BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Resah


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Anna, Raja tak pernah melepaskan genggaman tangannya pada Anna. Meski ia harus menyetir hanya dengan satu tangan, ia tak merasa masalah. Saat mobil yang mereka tumpangi hampir sampai di depan gerbang rumah Anna tiba-tiba Raja menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Ada apa?" tanya Anna sambil memandang ke arah Raja.


"Berikan ponselmu!" titah Raja.


Anna pun mengangsurkan ponselnya pada Raja. Sejenak Raja mengetikkan sesuatu di ponsel Anna dan tampak menghubungi seseorang. Tak lama terdengar suara dering ponsel dari saku jas Raja. Rupanya pria itu menghubungi ponselnya sendiri menggunakan ponsel Anna.


"Ini... yang baru saja kuhubungi itu nomor ponselku... jadi kita bisa saling berhubungan..." terang Raja sambil mengembalikan ponsel Anna.


Anna pun memandang nomor baru yang masuk pada ponselnya dan tersenyum. Selama ini meski sedari kecil ia telah mengenal Raja namun gadis itu tidak pernah tahu nomor ponsel pria itu. Karena Raja hanya berhubungan dengan para orangtua. Sedang dia bersama anak yang lainnya hanya bisa berkirim pesan lewat kedua orangtua mereka masing-masing.


"Honey Bee..."


"Ya?"


"Besok aku jemput sepulang sekolah ya?"


"Tapi bagaimana dengan mama papa?"


"Biar aku yang akan meminta izin pada keduanya..." sahut Raja sambil tersenyum dan meraih tangan Anna dan mengecup punggung telapak tangan gadis itu dengan lembut.


Anna hanya bisa mengangguk setuju. Walau bagaimana pun ia juga ingin sering bertemu dengan kekasihnya itu. Hanya saja ia juga tidak tahu alasan apa yang akan digunakan Raja agar mereka bisa kembali bertemu besok. Raja kembali menyalakan mobilnya dan melajukannya ke rumah tuan Bram dan nyonya Sarah. Sesampainya di depan rumah Raja langsung keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu mobil untuk Anna. Dengan lembut ia juga menggandeng tangan gadis itu untuk masuk ke dalam rumah.


Nyonya Sarah tampak lega saat melihat Raja yang sudah mengantarkan putrinya pulang bahkan sebelum jam sembilan malam. Ia tak begitu memperhatikan tautan tangan keduanya karena ia mengangap itu biasa.


"Apa kau berhasil?" tanya nyonya Sarah yang mengira jika Raja berhasil menolak satu lagi wanita yang ingin mendekatinya.


"Tentu saja..." sahut Raja sambil tersenyum.


Saat itulah nyonya Sarah menyadari jika putrinya tak mengenakan baju yang tadi sore ia kenakan dari rumah. Gadis itu malah mengenakan gaun malam yang mahal. Dan itu membuat penampilan Anna menjadi berubah dan terlihat lebih dewasa. Walau putrinya itu tak mengenakan riasan tebal tetap saja tubuh Anna yang proporsional membuatnya terlihat lebih dewasa dan anggun.


"Apa yang kau lakukan pada putri ku ha? kau menggunakannya sebagai alasan untuk menolak seorang wanita? apa kau mengakui putriku sebagai pasanganmu agar wanita itu mundur?" cecar nyonya Sarah.


"He... he... he... maaf..." sahut Raja bersikap seolah telah melakukan kesalahan besar.


"Sudahlah ma... yang penting kan Anna tidak didandani yang aneh-aneh..." ujar tuan Bram.


"Anna masuk dulu ya ma... pa... om..." pamit Anna yang sudah merasa lelah.

__ADS_1


"Iya... kau istirahatlah sayang" ucap nyonya Sarah.


Sementara tuan Bram hanya menganggukkan kepalanya pada putrinya itu. Lain lagi dengan Raja. Pria itu tampak memberikan kode jika ia akan menghubungi gadis itu segera. Anna tersenyum dan melangkahkan kakinya ke dalam kamarnya. Sementara nyonya Sarah nampak masih penasaran dengan wanita yang telah ditolak oleh Raja kali ini. Ia penasaran karena baru kali ini pria itu meminta pertolongan apa lagi sampai melibatkan putrinya. Sedang Raja ia pun terpaksa mengarang cerita tentang wanita yang ia tolak agar nyonya Sarah dan tuan Bram curiga dengan hubungannya dengan Anna yang baru saja terjalin.


"Kalau begitu aku pulang dulu ya... terima kasih sudah mengizinkan Anna untuk membantuku..." kata Raja.


