
Julio terlihat sangat senang targetnya bisa berada di lokasi yang tepat. Berada di tengah pemukiman yang kosong tanpa penduduk dengan banyak bangunan terbengkalai. Ya daerah ini adalah bagian terburuk dari Bronx. Tak ada pihak kepolisian yang sering berpatroli karena tempat ini sudah seperti kota mati. Sementara Raja mulai mengurai pelukannya dan menatap wajah Anna serius.
"Dengarkan aku baik-baik Anna..." ucap Raja serius tanpa memanggil nama panggilan kesayangan mereka.
"Aku ingin kau tetap di sini dan jangan pernah keluar dari sini apa pun yang terjadi... oke?" sambungnya sambil menangkupkan kedua tangannya pada wajah istri kecilnya itu.
Anna langsung menggelengkan kepalanya tegas. Tidak mungkin ia membiarkan suaminya itu menghadapi para penjahat itu sendirian.
"Dengar Honey Bee... aku ingin kau menjaga calon anak kita... berjanjilah!" cetus Raja tak ingin istrinya membantah.
"Aku pasti akan melakukannya tanpa kau minta MB... tapi kau juga tidak bisa melarangku untuk membantumu menghadapi mereka sendirian..." protes Anna.
"Aku tidak sendirian... ada Rudi dan yang lainnya yang sedang kemari..." terang Raja.
Baru saja ia selesai berucap tiba-tiba ponsel Raja yang ada dalam saku jasnya bergetar. Tanpa menunggu lama Raja langsung mengangkatnya.
"Tuan... semua sudah siap..." terdengar suara Rudi di seberang sana.
Tak berapa lama Raja bisa melihat beberapa anggotanya yang dulu sudah menampakkan diri dengan menggunakan sinyal rahasia.
"Mari kita lakukan!" titah Raja lalu mematikan ponselnya.
"MB!"
"Kau tetaplah disini Honey Bee... aku mohon... percayalah padaku!"
"He um..." sahut Anna sambil menganggukan kepalanya lemah.
Lalu Raja perlahan berjalan keluar dari dalam persembunyiannya. Julio yang melihatnya langsung tertawa sinis.
"Ternyata kau berani keluar juga hah? apa kau sudah menyembunyikan istri kecilmu itu agar aku tidak bisa melampiaskan dendamku padanya juga? kau salah Jimmy... Julio tidak pernah kehilangan mangsanya meski bersembunyi di dalam lubang semut sekali pun!" seru Julio sambil memberikan kode pada anak buahnya untuk mencari Anna.
__ADS_1
Raja langsung menyerang anak buah Julio agar tidak menemukan Anna. Seketika terjadi perkelahian antara Raja dan tiga anak buah Julio. Julio tidak hilang akal, ia langsung menyuruh anak buahnya yang lain untuk mencari Anna saat Raja tengah bertarung. Namun baru saja mereka melangkah tanpa suara tiba-tiba anak buahnya berjatuhan satu persatu.
"Sniper!" teriak salah satu anak buah Julio yang membuat yang lainnya panik dan berusaha bersembunyi di balik kendaraan mereka dan berusaha membalas menembak ke arah tembakan berasal.
Kembali beberapa anak buah Julio tumbang. Melihat itu Julio terlihat sangat geram. Dengan emosi ia menembakan senjata otomatisnya ke arah gedung tempat Sniper itu diperkirakan berada. Sehingga tempat itu langsung luluh lantak. Sementara Raja telah berhasil menumbangkan anak buah Julio yang tadi mengeroyoknya. Dia pun segera merangsek untuk menghadapi Julio satu lawan satu.
Namun pergerakan Raja terlambat... Julio terlebih dahulu mengetahui gerakannya. Dan tanpa diduga pria itu langsung memberondongkan pelurunya ke arah Raja. Dan selanjutnya Raja langsung menjadi sasaran tembak yang empuk bagi Julio. Berondongan peluru langsung menembus tubuh pria itu. Dari tempat persembunyiannya Anna tampak syok dengan apa yang dilihatnya. Suaminya meregang nyawa di depan matanya. Tanpa sadar wanita muda itu langsung berlari ke arah suaminya. Berusaha menahan tubuh pria itu agar tidak tumbang ke atas tanah.
Dengan mata berkaca-kaca ia memeluk tubuh Raja suaminya dengan tubuh bergetar wanita muda itu terduduk sambil memangku tubuh suaminya. Sedang Julio tampak tertawa puas melihat musuh bebuyutannya sudah tumbang.
