BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Pengakuan


__ADS_3

Setelah berkata jujur pada Amira tentang hubungannya dengan Raja dan mendapatkan restu, Anna merasa sangat bahagia. Meski ia tahu jika perjalanan cintanya masih akan menemui banyak rintangan setidaknya ia sudah mendapatkan satu dukungan dari bundanya... Amira. Gadis itu terlihat bahagia saat sudah kembali ke rumahnya.


"Kakak tadi diajak sama bunda kemana sih? kok aku ga diajak?" tanya Ara yang tahu jika kakaknya baru pergi dengan Amira.


"Hanya menemani bunda belanja bulanan saja kok Ra..." sahut Anna yang tak ingin adiknya itu banyak bertanya.


"Oh..." Ara pun hanya bisa berohria ketika mendengar jawaban dari Anna.


Sementara nyonya Sarah hanya menggelengkan kepalanya melihat Ara yang cemburu pada Anna karena diajak pergi oleh Amira. Padahal anak itu juga sering diajak Amira tanpa kakak-kakaknya tapi tetap saja jika kakaknya diajak sedang dia tidak maka ia akan cemburu.


"Sudah... biarkan kakakmu itu membersihkan diri dulu sayang..." ucap nyonya Sarah.


Keesokan harinya saat ketiga anaknya sudah berangkat ke sekolah begitu juga dengan tuan Sam yang pergi ke kantor Amira langsung masuk ke dalam kamarnya dan menghubungi kakak angkatnya Raja. Ia tidak memperdulikan lagi perbedaan waktu antara tempat tinggalnya dengan New York. Dalam fikirannya ia harus segera membicarakan hubungan Raja dengan Anna. Tanpa menunggu lama sambungan telfon Amira diangkat oleh Raja.


"Ada apa Ra?" terdengar suara Raja saat tahu jika Amira menelfonnya.


"Kak... aku sudah tahu hubunganmu dengan Anna..." ungkap Amira langsung.


Raja langsung terdiam, dalam hatinya ia mereka-reka dari mana Amira bisa tahu tentang dia dan Anna.


"Kak... aku melihatmu di bandara bersama Anna..." lanjut Amira saat tak mendengar tanggapan Raja tadi.


Terdengar suara Raja mendesah pelan.


"Maafkan aku Ra... tapi sungguh aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri jika aku sudah jatuh cinta dengan Anna..." terang Raja akhirnya.


"Sejak kapan kau memiliki rasa lebih pada Anna?"


"Entahlah Ra... yang aku tahu sejak Anna sering tidak ikut saat kalian datang kemari... dan juga saat aku berkunjung dia selalu saja menghilang dengan berbagai alasan membuatku mulai merasa kehilangan... dan kemarin saat aku bersamanya aku menyadari jika aku mulai mencintainya..."


"Kakak... kakak tahukan jika hubungan kalian mungkin saja akan ditentang oleh semua orang?" ucap Amira hati-hati.


"Aku tahu Ra... karena itu biarlah aku dan Anna yang akan menghadapinya... kau lebih baik pura-pura tidak tahu tentang hubungan kami hingga aku mengungkapkannya pada keluarga Anna..." kata Raja


"Tapi kak..."


"Amira... aku tidak mau kau berada dalam posisi yang sulit nantinya jika seluruh keluarga Anna menentang kami... termasuk suami kamu... aku tidak ingin rumah tanggamu terpengaruh dengan hubungan kami..." terang Raja.


Raja tahu jika Amira pasti akan mendukungnya dan juga Anna... tapi jika begitu bisa saja rumah tangga Amira yang jadi taruhannya. Dan Raja tidak mau jika itu sampai terjadi karena ia sudah menganggap Amira sebagai adiknya dan ia tak ingin kebahagiaan Amira terenggut karena persoalannya.


"Kakak..." ucap Amira tercekat.


