
Sudah hampir satu bulan Amira dan tuan Sam tinggal di rumah baru mereka bersama kedua buah hatinya. Selama itu meski Amira masih belum mengingat masa lalunya dengan jelas namun potongan-potongan ingatan yang terkadang hadir membuat hubungannya dengan tuan Sam semakin membaik. Walau pun mereka belum sepenuhnya menjalani hubungan selayaknya suami istri yang sesungguhnya namun mereka tetap tidur dalam satu kamar bahkan saling berdampingan dalam satu ranjang.
Kehamilan Amira pun semakin besar meski masih belum terlihat jelas karena masih awal kehamilan namun sikap ngidamnya kini sering muncul pada diri Amira. Seperti saat ini ia sangat ingin makan es krim yang dijual di kafe dekat gedung tempat tinggalnya. Bak anak kecil sedari tadi ia membujuk tuan Sam untuk mengantarnya. Pasalnya ia hanya ingin makan es krim jika tuan Sam yang menyuapinya di sana. Sebenarnya hari ini tuan Sam ada meeting yang harus dihadirinya namun karena Amira yang tampak sangat ingin makan es krim dengan di suapinya maka ia pun mewakilkannya pada Lukas.
Setelah makan es krim bersama dengan kedua buah hati mereka, tuan Sam mengajak kekuarga kecilnya untuk sekalian berjalan-jalan di mall sebab sejak lama mereka tidak melakukannya. Sahir dan Samir pun sangat gembira sehingga saat mereka sampai di sana keduanya langsung berlarian menuju tempat bermain anak kesukaan mereka. Tuan Sam pun langsung mengejar keduanya agar tidak sampai terlepas dari pengawasannya. Sementara Amira tampak asyik melihat-lihat pakaian anak-anak yang terpajang di beberapa etalase toko.
Entah kenapa ia sangat menyukai pakaian bagi anak perempuan. Meski saat pemeriksaan kandungan belum bisa dipastikan jenis kelamin anak yang dikandungnya tapi Amira seakan merasakan firasat jika anak ketiganya ini adalah perempuan. Apa lagi saat ia mengingat sosok anak perempuan yang ditemuinya saat ia belum sadar pasca operasi. Saat itu bocah mungil itu memanggilnya bunda...
Sementara tak jauh dari sana tampak Kartika juga tengah berbelanja untuk kebutuhannya. Sudah dua hari dia keluar dari rumah sakit. Bahkan kakinya sudah sembuh dan bisa berjalan meski masih sedikit tertatih. Saat tengah memasukkan barang kebutuhannya ke dalam troli belanja tak sengaja ia melihat pria yang selama ini sangat ingin ditemuinya. Siapa lagi jika bukan tuan Sam. Saat melihat pria itu tengah kerepotan menghadapi ulah kedua putra kembarnya Kartika tampak tersenyum penuh arti.
Dengan percaya diri wanita itu mendorong troli belanjanya dan menghampiri ketiganya. Niat dalam hatinya ingin menyapa sekaligus mencari kesempatan untuk bisa tahu dimana pria itu kini tinggal. Karena ia harus memulai misinya untuk merebut hati pria itu.
"Selamat siang tuan Sam... suatu kebetulan kita bertemu disini..." sapanya dengan ramah.
Tuan Sam yang tengah sibuk dengan si kembar tampak kaget bertemu dengan Kartika di tempat itu. Melihat wajah Kartika yang tampak sumringah dan tanpa rasa bersalah sedikit pun membuat tuan Sam seketika merasa marah. Ia teringat dengan perkataan petugas penyelamat yang mengatakan jika Kartika tak sedikit pun memberitahu pada mereka tentang keberadaan Amira padahal posisi mereka berdekatan. Bisa dipastikan jika Kartika tahu bahwa Amira bersamanya saat itu. Dan jika sedetik saja mereka terlambat maka bukan hanya ingatan Amira saja yang hilang tapi juga nyawanya dan juga janin dalam kandungannya.
Wajah tuan Sam langsung berubah memerah menahan amarahnya karena bagaimana pun saat ini mereka berada di tempat umum. Baru saja ia hendak menyembur wanita tak tahu malu itu tiba-tiba terdengar suara Amira dari arah belakang mereka.
"Db..." panggil Amira yang langsung bergelayut manja pada lengan tuan Sam.
