikan mobil dipinggir jalan membuat Sandra tersentak kaget.


"Ada apa?" tanya Sandra pada Dave.


"Aku rasa ini saatnya kita bicarakan lagi hal yang pernah aku katakan padamu waktu itu..." ucap Dave sambil menatap Sandra dalam.


"Aku ingin tahu... apa kau mencintaiku?" sambungnya.


"Aku..." sahut Sandra menggantung.


Saat ini hatinya tiba-tiba berada dalam dilema. Disatu sisi ia mulai menyadari jika ia mulai mencintai pria bule yang ada disampingnya itu. Tapi disisi lain ada masalah keyakinan yang membuat mereka tak mungkin bersatu. Ditatapnya wajah Dave yang tampak sangat frustasi menunggu jawaban darinya. Jika benar apa yang dikatakan Dave hampir seminggu yang lalu jika pria itu akan kembali ke negaranya dalam waktu satu minggu maka itu berarti jika besok pria itu akan pergi. Sandra tahu jika ia mau tidak mau harus memberikan kepastian pada Dave sekarang.


Sandra menghembuskan nafasnya perlahan. Berat... itu yang kini ia rasakan. Jatuh cinta pertama kalinya namun ada hal yang membuatnya harus merelakan cintanya...

__ADS_1


"Kau tahu Dave... aku dan kamu beda keyakinan... dan itu membuat kita tak mungkin bersatu..." terang Sandra perlahan.


Ia tak ingin menyakiti hati pria yang sudah membuatnya jatuh cinta. Tapi ia juga tidak mungkin memaksakan pria itu agar mengkuti keyakinannya. Begitu juga sebaliknya.


"Aku bisa mengikuti agamamu" sahut Dave cepat membuat Sandra langsung menoleh kearah pria itu dan menatapnya sendu.


Tak dapat dipungkiri ada rasa bahagia saat pria itu mengatakan akan mengikuti keyakinannya tanpa fikir panjang demi bersama dengannya.


"Tapi aku tidak bisa membiarkanmu melakukannya Dave... agama dan cinta itu berbeda... bagiku agama merupakan bentuk cintaku pada tuhanku... sedang cinta yang kau bicarakan tadi adalah cinta pada mahluk ciptaannya..." ucap Sandra.


"Aku memang sudah mencintaimu Dave... lebih dari aku mencintai diriku sendiri... tapi kau tahu... aku juga mencintai Tuhan ku... lebih dari apa pun termasuk diriku sendiri atau pun kamu... jika kau ingin memeluk suatu keyakinan aku harap itu karena Tuhan yang ingin kau sembah... bukan karena aku... mahluk yang bisa saja suatu saat bisa berubah kau benci... cinta pada manusia bisa berubah Dave... tapi tidak pada Tuhan..." sambungnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Jadi kau menolakku?" tanya Dave dengan suara bergetar.


Baru kali ini ia merasakan sakitnya ditolak oleh seorang gadis. Bahkan gadis itu hanya gadis biasa namun sudah berhasil membuat hatinya porak poranda. Sandra mengangguk pelan. Mulutnya seolah terkunci dan tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Hati keduanya sesak...


"Apa kau bisa menungguku? aku akan mempelajari setiap agama dan mencoba untuk mencari yang bisa merasuk dalam jiwaku... jika akhirnya aku tetap memilih agamamu... apa kau mau bersamaku?" ucap Dave tak mau menyerah.


"Jika kau jodohku... aku akan menerimamu... tapi aku tidak bisa menunggumu... aku juga tidak ingin kau terbebani dengan mengetahui jika aku masih menunggumu... karena sekali lagi... kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari... begitu juga dengan perasaan... Tuhan bisa saja membalikkan hati kita dan merubah perasaan yang kini ada..." sahut Sandra.


Dave menghela nafasnya pelan... merasakan sesak didalam dadanya.


"Bolehkah aku memelukmu?" ucap Dave.


Tanpa ia duga Sandra langsung memeluk Dave dengan erat. Dave pun langsung membalasnya. Dibelainya rambut Sandra. Sandra memang tidak berhijab seperti Amira... tapi keteguhannya dalam memegang agamanya tidak dapat diragukan. Semua dapat dilihat dengan bagaimana gadis itu selalu mengerjakan kewajiban agamanya dengan rajin tanpa bermaksud memamerkannya.


Tiba-tiba Dave merasakan jika tubuh Sandra bergetar dan terdengar suara isak lirih dari Sandra. Bahkan ia mulai merasakan jika baju yang dipakainya basah karena air mata. Perlahan Dave mengurai pelukannya. Terlihat olehnya wajah Sandra yang sebab dan sudah basah karena air mata.


"Kau menangis?" ucap Dave tercekat.


Ia tak menduga jika gadis itu juga merasakan kesakitan yang sama dengannya. Dave menghapus air mata Sandra dengan ujung jarinya.


"Jangan menangis... aku tahu ini berat untuk kita... tapi kau sudah memutuskannya sendiri..."


"Aku tahu... hanya saja rasanya sangat sakit di sini Dave..." tunjuk Sandra pada dadanya.

__ADS_1


"Aku tahu Allah memberiku perasaan cinta ini untuk menjadi anugrah sekaligus ujian untukku... dan aku berusaha untuk menerima dan melaluinya dengan ikhlas... tapi tetap saja...." Sandra tak sanggup lagi melanjutkan kalimatnya karena Dave kembali memeluk tubuhnya.


Sandra menghirup aroma tubuh Dave dalam... mencoba untuk merekam dan menyimpannya dalam ingatannya. Karena ini terakhir ia bisa sedekat ini dengan Dave.


__ADS_2