Sungguh ia ingin membantu kakak angkatnya itu untuk mendapatkan restu dari keluarga Anna. Tapi permintaan Raja membuat ia juga berfikir jika ia juga harus menjaga keluarganya sendiri agar tidak terpengaruh dengan masalah percintaan kakaknya itu. Bukan karena ia egois dan hanya dirinya sendiri... tetapi ia juga memikirkan ketiga anak-anaknya jika ia dan tuan Sam jadi bertengkar karena masalah Raja dan Anna.


"Baiklah... aku akan tutup mulut dan pura-pura tidak tahu apa-apa... tapi jika kakak butuh bantuan... jangan segan untuk memintanya padaku..." lanjut Amira.


"Terima kasih Ra... kakak hanya meminta do'a darimu agar segalanya lancar dan kami bisa bersatu..." ucap Raja.


"Pasti kak... aku akan selalu mendo'akanmu agar mendapatkan kebahagiaan dengan siapa pun nantinya kakak berjodoh... dan aku rasa Anna memang sangat cocok denganmu kak..." sahut Amira sambil terkekeh berusaha mencairkan suasana.


"Hemmm... benarkah?" tanya Raja penasaran.


"Ya... kalian sama-sama manusia es... aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya sifat anak-anak kalian kelak..." lanjut Amira yang kini tertawa lepas.


"Kau sudah membayangkan sampai sejauh itu?" ujar Raja dengan sedikit tersungut.


"Tentu saja... aku kan nanti akan menjadi nenek dari anak kalian... ah... aku tidak bisa membayangkan kau jadi keponakanku kak... bagaimana nanti aku harus memanggilmu?"

__ADS_1


"Sudah Ra... kau jangan terus menggodaku! restu dari kedua orangtua Anna saja belum aku dapatkan..." seru Raja yang merasa Amira sudah terlalu jauh membayangkan masa depannya dengan Anna.


Meski sebenarnya ia juga merasa senang saat membayangkan jika nantinya benar Anna menjadi pendamping hidupnya. Keduanya pun berbincang ringan sebelum akhirnya mengakhiri percakapan mereka. Amira merasa lega setelah tadi berbicara dengan Raja. Setidaknya ia tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


"Semoga saja kak Sarah dan kak Bram mau merestui kalian kak... dan Db... apa kau bisa merestui mereka juga?" batin Amira sambil memandang jauh ke arah luar kamarnya.


Tak terasa sudah empat bulan Anna dan Raja menjalani hubungan jarak jauh. Dan selama itu tak ada satu orang pun dalam keluarga mereka yang tahu atau pun curiga kecuali Amira yang memang sudah mengetahuinya. Amira pun menepati janjinya pada Raja untuk tidak memberitahukan pada yang lain termasuk pada tuan Sam suaminya. Huhungan jarak jauh keduanya berjalan lancar karena keduanya selalu berusaha untuk tetap berkomunikasi meski terhalang jarak dan perbedaan waktu.


Anna pun semakin terlihat dewasa dengan ia yang selalu mengerti dengan kesibukan Raja. Gadis itu menyibukkan dirinya dengan belajar jika Raja sedang sibuk dengan pekerjaannya. Hal ini yang membuat kedua orangtuanya tidak menyadari jika putri mereka tengah dimabuk asmara dan tengah berhubungan dengan seorang pria. Sementara Devan tampaknya juga tertahan dengan segala kesibukan syutingnya sehingga ia juga tidak lagi bisa gencar mendekati Anna.


Hari ini Anna yang baru saja keluar dari dalam kelasnya bersama Risa dan saat keduanya sudah berada di tempat parkir tampak mobil Raja sudah terparkir disana, membuat Anna terkejut sekaligus bahagia.


"Risa aku pulang dulunya... aku sudah dijemput..." kata Anna pada temannya itu.