Seketika emosi yang tadi sudah hendak meledak langsung turun.
"Ada apa?" tanya tuan Sam lembut.
"Aku ingin beli baju yang ada disana!" sahut Amira sambil menunjuk toko pakaian anak yang baru saja di kunjunginya.
__ADS_1
"Baiklah... ayo anak-anak..." kata tuan Sam sambil menggandeng kedua putranya.
Mereka pun langsung beranjak pergi menuju tempat yang ditunjuk Amira tadi. Sementara Kartika tengah mematung ditempatnya dengan mulut yang terbuka dan mata yang terbelalak karena syok saat melihat Amira yang sehat wal afiat dan berdiri didepannya tadi.
"A... apa... maksudnya ini? Amira masih hidup? tapi bagaimana bisa? dan tadi dia sama sekali tidak mengacuhkanku seolah aku tidak berada dihadapannya..." batin Kartika saat ia baru tersadar dari keterkejutannya.
"Apa yang terjadi sebenarnya pada wanita itu? kenapa seolah dia tidak menganggapku atau bahkan tidak mengenaliku?" sambung Kartika dalam hati.
Dengan cepat ia menarik trolinya menuju ke meja kasir. Ia harus menyusul mereka untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Amira. Untung saja bagian kasir sedang sepi sehingga ia bisa dengan cepat membayar barang belanjaannya dan bisa segera menyusul tuan Sam dan keluarganya. Saat ia baru saja keluar dari meja kasir Kartika dapat melihat jika tuan Sam dan keluarganya sedang berjalan keluar dari dalam mall. Dengan tergesa Kartika berusaha mengikuti langkah mereka. Saat melihat tuan Sam dan keluarganya masuk ke dalam mobilnya Kartika pun langsung ikut masuk ke dalam mobilnya sendiri yang untungnya terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.
Sehingga dengan mudah ia dapat mengikuti mobil tuan Sam dengan menggunakan mobilnya. Setelah hampir setengah jam berkendara karena tuan Sam tidak ngebut dalam mengendarai mobilnya mereka pun sampai di depan gedung tempat tinggalnya. Setelah memarkirkan mobilnya di area parkir ia pun membawa anak dan istrinya untuk masuk ke dalam gedung. Bukannya tuan Sam tidak tahu jika sedari tadi ada yang mengikuti mobilnya. Tapi ia sengaja ingin agar orang itu bisa mengikutinya. Karenanya ia mengemudikan mobilnya sedikit lambat.
Tuan Sam pun sudah bisa menduga siapa yang sedang mengikutinya itu siapa lagi kalau bukan Kartika. Wanita bermuka dua yang telah mencelakakan istrinya. Jika bukan karena ingin agar ingatan Amira cepat pulih sudah bisa dipastikan jika wanita itu akan mendapatkan akibat dari kemarahan tuan Sam. Ya karena dulu Amira pernah dekat dengan wanita itu maka tuan Sam masih membiarkan wanita itu berkeliaran du sekitar keluarganya. Sebab mungkin saja ingatan Amira akan kembali pulih jika orang-orang dari masa lalunya hadir dalam kehidupannya.
Meski pun beresiko karena bisa saja Kartika akan berbuat buruk pada Amira. Tapi tuan Sam sudah tidak bisa mencari jalan lain demi kesembuhan Amira. Sementara Kartika yang sedari tadi mengikuti dan mengawasi tuan Sam dan Amira tampak tengah berfikir bagaimana caranya agar ia bisa kembali masuk ke dalam keluarga Amira dan tuan Sam. Agar ia bisa benar-benar menyingkirkan Amira dan memiliki tuan Sam seutuhnya untuk dirinya sendiri.
"Siapa wanita tadi Db?" tanyanya dengan nada ketus.
"Siapa?" tuan Sam malah balik bertanya.
"Wanita tadi... yang ada di mall..." sahut Amira masih dalam mode marah.
"Oh..."
