BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Resmi Jadian


__ADS_3

Setelah sholat Anna langsung mengganti bajunya dengan gaun pemberian dari Raja. Setelahnya ia memoles wajahnya sedikit dengan bedak dan lip gloss yang memang selalu ia bawa dalam tasnya. Kemudian ia pun keluar dari dalam kamar untuk menemui Raja. Sebenarnya saat ini Anna merasa sangat gugup. Ia merasa seperti sedang pergi berkencan dengan Raja. Namun gadis itu berusaha untuk menepis semua fikirannya tersebut. Dalam benaknya Anna meyakinkan diri bahwa saat ini Raja hanya ingin menemaninya saja berjalan-jalan.


Meski begitu tak dapat dipungkiri jika hal ini sudah membuat Anna merasa senang. Raja yang selalu perhatian padanya telah kembali. Bukan karena pria itu yang dulu menjauhinya tapi justru dirinyalah yang menjauh. Tapi nyatanya takdir tetap mempertemukan keduanya setelah selama dua tahun Anna berusaha menghindari pria itu.


"Aku sudah siap om..." ucap Anna saat melihat Raja yang sudah menunggunya.


Raja menoleh ke arah Anna dan pria itu langsung terpesona dengan penampilan Anna yang terlihat sangat anggun dengan balutan dress lengan panjang yang tampak sangat cocok melekat ditubuh gadis itu. Wajah gadis itu pun terlihat sangat cantik meski hanya dipoles dengan bedak dan lip gloss.


"Om..." panggil Anna lagi yang membuat Raja kembali tersadar dari keterpesonaannya.


"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang..." ajak Raja sambil meraih tangan Anna dan menggandengnya.


Keduanya pun keluar dari apartemen Raja dan berjalan menuju mobil Raja. Setelah keduanya masuk ke dalam mobil Raja tidak langsung menjalankan mobilnya.


"Apa kau sudah lapar?" tanyanya sambil menatap Anna yang duduk di sampingnya.


"Ehm... belum begitu lapar om... kalau om?"


"Sama... lalu sekarang kau ingin kemana dulu sebelum kita makan malam?" tanya Raja pada pujaan hatinya.


"Terserah om saja... sebenarnya baru dua kali ini aku keluar malam tanpa mama dan yang lainnya" kata Anna.


Raja langsung menoleh ke arah Anna.


"Apa yang pertama itu saat kemarin kamu pulang sampai jam sebelas malam?"


"Iya om... itu pun awalnya aku pergi dengan teman sekelasku... dan aku juga tak menyangka akan pulang selarut itu..." terang Anna sambil menundukkan wajahnya.


Ia jadi teringat dengan Sari yang kini sudah berubah padanya.


"Maaf... om ga tahu..." kata Raja sambil menggenggam tangan Anna.


Gadis itu pun terkejut saat merasakan tangan Raja yang menggenggam tangannya.


"Ga pa-pa kok om..." sahut Anna pelan.


"Ya sudah bagaimana jika sekarang kita ke suatu tempat yang akan membuatmu sangat senang?"


"Dimana?"


"Nanti kamu juga akan tahu sayang... dan pastinya kamu akan sangat suka..." sahut Raja sambil tersenyum dan menyalakan mobilnya.


Kemudian Raja pun melajukan mobilnya membelah jalanan dengan kecepatan sedang. Butuh waktu sekitar 45 menit saat akhirnya Raja membawa mobilnya memasuki daerah perbukitan yang cukup sepi. Anna yang semula merasa tenang karena bersama Raja menjadi sedikit takut saat melihat sekitarnya yang sangat sepi.


"Kita mauke mana om?" tanya Anna dengan suara yang bergetar karena mulai merasa takut.


"Kau tenang saja sayang... sebentar lagi kita akan sampai di tempat itu... dan jangan takut aku tidak akan berbuat macam-macam" jawab Raja sambil tersenyum dengan satu tangannya menggenggam tangan Anna.


Tak lama mobil yang ditumpangi keduanya berhenti. Dan Anna dapat melihat jika didepannya terlihat pemandangan lampu perkotaan yang berkelap kelip begitu indahnya.


"Om..." panggil Anna sambil menoleh ke arah Raja.


"Ayo kita turun sekarang!" ajak Raja.


Pria itu bahkan langsung membukakan sabuk pengaman Anna lalu keluar dari dalam mobil dan langsung membukakan pintu untuk gadis itu. Raja juga mengulurkan tangannya pada Anna dan menggandeng gadis itu ke ujung tebing agar keduanya bisa memandangi pemandangan kota di malam hari dari ketinggian bukit. Raja lalu mengajak Anna untuk duduk pada sebuah batu besar yang ada didepan tebing. Keduanya pun kini duduk berdampingan. Anna tampak sangat terpesona dengan pemandangan yang ada dihadapannya.