Risa hanya mengangguk sambil tersenyum. Namun ia merasa sedikit heran dengan sikap Anna yang tampak terlalu bahagia karena sudah dijemput. Apa lagi mobil yang menjemputnya bukan mobil yang biasa menjemput Anna. Tapi gadis itu tidak ingin mencari tahu lebih lanjut karena merasa jika itu bukan urusannya. Sementara Anna langsung berlari ke arah mobil Raja. Saat gadis itu tiba di samping mobil, pintu penumpang di belakang langsung terbuka dan tampak oleh Anna kekasihnya itu tengah tersenyum menyambutnya.


Anna langsung masuk ke dalam dan duduk disamping Raja. Gadis itu tampak sangat penasaran bagaimana Raja bisa sampai menjemputnya di sekolah hari ini.


"Kapan kamu datang MB?" tanya Anna.


"Baru saja Honey Bee..."


"Jadi..."


"Ya aku baru dari bandara langsung kemari..." terang Raja sambil tersenyum.


"Lalu apa kau sudah bilang sama mama kalau mau menjemputku?"


"Aku lupa Honey Bee..." sahut Raja sambil menepuk dahinya pelan.


"Halo ma..."


"Ada apa sayang?" terdengar suara nyonya Sarah dari seberang sana.


"Ma hari ini aku ada tugas kelompok dengan temanku... jadi aku pulang nanti sore..." ucap Anna berbohong.


"Baiklah... nanti mama suruh pak sopir untuk tidak menjemputmu di sekolah... tadi juga Adit bilang pulang agak terlambat makanya pak sopir belum sampai di sekolahmu kan?"


"Iya ma..."


"Ya sudah... tapi nanti kamu pulang apa mau dijemput?"


"Ga usah ma... nanti aku naik taksi online saja..." sahut Anna.


"Ya sudah hati-hati dan jaga diri baik-baik..."


"Iya ma..." Anna mematikan ponselnya dan tersenyum pada Raja yang sedari tadi hanya diam disampingnya.


"Sudah?"


"Heum!" sahut Anna sambil mengangguk.


"Pak kita ke apartemen!" titah Raja pada sang sopir yang sedari tadi menunggu perintah dari tuannya.


Sepanjang perjalanan Anna dan Raja saling berpegangan tangan. Keduanya hanya saling senyum tanpa mengucapkan kata-kata. Setelah tiba di depan gedung apartemen keduanya langsung turun dan masuk menggunakan lift. Sesampainya di dalam apartemen Raja langsung menyuruh Anna untuk membersihkan diri dan sholat dhuhur di kamar tamu sedang dia juga masuk ke dalam kamarnya untuk melakukan hal yang sama.


Selesai dengan aktifitasnya kini keduanya duduk berdampingan di ruang tamu.

__ADS_1


"Kau mau makan apa? biar aku pesankan..." ucap Raja sambil meraih ponselnya untuk membeli makanan secara online.


"Hemm... terserah kamu saja MB..." sahut Anna.


Kemudian Raja pun langsung memesan makanan untuk keduanya. Setelah itu barulah ia menarik tubuh Anna ke dalam pelukannya. Gadis itu pun pasrah karena ia juga sangat merindukan Raja.


"Apa kau tahu jika bundamu sudah mengetahui tentang hubungan kita?" tanya Raja sambil meletakkan dagunya diatas kepala Anna yang kini sudah bersandar didadanya.


"Heum... bunda malah sudah menanyakannya langsung padaku..." terang Anna.


"Tapi bunda bilang dia akan mendukung kita MB" sambung Anna.


"Iya... dia juga mengatakannya padaku... tapi sayang... jangan sampai orang lain tahu jika bundamu sudah tahu terlebih dahulu tentang hubungan kita bahkan jika nanti aku sudah berterus terang dengan keluargamu..." kata Raja.


"Kenapa?"


"Aku tidak ingin bundamu mendapat masalah karena sudah mendukung kita..." terang Raja.


Anna pun mengangguk mengerti.


"Aku sangat merindukanmu Honey Bee..." ucap Raja sambil mengecup puncak kepala Anna.