"Kok cuma oh? apa kamu berbohong soal cuma aku wanita dalam hidupmu saat ini heh? jangan karena aku belum mengingat semuanya kau jadi seenaknya berbohong!" sambung Amira semakin emosi karena tuan Sam tampak santai tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Padahal Amira sudah cemburu sampai ke ubun-ubun. Pasalnya sebagai seorang wanita ia tahu alarm bahaya yang menandakan jika ada wanita lain yang tengah berusaha mendekati dan menggoda suaminya. Ya meski ingatannya belum sepenuhnya pulih tapi dari beberapa kali kelebatan ingatan yang berhasil diingatnya ia tahu jika tuan Sam benar suaminya dan itu berarti pria itu adalah miliknya. Apa lagi perasaannya yang mulai tumbuh benih cinta meski ia belum mengungkapnya membuat Amira meradang dengan tingkah wanita tadi yang berusaha mendekati tuan Sam dan tidak ia ketahui namanya.
"Itu Kartika... dia tetangga kita di gedung apartemen yang lama Meyaa... dan dia tidak dekat denganku tapi justru denganmu..." terang tuan Sam sambil mengulum senyumnya.
Ia bisa merasakan nada cemburu pada setiap perkataan Amira tadi. Dan itu membuatnya senang. Karena itu berarti rasa cinta Amira sudah mulai tumbuh lagi padanya. Jika itu terjadi maka tuan Sam akan merasa sangat lega meski pun Amira tidak bisa lagi mendapatkan ingatannya setidaknya rasa cinta itu sudah kembali. Dan itu tetap untuknya.
Amira yang mendengar penjelasan tuan Sam seketika tertunduk malu. Bagaimana bisa ia terpancing emosi dan tidak meminta penjelasan dulu dari tuan Sam. Karena malu sudah menuduh suaminya tanpa alasan Amira pun langsung masuk ke dalam kamar demi menghindari tuan Sam. Tapi tuan Sam langsung menyusulnya dan langsung menarik tubuh Amira ke dalam dekapannya.
"Kau tidak perlu malu karena sudah marah seperti tadi... sebab dengan begitu aku jadi tahu jika rasa cintamu sudah mulai ada disini..." bisik tuan Sam sambil menggenggam tangan Amira dan mengarahkannya ke dada istrinya itu.
Amira hanya terdiam. Dalam hatinya ia mengakui jika ia mulai mencintai suaminya itu meski pun ingatannya tentang masa lalu mereka belum kembali.
"Tatap mataku Meyaa..." ucap tuan Sam sambil membalikkan tubuh Amira agar wajah mereka saling berhadapan.
"Kau tahu... sejak aku mengenalmu hatiku sudah tercuri olehmu meski pun saat itu aku belum menyadarinya... dan yakinlah tidak ada wanita lain yang akan bisa merubah perasaanku dan membuatku berpaling darimu..." sambung tuan Sam menatap mata Amira lembut.
Amira pun membalas tatapan tuan Sam dan mencoba untuk melihat kesungguhan disana. Dan apa yang ia dapatkan adalah sebuah kejujuran dari sinar mata pria yang ada di hadapannya itu.
"Aku mencintaimu Db..." ucap Amira lirih dan langsung membenamkan wajahnya di pelukan tuan Sam.
"Aku juga mencintaimu Meyaa..." sahut tuan Sam sambil mengeratkan pelukannya.
Sementara Kartika yang masih berada di tempat parkir tidak dapat masuk ke dalam gedung karena pengamanan disana lebih ketat dari apartemennya dulu. Jika ia nekat masuk ke dalam sana bisa di pastikan pasangan suami istri yang sedari tadi diikutinya itu akan mengetahui perbuatannya. Karena itulah ia pun segera kembali ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Selama perjalanan menuju apartemennya yang baru Kartika terus berfikir mengenai Amira yang seolah tak mengenalinya.
"Mungkinkah wanita itu mengalami amnesia? secara saat itu tubuhnya tertutup banyak reruntuhan... mungkin saja salah satu beton itu menimpa kepalanya..." batin Kartika.
__ADS_1
"Aarrgghh... perempuan gendut itu sudah seperti kucing saja memiliki banyak nyawa..." batin Kartika geram.
"Jika begini aku harus mengatur strategi agar perempuan itu bisa aku singkirkan dari Sam... akh.. kenapa aku selalu sial! dulu aku salah memilih Michael karena ternyata dia cuma ingin memanfaatkanku saja... dan sekarang saat aku menemukan pria yang benar-benar sempurna kenapa perempuana itu malah kembali? kenapa kau tidak mati saja sekalian saat tertimpa reruntuhan itu Amira!" seru Kartika frustasi sambil memukul stir mobilnya.