
Hari minggu merupakan hari yang paling ditunggu oleh tuan Sam sejak ia menikah dengan Amira. Apa lagi sekarang ada dua buah hati mereka yang melengkapi keluarga kecilnya. Seperti pagi ini tuan Sam sudah bermain dengan kedua buah hatinya didalam kamar sementara Amira sibuk menyiapkan sarapan.
"Sarapan dulu B..." panggil Amira sambil masuk ke dalam kamar.
"Iya... sebentar" sahut tuan Sam yang masih asyik menoel-noel pipi Sahir dan Samir secara bergantian.
Kedua bayi itu pun tertawa dengan kelakuan ayah mereka.
"Sudah B..." ucap Amira menghentikan tingkah suaminya yang selalu saja tak mau berhenti jika sudah bersama dengan kedua putra mereka.
"Baik-baik..." sahut tuan Sam menyerah.
Digendongnya Sahir sedang Amira langsung menggendong Samir. Lalu keduanya pun menuju ke ruang makan.
"Minggu depan kita ke makam kedua orangtuamu ya Ra..." kata tuan Sam setelah mereka selesai sarapan.
"Beneran B?"
"Iya..." sahut tuan Sam sambil mengangguk.
"Terima kasih B..." ucap Amira langsung menghadiahi tuan Sam dengan ciuman singkat dibibir pria itu.
Kaget dengan sikap Amira yang sedikit berani membuat tuan Sam langsung tersenyum senang.
"Sering-seringlah kau memberiku hadiah seperti ini Meyaa..." ucap tuan Sam sambil terkekeh.
Sedang Amira yang baru menyadari tindakan spontannya langsung bersemu merah dan menundukkan wajahnya karena malu.
Di kamar hotelnya tampak Dave tengah bersiap untuk berjalan-jalan setelah beberapa hari hanya menghabiskan waktunya dikamar dan mengamati keluarga tuan Sam melalui mata-matanya. Wajahnya tampak bertambah senang saat mendapat informasi jika tuan Sam tengah berjalan-jalan dengan keluarga kecilnya di sebuah mall.
"Kini saatnya kita bertemu teddy girl..." gumamnya senang.
Dave pun segera menuju mall yang dikunjungi tuan Sam beserta keluarganya. Dave hendak menyapa mereka disana dengan bersikap seolah tak sengaja bertemu. Sedang di kamarnya Keysha tengah berbicara dengan seseorang yang sudah lama tidak ia hubungi.
"Ada apa nona?" tanya seorang pria diseberang sana.
"Aku mau kau melakukan tugas lagi untukku!" ucap Keysha dengan mimik dingin.
"Baik nona kita bertemu di tempat biasa" sahut pria itu.
"Baiklah kita bertemu dua jam lagi" ucap Keysha lalu langsung menutup ponselnya.
"Kali ini kau tak akan selamat gendut... kau dan anak-anakmu akan menyusul Karina dan kalian akan berkumpul bersama di akhirat... ha...ha.." tawa Keysha langsung menggelegar memenuhi apartemennya.
Sementara tuan Sam dan Amira tampak berjalan beriringan dengan stroller yang membawa Samir dan Sahir di dalamnya. Keduanya tengah menikmati suasana mall yang cukup ramai. Kedua bayi kembar itu pun tampak senang melihat suasana mall yang kebanyakan pengunjungnya juga membawa anak-anak karena hari minggu.
"Sebenarnya kita kemari untuk belanja atau apa Meyaa?" tanya tuan Sam yang mulai lelah karena sedari tadi mereka cuma berputar-putar di dalam mall.
"Kita belanja mata saja dulu B..." sahut Amira enteng.
"What?" seru tuan Sam kaget.
Ia fikir istrinya itu sedang menginginkan untuk membeli sesuatu disana. Nyatanya wanita itu cuma berniat untuk sekedar berkeliling saja. Tahu begitu maka tadi ia lebih memilih untuk menunggu di kafe bersama si kembar.
"Sudahlah B... jangan memasang wajah seperti itu, anggap saja kita sedang jalan-jalan di tempat sejuk tanpa takut si kembar kepanasan" sahut Amira saat melihat tampang jutek suaminya.
"Baiklah... kita minum saja dulu disana!" sambung Amira sambil menunjuk sebuah kafe di dalam sana asal.
__ADS_1
Tuan Sam pun mengangguk setuju karena kakinya pun sudah merasa pegal. Mereka pun memilih untuk duduk di kursi yang berada di bagian luar kafe karena tidak mau ribet membawa si kembar dengan strollernya.
Saat keduanya tengah menunggu pesanan mereka tiba-tiba seorang pria asing memanggil tuan Sam.