"Iya... hanya saja jangan selalu menolak wanita Raja... kau juga harus mempunyai pasangan... agar ada yang bisa mengurusmu..." kata nyonya Sarah yang merasa jika Raja juga membutuhkan pasangan dan bisa membina rumah tangga.


"Aku tahu... oh iya... besok aku ingin mentraktir Anna karena sudah mau membantuku tadi... jadi bolehkah aku menjemputnya di sekolah besok?" tanya Raja.


"Kau tidak perlu mentraktirnya karena sudah membantumu Raja..." jawab nyonya Sarah merasa tidak enak jika putrinya menerima imbalan karena sudah membantu seseorang.


"Tidak apa-apa... lagi pula jarang sekali aku bisa mentraktirnya sejak dia mulai remaja..." sahut Raja sambil tersenyum.


"Baiklah... jika itu maumu..." ujar nyonya Sarah akhirnya.


Tuan Bram pun tampak tidak keberatan jika Raja yang menjemput Anna dibandingkan pemuda bernama Devan yang juga meminta izin pada istrinya untuk menjemput Anna. Ya nyonya Sarah sudah menceritakan tentamg Devan yang datang ke rumah mereka untuk meminta izin menjemput Anna di sekolahnya. Dan tuan Bram langsung menyelidiki pemuda itu begitu istrinya menceritakan jika terlihat pemuda itu tengah mendekati putri mereka. Dan dari pemyelidikan orang kepercayaannya ia melihat rekam jejak Devan yang berhubungan dengan banyak wanita.


Terus terang saja tuan Bram lebih mempercayai Raja yang mantan mafia dari pada Devan yang seorang petualang wanita. Setidaknya Raja itu tipe pria yang setia. Karena selama ini ia tidak pernah melihat atau pun mendengar Raja yang bermain dengan wanita meski hingga saat ini pria itu belum juga mau menikah. Tuan Bram tidak ingin apa yang terjadi pada dirinya dan nyonya Sarah di masa lalu terjadi juga pada putri mereka. Sebisa mungkin ia akan berusaha melindungi putrinya dari pria yang suka mempermainkan wanita.


............


Di dalam kamarnya setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur favoritnya, Anna tampak bersiap untuk tidur. Saat ia membuka ponselnya tampak beberapa panggilan tak terjawab dari nomor Devan. Ya Anna memang masih menyimpan nomor pemuda itu karena ia tidak menganggap hal itu mengganggu. Namun ia juga agak mengerutkan keningnya saat beberapa panggilan Devan tadi masuk ke ponselnya.


"Ah sudahlah... kalau memang ada keperluan yang penting nanti juga dia akan menelfon lagi..." sambung Anna dalam hati.


Kemudian gadis itu meletakkan kembali ponselnya diatas nakas disamping tempat tidurnya. Setelah itu Anna menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidurnya. Kini ia tengah menunggu telfon dari Raja karena tadi kekasihnya itu memberi kode jika akan menelfonnya. Kekasih... Anna tersenyum saat teringat jika saat ini dia sudah memiliki seorang kekasih. Dan dia adalah cinta pertamanya yang semula ia kira tidak akan pernah terungkap apa lagi terbalaskan seperti yang kini terjadi. Raja... pria dewasa yang sudah membuat hati Anna terpaut bahkan saat usianya masih sangat belia. Memendam rasa hingga akhirnya berusaha menghindarinya nyatanya tak membuat rasa itu menghilang dari hatinya.


Namun Anna merasa sangat beruntung karena kini ia tahu jika Raja juga mencintainya dan kini mereka sudah menjadi sepasang kekasih. Entah bagaimana nasib masa depan cinta mereka nantinya karena rentang usia yang teramat jauh bisa jadi penghalang terbesar keduanya untuk mendapatkan restu dari keluarga Anna. Tapi untuk saat ini Anna hanya ingin menikmati setiap momennya saja saat bersama kekasihnya itu. Ia tak ingin memikirkan masa depan yang belum pasti. Saat itulah ponsel Anna berbunyi segera Anna meraih ponsel yang tadi ia letakkan diatas nakas, dan saat Anna melihat siapa yang menghubunginya ia pun langsung tersenyum cerah.


"Malam Honey Bee..." ucap Raja begitu wajah Anna muncul dilayar ponselnya.


Ya saat ini Raja melakukan sambungan vidio call dengan Anna.


"Malam MB..." sahut Anna sambil tersenyum manis.


"Kau belum tidur?"


"Bukankah kau yang menyuruhku untuk menunggu telfonmu?" sahut Anna masih dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Gadis pintar..." ujar Raja senang kekasih kecilnya itu mau menurutinya.


"Apa mama sama papa mengizinkanmu untuk menjemputku besok?" tanya Anna yang sudah tidak sabar.


