BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Teman Baru


__ADS_3

Castillo mengamati apartemen tuan Sam dengan gelisah. Sedari tadi tak ada pergerakan dari dalam sana setelah sejak pagi keluarga Amira keluar dari apartemen. Meski ia tahu jika tuan Sam dan Amira tengah menghadiri pernikahan sahabat mereka namun tetap saja Castillo merasa bosan menunggu. Untuk mengikuti mereka tidak mungkin karena ia melihat sendiri pengawalan yang dilakukan tuan Sam sangat ketat. Sementara ia tak memiliki anak buah yang cukup untuk bisa menyusup kesana.


Setelah menghabiskan lebih dari sebungkus rokok untuk mengusir rasa jenuhnya akhirnya yang ia tunggu pun tiba. Lewat teropongnya Castillo dapat melihat jika pengawalan yang dilakukan tuan Sam sangat ketat.


"Apa dia sudah menyadari jika ada yang mengawasi keluarganya selama ini?" batin Castillo sambil kembali menghisap rokoknya dalam.


"Sial! andai saja aku masih seperti dulu maka tidak mungkin aku akan menunggu selama ini hanya untuk menghabisi keluarga mereka" sungut Castillo.


Saat itulah ponselnya bergetar. Tampaknya salah satu anak buahnya yang ia suruh menyusup sebagai salah satu karyawan di gedung apartemen tuan Sam menghubunginya.


"Tuan... sepertinya mereka sudah tahu jika selama ini ada yang mengawasi mereka" lapor anak buahnya itu.


"Karena baru saja mereka meningkatkan pengawalannya..." sambungnya.


"S***t! sepertinya aku harus mempercepat rencanaku..." batin Castillo.


"Cepat cari celah agar kita bisa masuk dan menangkap wanita itu!" titah Castillo yang kini hanya mengincar Amira.


"Baik tuan..." sahut anak buahnya itu.


Setelah mematikan ponselnya Castillo kembali mengamati apartemen tuan Sam. Tampak kini jendela apartemen itu tertutup gorden tebal hingga Castillo tak dapat melihat kegiatan orang yang berada di dalamnya. Padahal hanya dari jendela apartemen yang cukup lebar itu ia dapat mengawasi seluruh penghuni rumah. Karena untuk menaruh kamera tersembunyi di sana sangat sulit akibat pengamanan yang dilakukan oleh tuan Sam sangat ketat.


"Aku harus bersabar hingga mereka lengah... saat itulah aku akan menjalankan rencanaku..." batin Castillo.


Di dalam apartemen Amira menatap suaminya tak mengerti saat melihat semua gorden apartemen mereka sudah diganti dengan gorden yang lebih tebal ketika mereka baru pulang dari pesta Sandra dan Dave.


"Kapan kau menyuruh orang untuk mengganti gorden B?" tanyanya penasaran.


"Tadi setelah kau tunjukkan fotomu itu" terang tuan Sam.


Amira terkejut karena suaminya sudah seperti jin saja yang bisa langsung melakukan sesuatu hanya dengan menjentikkan jarinya.


"Tapi kenapa B?"

__ADS_1


"Apa kau mau pengintip itu melihat semua yang ada di dalam apartemen ini termasuk dirimu saat tak mengenakan hijab hem?" ucap tuan Sam sambil memeluk istrinya itu.


Amira langsung membelalakkan matanya karena tak memikirkan apa yang dikatakan oleh tuan Sam.


"Jadi orang itu..."


"Ya... aku tidak mau orang itu sampai melihatmu tanpa hijab apalagi sampai..." potong tuan Sam menggantung.


"Sampai apa B?" tanya Amira semakin penasaran.


Tuan Sam berbisik pada telinga Amira yang membuat wanita itu langsung menggeleng dan bergidik ngeri membayangkan ada orang lain yang melihat bagian tubuhnya selain suaminya.


"A... apa... orang... itu... sudah..." ucap Amira terbata.


"Tentu saja tidak Meyaa... aku tidak akan membiarkan orang lain melihat tubuhmu selain aku" potong tuan Sam yang mengerti kekhawatiran Amira.


"Db... apa sebaiknya kita pindah saja dari apartemen ini?" ucap Amira yang mulai merasa takut.


Bukan untuk dirinya namun demi keselamatan kedua putranya yang masih balita.