"Om sering kemari?" tanya Anna setelah beberapa saat keduanya terdiam larut dalam fikiran masing-masing sambil memandangi pemandangan yang ada didepan mereka.


"Tidak juga... ini kali kedua om kemari..." sahut Raja sambil tetap menatap ke arah depannya.

__ADS_1


Anna memandang Raja sambil dengan wajah penasaran.


"Pertama kali aku datang kemari saat aku baru datang dari New York kemarin... saat itu aku sedang suntuk sambil membawa mobil berkeliling dan tak sengaja aku malah sampai ke tempat seindah ini..." kata Raja masih dengan memandang ke arah depannya.


"Kenapa om suntuk? apa di New York om banyak masalah?" tanya Anna.


Raja menggelengkan kepalanya lalu menoleh kearah Anna. Dan pandangan keduanya pun bertemu.


"Ada seseorang yang sudah membuat hatiku resah karena sudah dua tahun ini dia berusaha untuk menghindar dariku..." ucap Raja sambil memandang Anna dalam.


Anna langsung menundukkan wajahnya. Berusaha menyembunyikan wajahnya yang kini sudah memerah dan juga debaran jantungnya yang tidak bisa ia kendalikan lagi. Ya... Anna tahu siapa orang yang dimaksud oleh Raja yang tak lain adalah dirinya.


"Kenapa kau lakukan itu Anna? apa salahku hingga kau berusaha untuk menghindariku?" tanya Raja langsung.


Anna mengangkat wajahnya perlahan mencoba membalas tatapan Raja yang kini terlihat berubah sendu.


"Maaf... om tidak salah apa-apa... aku yang salah..." ucap Anna tak berani untuk melanjutkan kalimatnya.


"Anna salah karena sudah berani menyimpan rasa yang lebih pada om..." batin Anna.


"Katakan padaku alasannya..."


"Aku..." tenggorokan Anna terasa tercekat.


Gadis itu belum pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya... dan kini ia ragu apa ia harus mengungkapkan perasaannya pada Raja terlebih dahulu.


"Aku mencintaimu Anna..." ucap Raja tiba-tiba membuat Anna membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan Raja barusan padanya.


"Apa kau juga mencintaiku?" tanya Raja langsung.


Anna mematung. Ia berusaha mencerna apa yang sudah diungkapkan Raja padanya.


"Tentu saja... aku belum pernah mengungkapkan cinta sebelumnya..." kata Raja.


"Bahkan saat aku jatuh cinta pertama kalinya... dan orang itu juga hingga saat ini tak pernah tahu jika aku pernah mencintainya" batin Raja.


"Lalu apa kau juga mencintaiku Anna?" tanya Raja yang ingin kepastian dari gadis pujaannya itu agar ia bisa berusaha untuk memperjuangkannya pada orangtua Anna.


"Iya om..." sahut Anna sambil menganggukkan kepalanya.


"Benarkah?" tanya Raja tak percaya dengan ucapan gadisnya.


Anna kembali menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya. Tanpa aba-aba Raja langsung memeluk tubuh Anna dengan erat.


"Terima kasih... terima kasih kau sudah mau mencintai pria tua ini Anna..." ucap Raja masih memeluk tubuh Anna.


"Tidak usah berterima kasih... lagi pula bagiku om belum terlalu tua..." sahut Anna sambil tersenyum dalam pelukan pria dewasa yang baru saja menjadi kekasihnya.


"Kalau begitu jangan panggil aku om saat kita hanya berdua!" titah Raja sambil mengurai pelukannya.


"Lalu aku harus panggil apa?" tanya Anna dengan polosnya.


"Terserah kau saja... sayang..." sahut Raja sambil mengecup kening gadis yang kini resmi menjadi kekasihnya itu.


"Bagaimana kalau My Boo... disingkat MB?" tanya Anna.


"Kenapa kau jadi ikutan bunda dan unclemu sih?"


"Tapi memang mereka berdua sangat romantis om... aku jadi pengen seperti mereka..." sahut Anna polos.

__ADS_1


"Baiklah... kalau begitu aku juga harus memanggilmu dengan nama panggilan spesial juga..." ujar Raja yang kini ikutan seperti Anna.


Anna langsung memandang wajah Raja menunggu panggilan apa yang akan diberikan oleh kekasihnya itu untuk dirinya.


"Bagaimana jika Honey Bee?" tanya Raja.


Anna langsung menganggukkan kepalanya dengan wajah bahagia.


"Kalau begitu ucapkan jika kau juga mencintaiku!" titah Raja membuat gadis didepannya itu kembali menundukkan wajahnya.


Raja mengangkat dagu Anna dengan ujung jarinya agar gadis itu kembali menatap wajahnya. Dengan hati dan berdebar dan suara yang sedikit bergetar akhirnya Anna membuka mulutnya.


"Aku juga mencintaimu My Boo" ucapnya lirih namun Raja masih bisa mendengar ucapan kekasihnya itu.


