BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Cemburu


__ADS_3

Amira masih sedikit kesal pada suaminya yang mengajak kedua putranya keluar tanpa memberitahukannya terlebih dahulu. Bukan masalah mereka keluar yang membuat Amira geram tapi justru pandangan para wanita yang diluar sana yang tak bisa dikendalikan yang jika sudah menatap suaminya itu akan berubah bak serigala betina yang kelaparan.


Sejak Keysha yang berani terang-terangan menunjukkan jika wanita itu juga menginginkan suaminya membuat Amira menjadi waspada. Apalagi ia sadar dengan bentuk fisiknya yang di luar standar alias chubby. Terlebih ia baru saja hamil dan melahirkan dua anak kembar. Mungkin karena hormon setelah melahirkan yang mempengaruhi sikap Amira yang biasanya cuek menjadi sensitif.


Dengan sedikit ketus Amira mengambil kedua buah hatinya dan menggendong keduanya dengan kedua tangannya. Tuan Sam yang melihat jika istrinya sedang merajuk langsung mengambil Sahir dari tangan kiri Amira.


"Jangan memaksa untuk menggendong keduanya Meyaa..." ucapnya lembut.


Amira hanya mendengus tapi ia tidak menolak saat Sahir diambil oleh tuan Sam. Dengan menggendong Samir, Amira pun langsung masuk ke dalam rumah. Sedang tuan Sam langsung mengekor dibelakangnya sambil menggendong Sahir. Untung saja kedua bayi itu tidak rewel dan hanya diam didalam gendongan kedua orangtua mereka masing-masing. Setelah meletakkan Samir di karpet tebal yang berada di ruang keluarga Amira pun ikut merebahkan diri disamping putranya itu. Demikian juga dengan tuan Sam yang juga meletakkan Sahir di samping Samir.


Ia tak ikut merebahkan diri namun sengaja menggoda kedua putranya itu dengan memainkan mimik wajahnya di depan kedua bayi itu. Seakan mengerti jika ayah mereka sedang mengajak bermain kedua bayi itu pun tertawa dan menggoyangkan kedua tangan dan kaki mereka. Amira yang semula masih cemberut akhirnya tak tahan dan ikut tertawa saat melihat kelakuan konyol suami dan kedua putranya itu.


Saat melihat jika istrinya sudah mulai tertawa tuan Sam pun tersenyum senang.


"Maaf sudah membuatmu cemburu Meyaa..." ucap tuan Sam lembut sambil memandang istrinya.


Amira terdiam. Sesungguhnya ia tak bisa menyalahkan suaminya jika ingin berjalan-jalan keluar bersama putra mereka. Hanya saja setiap kali ia membayangkan wajah para wanita yang mendamba suaminya tak urung membuatnya langsung geram. Melihat Amira hanya diam tuan Sam pun bergeser mendekati istrinya. Tanpa aba-aba tuan Sam langsung mencium pipi Amira yang sontak membuat wanita itu terkejut.


"Db!" serunya.


"Apa?" tanya tuan Sam seolah tak bersalah.


"Apa kau tidak takut jika ada orang yang melihat apa yang kau lakukan?"


"Memang kenapa kan memang sudah wajar .... karena kau istriku. Lagi pula sudah ada yang melihatnya..."


"Siapa?" tanya Amira langsung duduk sambil celingukan mencari seseorang yang sekiranya sempat melihat saat tuan Sam menciumnya.


"Ini!" tunjuk tuan Sam pada kedua bayi mereka.


Kedua bayi kembar itu pun tertawa seolah mengerti dengan percakapan kedua orangtua mereka. Amira langsung menepuk lengan suaminya dengan gemas. Sedang tuan Sam langsung memeluk tubuh istrinya itu.


"Lepas B... anak-anak memperhatikan kita"


"Ga pa-pa biar mereka belajar untuk selalu menyayangi bunda mereka" sahut tuan Sam makin mempererat pelukannya.


"Tapi kalau ada orang lain yang melihat bagaimana?"


"Sudah ... ga akan ada yang melihat... aku sudah suruh semua orang untuk tidak kemari sebelum aku memanggil mereka" terang tuan Sam yang membuat Amira ternganga dengan tingkah suaminya itu.


"Kau tahu... jika ada yang kau rasakan jangan pernah dipendam sendiri... ada aku yang siap untuk menjadi tempatmu mencurahkan semua keluh kesahmu... bersandarlah selalu dipundakku... seperti juga aku yang akan selalu bersandar padamu..." ucap tuan Sam lembut.


