BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Bahagia


__ADS_3

Pagi ini Amira tampak gembira karena tuan Sam menepati janjinya untuk mengantarkannya ke makam kedua orangtua tuan Sama dan juga Karina. Bahkan nyonya Sarah dan keluarganya pun akan ikut serta. Mereka menggunakan dua mobil berbeda dan berangkat dari rumah masing-masing. Mereka sepakat akan berkumpul di depan pemakaman.


Kali ini Amira dan tuan Sam mengenakan pakaian couple begitupun dengan si kembar. Amira tampak manis mengenakan gamis sederhana namun elegan dengan warna biru langit dengan hijab putih menutupi kepalanya. Begitu dengan juga tuan Sam dan si kembar mengenakan koko dengan warna senada. Si kembar yang mengenakan peci putih seragam dengan tuan Sam tampak sangat menggemaskan.


Pukul tujuh pagi keluarga kecil itu keluar dari rumah menggunakan mobil dengan pak sopir. Di kursi penumpang Amira dan tuan Sam berbagi menggendong kedua putra mereka. Keduanya memang sengaja tak membawa pengasuh sebab mereka ingin menikmati momen mereka sebagai orangtua baru.


Sesampainya di area pemakaman tampak mobil nyonya Sarah dan keluarganya pun baru saja tiba. Nyonya Sarah keluar dari dalam mobil sambil menggendong bayi Ara. Anna dan Adit pun langsung keluar dari arah belakang. Keduanya tampak antusias mengunjungi makam kakek dan nenek mereka. Sedang tuan Bram yang sengaja mengemudikan mobil sendiri tampak memarkirkan mobilnya di tempat yang teduh.


Amira dan tuan Sam pun langsung turun begitu pak sopir menghentikan mobilnya di dekat tuan Bram memarkirkan mobilnya.


"Kakak..." sapa Amira pada nyonya Sarah sambil menggendong Sahir.


"Kalian sudah datang?"


"Iya... sepertinya acara kali ini akan menjadi acara piknik ketimbang ke pemakaman" sahut Amira.


Nyonya Sarah langsung terkekeh mendengar ucapan iparnya itu. Tapi memang apa yang dikatakan Amira itu benar apalagi jika melihat tingkah Anna dan Adit. Keduanya tampak sangat bersemangat hingga berjalan sambil berlompatan.


"Hei... jangan berjalan seperti itu! ini pemakaman kalian harus sopan!" seru tuan Bram memperingatkan kedua anaknya.


Tuan Sam hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua keponakannya itu.


"Apa kalian nanti juga akan bertingkah seperti itu?" tanya tuan Sam sambil menatap kedua putranya.


Sedangkan kedua bayi kembar itu tampak tertawa lebar sambil bergerak-gerak seolah ingin ikut berjalan dengan Anna dan Adit.


Sesampainya di depan makam kedua orangtua tuan Sam dan Sarah mereka langsung berdo'a. Bahkan Anna dan Adit terlihat khusyuk berdo'a di depan makam kakek dan nenek mereka. Selesai berdo'a mereka memutuskan untuk langsung pulang karena ada tiga bayi yang tidak boleh terlalu lama di luar. Namun begitu nyonya Sarah mengundang keluarga kakaknya untuk mampir ke rumahnya karena sejak Amira melahirkan mereka belum pernah datang kesana.


Tuan Sam pun menyetujuinya. Apa lagi sudah lama keluarga mereka tidak berkumpul mumpung para suami masih libur. Sesampainya di rumah nyonya Sarah mereka langsung mengadakan acara barbeque di halaman belakang. Bahkan tuan Sam memanggil Lukas dari kantor agar dapat ikut dalam acara tersebut. Di samping karena sudah menganggap Lukas sebagai bagian dari keluarganya juga karena dalam acara kali ini para pria bertugas menyiapkan hidangan sehingga tenaga Lukas memang dibutuhkan.


Sedangkan nyonya Sarah dan Amira hanya mengawasi anak-anak. Untung saja keduan bayi kembar Amira tak rewel begitu juga dengan Ara. Apalagi Anna dan Adit juga bersikap manis dengan ikut menjaga adik mereka dan si kembar. Amira tampak sangat bahagia melihat keluarganya yang utuh dan bahagia.


