BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Tidak Berjodoh


__ADS_3

Dave mengurai pelukannya pada Sandra. Gadis itu terlihat sudah mulai sedikit tenang. Dave meraih tisu basah yang ada di dashboard dan mulai membersihkan wajah Sandra hati-hati. Setelah selesai tampak wajah gadis itu sudah lebih baik meski masih sedikit sembab. Kemudian Dave kembali menyalakan mobil dan melajukannya ke rumah Sandra. Saat sampai di depan rumah Sandra keduanya kaget saat melihat sebuah mobil terparkir disana.


"Sepertinya di rumahmu sedang ada tamu San" kata Dave.


Sandra hanya mengangguk pelan. Sebelum keduanya turun dari dalam mobil sekali lagi Sandra membersihkan wajahnya dengan tisu basah. Ia tak ingin membuat kedua orangtuanya khawatir karena melihat wajahnya yang sembab. Saat keduanya berada di depan teras dan mengucapkan salam terdengar suara ibunya yang langsung keluar menyambut keduanya.


"Ah Sandra... kau sudah pulang nak? eh ternyata nak Dave yang mengantar Sandra?" tanya bu Zaenab.


"Iya bu..." sahut Sandra dan Dave berbarengan.


Ibu Zaenab tersenyum.


"Oh iya... kebetulan didalam ada calon suami Sandra... ayo ibu kenalkan"


"Ma... maksud umi apa? sejak kapan aku punya calon suami?" tanya Sandra syok mendengar perkataan ibunya.


Demikian juga dengan Dave yang sudah mengaktifkan mode translante pada ponselnya.


"Itu... kemarin saat kamu pergi teman abahmu datang dan ingin menjodohkan putranya denganmu" terang bu Zaenab.


"Dan karena hari ini kamu pulang jadi mereka datang lagi untuk menemuimu secara langsung" sambungnya.


"Maaf bu... saya masih ada urusan... lain kali saja saya mampir apalagi ini acara keluarga..." pamit Dave yang tak menyangka jika Sandra sudah dijodohkan oleh kedua orangtuanya.


"Umi... aku antar Dave ke depan dulu ya" kata Sandra membuat alasan agar bisa bicara dengan Dave berdua.


"Baiklah... terima kasih sudah mengantar Sandra pulang ya Dave" kata bu Zaenab.


"Iya umi... sama-sama" sahut Dave lalu segera berbalik.


Sandra langsung mengikuti langkah Dave. Saat keduanya tiba disamping mobil tuan Sam mereka pun berhenti sejenak.


"Ternyata kita memang tidak berjodoh Dave" ucap Sandra dengan suara bergetar.


Tampak gadis itu berusaha untuk tidak lagi menitikkan air mata di depan Dave.


"Kau benar... aku harap kau bahagia Sandra" ungkap Dave tulus.


"Kau juga Dave... hiduplah bahagia dan jangan ulangi kesalahanmu dulu..." ujar Sandra.


Perlahan gadis itu menggenggam tangan Dave seolah meminta kekuatan dari pria itu. Dave tersenyum miris dan membalas genggaman Sandra gadis yang sudah mengubah dunianya.


"Aku pasti akan berusaha untuk hidup bahagia... dan aku tetap akan mencari tuhanku..." janjinya pada Sandra.


Sandra mengangguk pelan masih berusaha tersenyum. Namun matanya tak dapat membohongi Dave. Pria bermata biru itu dapat melihat luka dan kesedihan pada sorot mata Sandra. Tiba-tiba Dave mendekatkan wajah pada Sandra lalu melabuhkan sebuah kecupan dibibir gadis itu. Seketika Sandra tersentak kaget dengan perbuatan Dave yang sama sekali tidak ia duga. Untung saja posisi mereka sekarang terhalang oleh mobil tuan Sam sehingga orang yang ada didalam rumah tidak dapat melihat apa yang baru saja terjadi.


"Maafkan aku karena telah lancang menciummu..." ucap Dave sambil menyatukan keningnya pada Sandra.


Sandra hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Terima kasih Dave... kau telah memberiku hadiah yang sangat indah..." ujarnya pelan.


"Kau tidak marah?"


"Tidak..." jawab Sandra menatap Dave pilu.


Ya Sandra menganggap ciuman Dave adalah hadiah kenangan terakhir bagi keduanya yang akan ia ingat seumur hidupnya.


"Aku mencintaimu Dave... meski akhirnya kita tidak bersatu setidaknya aku ingin kau tahu jika kau akan selalu ada dihatiku...." lanjut Sandra.


