BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Sah


__ADS_3

Setelah acara lamaran saat malam tahun baru Anna pun kembali ke Oxford bersama Risa untuk melanjutkan kuliahnya. Sementara semua persiapan pernikahan ia serahkan pada kedua orangtuanya terutama mamanya. Amira pun ikut membantu persiapan tersebut. Sedangkan Risa ternyata langsung mendapatkan lampu hijau dari kedua orangtuanya tentang hubungannya dengan Zaeed. Kedua gadis itu pun kembali fokus kuliah meski kini keduanya sudah memiliki kekasih dan calon suami.


Tak terasa hari pernikahan Raja dan Anna pun hampir tiba. Saat ini Anna dan Risa tengah bersiap untuk pulang ke Indo karena hari pernikahan Anna tinggal satu minggu lagi. Meski mengambil saat libur musim panas nyatanya Anna tetap harus mengambil cuti kuliah pasalnya kedua orangtuanya menginginkan putri mereka juga menjalani ritual adat yang salah satunya menjalani acara pingitan. Karena itu lah Anna pulang ke Indo dua hari sebelum libur musim panas di mulai.


Kali ini Anna dan Risa pulang hanya berdua karena Raja akan pulang langsung dari New York. Sementara Zaeed akan datang ke Indo saat acara pernikahan karena ia harus kembali ke negaranya terlebih dahulu untuk memboyong keluarganya. Disamping menghadiri pernikahan Anna, Zaeed sengaja menggunakan momen ini untuk mengenalkan keluarganya pada keluarga Risa karena ia juga berharap dapat segera menyusul menuju pelaminan.


Satu minggu kemudian...


Anna terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya modern dan riasan sederhana yang menampakkan kecantikan alaminya. Rambutnya yang panjang kini disanggul kecil dengan hiasan bunga segar membuat calon pengantin itu tampak sangat anggun. Nyonya Sarah sedari tadi sudah tampak berkaca-kaca menyaksikan putri sulungnya itu akan menikah beberapa saat lagi. Sungguh sebagai ibu ia tak menyangka akan melihat putrinya itu menikah diusia yang masih terbilang muda. Sembilan belas tahun... rasanya waktu terlalu singkat baginya untuk melepaskan tanggung jawabnya sebagai orangtua dan memberikan putrinya itu pada Raja yang sebentar lagi akan menjadi suami Anna.


"Mama..." panggil Anna yang baru saja selesai dirias.


Gadis itu tampak mulai berkaca-kaca saat melihat mamanya yang memandanginya sendu.


"Jangan menangis sayang... nanti riasanmu rusak..." ucap nyonya Sarah menghampiri putrinya itu.


"Mama juga jangan menangis..."


"Mama tidak menangis... hanya terharu karena sebentar lagi putri mama akan menjadi milik suaminya..." terang nyonya Sarah tersenyum dan mengelus kepala putrinya lembut.


"Maafin Anna ma... jika selama ini sudah melakukan kesalahan dan membuat papa sama mama kecewa..."


"Tidak sayang... kamu putri kami yang paling baik..." sahut nyonya Sarah.


Ibu dan anak itu pun tampak saling berpelukan.


"Kakak..." terdengar suara Amira yang akan masuk ke dalam kamar Anna.


"Ya?"


"Sebentar lagi ijab kabul akan dilaksanakan... jadi bersiaplah..." Amira memberitahu, ia datang bersama Risa.


"Iya... kau juga disini untuk menemani Anna... kau juga bundanya Ra..." kata nyonya Sarah.

__ADS_1


"Terima kasih kak..." ujar Amira yang kemudian mendekat ke arah nyonya Sarah dan Anna.


"Putri bunda cantik banget... semoga pernikahan kalian langgeng dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah..." do'a Amira.


"Amiin..." sahut Anna.


Nyonya Sarah dan Risa juga ikut mengaminkan.


"Selamat ya Ann..." ucap Risa.


"Terima kasih Ris... semoga kau juga bisa cepat menyusul..." sahut Anna yang diamini oleh semua yang ada diruangan itu.


Acara ijab kabul pun dimulai... sengaja acara itu dilaksanakan dirumah agar lebih bersifat privat dan kekeluargaan. Raja dengan lantang dan mantap mengucapkan ikrar ijab kabul. Meski sebelumnya pria matang itu sempat gugup namun saat sudah menggenggam tangan tuan Bram sebagai wali nikah Anna ia pun dapat dengan lancar mengucapkan ikrar yang membuat dirinya dan Anna kini sah menjadi suami istri. Sedang suara tuan Bram agak bergetar saat menyerahkan putri sulungnya itu pada Raja.


