BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Ancaman Bahaya


__ADS_3

Sejak kehamilan Amira tuan Sam semakin memberikan perhatian lebih pada istrinya itu. Demi agar Amira tak merasa kesepian di rumah ia pun sering mengajak istrinya itu menginap atau sekedar bertandang ke rumah nyonya Sarah. Nyonya Sarah pun merasa sangat senang memiliki teman yang sama-sama sedang mengandung. Begitupun Amira ia merasa lebih tenang dalam menjalani kehamilan pertamanya. Jika nyonya Sarah yang diawal kehamilannya sering mengalami ngidam berbeda dengan Amira. Ia justru tak mengalami ngidam yang aneh hanya saja ia tak tahan dengan bau segala jenis parfum.


Hanya bau shampo dan sabun saja yang ia sukai sehingga sejak kehamilan Amira, tuan Sam tak pernah lagi menggunakan parfum. Namun pria itu sama sekali tak merasa keberatan. Hari ini jadwal Amira untuk mengecek kandungannya. Tuan Sam pun sengaja mengosongkan jadwalnya demi bisa menemani istrinya itu periksa kandungan. Setelah menjemput Amira di rumah mereka pun segera pergi ke rumah sakit untuk periksa.


Tak menunggu lama setelah keduanya tiba di depan ruang pemeriksaan Amira pun sudah gilirannya dipanggil karena tuan Sam sudah mendaftar sebelumnya. Saat dokter melakukan USG tampak jika ternyata Amira bukan hanya mengandung satu janin namun ada dua janin di sana. Itu artinya mereka akan memiliki anak kembar. Amira dan tuan Sam sangat terharu saat melihat calon anak mereka dilayar monitor.


"B... anak-anak kita..." ucap Amira meneteskan air mata bahagia.


"Iya sayang...." ucap tuan Sam dengan mata berkaca-kaca.


Tuan Sam menggenggam tangan istrinya erat dan sesekali mengecup kepala Amira. Ia juga sangat bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Dan bukan hanya satu tapi dua anak yang akan meramaikan rumahnya.


"Tuan... nyonya ... seperti yang kita lihat kedua janin dalam keadaan sehat namun masih harus tetap dijaga agar baik ibu mau pun janinnya dapat selalu sehat karena kehamilan kembar bisa jadi sangat beresiko ..."


"Baik dok..." sahut tuan Sam.


"Baiklah .... ini saya resepkan obat dan vitamin untuk menjaga kesehatan para janin dan juga ibunya"


"Terima kasih dok.."


"Sama-sama"


Setelah selesai mereka pun keluar dari ruang pemeriksaan. Tuan Sam langsung menebus obat dan vitamin yang diresepkan oleh dokter di apotek rumah sakit. Sementara menunggu Amira duduk di bangku yang disediakan di depan apotek. Amira mengelus perutnya pelan. Ia tak menyangka jika kini ia mengandung anak kembar. Padahal didalam keluarganya dan tuan Sam tak ada riwayat kembar. Sungguh anugrah yang sangat tidak terduga.


"Kamu kenapa Meyaa?" tanya tuan Sam saat selesai menebus obat.


"Tidak apa-apa B... rasanya baru kemarin kita bahagia karena aku hamil... dan kini bertambah karena ternyata anak kita kembar..." ucap Amira.


"Hemm... kau benar... apalagi tak ada satu pun di keluarga kita yang terlahir kembar" sahut tuan Sam.


"Aku merasa sedikit takut B..."


"Kenapa sayang?"


"Kau dengar kata dokter kan... jika kehamilan kembar itu lebih beresiko dari yang normal?"


"Aku tahu... karena itu aku akan menjagamu dan anak-anak kita lebih ketat lagi..." ucap tuan Sam sambil mengeratkan genggamannya pada Amira.


Wanita itu pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya merasa yakin jika suaminya itu akan melakukan segalanya yang terbaik bagi keluarga kecil mereka.


"Sudah ... ayo kita pulang" ajak tuan Sam.


Amira pun mengangguk lalu bangkit dari duduknya dibantu tuan Sam. Kemudian mereka pun berjalan keluar dari rumah sakit menuju mobil tuan Sam.


"B... kapan kita akan memberitahu pada kak Sarah dan keluarganya tentang kehamilan anak kembar kita?"


"Bagaimana kalau sekarang saja? saat ini pasti Bram juga akan segera pulang untuk makan siang di rumahnya" usul tuan Sam.


"Baiklah..." ucap Amira senang.


Mobil yang mereka tumpangi pun segera meluncur kearah rumah nyonya Sarah. Sesampainya disana tampak nyonya Sarah yang perutnya sudah mulai membuncit menyambut keduanya dengan gembira.