"Hallo Sam?" sapa pria itu sambil membuka kacamata hitamnya dan menunjukkan mata birunya.
"Dave!" seru tuan Sam langsung berdiri dan menjabat tangan pria itu dengan gaya khas pria.
"Sejak kapan kau disini?" tanya tuan Sam dalam bahasa asing.
"Dua hari yang lalu" terang Dave sambil tersenyum.
Lalu pria itu beralih memandang Amira yang terdiam karena tak mengerti dengan percakapan keduanya.
"Who is she?" tanya Dave seolah belum tahu status keduanya.
"She is my wife..." terang tuan Sam tersenyum bangga.
"Amira kenalkan ini kolegaku dari Inggris..." kata tuan Sam memperkenalkan Dave pada Amira.
Dave yang bisa menduga jika tuan Sam tengah memperkenalkannya pada Amira langsung mengangsurkan tangannya. Namun Amira hanya menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai balasannya.
"Amira..."
"Dave..."
Lalu tuan Sam pun mengajak Dave untuk ikut bergabung bersama mereka. Dave pun langsung menyetujuinya. Tuan Sam dan Amira tak tahu jika Dave sudah merancang pertemuan mereka sebelumnya.
Saat berbincang sesekali Dave mencuri pandang pada Amira. Amira yang memiliki alarm alami langsung dapat merasakan keganjilan pada pria yang baru saja dikenalkan oleh suaminya. Wanita itu bahkan beberapa kali sempat memergoki saat Dave memandanginya. Amira pun langsung merasa risih dengan sikap Dave yang menurutnya mulai kurang ajar karena seperti tak menghargai tuan Sam suaminya yang juga berada di sana.
"Db... aku ke toilet dulu sebentar ya..." ucap Amira yang mulai merasa gerah.
Lalu Amira pun segera berlalu dan pergi ke toilet.
"Db...Meyaa?" tanya Dave pada tuan Sam saat Amira telah menjauh.
"Itu panggilan sayang kami..." terang tuan Sam.
Dave langsung terkekeh... Sam yang dikenalnya dingin berubah romantis.
"Sejak kapan kau berubah jadi pria romantis Sam?" goda Dave.
"Sejak aku bertemu dan jatuh cinta padanya..." terang tuan Sam tidak tersinggung dengan ucapan Dave.
"Bagaimana kau bisa jatuh cinta padanya?" tanya Dave penasaran apakah alasan mereka sama.
"Dia berbeda... kau tahu cuma dia yang bisa membuatku jatuh cinta tanpa melihat fisiknya" terang tuan Sam.
Dave mengangguk mengerti. Dulu selera tuan Sam pada wanita sama dengannya.Yaitu wanita cantik dan seksi sebab Karina dulu pun merupakan wanita seperti itu. Sehingga saat kematiannya membuat tuan Sam sangat terpukul. Ya Dave mengetahui masa lalu tuan Sam dengan Karina karena setiap ia akan melakukan kerjasama dengan seseorang maka ia akan menyelidiki latar belakang orang itu terlebih dahulu.
Sementara Amira yang sedang menuju toilet tak menyadari jika dirinya tengah diawasi oleh seseorang. Saat Amira masuk ke dalam toilet tampak orang itu menunggunya di luar. Tak berapa lama Amira pun keluar dan orang itu langsung menghampiri Amira.
"Rara?"
Amira langsung berbalik ke belakang saat mendengarnya. Hanya satu orang yang memanggilnya dengan nama itu. Dan orang itu dari masa lalunya. Mata Amira langsung melebar saat melihat siapa yang memanggilnya.
"San San!" serunya tak percaya dengan penglihatannya.
__ADS_1
"Jadi benar kau Rara!" sambung orang itu sambil tersenyum.
Keduanya pun langsung berpelukan dengan heboh seperti anak kecil. Bagaimana tidak ... keduanya berpelukan sambil melompat-lompat kegirangan. Tuan Sam dan Dave yang berada di dekat situ pun menoleh dan langsung menganga melihat tingkah keduanya.
"Ya ampun Rara... kau sama sekali tidak berubah... masih menggemaskan seperti dulu..." ucap Sandra sambil meremas kedua pipi Amira.
Ya... San San adalah nama panggilan Amira untuk Sandra saat mereka masih kecil. Demikian juga dengan Sandra yang memanggil Amira dengan Rara. Amira dan Sandra memang dulu bersahabat saat keduanya duduk dibangku SD.
"Ih kau ini... sakit tahu... lagi pula aku bukan anak kecil lagi..." kata Amira sambil mengusap kedua pipinya.