"Sungguh aku tak pernah menyangka akan sampai pada titik ini... berbahagia dengan sumai dan juga anak-anakku..." batin Amira sambil tersenyum melihat kelucuan kedua putranya dan juga tingkah suaminya yang terlihat canggung mengolah masakan bersama Lukas dan tuan Bram.


"Apa yang sedang kau fikirkan Ra?" tanya nyonya Sarah saat melihat iparnya yang seperti sedikit melamun.


"Bukan apa-apa kak... aku hanya tidak menyangka jika aku bisa seperti sekarang ini... punya suami dan anak-anak..." terang Amira dengan pandangan yang berkaca-kaca.


"Kenapa kau bilang begitu? bukankah sudah aku bilang setiap orang memiliki kecantikannya masing-masing... dan kakakkulah yang bisa melihatnya terlebih dahulu pada dirimu..." kata nyonya Sarah.


"Apa kau tahu kak... terkadang aku masih sering merasa takut jika nanti ada wanita lain yang menginginkan suamiku..."

__ADS_1


"Aku tahu Ra... bukankah dulu aku juga sudah pernah mengalaminya? dan bahkan suamiku sudah sempat tergoda... tapi jika dia jodoh kita maka ia akan kembali dengan sendirinya..." sahut nyonya Sarah terkenang dengan masa lalunya.


"Maaf kak... karen aku kakak jadi mengingat hal itu lagi" ucap Amira sambil menunduk.


"Tak apa Ra... terkadang kita juga harus mengingat hal pahit agar bisa lebih menghargai hal-hal manis yang ada. Satu hal yang harus kau yakini Ra... kakakku bukan pria yang sama seperti suamiku... aku yakin dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti kak Bram. Walau begitu... aku yakin suamiku juga tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi"


Amira langsung memeluk nyonya Sarah. Ia sangat bersyukur keduanya dapat melewati masa pahit dan akhirnya mereka mendapatkan kebahagiaan.


"Hei kenapa kalian malah tampak sendu?" tanya tuan Sam tiba-tiba membuyarkan pelukan antar ipar itu.


"Ih kak Sam memang ga peka... kami perempuan itu juga terkadang butuh pelukan walau dalam suasana bahagia..." sahut nyonya Sarah sambil mengerucutkan bibirnya mirip anak kecil yang sedang merajuk pada kakaknya.


"Bukan tidak peka... tapi dia itu iri karena seharusnya dia yang dipeluk bukannya kamu sayang..." ujar tuan Bram yang tiba-tiba nongol.


Amira hanya terkekeh melihat kelakuan ketiganya. Tak lama mereka pun menyantap hidangan yang spesial dimasak oleh para pria. Walau terlihat canggung karena tak pernah melakukan kegiatan masak-memasak namun hasil kerja keras ketiganya tak sia-sia karena masakan mereka lumayan lezat. Bahkan Anna dan Adit juga mengacungkan jempol saat merasakan masakan papa dan uncle mereka.


Tuan Sam dan Amira kembali ke rumah mereka saat sore hari. Kedua bayi kembar masih tertidur saat mereka sampai di rumah. Dengan segera Amira menyiapkan perlengkapan mandi kedua putranya sambil menunggu keduanya bangun. Sedang tuan Sam masih menemani si kembar di kamar mereka.


"Apa mereka sudah bangun B?" tanya Amira saat selesai menyiapkan keperluan si kembar.


"Baru Sahir yang bangun..." sahut tuan Sam.


"Kalau begitu biar aku mandikan dulu..."


Setelah kedua putra mereka selesai mandi dan diberikan pada pengasuhnya Amira pun segera menyuruh suaminya untuk mandi sementara dia menyiapkan baju ganti untuknya. Namun bukannya mandi tuan Sam malah mengekori istrinya.


"Kau tidak mandi dulu B? kan sudah sore... badanmu pasti gerah" ucap Amira sambil meletakkan pakaian ganti di atas tempat tidur.


"Kita mandi bareng yuk..."


"Tapi B..."


"Ga ada tapi-tapian... udah lama kita ga mandi bareng kan? apa nifasmu belum selesai?"


"Sudah B... makanya kemarin aku mengajak ke pemakaman" sahut Amira polos.


"Masa nifasmu habis kenapa malah mengajak ke pemakaman sih?" protes tuan Sam.


"Lho memang kenapa B? kan kalau masih mens atau nifas ga boleh kesana?" sahut Amira yang membuat tuan Sam semakin gemas pada istrinya itu.