Dave tersenyum bahagia walau ada rasa sakit dihatinya namun setidaknya ia tahu jika cintanya berbalas meski tak bisa bersatu.


"Aku pergi dulu Sandra... semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi dan jika saat itu tiba aku harap kau tetap bahagia..."


"Kau juga Dave... temukanlah kebahagiaanmu... ingat hidup itu jangan pernah kau sia-siakan" ucap Sandra langsung memeluk Dave sebagai tanda perpisahan.


Setelah saling berpelukan Dave langsung masuk ke dalam mobil tuan Sam dan lalu melajukannya pergi dari tempat itu. Sandra memandang kepergian Dave hingga mobil yang dikendarai pria itu hilang dari pandangan matanya. Kemudian ia pun masuk ke dalam rumah.


"Sandra? kenapa kau lama sekali nak?" tanya bu Zaenab.


"Maaf umi... tadi aku harus menerangkan dulu jalan yang harus dilalui pada Dave agar tidak tersesat" ucap Sandra terpaksa berbohong.


"Ya sudah ayo... lihatlah calon suamimu dan keluarganya sudah menunggu" kata bu Zaenab menunjuk seorang pria yang terlihat datar bersama sepasang suami istri paruh baya yang merupakan orangtua pria itu.


Sandra mengangguk sambil tersenyum lalu duduk disamping abahnya dan uminya. Kedua orangtua mereka terlihat mengobrol hangat sedang Sandra dan pria itu hanya diam. Bahkan saat Sandra tak sengaja memandang calon suaminya itu pria yang ternyata bernama Andi itu terlihat memandangnya dengan tatapan tidak suka dan juga jijik. Sandra menghela nafasnya pelan. Entah mengapa para orangtua yang ada disana tak dapat melihat pandangan meremehkan Andi pada Sandra.


"Sepertinya Andi tidak menyukaiku... lalu kenapa ia menerima perjodohan ini?" batin Sandra.


"Saya terserah abah dan umi saja" sahut Sandra dengan senyum terpaksa.


Abah dan umi Sandra sejenak memandang wajah putri semata wayang mereka penuh selidik. Pasalnya tak biasanya Sandra terlihat pasrah seperti itu tanpa meminta waktu terlebih dahulu untuk berfikir dalam mengambil keputusan. Apa lagi ini menyangkut masa depannya. Sikap Sandra seolah ia tak perduli lagi apa yang akan terjadi pada dirinya. Kedua orangtua Sandra dapat melihat pandangan kosong putri mereka.


"Jadi bagaimana mas... mbak? keputusan ada ditangan kalian karena putri kalian sudah menyerahkan segala keputusan pada kalian" kata pak Seno memutuskan pandangan kedua orangtua Sandra pada putri mereka.


"Ehem... saya sebagai orangtua hanya ingin yang terbaik bagi Sandra putri saya... jadi saya putuskan untuk menerima perjodohan ini" kata pak Dahlan setelah beberapa saat berfikir.


"Alhamdulillah..." ucap pak Seno dan istrinya bersamaan.


Sedang Andi tampak tetap dalam mode datarnya. Sandra pun hanya menghela nafasnya pelan. Sesak didalam dadanya membuatnya merasakan sakit yang teramat sangat. Sesungguhnya ia ingin menolak perjodohan itu apalagi melihat sikap calon suaminya yang sangat tidak mengenakkan. Namun demi bakti pada kedua orangtuanya ia terpaksa menerimanya. Meski kedua orangtuanya tak pernah memaksanya untuk segera menikah namun ia tahu jika keduanya sangat ingin melihat putri mereka segera menikah dan memiliki momongan.


"Kalau begitu bagaimana jika pernikahannya kita laksanakan satu bulan lagi? apa kalian semua setuju?" sambung pak Seno.


Semua orang langsung setuju dengan ucapan pak Seno. Kecuali kedua calon pengantin itu sendiri. Keduanya tampak diam dan tanpa ekspresi saat mendengarkan semua rencana dari kedua orangtua mereka. Setelah keluarga calon suaminya pulang Sandra langsung masuk ke dalam kamarnya setelah membantu ibunya membereskan sisa perjamuan.


Di dalam kamarnya kembali Sandra meneteskan air matanya. Ia memang sedang patah hati karena baru saja menolak Dave. Tapi hatinya bertambah sakit saat tahu jika ia harus segera menikah dengan pria pilihan orangtuanya.


"Maafkan aku Dave..." gumam Sandra dengan air mata yang berlinang.


Sandra merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur fikirannya melayang. Berbagai kenangan dirinya dan Dave melintas dikepalanya.

__ADS_1


"Setidaknya aku memiliki kenangan yang indah untuk aku kenang selamanya Dave..." batin Sandra sambil memejamkan matanya.