"Maaf... habisnya pipi chubbymu itu sangat menggemaskan..." sahut Sandra sambil tertawa.
"Kau ini mentang-mentang lebih tua selalu menganggapku anak kecil... padahal aku sekarang kan sudah menjadi seorang ibu..." rajuk Amira.
"Apa? kau sudah menikah dan punya anak?" tanya Sandra kaget.
Amira tersenyum dan mengangguk membenarkan ucapan Sandra.
"Wah..wah.. kau memang selalu mendahuluiku..." kata Sandra sambil tertawa.
"Memang kau belum menikah?" tanya Amira hati-hati.
Pasalnya Sandra memang lebih tua satu tahun dari Amira. Amira dan Sandra satu kelas saat kelas satu SD karena Sandra tinggal kelas akibat menderita Disleksia. Yaitu suatu gangguan membaca pada anak usia tujuh sampai delapan tahun. Mendengar pertanyaan Amira, Sandra hanya mengangguk mengiyakan tapi ekspresi wajahnya tampak biasa saja tanpa beban.
"Ya sudah... ayo aku kenalkan dengan suamiku..." ajak Amira langsung menggandeng tangan Sandra.
"Db... kenalkan ini teman kecilku Sandra..." ucap Amira saat keduanya berada di meja tempat tuan Sam dan Dave berada.
"Sandra ini suamiku Sam... dan itu temannya Dave" tunjuk Amira pada tuan Sam dan Dave.
Tuan Sam pun tersenyum dan menyapa Sandra. Sedang Dave tersentak karena tak menduga jika ia bisa langsung terpesona pada wajah oriental yang dimiliki oleh Sandra. Jika dilihat Sandra dan Amira memiliki postur tubuh yang hampir sama hanya saja Sandra memiliki kulit putih dan wajah oriental padahal kedua orang tuanya tidak memiliki darah oriental. Hanya warna kulit mereka saja yang sama putih.
"Kalian berdua sudah seperti anak kembar saja!" celetuk tuan Sam saat Amira dan Sandra sudah duduk bersebelahan.
"Memang B... dulu di sekolah sejak SD kami selalu di sebut kembar dan saat SMP teman-teman kami menjuluki kami BW" terang Amira tertawa yang langsung disambut oleh Sandra.
"BW? apa itu?" tanya tuan Sam.
Sedang Dave berusaha mencerna obrolan ketiganya dengan keahlian bahasanya yang terbatas.
"Black and White!" sahut Sandra dan tawa ketiganya pun langsung meledak.
Bahkan Dave ikut terkekeh saat tuan Sam mengartikan obrolan mereka. Tuan Sam kali ini melihat sisi lain dari istrinya itu. Amira tampak sangat ceria saat bersama Sandra. Mungkin karena mereka sahabat sejak kecil dan usia mereka yang tak begitu berbeda jauh. Tuan Sam juga baru menyadari bahwa selama ia mengenal Amira tak sekali pun ia mengenal teman dekat dari Amira baik itu wanita apa lagi pria.
Mungkin kah karena bentuk tubuhnya istrinya itu jadi sulit bergaul? dan apa selama ini ia selalu mendapat bullyan akibat berat badannya itu? Sungguh tuan Sam semakin merasa bersalah karena tak tahu banyak tentang masa lalu istrinya itu dan seperti apa penderitaannya menghadapi bullyan dan juga kehilangan kedua orangtuanya sekaligus diusia muda.
"Hei ... apa ini putra kalian?" tanya Sandra saat melihat si kembar yang berada di dalam stroller.
"Iya..." sahut Amira.
"Wah... kenapa wajah mereka tak satupun ada yang mirip denganmu Ra?" celetuk Sandra saat memperhatikan wajah Sahir dan Samir.
"Enak saja ... ada tuh! lihat mata dan bentuk bibir mereka!" tunjuk Amira sambil mengerucutkan bibirnya.
"Eh iya... memang mirip mata dan bibir kamu tapi kan ga terlihat jelas..." ujar Sandra kembali menggoda Amira.
"Kau!" seru Amira sambil memukul lengan Sandra pelan.
__ADS_1
"Aaaww... badanmu udah sedikit kurus kenapa tenagamu masih sebesar badak sih" keluh Sandra sambil meringis dan mengelus lengannya yang sakit.
Amira langsung melotot sedang tuan Sam langsung tertawa. Dave pun ikut tertawa setelah tuan Sam menjelaskan perkataan Sandra. Entah mengapa kali ini Dave tak dapat melepaskan pandangannya dari Sandra. Gadis berwajah oriental itu seakan menghipnotisnya dengan tingkahnya yang memang mirip dengan Amira.