"MB... sadarlah!" seru Anna sambil memangku kepala suaminya.
Raja tak dapat mengeluarkan suaranya karena mulutnya sudah penuh dengan darah begitu juga dengan tubuh depannya yang terluka akibat tembakan Julio. Hanya tangan pria itu yang berusaha menyentuh wajah istrinya namun naas tenaganya sudah habis sebelum sempat menyentuh wajah Anna istrinya sehingga tangan besar itu langsung terkulai jatuh ke sampingnya.
"MB!" seru Anna sambil mengguncang tubuh Raja namun sia-sia kareana pria itu sama sekali tidak meresponnya.
Julio masih tertawa puas tanpa menyadari jika kini Anna sudah berdiri setelah meletakkan tubuh suaminya perlahan di atas tanah. Wajah wanita muda itu masih basah dengan air mata karena baru saja kehilangan orang yang sangat dicintainya. Namun sorot mata wanita itu bukan sorot mata sendu karena berduka melainkan kilatan penuh amarah dan dendam. Tanpa ba bi bu... Anna langsung menyerang orang-orang yang ada di hadapannya. Hanya dengan tangan kosong wanita itu merangsek dan menyerang Julio dan anak buahnya. Kaget tak menyangka jika janda dari Raja yang semula terlihat bak kucing kecil yang ketakutan bisa berubah bak harimau betina yang mengamuk.
Dor... dor... dor...
Tanpa ekspresi Anna menembaki anak buah Julio satu persatu. Karena tak menyangka jika Anna akan menyerang balik, anak buah Julio pun langsung berjatuhan. Sementara dari berbagai arah sudah bermunculan anak buah Raja bersama anggota kepolisian yang memang sudah bekerja sama dengan Rudi untuk menangkap Julio.
Terjadi pertarungan antara dua kubu. Sementara Anna tampak fokus mencari keberadaan Julio. Dia harus mencari pria itu untuk menghabisinya. Kini wajah lembut Anna telah hilang dan berganti dengan wajah dingin seolah iblis tengah menguasai dirinya. Rudi yang datang langsung memeriksa keadaan tuannya. Dia pun menyuruh anggota medis yang datang bersamanya untuk mengurus tuannya. Sementara ia langsung mencari keberadaan nyonya mudanya.
Julio yang melihat kedatangan anak buah Raja bersama petugas kepolisian langsung berusaha melarikan diri. Pria itu terpaksa bersembunyi di salah bangunan kosong sebelum ia berusaha untuk pergi dari tempat itu. Saat pria itu tengah bersembunyi di salah satu pojok bangunan yang sudah runtuh, tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki seseorang. Dari suaranya langkah itu terdengar ringan menandakan jika yang datang bukanlah orang yang berperawakan besar seperti anak buahnya atau pun anggota kepolisian.
Krek!!
Tidak sengaja Julio menginjak kursi kayu rusak yang teronggok di belakangnya. Merasa jika persembunyiannya telah diketahui, pria itu pun lalu keluar dari persembunyiannya. Julio tampak tersenyum miring saat mengetahui jika yang datang ternyata istri Raja. Meski tadi ia sempat melihat dengan mata kepala sendiri saat Anna menghabisi anak buahnya sendirian namun pria itu masih saja menganggap enteng Anna.
"Wah... wah... ternyata Jimmy memiliki selera yang cukup tinggi... selain masih sangat muda dan cantik ternyata kau cukup tangguh juga nyonya..." ucap Julio sambil terkekeh.
__ADS_1
Sementara Anna tampak menatap pria yang ada dihadapannya itu dengan tatapan tajam. Tanpa basa basi Anna langsung mengarahkan senjata yang dipegangnya pada Julio. Bersamaan dengan pria itu yang juga mengarahkan senjatanya pada Anna.
"Ck! sebenarnya aku tidak terlalu menginginkan kematianmu setelah suamimu itu mati... tapi sepertinya aku memang harus menghabisimu agar kau tidak menyulitkanku di lain hari..." ucap Julio sambil tersenyum sinis.
Bukannya takut, Anna malah menarik pengaman pada senjatanya seakan wanita itu siap untuk duel senjata dengan pria yang ada dihadapannya. Dan tanpa aba-aba kedua orang yang saling berhadapan itu saling melepaskan tembakan ke arah lawannya.
Klek! klek!