Teringat olehnya jika belum lama rasanya ia menggendong Anna dalam pelukannya. Celotehan manja saat balita dan juga peristiwa pahit yang harus dihadapi saat dirinya sempat tergoda dosa. Rasanya beberapa tahun terakhir yang ia habiskan untuk menebus kesalahannya dulu belum cukup dan kini putrinya harus pergi mengikuti suaminya. Sudut mata tuan Bram berembun namun senyumannya tak pudar karena ia yakin telah menyerahkan putrinya pada orang yang tepat.


Tuan Sam yang duduk di dekatnya pun menepuk pundak tuan Bram memberikan dukungan. Ia tahu jika adik iparnya itu tengah teringat dengan masa lalunya.


Setelah Raja selesai mengucapkan ijab kabul, Anna yang selama acara ada di dalam kamarnya akhirnya dibawa keluar menemui Raja yang kini sudah sah menjadi suaminya. Dengan diiringi oleh mama dan juga bundanya serta Risa, Anna berjalan perlahan untuk menemui suaminya. Raja dan para tamu undangan tampak terpana dengan penampilan pengantin wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun. Raja bahkan tak percaya jika Anna bisa terlihat lebih dewasa dengan riasannya. Pria itu tampak tak pernah melepas senyumnya saat melihat Anna datang menghampirinya.


Setelah Anna duduk disampingnya Raja pun menyematkan cincin pernikahan di jari Anna dan kemudian Anna pun memasangkan cincin di jari Raja. Kemudian Anna mengecup punggung tangan suaminya sebagai tanda baktinya demikian juga Raja yang mencium kening Anna yang kini sudah sah menjadi istrinya. Acara pun dilanjutkan dengan resepsi yang akan diadakan di hotel. Oleh karena itu setelah acara ijab mereka langsung berganti pakaian dan bersiap untuk pergi ke hotel. Sengaja mereka memilih langsung mengadakan resepsi setelah acara ijab di pagi hari agar malam harinya mereka bisa langsung beristirahat. Karena itu pula hari pernikahan dipilih saat weekend agar tidak mengganggu jam kerja para tamu undangan.


Acara resepsi pun digelar dengan sangat meriah. Maklum ayah Anna termasuk pengusaha sukses begitu juga dengan unclenya Sam. Ditambah lagi Raja juga memiliki usaha yang tidak kalah sukses dan berbasis di New York. Meski begitu banyak dari koleganya yang rela datang jauh-jauh hanya untuk bisa hadir di acara pernikahan Raja. Mereka sangat penasaran dengan wanita yang telah menaklukkan hati pria yang terkenal dingin pada wanita itu. Dan espektasi mereka sungguh pas bahkan diluar dugaan mereka karena selain cantik istri dari Raja itu juga masih berusia belia. Ya... meski mengenakan gaun dan make up yang membuatnya terlihat dewasa namun tetap saja kesan belia masih tampak pada wajah sang penantin wanita.


Para tamu undangan merasa jika keduanya sama-sama beruntung sudah mendapatkan satu sama lain sebagai pasangannya. Dan keduanya pun terlihat sangat serasi meski usia keduanya terpaut sangat jauh. Selesai acara resepsi para anggota keluarga termasuk pasangan pengantin pun beristirahat di hotel. Jika anggota keluarga yang lain akan pulang malam harinya maka tidak dengan pasangan pengantin baru itu. Keduanya akan masih menginap di hotel untuk semalam sebelum akhirnya mereka akan bertolak ke bandara keesokan harinya. Raja dan Anna memang akan langsung berbulan madu dengan pergi menggunakan pesawat pribadi menuju ke kepulauan Maldives.


Kini Raja dan Anna sudah berada di dalam kamar hotelnya setelah tadi selesai acara resepsi pernikahan mereka. Anna tampak agak canggung karena berada satu kamar dengan Raja yang baru saja resmi menjadi suaminya. Meski masih belia tapi ia sudah tahu tentang kewajibannya sebagai seorang istri. Kehidupan di luar negeri membuatnya faham tentang hubungan antara pria dan wanita dengan melihat perilaku sekitarnya. Meski ia tak mengikuti arus namun setidaknya ia tahu apa itu hubungan suami istri.