Amira pun mengangguk setuju dengan ucapan tuan Sam. Keduanya pun kemudian bersiap untuk tidur. Setelah mengetahui semua Amira menjadi semakin cemas dan rasanya ia ingin segera kembali ke Indo bersama keluarga kecilnya.


............


Sementara di tempat lain tampak Dave dan Sandra baru saja masuk ke dalam kamar hotel setelah acara resepsi yang sangat melelahkan. Bagaimana tidak ternyata meski hanya keluarga besar Dave dan beberapa kolega yang diundang oleh Dave yang datang, tapi tetap saja tamu undangan yang datang cukup banyak sehingga membuat keduanya merasa kelelahan. Setelah bergantian membersihkan diri keduanya kini telah bersiap untuk tidur.


Dave yang tahu jika istrinya kelelahan pun tak berniat meminta haknya langsung. Ia ingin Sandra merasa nyaman saat mereka nanti melakukan malam pertama mereka dan tidak dalam keadaan kelelahan. Sandra pun merasa bersyukur sebab ia sejak tadi sudah merasa gugup karena ini yang pertama baginya meski ia dulu berstatus janda.


Dan keduanya pun langsung tertidur begitu mereka mencium bantal. Rasa lelah memang sangat keduanya rasakan apa lagi saat acara resepsi tamu yang datang cukup banyak. Meski begitu rasa bahagia keduanya lebih mendominasi karena kini keduanya sudah menjadi pasangan yang halal. Pagi hari setelah sholat subuh Dave dan Sandra bersiap untuk pergi ke bandara untuk berbulan madu. Dave sengaja mengajak Sandra untuk berbulan madu ke Paris. Ia berharap suasana romantis disana akan membuat ia dan istrinya bisa segera mendapatkan momongan.


Keberangkatan keduanya ke bandara diantar oleh kedua orangtua Sandra dan juga Amira. Sedang tuan Sam tidak dapat ikut memgantar karena ada meeting penting yang harus ia hadiri. Setelah mengantar Sandra dan Dave ke bandara Amira kembali ke apartemen bersama kedua putranya dan juga pak Dahlan dan bu Zaenab. Saat melewati sebuah mini market kedua putranya meminta untuk membeli snack sehingga mereka pun berhenti sebentar disana. Ketika memasuki mini market tampak Sahir dam Samir langsung berlarian menuju ke arah bagian snack berada.


Pak Dahlan dan bu Zaenab pun segera mengikuti keduanya dari belakang. Tampak sekali jika keduanya sangat menyayangi si kembar seperti cucu mereka sendiri. Amira merasa senang melihat kasih sayang bu Zaenab dan pak Dahlan pada kedua putranya. Meski kedua orangtua kandungnya telah tiada namun kedua putranya masih mendapatkan kasih sayang dari pak Dahlan dan bu Zaenab seperti kakek dan nenek sebagai penggantinya.

__ADS_1


Amira yang juga ingin membeli beberapa keperluan rumah tangga pun langsung menuju bagian bahan makanan. Saat tengah asyik memilih tidak sengaja ia menyenggol troli milik pengunjung mini market yang lain. Dengan bahasa yang masih sedikit terbata Amira berusaha meminta maaf pada orang tersebut. Tak disangka jika orang itu ternyata juga berasal dari Indo yang membuat Amira merasa senang bertemu dengan rekan senegaranya.


"Aku senang sekali bertemu dengan sesama dari Indo..." kata Amira mengungkapkan rasa senangnya.


"Aku juga senang... oh iya perkenalkan namaku Kartika..." ucap wanita tersebut sambil mengulurkan tangannya.


"Amira..." sahut Amira memperkenalkan dirinya.


Keduanya pun langsung mengobrol dengan akrab. Apalagi Kartika termasuk wanita yang supel dan ramah membuat Amira langsung merasa nyaman berbincang dengannya. Keduanya pun berpisah saat pak Dahlan memanggil Amira karena Sahir dan Samir sudah mendapatkan apa yang mereka cari dan ingin segera pulang. Saat kembali ke dalam mobil Sahir dan Samir merengek agar di perbolehkan ikut pak Dahlan dan bu Zaenab ke hotel tempat keduanya menginap. Meski awalnya Amira keberatan namun setelah keduanya berjanji akan pulang sore harinya dan setelah mendapatkan izin dari tuan Sam akhirnya Amira pun mengizinkannya.