Seakan sudah takdir... senjata keduanya ternyata sudah kehabisan peluru. Tanpa membuang waktu Anna langsung membuang senjata kosong yang ada di tangannya dan langsung menyerang Julio dengan tangan kosong. Pria matang itu pun langsung menyambut serangan Anna dengan tenang. Pengalaman selama puluhan tahun di dunia mafia membuat pria itu sangat ahli dalam pertarungan satu lawan satu. Apa lagi pria itu tidak pernah pilih-pilih lawannya baik itu pria mau pun wanita semua ia perlakukan sama. Karenanya ia sama sekali tidak mau memberikan ampun pada wanita muda yang menjadi lawannya saat ini. Meski begitu Anna juga bukan lawan yang mudah. Pengalamannya selama bertanding membuatnya cukup mahir dalam melawan Julio.
Beberapa kali Anna berhasil menyarangkan pukulan dan tendangannya pada Julio begitu juga sebaliknya membuat keduanya kini penuh dengan luka. Anna seakan lupa dengan kehamilannya karena rasa sakit melihat suaminya yang meregang nyawa di depan matanya. Saat keduanya saling pukul Rudi dan beberapa anggota kepolisian tiba disana. Mereka terdiam saat melihat pertarungan kedua orang itu. Rudi tersadar terlebih dahulu... dan dia ingat jika nyonyanya tengah mengandung.
Dor!
Rudi melepaskan tembakan ke udara untuk menghentikan pertarungan kedua orang itu dan mengarahkan senjatanya pada Julio. Begitu juga dengan para petugas yang ada di sana. Julio pun langsung mengangkat tangannya tanda menyerah sedang Anna tampak ditenangkan oleh Rudi saat wanita itu terus berusaha meraih Julio.
"Nyonya... ingat tuan membutuhkan anda sekarang!" ucapnya yang langsung menghentikan pergerakan Anna.
"Di mana suamiku?" tanyanya sambil menoleh pada Rudi.
"Anda ikut saya sekarang!" sahut Rudi lalu membimbing Anna pergi dari sana.
Sementara Julio tengah diborgol oleh petugas kepolisian. Pria itu pun digiring menuju mobil polisi. Sementara anak buahnya sudah di bawa dengan mobil polisi yang lain. Rudi membawa Anna ke dalam mobil ambulans yang didalamnya ada tubuh Raja. Di dalam sana tampak para petugas medis tengah sibuk menjaga kondisi Raja agar tetap stabil. Saat Anna sudah ikut masuk ke dalam sana Rudi langsung menutup pintu ambulans. Kemudian ambulans itu pun langsung pergi menuju rumah sakit.
Sepanjang perjalanan Anna tampak selalu memggenggam tangan suaminya. Fikirannya yang kosong membuatnya tak bergeming saat salah satu petugas medis juga membersihkan lukanya. Tiga puluh menit kemudian mobil ambulans pun tiba di rumah sakit. Segera tubuh Raja dibawa ke ruang IGD. Anna tampak menolak saat petugas medis akan merawat lukanya di tempat lain. Ia ingin tetap bersama suaminya. Tak lama Raja langsung dipindahkan ke ruang operasi untuk mengangkat proyektil peluru yang bersarang di tubuhnya. Saat akan mengikuti Raja yang dibawa ke ruang operasi tiba-tiba Anna merasakan nyeri pada perutnya.
Wanita muda itu tampak meringis menahan sakit lalu setelahnya ia pun ambruk ke lantai tidak sadarkan diri. Untung saja sedari tadi ada perawat yang selalu mendampinginya sehingga tubuhnya tidak jadi jatuh ke lantai karena perawat itu langsung menangkapnya. Dengan bantuan sesama rekannya perawat itu pun memindahkan Anna ke atas brankar dan membawanya untuk diperiksa oleh dokter.
Sedangkan di tempat lain tampak Rudi tengah menghubungi seseorang. Sesekali pria itu menghela nafasnya berat sambil menerangkan sesuatu pada seseorang di seberang sana. Setelah selesai ia pun segera menuju ke ruang dimana Anna tengah dirawat. Setelah dokter memastikan jika keadaan Anna dan kandungannya baik-baik saja ia pun segera menuju ke ruang operasi untuk melihat keadaan Raja. Di sana ia tampak memandang frustasi ke arah ruang operasi.
"Tuan bertahanlah... kali ini pria itu pasti tidak akan bisa lagi mengejarmu..." batin Rudi sambil mendudukkan dirinya di bangku yang ada di luar ruang operasi.
__ADS_1