Amira mengangguk pelan. Matanya sudah berkaca-kaca mendengar perkataan suaminya itu. Jujur sejak ia kehilangan kedua orangtuanya ia tak pernah lagi terbuka pada orang lain tentang isi hatinya. Cukup lama Amira menjadi pribadi yang tertutup dan tak mempercayai orang lain untuk mengetahui isi hatinya. Kini mendengar ucapan tuan Sam membuatnya merasa jika hidupnya semakin sempurna. Ia memiliki suami yang tampan dan pengertian padanya juga dua buah hati yang menggemaskan sungguh tak pernah Amira menduganya.


"Maafkan aku B... jika aku belum menjadi istri yang sempurna untukmu..." ucapnya.


"Kau selalu sempurna untukku jadi jangan pernah merasa minder dari yang lain karna bagiku tak ada yang bisa menyamai Meyaaku" sahut tuan Sam.


..........


Di kantornya tampak Dave Tylor tengah membaca berkas mengenai Keysha dari asistennya yang bernama Tony.


"Jadi pemegang saham baru pada hotel itu ternyata Samudra?"


"Benar tuan... tapi sepertinya nona Keysha tidak mengetahuinya karena sepertinya tuan Samudra sengaja menutupinya" terang Tony.


"Hemm... sebenarnya apa yang membuat Sam melakukan itu?"


"Sepertinya ia ingin menahan nona Keysha agar tidak kembali ke Indo tuan"

__ADS_1


"Tapi kenapa?"


"Tidak ada yang tahu pasti tuan.... tapi sepertinya tuan Sam tidak ingin nona Keysha mengganggunya lagi apa lagi sekarang dia sudah menikah dan memiliki dua putra"


"Memangnya Keysha tertarik dengan Sam?"


"Iya tuan ... semua orang yang mengenal mereka tahu jika sejak dulu nona Keysha selalu mengejar tuan Sam apalagi semenjak mantan tunangannya dulu meninggal karena kecelakaan"


"Coba kau perlihatkan foto keluarga Sam sekarang!" kata Dave yang penasaran dengan sosok wanita yang membuat Sam sama sekali tak melirik Keysha.


Tony pun lalu memperlihatkan foto pernikahan tuan Sam dan juga beberapa foto lain termasuk foto baby twins.


"Inikah wanita yang berhasil menarik perhatian Sam?" tanya Dave tak percaya.


"Iya tuan...."


"Tapi bagaimana bisa wanita biasa seperti dia bisa membuat seorang Sam bertekuk lutut?"


"Karena dia tidak seperti kelihatannya tuan" sahut Tony sambil memberikan vidio rekaman saat Amira tengah mengendarai moge dengan baju pengantin.


"Dia sedang apa?" tanya Dave penasaran.


"Sedang mengejar penculik yang membawa adik tuan Sam... Sarah" terang Tony.


Kemudian ia juga memberikan vidio yang didapat saat Amira tengah melawan Vallery. Saat itu memang salah satu anak buah Vallery merekam diam-diam pertarungan keduanya dan berencana untuk memviralkannya tapi orang suruhan Tony berhasil mendapatkannya terlebih dahulu setelah memberikan uang yang cukup banyak pada orang itu.


Dave ternganga melihat aksi Amira yang tak seperti wanita kebanyakan. Apalagi saat ia menyadari jika pertarungan itu terjadi saat Amira tengah hamil besar karena Dave dapat melihat dengan jelas perut wanita itu yang membuncit bukan hanya karena kegemukan tapi juga karena sedang hamil.


"Jadi sekarang tuan bisa faham kan mengapa tuan Sam bisa jatuh hati padanya..." kata Tony.


Dave hanya bisa mengangguk karena sesungguhnya kini ia tengah terpana melihat wanita hamil yang sedang bertarung mati-matian lewat ponselnya. Terlihat tak sedikit pun wajah wanita itu menunjukkan jika ia takut. Justru kemarahan yang tergambar jelas saat lawannya terus mengincar perutnya.


"Benar-benar wanita yang unik..." gumam Dave sambil tersenyum samar.


"Entahlah... tapi akan aku fikirkan dulu sebelum aku bisa mengambil keputusan..." sahut Dave.


Tony pun mengangguk mengerti dengan jalan fikiran dari bosnya itu. Kemudian pria itu pun pamit dan keluar dari ruangan Dave. Sedang Dave tengah asyik menyaksikan rekaman pertarungan Amira dan Vallery. Saat detik terakhir dimana terlihat Amira dengan cepat merebut pistol dari tangan Vallery dan menembakkannya kearah wanita itu membuat Dave berdecak kagum.