Gadis itu pun akhirnya tertidur dengan wajah yang sembab dan basah karena air mata. Sementara Dave tampak sudah memasuki halaman rumah tuan Sam. Di depan pintu ia bertemu dengan si empunya rumah yang terlihat sangat bahagia tengah bermain dengan si kembar.


"Hai Dave! kau sudah pulang? kenapa cepat sekali?" tanya tuan Sam yang menyangka jika Dave akan berlama-lama dengan Sandra.


"Aku tidak enak karena Sandra sedang dilamar di rumahnya" sahut Dave datar.


"Apa!" seru tuan Sam kaget.


Amira yang baru saja keluar dari dalam pun ikut terkejut karena sempat mendengar ucapan Dave.


"Kau tidak bercanda kan Dave?" tanya Amira tak menyangka jika Sandra sudah dilamar.


"Aku tidak sedang bercanda... ibunya sendiri yang mengatakan pada kami" sahut Dave.


"Maksudnya?"


"Iya... Sandra juga baru tahu jika ia akan dilamar" terang Dave.


"Kalau begitu aku akan membereskan barangku sekarang Sam... nanti malam aku akan kembali ke London" ucap Dave.


"Kau tidak ingin memperjuangkannya Dave?" tanya tuan Sam.


"Sandra sudah menolakku lebih dulu sebelum ia tahu sudah di jodohkan oleh orangtuanya Sam" terang Dave.


"Apa itu karena kepercayaan kalian?" tanya tuan Sam.


Dave hanya mengangguk sambil tersenyum miris. Melihat keadaan temannya itu tuan Sam pun tidak lagi memaksa. Dibiarkannya Dave membereskan semua barangnya sebelum nanti malam bertolak ke London.


"Aku tidak menyangka abah dan umi akan melakukan ini pada Sandra... B" ungkap Amira saat keduanya berada di kamar si kembar untuk menidurkan kedua bayi itu.


"Aku fikir mereka akan menanyakan dulu pendapat Sandra sebelum menerima lamaran seseorang..." sambungnya dengan perasaan berkecamuk.


Amira dapat merasakan perasaan Sandra saat ini. Sahabatnya itu pasti akan menuruti perintah orangtuanya tanpa memikirkan tentang perasaannya sendiri. Ini bukan pertama kali Amira mengetahui pengorbanan yang dilakukan Sandra kepada kedua orangtuanya. Dulu gadis itu rela berlatih karate padahal ia lebih menyukai renang karena perintah abahnya pun ketika kedua orangtuanya memutuskan untuk pindah tanpa memberitahukannya jauh hari sebelumnya. Dan kini kembali terulang disaat gadis itu tengah mencintai seseorang harus pupus karena sudah dijodohkan.


Meski tadi Dave mengatakan jika Sandra sudah lebih dulu menolaknya karena perbedaan keyakinan namun Sandra berhak memilih pada siapa nantinya ia akan berlabuh. Dan ini bukan waktu yang tepat bagi Sandra untuk memulai hubungan baru apalagi sampai langsung menikah.


"Db... bolehkah besok aku menemui San San?" tanya Amira penuh permohonan.


"Iya... kau temanilah sahabatmu itu... dia pasti sangat membutuhkan kehadiranmu" sahut tuan Sam yang membuat Amira langsung bersorak kegirangan.


"Hemmm... tapi kau tahu kan? itu semua tidak gratis sayang..." sambung tuan Sam dengan senyum liciknya.


Amira langsung melengos mendengar perkataan suaminya yang tetap saja mesum dan selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sementara di dalam kamarnya Dave tengah membereskan semua barangnya agar ia bisa secepatnya pergi ke bandara. Ya Dave ingin segera pergi dari negara ini untuk melupakan rasa sakit dihatinya. Cintanya yang baru kali ini ia rasakan begitu besar pada seorang wanita harus pupus karena takdir yang tak merestui mereka. Di pandanginya gambar Sandra yang memenuhi galeri ponselnya karena akhir-akhir ini pria itu sering mengambil gambar gadis chubby itu secara diam-diam.


"Apa ini karmaku Tuhan? karena sering mempermainkan perasaan wanita sebelumnya hingga kau menghukumku seperti ini saat aku menemukan wanita yang benar-benar menggetarkan hatiku?" gumam Dave.


Baru kali ini ia menyebut nama Tuhan di dalam kalimat yang digunakannya.

__ADS_1


Selamat hari raya Idul Fitri untuk semua yang merayakannya... mohon maaf lahir dan batin 🙏🥰


__ADS_2