
Malam ini Amira sengaja berjaga takut jika kedua putranya demam akibat efek imunisasi. Sedang tuan Sam yang sejak sore sibuk mengerjakan tugas kantornya sudah tertidur pulas. Beberapa kali Amira mengecek kedua putranya itu di kamar bayi. Namun sampai saat ini keduanya terlihat baik-baik saja membuat Amira merasa lega. Lewat tengah malam setelah sholat tahajud Amira pun mulai merasakan kantuk. Tapi karena ia masih khawatir dengan kedua putranya ia pun memutuskan untuk tidur bersama si kembar.
Menjelang subuh tuan Sam terbangun dari tidurnya dan kaget saat tak mendapati Amira disisinya. Ia pun segera mencari istrinya tersebut. Dari kamar mandi hingga kamar si kembar. Dan alangkah leganya ia saat melihat Amira yang tertidur diantara dua box bayi.
"Kenapa kau sampai tidur disini Meyaa?" gumam tuan Sam sambil menggendong tubuh Amira untuk dipindahkan ke kamar mereka.
Setelah meletakkan Amira diatas tempat tidur tuan Sam pun ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu. Dipandanginya wajah Amira yang tampak sangat pulas dalam tidurnya. Tiba-tiba ada rasa takut yang menyusup dalam hatinya saat teringat dengan ulah Keysha. Entah mengapa sejak perempuan itu kembali ia merasakan aura buruk yang mengikuti keluarganya. Bayangan saat kecelakaan yang menyebabkan Karina meninggal tiba-tiba berputar lagi di otaknya setelah sekian lama ia seolah melupakannya.
Ada sisi di dalam diri tuan Sam yang merasakan jika akan ada bahaya yang mengancam wanita yang dicintainya itu. Tuan Sam mendesah pelan rasa khawatirnya mungkin terlalu berlebihan mengingat betapa tangguhnya istrinya itu selama ini. Bukan satu dua kali ia menyaksikan ketangguhan Amira dalam melindungi dirinya sendiri maupun orang disekitarnya. Namun tetap saja ia khawatir tak ingin Amiranya terluka apa lagi mengingat dulu Amira pernah terluka parah yang membuatnya menyadari rasa cintanya pada Amira untuk pertama kali.
"Db..." gumam Amira sambil mengeliat dalam tidurnya.
Tuan Sam tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya itu saat tidur. Tanpa sadar ia pun mencium bibir Amira yang setengah terbuka. Merasa ada sesuatu yang menyentuh dan menyesap bibirnya membuat Amira mendesah pelan yang membuat tuan Sam semakin memperdalam ciumannya. Amira tersentak kaget karena kehabisan nafas. Matanya langsung terbuka dan wajah suaminya lah yang pertama kali dilihatnya.
"Db!" serunya tertahan saat menyadari jika tadi itu ulah suaminya.
"Aku hanya ingin membangunkanmu sayang..." sahut tuan Sam enteng.
Amira menatap tuan Sam tak mengerti.
"Dengar... itu suara azan subuh jadi ayo kita sholat" ajak tuan Sam.
"Iya aku dengar... tapi apa harus dengan cara seperti itu kau membangunkanku?" ucap Amira kesal.
"Tentu saja... apa kau mau aku membangunkanmu dengan cara biasa? memencet hidungmu atau..." kata tuan Sam menggantung.
"Ish... bilang saja mau curi kesempatan" sahut Amira mencebik.
"Kau itu sangat menggemaskan jika sedang kesal... ayo cepat bangun sebelum aku khilaf dan langsung memakanmu" ucap tuan Sam sambil kembali mencium bibir Amira sekilas.
Mendapat serangan mendadak lagi dari tuan Sam membuat wanita langsung bangun lalu sedikit berlari menuju ke kamar mandi. Tuan Sam hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum. Untung saja ia mendengar suara azan tadi jika tidak mungkin ia memang akan langsung memakan istrinya itu.
Selesai sholat subuh Amira kembali memeriksa kedua buah hatinya itu. Amira merasa lega sebab kekhawatirannya tidak terbukti. Sahir dan Samir tampak nyenyak dalam tidurnya. Bahkan semalam keduanya hanya terbangun karena lapar.
"Kau kenapa?" tanya tuan Sam saat menghampiri Amira.
__ADS_1
"Aku hanya khawatir jika Sahir dan Samir akan demam karena kemarin baru imunisasi" terang Amira sambil mengelus pipi Samir lembut.