"Dari mana kau menemukan wanita itu Sam? dia itu lebih cocok sebagai bodyguard dibanding ibu rumah tangga" batin Dave.


...........


Saat Amira baru saja kembali dari kamar kedua putranya setelah menidurkan keduanya ia melihat jika suaminya tengah sibuk dengan laptopnya diatas tempat tidur. Perlahan Amira menghampiri suaminya itu.


"B..."


"Hemmm..."


"Bisakah aku meminta sesuatu?" tanya Amira sambil memandang suaminya.


"Apa?" tanya tuan Sam langsung mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada dipangkuannya dan memandang pada Amira.


"Aku ingin ke makam ayah dan ibuku..." ucap Amira.


Tuan Sam dapat melihat jika istrinya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Kenapa tiba-tiba?" tanya lembut sambil mematikan laptopnya dan meletakkannya diatas nakas.


"Bukan tiba-tiba... setelah melahirkan Sahir dan Samir aku merasa ingin mengunjungi mereka... aku juga ingin menunjukkan putra kita pada mereka..."

__ADS_1


"Baiklah... tapi jangan sekarang ya... mereka masih terlalu kecil untuk bepergian jauh...." ucap tuan Sam sambil memeluk tubuh Amira.


"Aku mengerti..." sahut Amira.


"Apa kau sangat merindukan mereka?"


Amira mengangguk.


"Aku bahkan melihat mereka saat akan melahirkan Sahir dan Samir, B..." adu Amira.


"Benarkah?"


"He emm.." sahut Amira sambil mengangguk tegas.


"Itu berarti mereka tak ingin kau merasa kesepian saat melahirkan Meyaa..."


"Mungkin saja... tapi kini aku merindukan mereka B... mengapa dalam mimpi pun mereka tak lagi mau hadir?"


"Jangan terlalu difikirkan sayang... mungkin itu berarti jika mereka sudah merasa tenang melihat keadaanmu sekarang yang sudah menjadi seorang ibu..." ujar tuan Sam menenangkan.


"Sekarang tidurlah... nanti jika si kembar sudah berusia dua bulan kita ke makam ayah dan ibu" kata tuan Sam.


"Kalau begitu bisakah sebelumnya kita ke makam papa dan mama juga kak Karina?" tanya Amira.


"Iya..."


"Terima kasih B..." ucap Amira dengan wajah berseri-seri.


"Hemmm tapi itu semua tidak gratis lho" ucap tuan Sam sambil tersenyum licik.


"Db... kau ini kenapa perhitungan sekali sih? aku kan istrimu... sedang mereka itu orangtuamu!" sungut Amira.


"Hei kenapa kau jadi sangat pemarah sih?" tanya tuan Sam sambil menahan senyum melihat istrinya yang mulai merajuk.


"Aku tidak marah..." ucap Amira ketus.


"Terus kenapa itu bibir dimoyongkan? mau dicium?" kata tuan Sam dengan wajah datar.


Amira langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tuan Sam langsung terkekeh melihat tingkah istrinya yang tak pernah berubah selalu saja malu jika sudah membahas hal romantis.


"Aku mau tidur saja" ucap Amira akhirnya lalu langsung merebahkan tubuhnya disamping tuan Sam.


Tuan Sam pun ikut merebahkan dirinya.


"Apa kau masih marah?" tanya tuan Sam saat melihat Amira yang menutupi wajahnya dengan selimut.


"Hemm..."


"Baiklah... jika kau masih marah... tapi jangan kau bawa sampai tidur... jika tidak nanti..." tuan Sam menggantung ucapannya.


"Jika tidak kenapa?" tanya Amira yang langsung menurunkan selimut dari wajahnya karena penasaran.


"Jika tidak kau akan bermimpi buruk"


"Benarkah?"


"Tidak percaya? coba saja"


Amira terdiam. Jika menghadapi penjahat ia pasti berani tapi mimpi buruk? itu hal yang paling ia takuti sebab dalam mimpi ia tidak dapat mengendalikan otaknya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa? apa kau takut?" tanya tuan Sam.


Tiba-tiba Amira langsung memeluk suaminya erat. Membuat tuan Sam kaget sekaligus senang. Dia pun langsung tersenyum dan membalas pelukan Amira.


__ADS_2