"Bagaimana pemeriksaannya? apa semua baik-baik saja?" tanyanya begitu Amira dan tuan Sam masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Alhamdulillah kak kami baik-baik saja" ucap Amira sambil mengelus perutnya.


"Syukurlah..." ucap nyonya Sarah.


"Kak apa anak-anak sudah pulang dari sekolah?"


"Sebentar lagi Ra... mas Bram yang menjemput mereka"


Mereka pun lalu duduk di ruang tengah menunggu tuan Bram dan kedua anaknya datang. Tak lama ketiganya pun datang. Anna dan Adit yang melihat ada Amira dan tuan Sam pun sangat gembira.


"Bunda...uncle... apa kalian akan menginap lagi malam ini?" tanya Anna yang langsung duduk di samping Amira.


"Malam ini kami tidak bisa sayang..." sahut tuan Sam.


"Kenapa?" tanya Adit yang kini sudah menggelendot pada mamanya.


"Bunda kalian harus banyak istirahat di rumah... apalagi ada dua dedek bayi didalam kandungannya" jelas tuan Sam sambil tersenyum.


Tuan Bram terkejut. Begitu juga dengan nyonya Sarah beserta kedua anak mereka.


"Kembar...?" tanya nyonya Sarah.


Tuan Sam dan Amira pun serentak menganggukkan kepala mereka dengan senyum yang merekah.


"Jadi nanti kita akan dapat dedek bayi tiga ya ma..." celetuk Adit yang baru bisa berhitung.


"Iya sayang...." sahut nyonya Sarah.


"Asyiiik..." seru kedua bocah itu bersamaan.


"Terima kasih..."


Mereka pun lalu berbincang riang sejenak lalu kemudian mereka pun makan siang bersama. Setelah makan siang dan beristirahat sejenak tuan Sam dan Amira pun pulang ke rumah mereka yang berjarak tak jauh dari rumah adiknya itu. Sedang tuan Bram pun kembali ke kantornya.


Sementara di London tampak Keysha sedang sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk diatas mejanya. Sesekali perempuan itu mengumpat karena ada saja hal yang tidak ia mengerti. Baru kali ini ia menyesali mengapa tidak sejak dari dulu ia serius menangani hotel orang tuanya itu. Kini sang investor baru ternyata bukan orang yang suka melimpahkan pekerjaannya pada orang lain. Dan itu juga berimbas pada kinerjanya kini.


Saat ini Keysha tidak bisa lagi sembarangan pergi meninggalkan pekerjaannya dan melimpahkan semuanya pada karyawanya terutama pada asisstennya. Sebab investor baru itu hanya mau berurusan langsung dengannya dan bukan dengan perwakilannya saja.


"S**l ... kenapa juga dulu aku menerima investasinya kalau akhirnya kini aku terjebak dengan pekerjaan yang membosankan ini..." runtuknya.


Pupus sudah harapannya untuk dapat segera pulang ke tanah air dan menjalankan rencananya untuk merebut tuan Sam dari Amira. Ia harus segera mencari cara agar segera terbebas dari pekerjaan yang sangat tidak disukainya itu. Sejak dulu sesungguhnya Keysha hanya tertarik untuk menghabiskan uang orang tuanya tanpa berfikir untuk melanjutkan usaha mereka.


Karena itulah sejak dulu saat Karina memperkenalkan kekasihnya Sam yang tampan dan pekerja keras langsung membuat Keysha ingin merebutnya dari Karina. Meskipun gadis itu adalah sahabatnya sendiri. Ia berfikir jika ia bersanding dengan Sam maka hidupnya akan terjamin tanpa harus bekerja keras. Karena itulah ia melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya termasuk dengan melenyapkan sahabatnya sendiri Karina, sebab ternyata kekasih gadis itu sama sekali tak mau meliriknya.


Saat wanita itu tengah tersungut-sungut dalam mengerjakan tugasnya di dalam ruangannya ia tak menyadari jika sedari tadi ada yang mengawasinya melalui cctv yang sejak ia kembali mengurus hotelnya telah terpasang diruangannya tanpa ia ketahui.


Kini seseorang yang dari tadi tengah mengawasinya tampak tersenyum remeh.


"Dasar benalu ... baru disuruh bekerja seperti itu saja sudah kepanasan..." gumamnya.


Tak lama ia pun menghubungi seseorang melalui ponselnya.


"Halo tuan..."

__ADS_1


"......."


"Iya tuan... untuk saat ini perempuan itu bisa dipastikan tidak akan bisa meninggalkan London"


"........"