Dan kini ia menjadi sangat gugup saat akan melakukannya dengan Raja. Raja yang sedari tadi melihat jika Anna tengah gugup pun tersenyum kecil. Pasalnya gadis yang sebentar lagi akan menjadi wanita seutuhnya itu tampak sangat menggemaskan dengan wajah meronanya.


"Ayo aku bantu membukanya..." ucap Raja sambil mendekat kearah Anna yang terlihat agak kesusahan saat membuka gaun pengantinnya yang berbentuk princes dengan rok yang lebar.


Anna bertambah gugup saat menyadari jika Raja sudah berada dibelakangnya dan sedang membuka resleting gaunnya. Dengan perlahan Raja membuka resleting gaun Anna yang kemudian menampakkan punggung mulus istrinya itu. Tubuh Anna meremang saat merasakan hembusan nafas Raja yang terasa hangat menyentuh leher dan juga punggungnya. Nafas Raja pun sudah menjadi berat karena mulai dilanda gairah. Meski begitu ia berusaha menahannya karena waktunya yang belum tepat.

__ADS_1


"Sudah..." ucapnya setelah resleting itu terbuka seluruhnya.


"Kau mandilah... sebentar lagi waktunya sholat ashar..." sambungnya sambil menghembuskan nafasnya pelan.


Anna mengangguk pelan... sesungguhnya ia tadi juga tengah menahan dirinya. Raja langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan memejamkan matanya. Sungguh ia harus menenangkan dirinya dulu begitu juga dengan adik kecilnya yang kini sudah mulai menegang di bawah sana. Sedang Anna langsung menuju ke kamar mandi setelah berhasil melepaskan seluruh gaunnya. Cukup lama Anna membersihkan dirinya hingga akhirnya ia keluar dari kamar mandi sudah dengan berpakaian lengkap. Ia keluar bertepatan dengan suara azan yang menandakan jika waktu ashar telah tiba.


Perlahan ia mendekat ke arah Raja yang ternyata malah tertidur. Anna memandangi wajah Raja yang terlihat sangat tentram dalam tidurnya. Anna tersenyum kecil sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk membangunkan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya.


"MB... bangunlah..." ucapnya lembut sambil mengguncang pelan tubuh suaminya itu.


"Hmmm..." terdengar gumaman Raja masih dengan mata terpejam.


"Bangunlah... sudah ashar..." sambung Anna.


Raja mulai mengerjap dan mulai membuka matanya. Ia langsung tersenyum saat melihat wajah Anna sangat dekat dengan wajahnya. Tanpa basa-basi pria itu langsung memberikan kecupan lembut di bibir Anna membuat gadis itu sontak terkejut.


"MB!" serunya sambil memukul dada suaminya itu pelan.


"Mandilah... setelah itu kita sholat berjamaah" sambungnya.


Dengan perlahan Raja pun mengikuti perintah istri kecilnya itu dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Anna langsung menyiapkan pakaian ganti dan juga peralatan sholat karena mereka akan melakukan ibadah bersama. Selesai beribadah keduanya memilih untuk menemui keluarga mereka yang sedang menghabiskan waktu di restoran hotel.


Melihat pasangan pengantin baru yang ikut bergabung menunggu waktu maghrib membuat anggota keluarga yang lain tak henti menggoda keduanya. Apa lagi Adit yang terkenal rese di antara yang lainnya. Pemuda itu tak henti-hentinya membuat wajah kakaknya itu merona akibat ulahnya. Sementara Raja hanya tersenyum melihat tingkah bocah yang kini menjadi adik iparnya itu.


"Jadi apa kalian akan langsung ke New York setelah bulan madu?" tanya tuan Bram.


"Sepertinya begitu... karena aku juga harus mengenalkan istriku pada kolegaku disana baru kemudian aku akan mengantar Anna untuk kembali kuliah..." terang Raja.


Semuanya pun mengangguk mengerti.


"Tapi kalian jangan khawatir... secepatnya jika Anna libur kami akan pulang kemari..." sambung Raja.


Ia tahu jika kedua orangtua Anna masih ingin berlama-lama dengan putri mereka. Ucapan Raja itu pun membuat nyonya Sarah sangat senang karena sesungguhnya ia masih merindukan putrinya itu. Tak terasa waktu maghrib pun tiba. Mereka bersama-sama sholat berjamaah di musholla yang ada di dalam hotel. Setelahnya mereka pun makan malam bersama karena ini makan malam terakhir sebelum besok pagi Anna dan Raja terbang ke Maldives untuk berbulan madu.

__ADS_1


__ADS_2