"Kau ini... benar-benar tak pengertian sama suami sendiri!" sungut tuan Sam.

__ADS_1


Sedang Amira hanya melongo melihat kemarahan suaminya.


"Memang salahku apa B?" tanya Amira masih tak mengerti penyebab kemarahan suaminya.


"Kau..."


Karena kesal akhirnya tuan Sam langsung membopong tubuh istrinya itu ke dalam kamar mandi. Ia berniat memberikan pelajaran pada istri polosnya itu karena sudah membuatnya menahan hasratnya lebih lama karena istrinya itu tak mengatakan lebih cepat tentang masa nifasnya yang telah berakhir.


"Db..." teriak Amira dari kamar mandi saat mengetahui apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.


Namun tentu saja Amira tak dapat menolak keinginan suaminya itu. Dan akhirnya sore itu keduanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan sejak kemarin.


.......


Sementara Dave yang sedang berada di dalam apartementnya mendapatkan kabar dari asistennya jika Keysha terus mendesak ingin bertemu dengannya. Dave mendengus kesal karena tingkah perempuan itu yang tampak sangat tidak sabaran.


"Dia yang butuh malah dia yang membuatku tidak tenang" batinnya geram.


"Pantas saja Sam tak pernah mau meladeninya" sambungnya masih dalam hati.


"Tapi sepertinya aku bisa bermain-main sebentar dengannya dan memberikan pelajaran yang akan ia ingat seumur hidupnya..." gumam Dave sambil tersenyum licik.


"Maaf Sam... sepertinya aku akan merusak rencanamu untuk menahan perempuan itu lebih lama disini..." sambungnya masih dengan tersenyum.


Malam harinya di dalam apartementnya tampak Keysha tengah berbunga-bunga karena baru saja ia mendapat kabar jika orang yang diharapkannya mau menemuinya sebentar lagi.


"Kau tunggu saja sayang... aku akan segera menemuimu..." ucapnya sambil memandang foto tuan Sam.


Segera wanita itu bersiap untuk menemui Dave Tylor di sebuah restoran. Ia harus menyiapkan dirinya dengan baik agar pria itu mau membeli sahamnya. Ia juga sudah tidak memikirkan lagi akibatnya jika saham itu terlepas dari tangannya lalu dengan apa ia akan melanjutkan hidupnya jika hasil penjualan sahamnya habis. Karena sifat Keysha yang boros bukan tidak mungkin uangnya habis hanya dalam waktu singkat.Yang ada dalam fikirannya hanya bagaimana cara mendapatkan tuan Sam tidak dengan yang lain.


Saat Keysha sampai di tempat yang dijanjikan tampak Dave sudah berada disana bersama asistennya. Bahkan Greg juga ikut. Padahal dalam bayangan Keysha ia hanya akan makan malam berdua dengan Dave sehingga ia merasa akan dengan mudah membujuk pria itu untuk membeli sahamnya.


Namun Keysha sudah tak mau mundur lagi mau tidak mau ia harus membujuk pria itu dengan cara profesional bukan dengan kemolekan tubuhnya.


"Selamat malam tuan-tuan..." ucap Keysha berusaha bersikap formal.


"Selamat malam..." sahut ketiga pria tersebut serempak.


"Nona datang sendiri?" tanya asisten Dave mewakili tuannya.


"Iya maaf... asisten saya ada keperluan mendadak..." sahut Keysha memberi alasan.

__ADS_1


"Baiklah mari kita bicara langsung ke intinya saja" ucap Dave yang tampak tak ingin membuang waktu.


Keysha pun mengangguk dan mereka pun langsung membahas penjualan saham Keysha. Semula wanita itu berharap bisa mendapatkan harga yang tinggi namun ternyata Dave memegang kartu asnya yang membuat wanita itu harus menelan kecewa karena harga yang ia dapatkan tak sesuai harapannya. Ia meruntuki dirinya sendiri karena terlalu gegabah dan buru-buru menginginkan Dave membeli sahamnya. Ternyata pria itu juga menginginkan keuntungan lebih dengan membeli sahamnya dengan harga lebih murah. Walau begitu karena keinginannya yang ingin segera kembali ke Indo membuatnya merelakan kerugian beberapa ratus ribu dolar dari penjualan sahamnya. Ya semua demi bisa dekat dengan tuan Sam dan berusaha menyingkirkan istrinya yang gendut itu...


__ADS_2