"Baik tuan" ucapnya lalu panggilan pun berakhir.


Sedang di seberang sana tampak seseorang tengah menikmati makan malam bersama istrinya. Setelah mendapatkan laporan yang memuaskan dari bawahannya pria itu tampak sangat senang dan menikmati suasana bersama istrinya.


Di tempat yang lain tampak pula seorang pria tengah menatap bengis pada dua orang anak buahnya yang ia anggap gagal dalam melindungi dan menjaga adiknya hingga adiknya itu harus meregang nyawa ditangan petugas kepolisian.


"Kalian sudah aku bebaskan dari dalam penjara bukan berarti kalian aku maafkan mengerti!"


"Iya tuan..." sahut keduanya serentak.


"Sekarang tunjukkan siapa yang telah menyebabkan rencana adikku gagal dan malah kehilangan nyawanya!" kata pria itu pada bawahannya yang lain.


Seketika seseorang diantara mereka maju dan menunjukkan beberapa gambar Amira pada pria itu.


"Jadi ini bodyguard dadakan itu?"


"Iya tuan..."


"Sungguh sangat mengecewakan... kalian bisa-bisanya dikalahkan oleh perempuan gendut seperti dia!"


Kedua orang yang sedari tadi hanya bisa berlutut di hadapan tuannya itu hanya bisa pasrah pada nasib yang akan diterima mereka. Tuannya bukan orang yang mudah memaafkan apalagi ini menyangkut nyawa Mela adik kesayangannya.


Tak ada yang pernah tahu jika Mela memiliki seorang kakak yang bekerja di dunia hitam. Dan karena pekerjaannya itulah pria itu sering kali bepergian hingga keluar negeri dalam penyamaran. Dan saat adiknya meminta bantuannya ia masih mengurus bisnisnya di Amerika. Disana bisnis gelapnya memang sedang meningkat namun saingan bisnisnya pun tak main-main.


Karena itulah ia hanya menyuruh beberapa orang bawahannya saja saat adiknya itu memintanya memuluskan rencananya untuk memiliki Bram. Tak disangka semua rencana Mela gagal dan itu karena wanita gendut bernama Amira.


"Kalian urus kedua cecunguk tak berguna ini!" perintahnya pada bawahnnya.


Kedua orang yang sejak tadi terdiam pun berusaha memohon ampunan nyawa mereka pada tuannya. Tapi tentu saja harapan dan permohonan keduanya sia-sia. Dan tak lama terdengar suara tembakan yang menandakan hilangnya dua nyawa kedua orang tadi.


"Urus semuanya! aku ingin menangani perempuan itu dengan tanganku sendiri" perintahnya pada Rudi asistennya yang tadi menyerahkan informasi tentang Amira.


"Baik tuan" sahut Rudi.


Jimmy... nama pria itu. Di pandanginya foto Amira yang terlihat baru saja keluar dari rumah sakit bersama tuan Sam. Tampak kilatan kemarahan melihat wanita itu tengah berjalan mesra dengan suaminya. Jika bukan karena si gendut itu pasti kini adiknya masih hidup dan menikmati kehidupan yang sama seperti yang dirasakan Amira saat ini.


"Akan kubuat kau menderita karena menggagalkan rencana Mela dan membuatnya kehilangan nyawa" ucapnya geram dan meremas foto yang ada ditangannya.


Di rumah tuan Sam tampak Amira tengah berbaring dengan suaminya saling berhadapan. Tuan Sam mengelus rambut Amira dengan lembut. Mereka baru saja melakukan kegiatan malam yang menyenangkan sekaligus melelahkan.


"Kau jangan terlalu khawatir Meyaa... wanita yang melahirkan kembar bukan kamu saja dan mereka semua baik-baik saja ..." ucapnya lembut.


"Aku tahu B... hanya saja menghadapi semuanya sendiri tanpa adanya bimbingan dari orang tua rasanya sedikit berat" sahut Amira sambil menyusupkan kepalanya ke dada bidang suaminya.


"Aku tahu... tapikan ada Sarah... kalian berdua sudah seperti adik kakak sungguhan dan bukannya ipar" kata tuan Sam mengelus punggung istrinya lembut.


"Hemm...kau benar B... jika tak ada kak Sarah mungkin saat ini aku akan lebih panik lagi" adu Amira.

__ADS_1


"Hei ... kenapa kau jadi penakut seperti ini? dimana Amira barbar yang berani melawan penjahat dan melakukan hal-hal nekat lainya?" goda tuan Sam.


Amira pun hanya tersenyum simpul.


__ADS_2