"Tentu saja Honey Bee... kau tahu siapa aku kan? apa yang tidak bisa dilakukan oleh Raja..." sahut Raja sambil terkekeh.


Anna hanya bisa mengerucutkan bibirnya saat mendengar ucapan percaya diri kekasihnya itu. Ia tahu bagaimana kedekatan Raja dengan kedua orangtuanya selama bertahun-tahun. Maka dari itu tentu saja sangat mudah bagi pria itu untuk mendapatkan kepercayaan dari kedua orangtuanya untuk sekedar menjemput dirinya di sekolah.


"Kau cantik sekali sayang..." ucap Raja tiba-tiba membuat Anna tertegun dan wajah cantiknya kembali merona.


"Kau juga tampan..." sahut Anna malu-malu.


Anna yang masih polos tampak sangat kaku saat suasana romantis membuat Raja yang meski sudah dewasa namun minim pengalaman cinta pun ikut dibuat bak ABG yang baru mengenal cinta. Hal ini membuat keduanya sedikit canggung saat ini. Setelah saling diam beberapa lama Raja pun berinisiatif untuk mengakhiri panggilanya.


"Kau tidurlah Honey Bee... agar besok kau tidak lelah..." kata Raja yang membuat Anna memandang wajah kekasihnya itu sendu.


Kiranya Anna masih ingin memandang wajah Raja lebih lama. Namun bibir gadis itu seakan terkunci karena malu.


"Ingat... kau masih harus sekolah sayang... agar kau bisa cepat lulus dan kita bisa segera berbicara dengan kedua orangtuamu agar kita bisa segera bersama..." terang Raja memberikan pengertian pada kekasih kecilnya itu.


Anna tersentak mendengar penjelasan Raja. Ia tak menyangka jika pria itu sudah merencanakan segala tentang mereka.


"Aku mencintaimu Anna... dan aku pria dewasa tak mungkin aku tidak serius terhadap hubungan kita... meski aku tahu usiamu masih sangat muda... tapi aku ingin kau juga mengerti dan siap jika nanti secepatnya aku akan melamarmu pada kedua orangtuamu..." terang Raja lagi.


"Aku katakan ini sekarang agar kau tahu jika aku sama sekali tidak main-main denganmu sayang..."


"Aku tahu MB..." sahut Anna.


Mencintai pria dewasa memang membuat Anna juga harus ikut bersikap dewasa untuk bisa mengimbangi sifat kekasihnya itu. Dan serius dengan komitmen adalah salah satunya. Kini Anna mulai berfikir jika sudah jalannya nanti ia juga harus bisa siap melepas masa lajangnya diusia yang masih sangat muda.


"Jangan terlalu kau fikirkan sekarang tentang hal yang aku bicarakan tadi Honey Bee... hanya saja aku ingin memberimu sedikit gambaran saja jika kau memutuskan untuk tetap bersamaku..."


"Aku tahu... dan aku sangat mengerti MB..." sahut Anna yakin.


Keduanya pun saling berpamitan sebelum akhirnya menutup panggilan vidio mereka. Setelah mematikan sambungan telefon Anna tampak merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil memandang langit-langit kamarnya.


"MB benar... usianya dan usiaku jauh berbeda... jika kami memutuskan untuk tetap bersama itu berarti aku juga harus siap untuk segera menikah dengannya..." gumam Anna.


"Menikah? akh... membayangkannya saja aku belum bisa... tapi jika kau benar-benar mencintainya bukankah itu hal yang wajar jika aku menikahi om Raja?" batin Anna dengan wajah merona membayangkan dirinya menjadi nyonya Raja.

__ADS_1


Sementara Raja tampak tersenyum setelah mematikan ponselnya. Akh... mengapa ia kini merasa seperti sedang puber kedua? mencintai gadis yang terpaut sangat jauh dengannya dan jika orang tahu maka ia akan dicap sebagai seorang pedofil. Apa lagi usia Anna yang masih belasan tahun. Ia jadi membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika sampai tuan Bram dan nyonya Sarah tahu jika dia mencintai putri mereka. Bahkan kini keduanya sudah menjadi sepasang kekasih. Apa pula yang akan difikirkan oleh tuan Sam dan juga Amira?


Raja tersenyum kecut saat membayangkan jika keluarga kekasihnya itu nanti akhirnya tahu semuanya. Apa lagi masa lalunya yang mantan kriminal apa akan membuat keluarga itu menerima dirinya menjadi suami Anna? Lagi Raja mendesah pelan. Saat cintanya tak bertepuk sebelah tangan, namun rintangan yang menghadang juga sangat berat. Restu dan masa lalunya menghantui hubungan percintaannya dengan Anna...


__ADS_2