Setelah mengantar pak Dahlan dan bu Zaenab beserta kedua putranya ke hotel akhirnya Amira kembali ke apartemen sendiri hanya dengan seorang pengawalnya. Sementara pengawal yang lain tinggal bersama pak Dahlan dan bu Zaenab beserta Sahir dan Samir di hotel. Tak disangka saat menaiki lift Amira kembali bertemu dengan Kartika yang juga hendak menuju unit apartemennya.


Meski masih dikawal oleh pengawalnya Amira senang bisa kembali berbincang dengan Kartika di dalam lift. Apa lagi ternyata unit apartemen Kartika berada di lantai yang sama dengan unit apartemen Amira dan tuan Sam dan hanya berjarak satu unit apartemen sebagai pemisah antara kedua apartemen.


"Apa kau mau mampir dulu ke apartemenku?" tawar Kartika yang unit apartemennya lebih dekat letaknya dari lift.


"Ah... tidak terima kasih... mungkin lain kali saja..." tolak Amira karena harus menata barang belanjaannya terlebih dahulu.


"Baiklah..." sahut Kartika sambil membuka pintu apartemennya.


Kemudian wanita itu pun masuk dan Amira pun kembali berjalan ke unit apartemennya sendiri bersama pengawalnya. Sore harinya tuan Sam pulang bersama Sahir dan Samir karena sebelumnya dari kantor ia langsung menjemput kedua putranya dari hotel tempat pak Dahlan dan bu Zaenab menginap. Setelah kedua putranya tertidur malam harinya Amira menceritakan pertemuannya dengan Kartika pada tuan Sam. Terlihat Amira sangat senang memiliki teman baru saat Sandra tengah berbulan madu dan tidak berada disampingnya.


Saat Amira sudah tertidur tuan Sam langsung menghubungi Lukas untuk memyelidiki latar belakang Kartika. Ia tak mau kecolongan jika saja wanita itu ternyata bukan seperti pengakuannga pada Amira. Untuk saat ini ia memang harus waspada apalagi dari kabar yang ia dapatkan bahwa sampai saat ini Castillo belum juga tertangkap dan kabarnya ia telah berada di kota London. Tentang orang yang mengawasi keluarganya dari gedung apartemen yang berada di seberang apartemennya ia juga belum mendapatkan hasil karena pengelola gedung sangat menjaga privasi penghuninya sehingga sangat sulit untuk mendapatkan informasi tentang data penghuninya.


Meski begitu tuan Sam tidak menyerah meski mungkin ia akhirnya harus menyewa jasa hacker untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Selesai menghubungi Lukas ia pun kembali ke dalam kamar dan mendapati Amira yang masih tertidur pulas.


"Semoga saja apa yang sudah aku lakukan bisa untuk melindungimu dan anak-anak Meyaa... karena bagaimana pun kalian adalah harta yang paling berharga bagiku..." batin tuan Sam sambil mengecup kening istrinya itu sebelum ia akhirnya membaringkan tubuhnya disamping Amira dan mulai ikut memejamkan matanya sambil memeluk tubuh istrinya itu.


.......


Di Paris...


Dave dan Sandra baru saja selesai makan malam romantis berdua yang sengaja disiapkan oleh Dave di sebuah restoran mewah yang menyediakan makanan halal. Lalu kemudian keduanya menikmati keindahan kota Paris dari atas menara Eifell. Setelah itu mereka melanjutkan dengan berjalan-jalan di tepian sungai Seine. Sandra yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Paris tampak terkagum-kagum dengan pemandangan yang dilihatnya. Apa lagi ia menikmatinya bersama orang yang ia cintai. Begitu juga dengan Dave meski ia telah sering mengunjungi Paris baik untuk urusan bisnis mau pun dengan teman wanitanya dulu saat ia menjadi casanova namun berbeda dengan kini pria itu sungguh merasa berada dalam mimpi karena Sandra bisa bersama dengannya menikmati kota Paris berdua.

__ADS_1


Lelah berkeliling mereka pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Suasana kamar hotel pun terlihat berbeda saat keduanya memasukinya. Sepertinya Dave sengaja membawa Sandra berjalan-jalan keluar agar kamar mereka bisa di dekorasi sedemikian rupa agar memberikan kesan yang lebih romantis bagi keduanya untuk menghabiskan malam berdua. Dave benar-benar memperlakukan Sandra bak ratu sehingga membuat Sandra merasa tersanjung. Sepertinya malam ini akan menjadi malam pertama bagi keduanya...


__ADS_2