BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Cemas


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh akhirnya tuan Sam dan Lukas pun sampai di tempat Amira disekap. Tampak tempat itu sudah dikelilingi oleh anak buah Sam. Sepertinya mereka sudah memeriksa tempat itu terlebih dahulu.


"Bagaimana?" tanya tuan Sam pada salah satu anak buahnya yang ada disana setelah ia turun dari mobil.


"Tempat ini sudah bersih saat kami tiba tuan...." jawab anak buahnya itu.


Tuan Sam pun langsung melangkah masuk ke dalam rumah tersebut diikuti oleh Lukas dan anak buah lainnya. Mereka menyusuri setiap ruangan yang ada dilantai bawah terlebih dahulu.


"Tuan sepertinya nyonya pernah di sekap disini sebelum dipindahkan ke lantai atas" lapor anak buahnya yang telah memeriksa terlebih dahulu.


Tuan Sam pun memperhatikan kamar kecil itu dengan seksama. Tampak tempat tidur kecil tanpa kasur atau pun kamar kecil. Kemudian mereka beralih ke lantai atas dan dengan perunjuk anak buahnya tadi tuan Sam pun memasuki kamar terakhir Amira disekap.


Terlihat kamar itu lebih baik keadaanya dari yang tadi dilihat mereka. Kamar itu terlihat bersih layaknya kamar biasa. Saat melihat kamar mandi yang ada di dalam dapat terlihat pintu kamar mandi itu sudah roboh karena didobrak dari luar. Tuan Sam pun masuk ke dalam untuk memeriksa. Mata tuan Sam dan Lukas tampak terbelalak saat melihat lubang di plafon yang terlihat cukup sempit namun ternyata Amira berhasil melewatinya.


Penasaran tuan Sam pun mencoba untuk masuk kesana. Dengan tinggi badannya tuan Sam dengan mudah meraih kayu diatas plafon itu dan menarik tubuhnya keatas. Ternyata walau agak susah karena lubang yang cukup kecil akhirnya ia sampai diatas. Tampak olehnya lubang diatap dimana beberapa buah genting sudah disingkirkan begitu juga beberapa kayu penyangga genting yang rusak.


Tuan Sam menggeleng pelan. Amiranya bisa berbuat seberani itu untuk lari dari para penculiknya. Setelah meneliti keadaan sekitarnya tuan Sam pun kembali turun melalui lubang tadi.


"Bagaimana tuan?" tanya Lukas yang sedari tadi menunggunya dibawah bersama yang lain.


"Istriku benar-benar nekat..." ucapnya sambil terkekeh membayangkan semua yang dilakukan istrinya itu.


Lukas pun ikut tersenyum juga karena ikut membayangkan kenekatan istri tuannya.


"Periksa tempat ini dengan teliti siapa tahu kita bisa mendapatkan petunjuk" perintah tuan Sam.


Mereka pun kembali memeriksa setiap sudut ruangan.


"Tuan kami menemukan foto nyonya di kamar sebelah..." lapor salah seorang anak buah tuan Sam.


Tuan Sam dan Lukas pun segera pergi ketempat dimana anak buahnya tadi. Tampak sebuah ruangan dengan banyak foto Amira yang sedang beraktifitas menempel di dinding. Sepertinya selama ini Amira telah diikuti dan diambil gambarnya diam-diam.


"Ternyata mereka telah lama mengincarnya..." gumam tuan Sam.


Dia berfikir keras siapa dalang yang ingin menyakiti istrinya.


"Lukas apa kau tahu siapa kira-kira orang yang ingin menyakiti istriku?" tanya tuan Sam.


"Sulit mengetahuinya tuan... sebab nyonya selama ini tak pernah terlibat perseteruan dengan seseorang"


"Bagaimana dengan Keysha?" ungkap tuan Sam.


"Sepertinya bukan tuan .... karena dari cara kerja mereka sepertinya orang-orang itu dari dunia hitam" kata Lukas.


"Aku jadi ingat dengan kejadian Mela...." ujar tuan Sam.


"Cara kerja orang suruhan Mela juga hampir sama" sambungnya.


"Iya tuan... tapi bukankah Mela telah tiada? lalu siapa yang kini ingin menyakiti nyonya?"


"Entahlah Lukas... lebih baik kita segera kembali ke rumah sakit. Aku takut istriku terbangun dan tak menemukanku disampingnya"


"Baik tuan..."


"Setelah ini laporkan semua yang kita temukan pada polisi. Biar mereka saja yang mengurusnya" titah tuan Sam.