Raja mendekatkan wajahnya pada Anna dan menempelkan bibirnya pada bibir Anna yang berwarna merah muda alami yang hanya dipoles dengan lip gloss trasparan. Kecupan singkat itu membuat Anna merasa jika dirinya langsung melayang. Wajah gadis itu bersemu merah saat Raja menjauhkan wajahnya setelah memberikan ciuman pertamanya pada Anna.


Raja merengkuh tubuh Anna dan memasukkannya dalam pelukannya. Keduanya duduk sambil berpelukan dan memandangi indahnya pemandangan lampu perkotaan dari atas bukit. Untuk sesaat keduanya terdiam menikmati kebersamaan mereka. Hingga tiba-tiba perut Anna berbunyi membuat gadis itu langsung merasa malu dan menyusupkan kepalanya di dada bidang kekasihnya.


"Apa kau sudah lapar?" tanya Raja sambil menahan senyumnya.


Anna hanya bisa mengangguk didalam dekapan Raja. Mulutnya terasa kelu akibat malu karena perutnya yang tidak bisa diajak kompromi.


"Baiklah... kalau begitu kita cari makan sekarang" kata Raja sambil mengajak Anna beranjak dari duduknya.


Keduanya pun bergandengan tangan masuk ke dalam mobil Raja. Setelah memastikan Anna memasang sabuk pengamannya Raja pun melajukan mobilnya untuk kembali ke kota.


........


Sementara di sebuah klub tampak sekelompok pemuda tengah berkumpul dan bercengkrama ditemani dengan minuman dan para wanita yang telah mereka sewa.


"Hey bro! kenapa hari ini kau tampak sangat kusut hem?" tanya salah satu pemuda yang ada disana.


"Bukan apa-apa..." sahut pemuda yang tadi ditanya.


"Bukan apa-apa bagaimana? biasanya kau yang paling semangat jika kita sudah berkumpul seperti ini... tapi kenapa hari ini kau terlihat tidak bersemangat?" sambung temannya yang lain.


"Aku merasa sudah bosan dengan pergaulan seperti ini bro..." sahut pemuda tadi yang ternyata adalah Devan.


Dengan malas ia kembali menenggak minuman dalam gelas yang sejak tadi berada ditangannya.


"Bosan? heh... sejak kapan seorang Devan bisa bosan dengan kesenangan seperti ini heh?" tanya Miko salah satu teman Devan.


"Sejak aku mengenal dia..." sahut Devan menggantung.


"Jangan bilang kau jatuh cinta pada gadis polos itu!" seru Bian teman sekaligus managernya itu.


Abian Rendy yang sudah mengenal Devan sejak mereka sama-sama masih SMP membuatnya tahu sifat temannya itu. Sejak dulu Devan yang memiliki wajah tampan sudah berjiwa casanova saat mereka beranjak remaja. Entah sudah berapa banyak gadis yang ia pacari namun hanya dalam waktu yang singkat saja. Devan tidak suka berlama-lama dalam menjalin hubungan dengan wanita. Dan sifatnya itu berlanjut hingga sekarang. Jadi ia merasa terkejut saat Devan terlihat serius mengejar gadis bernama Anna itu.


Ia akui jika gadis blasteran itu punya kecantikan yang paripurna. Meski tanpa make up setiap pria pasti akan terpesona dengan kecantikan alaminya. Namun ia tak menyangka jika sikap gadis itu yang cuek sudah membuat temannya itu tergila-gila.


"Apa kau serius mau tobat?" tanya Bian sambil bercanda.


"Tentu saja... jika dia mau menerimaku sebagai kekasihnya..." sahut Devan mantap.


Pria itu bahkan langsung meninggalkan teman-temannya untuk bisa menghubungi Anna mumpung hari belum terlalu malam. Devan segera keluar dari dalam klub dan mencari tempat yang sepi agar Anna tidak mengetahui kebiasaannya yang suka ke klub. Sayang sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi Anna namun hanya ada nada sambung tanpa sekali pun gadis itu mengangkatnya. Devan melihat jam yang ada di ponselnya. Disana menunjukkan jam delapan lebih tiga puluh malam.


"Masak baru jam segini kamu sudah tidur sih Anna..." batin Devan sedikit kecewa karena tidak bisa menghubungi Anna.


Tidur... hanya itu alasan yang terfikir oleh Devan mengapa Anna tidak menjawab ponselnya. Karena melihat kepolosan tingkah Anna dan sikap keluarganya yang protektif Devan tidak bisa membayangkan Anna berada di tempat yang lainnya. Sementara Anna kini tengah dalam perjalanan bersama Raja pulang dari restoran tempat keduanya tadi makan malam berdua setelah resmi menjadi sepasang kekasih. Anna memang tadi tidak sengaja meninggalkan ponsel dan tasnya di dalam mobil. Sehingga gadis itu tidak tahu jika Devan menghubunginya.

__ADS_1


__ADS_2