"Apa jika sehabis imunisasi mereka akan demam?" tanya tuan Sam ikut khawatir.
"Tidak selalu B..." terang Amira yang membuat tuan Sam menjadi tenang.
"Jadi itu alasannya kau tidur disini semalam?" tanya tuan Sam.
Amira hanya mengangguk sebagai jawaban. Tuan Sam pun langsung memeluk tubuh istrinya itu. Ia tahu jika Amira akan melakukan apa pun demi kedua buah hatinya.
"Kalau begitu sekarang kau tidurlah lagi... karena kau pasti lelah" ujar tuan Sam sambil menuntun Amira kembali ke kamar mereka.
Lalu keduanya pun kembali ke kamar mereka dan kembali tidur. Di tempat lain tampak seorang wanita tengah meracau tak jelas karena pengaruh minuman keras. Untung saja ia bisa pulang sendiri ke apartemennya dengan selamat. Meski dalam pengaruh minuman Keysha masih bisa menyetir mobilnya sendiri.
"Kau... sungguh... membuatku... tak berdaya... Sam.." racaunya sambil menunjuk-nunjuk foto tuan Sam yang ada di kamar apartemennya.
"Kau... begitu... buta... memilih perempuan gendut itu... dari pada aku" tunjuknya pada dirinya sendiri dengan tubuh sempoyongan.
"Kau... lihat saja... akan aku singgkirkan perempuan itu... seperti Karina... ha... ha... ha..." tawanya menggelegar memenuhi ruangan apartemennya.
Setelah puas tertawa wanita itu langsung merosot ke lantai dengan posisi berlutut. Tak lama terdengar suara isak tangisnya yang menyayat.
Keysha tertawa dan menangis bergantian mirip seperti orang g**a. Keadaannya yang sendirian di dalam apartemen membuatnya semakin terpuruk. Tak ada seseorang yang mau berbagi dengannya. Bahkan Siska yang selama ini bersamanya pun telah memilih pergi. Uang yang didapatnya dari menjual sahamnya pun sudah mulai berkurang hanya dalam beberapa hari saja karena gaya hidupnya yang glamor.
Tapi Keysha tak mau kalah dengan keadaan. Dengan sisa uangnya ia akan membuat Amira dan kedua anaknya lenyap. Seperti Karina dulu... ya ... tampaknya ia harus mengotori tangannya sekali lagi. Keysha bangkit dari posisinya dan tersenyum iblis. Di dalam otaknya telah merancang apa yang akan ia lakukan. Tak perduli jika nantinya Sam mengetahui segalanya dan akan semakin membencinya. Baginya melenyapkan Amira adalah suatu kepuasan. Dan Sam mungkin akan menderita tapi itu setimpal untuk membalas rasa sakit hati yang selama ini ia rasakan.
Setelah lelah akhirnya Keysha pun tertidur di atas tempat tidurnya dengan masih berpakaian lengkap. Apartemennya pun terlihat berantakan akibat perbuatannya selama mabuk. Sungguh hidup yang sangat sia-sia hanya karena cinta buta.
Di kamar hotel Dave sudah terbangun dari tadi. Ia pun tengah menerima laporan dari mata-mata yang dikirimnya untuk mengawasi kediaman Sam dan Amira. Terlihat dari vidio yang dikirimkan dari mata-mata itu jika Amira tengah berjemur bersama kedua buah hatinya di depan rumah. Tuan Sam pun tampak menyusul dari dalam rumah dan menemani kegiatan istri dan kedua putranya itu.
Keluarga kecil itu tampak sangat bahagia dan itu semua membuat Dave merasa iri. Ia yang selama ini lebih menyukai hidup bebas tanpa ikatan mulai merasa kesepian saat melihat keluarga kecil tuan Sam. Ternyata kekayaan dan kebebasannya yang selama ini ia banggakan tak bisa mengisi kekosongan dalam hatinya. Sebenarnya dalam hidupnya banyak wanita yang mengejarnya. Tapi ia tahu jika kebanyakan dari mereka hanya terpesona dengan ketampanannya dan juga menginginkan hartanya saja.