Lukas pun mengangguk dan memerintahkan anak buahnya untuk meninggalkan tempat itu. Lalu ia pun melaporkan temuan mereka pada polisi melalui ponsel. Setelah itu ia pun mengikuti tuan Sam masuk ke dalam mobil dan mengemudikannya ke rumah sakit tempat Amira dirawat.


.........

__ADS_1


Di tempat lain tampak Jimmy tengah merenung di balkon kamar apartemennya. Ditangannya ada sebuah foto seorang anak perempuan gembul yang berpose tersenyum disebelah seorang pemuda yang bertubuh kurus yang memeluk pundaknya.


Itu adalah fotonya bersama Amira kecil yang dulu dipanggilnya Upik Bagak. Jimmy memang adalah Raja yang dikenal Amira dulu. Badannya yang tinggi dan kurus membuatnya sering dipanggil Cungkring oleh teman-temannya. Karena itulah Jimmy bertekad ingin menjadi raja jalanan agar tak seorang pun akan menghinanya. Karena alasan itu pula dia mengaku sebagai Raja pada Amira.


"Kamu sama sekali tak berubah Pik... sifatmu yang pemberani dan tak kenal takut semakin membuatku terpesona..." gumamnya sambil menatap foto tersebut.


Tak lama terdengar suara ponselnya berbunyi.


"Bos .... kami sudah tahu dimana wanita itu berada" terdengar suara dari Rudi.


"Baiklah kirimkan saja lokasinya padaku..."


"Baik bos..." sahut Rudi.


Jimmy pun lalu memutuskan sambungan ponselnya. Kemudian ia pun kembali menatap foto masa lalunya dengan Amira.


"Aku akan kembali menemuimu Pik..." gumamnya sambil tersenyum dan mengelus gambar wajah Amira kecil.


Di rumah sakit tampak Amira sangat gelisah dalam tidurnya. Tampak wanita itu berulang kali mengganti posisi tidurnya. Sedang keringat dingin tampak membasahi keningnya. Saat itulah tuan Sam masuk ke dalam ruang perawatan. Melihat keadaan istrinya yang tampak gelisah dalam tidurnya tuan Sam langsung berbaring di samping Amira dan memeluk tubuh istrinya itu.


Seperti merasakan kehadiran suaminya, Amira langsung menjadi tenang dan bahkan menyusupkan kepalanya di dada suaminya.


"Kau pasti merasakan trauma karena penculikanmu itu walaupun dari luar kau terlihat berani dan kuat" batin tuan Sam sambil mengelus kepala Amira lembut.


Tak berapa lama tuan Sam pun ikut tertidur disamping Amira. Keduanya pun tidur dengan saling berpelukan. Dan ini adalah tidur yang paling nyenyak yang mereka alami setelah penculikan Amira.


.........


Pagi hari Amira terbangun dan merasakan jika ada seseorang yang tengah memeluknya. Saat ia membuka kedua matanya tampak dihadapannya wajah tuan Sam yang tengah tertidur. Perlahan dibelainya wajah tuan Sam yang terlihat sedikit berantakan namun tak mengurangi ketampanannya bahkan mungkin malah bertambah berkali lipat dimata Amira.


"Kau sudah bangun?" tanya tuan Sam dengan suara khas bangun tidur.


"Iya B..." sahut Amira.


"Apa kau mimpi buruk semalam?" tanyanya kemudian mengecup pelan telapak tangan Amira yang tadi dipegangnya.


Amira mengangguk pelan, fikirannya melayang teringat dengan mimpinya semalam yang membuat hatinya langsung gelisah.


"Kau tidak apa-apa Meyaa?" tanya tuan Sam saat melihat Amira terdiam.


"Db.... berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkan aku...." ucap Amira kembali menyusupkan kepalanya didada tuan Sam.


"Aku berjanji Meyaa..." sahut tuan Sam berusaha menenangkan Amira.


"Memangnya kau mimpi apa hingga kau ketakutan seperti ini?"


"Aku bermimpi seseorang ingin membawamu pergi dariku B..." terang Amira.


"Sudah ... jangan kau fikirkan lagi mimpimu itu... lebih baik sekarang kita sholat subuh dulu yuk"


Amira pun mengangguk dan mereka pun segera mengambil air wudhu dan sholat subuh berjamaah walau Amira melakukannya diatas brankar karena ia masih diinfus.


"Apa hatimu sudah tenang?" tanya tuan Sam saat keduanya selesai sholat.


"Iya B... bisakah kita pulang hari ini?" tanya Amira.


"Kita tanyakan dulu pada dokter yang merawatmu ya..." sahut tuan Sam yang tahu jika istrinya itu sudah tidak betah di rumah sakit.