"Aku juga MB..." sahut Anna sambil mengeratkan pelukannya.


Keduanya terdiam dan saling berpelukan beberapa saat hingga akhirnya terdengar suara bel pintu apartemen.


"Itu mungkin pesanan makanan kita..." katavRaja sambil melepaskan pelukannya pada Anna dan berjalan membukakan pintu.


Benar saja di depan pintu sudah berdiri seorang kurir membawa pesanan Raja. Segera pria itu mengambil alih makanan yang dibawa oleh kurir itu dan langsung membayarnya dengan uang lebih. Setelah itu ia pun membawa makanan itu ke dalam dan mengajak Anna untuk makan siang. Keduanya pun lalu makan siang bersama dengan bahagia karena sudah lama mereka tidak makan berdua seperti ini meski hanya makan di dalam apartemen dan bukan di restoran romantis.


Selesai makan Raja mengajak Anna untuk jalan-jalan sebentar sebentar sebelum ia mengantar kekasihnya itu pulang ke rumah. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke pantai. Anna bahkan mengganti kemeja seragamnya dengan kaos milik Raja meski agak kebesaran. Karena tidak mungkin ia mengenakan seragam lengkapnya saat berjalan-jalan dengan kekasihnya itu. Keadaan jalan yang agak lengang karena belum jam pulang kantor membuat perjalanan keduanya sangat lancar. Kali ini Raja sendiri yang menyetir mobilnya. Tadi sang sopir sudah ia suruh pulang setelah memarkirkan mobilnya.


Anna terlihat sangat senang saat bermain dengan air laut. Raja bahkan ikut bermain bersama gadis itu. Seolah ia menemukan kembali masa remajanya saat bersama gadis kecilnya itu. Setelah puas bermain air keduanya pun mengambil tempat duduk di bawah pohon yang ada di sekitar pantai. Anna menselonjorkan kakinya sambil merebahkan tubuhnya kesamping pada tubuh Raja. Sedang pria itu tampak memeluk pinggang kekasihnya itu dengan satu tangannya.


"Nanti malam aku akan datang ke rumahmu Honey Bee..." ucap Raja.


"Ada apa?"


"Aku ingin mengatakan tentang hubungan kita pada kedua orangtuamu..." terang Raja.


Seketika Anna mendongakkan kepalanya demi memandang wajah Raja. Tampak olehnya jika pria itu tengah serius dengan ucapannya.


"Apa kau sudah yakin MB?"


"Iya... karena untuk apa menunggu lagi jika akhirnya kita juga harus mengungkapkannya juga pada kedua orangtuamu..." terang Raja yang melihat ada ketakutan dimata kekasih kecilnya itu.


"Tapi aku takut MB... bagaimana jika mereka tidak merestui kita?" ungkap Anna dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Jangan berfikir buruk dulu... kita coba saja dulu..." kata Raja sambil menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajah Anna yang kini terlihat sendu.


"Percayalah padaku..." sambung Raja sambil mengecup bibir Anna perlahan.


Gadis itu pun tak menolak dan menerima perlakuan lembut Raja. Untuk sesaat keduanya larut dan saling memagut hingga akhirnya saling melepaskan diri saat keduanya mulai kehabisan nafas.


"Kau percaya padaku kan?" tanya Raja sambil mengelus bibir Anna yang masih basah akibat ulahnya.


Anna pun mengangguk mantap. Ya... dia harus percaya pada keputusan kekasihnya itu karena semua demi kelanjutan hubungan keduanya agar bisa mendapatkan restu dari kedua orangtuanya. Kini keduanya duduk berdampingan sambil menatap lautan luas. Dalam diam keduanya berusaha menyiapkan mental untuk menghadapi segala resiko yang akan mereka hadapi nantinya saat Raja sudah mengungkapkan tentang hubungan keduanya pada kedua orangtua Anna.

__ADS_1


__ADS_2