Ia mungkin harus belajar pada tuan Sam agar dapat menemukan wanita sebaik Amira untuk menjadi pendampingnya. Tapi rasanya itu akan sulit karena wanita sederhana dan tangguh sepertinya sangat langka. Keinginannya untuk bertemu keluarga kecil itu semakin membuncah saat dilihatnya betapa tuan Sam sangat melindungi istrinya dengan mengikuti Amira dari belakang dengan mobilnya saat Amira sedang mengendarai motor dengan membawa kedua putranya.
Saat Amira berada di mall ia melihat gendongan bayi kembar dengan model berbeda dengan yang diberikan nyonya Sarah. Gendongan ini bisa membawa dua bayi dengan posisi depan dan belakang. Amira pun langsung menyukainya dan langsung membelinya karena ingin mencoba membawa kedua bayinya dengan posisi seperti itu.
__ADS_1
Hari ini ia ingin mencoba memakainya dan pergi ke rumah nyonya Sarah dengan menggunakan motor jadulnya. Setelah merayu dan merengek pada tuan Sam akhirnya ia diperbolehkan membawa kedua bayinya menggunakan motor. Namun dengan syarat didampingi oleh tuan Sam yang akan mengawasi Amira dari belakang. Jadilah hari ini Amira menggendong kedua bayinya dan mengendarai motornya ke rumah nyonya Sarah dengan tuan Sam yang mengikutinya dari belakang. Amira tampak sangat bahagia berhasil membawa kedua putra kembarnya mengendarai motor.
Ia benar-benar merasa sudah seperti emak-emak berdaster yang bisa melakukan hal nyeleneh dalam kesehariannya. Padahal yang dilakukannya saat ini masih termasuk hal yang biasa saja. Sedang tuan Sam yang mengikuti Amira dari dalam mobil tampak menahan nafasnya takut sesuatu terjadi pada istri dan juga kedua anaknya. Padahal ketiganya hanya pergi ke rumah adiknya Sarah yang masih satu komplek dengan rumahnya.
Saat Amira sudah sampai di depan rumah nyonya Sarah ia menghentikan motornya begitu juga tuan Sam yang langsung menghentikan mobilnya dibelakang motor Amira dan segera keluar menghampiri anak dan istrinya itu.
"Aku antar sampai sini saja ya... sebab aku ada meeting pagi ini..." ucap tuan Sam sambil mengecup kening ketiganya bergantian.
"Iya B... kau tenang saja..." sahut Amira sambil tersenyum.
Ia tahu sikap possesive suaminya itu karena pria itu sungguh mencintainya dan juga kedua putra mereka. Apalagi beberapa kejadian lalu yang membuat keduanya sempat terpisah dan mengalami kejadian yang memilukan membuat pria itu sangat takut kehilangan.
"Baiklah aku berangkat dulu" pamit tuan Sam.
Amira pun langsung mencium tangan suaminya itu sebelum pria itu masuk ke dalam mobilnya. Kemudian setelah tuan Sam pergi Amira pun kembali menaiki motornya dan masuk ke rumah nyonya Sarah setelah satpam membukakan pintu gerbang.
Nyonya Sarah sangat bahagia melihata kedatangan ipar dan kedua keponakannya itu. Melihat Amira yang menggendong sendiri kedua putranya membuat Sarah tersenyum.
"Kau beli gendongan model baru?" tanyanya saat melihat gendongan yang digunakan oleh Amira.
"Iya kak... soalnya aku naik kemari motor" sahut Amira.
"Gendongan pemberian kakak juga sudah aku gunakan kemarin..." sambung Amira.
"Hem... jadi benarkan jika menggendong anak kita itu menyenangkan?"
"Iya... rasanya jadi lebih dekat dengan mereka" ujar Amira.
Keduanya pun berbincang riang sambil menjaga buah hati mereka. Sayang saat Amira tiba Adit dan Anna sudah berangkat ke sekolah jika tidak maka mereka pasti akan menambah kehebohan di rumah nyonya Sarah.
"Kau pulang nanti sore kan?" tanya nyonya Sarah.
"Iya kak... soalnya kak Sam khawatir jika aku naik motor sendiri jadi dia mengawasiku dari belakang" terang Amira.
"Jadi tadi kak Sam mengikutimu dari belakang saat kemari?" tanya nyonya Sarah tak percaya dengan kelakuan kakaknya.
__ADS_1
"Iya... habisnya aku pengen banget naik motor bareng si kembar..." jawab Amira.
Nyonya Sarah hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Amira tentang kepossesivan kakaknya itu pada istri dan anaknya.