Amira pun mengangguk senang. Entah mengapa sejak mimpinya semalam Amira jadi merasa tak tenang berada di rumah sakit. Walau ia tahu jika tuan Sam pasti akan memberikannya penjagaan yang ketat setelah kejadian kemarin.

__ADS_1


"Apa kau ingin mandi?" tanya tuan Sam saat Amira tengah membenahi peralatan sholatnya.


"Iya... tapi tak bisakah selang infus ini dibuka B?"


"Kenapa? apa kau merasa tidak nyaman?"


"Tentu saja ... selang ini mengganggu gerakku apa lagi jika saat mandi" sahut Amira.


"Baiklah sebaiknya aku bantu kamu dulu sebelum dokter menyuruh untuk melepaskannya" kata tuan Sam dengan senyum seringai.


"A...apa?"


"Iya ... aku yang akan membantumu"


"Tidak"


"Kenapa tidak?" tanya tuan Sam masih menggoda Amira.


"I...itu..."


"Itu apa?" tanya tuan Sam lagi.


Kini pria itu malah mendekat kearah Amira membuat wanita itu memundurkan badannya kearah belakang hingga punggungnya menyentuh kepala brankar. Sedang wajahnya sudah berubah kemerahan. Jika saja kulitnya lebih putih mungkin saja wajahnya sudah mirip kepiting rebus.


"Db... kau menggodaku ya..." ucap Amira yang tiba-tiba menjadi gugup dengan sikap suaminya.


"Aku tidak menggodamu Meyaa... aku sungguh ingin membantumu" ucap tuan Sam kembali mendekat pada Amira.


Kini keduanya wajah sudah saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat hingga Amira dapat merasakan hembusan nafas tuan Sam. Begitu pun dengan tuan Sam. Pria itu pun kini sudah tampak mulai berkabut. Dengan perlahan ia pun semakin mendekati wajah istrinya itu dan mengecup perlahan bibir Amira.


Amira pun tak menolak karena ia pun merindukan sentuhan lembut suaminya itu. Keduanya larut dalam kegiatan itu hingga nafas keduanya hampir habis membuat mereka menghentikan kegiatan mereka.


"Kau jangan khawatir.... aku akan selalu menjagamu..." ucap tuan Sam sambil mengusap bibir Amira lembut.


"Kau tahu kalian adalah harta paling berharga bagiku" sambungnya sambil mengelus perut Amira.


"Kau tahu B... entah mengapa sejak pria itu menyinggung masa laluku dengan kak Raja aku jadi takut akan kehilanganmu...." batin Amira saat melihat betapa suaminya itu sengaja mengalihkan kecemasannya dengan menggoda Amira.


Setelah pemeriksaan dokter, Amira pun diperbolehkan pulang setelah isi infusnya habis. Itu berarti hanya menunggu beberapa jam saja sampai ia bisa kembali pulang ke rumah.


"Kau berangkat ke kantor saja dulu B... aku baik-baik saja... jika sudah saatnya pulang aku akan menghubungimu" ucap Amira pada tuan Sam.


Ia tahu jika selama ia disekap tuan Sam tidak mengurus pekerjaannya karena fokus mencari dirinya.


"Tapi Meyaa..."


"Tidak apa-apa... percayalah..."


"Baiklah... tapi begitu kau bisa pulang cepat hubungi aku...karena aku ingin yang mengantarmu pulang" kata tuan Sam sambil mengecup kening Amira.


"Iya... aku tahu..."


Dengan berat hati akhirnya tuan Sam pun pergi ke kantor untuk mengurus perusahaannya yang sempat terbengkalai saat Amira diculik.


Setelah menyuruh pengawalnya untuk memperketat penjagaan saat ia pergi, tuan Sam pun bisa pergi dengan tenang. Sementara Amira merasa gelisah begitu tuan Sam meninggalkannya.


"Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya..." batin Amira yang sedang menyandarkan tubuhnya di kepala brankar.


Sekelebat ia seperti melihat bayangan seseorang yang berada di balkon kamar perawatannya. Seketika tubuh Amira menegang. Ia merasa ada seseorang disana yang sedang memperhatikannya.

__ADS_1


"Tidak Amira disana tidak ada siapa-siapa.... ini lantai paling atas tak mungkin seseorang bisa memanjat dari bawah..." gumam Amira berusaha tenang.


Amira menatap tajam ke arah balkon mencoba mengamati sambil sesekali melirik kearah pintu kamar perawatannya bersiap memanggil pengawal yang ada di depan pintu.


__ADS_2