BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Malam Pertama


__ADS_3

Hari sudah sore saat Amira terbangun dari tidur siangnya. Sambil mengerjapkan mata ia melihat ke sekelilingnya. Sepertinya tuan Sam sedang keluar karena tak tampak batang hidungnya. Dengan segera Amira menuju kamar mandi yang memang berada di dalam kamar untuk membersihkan diri. Saat selesai membersihkan diri dan sholat ashar ia pun keluar dari kamar untuk mencari tuan Sam yang sedari tadi tak dilihatnya. Saat keluar dari kamar ia bertemu dengan salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di sana.


"Mbak... suami saya dimana ya?" tanya Amira.


"Oh tadi tuan keluar nyonya... tapi saya tidak tahu kemana" terangnya.


Amira pun mengucapkan terima kasih dan memutuskan untuk berkeliling karena sejak tadi ia belum sempat melakukannya.


Saat mengelilingi rumah ia baru menyadari jika rumah yang kini ia tempati memiliki banyak kamar termasuk untuk para pekerja rumah tangga. Ketika ia menuju taman belakang tampak sebuah kolam renang dengan desain alami yang menyerupai sebuah danau. Melihat itu dengan reflek Amira langsung duduk di tepian kolam renang dan menjulurkan kakinya kedalamnya. Airnya yang jernih dan sejuk membuatnya teringat masa kecilnya saat bermain di tepi sungai. Saat itulah tiba-tiba terdengar suara tuan Sam yang mencarinya.


"Meyaa..." panggilnya.


Amira pun menoleh dan terlihat olehnya jika suaminya itu sedang berjalan kearahnya. Amira pun langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri tuan Sam.


"Kau sedang apa?" tanyanya saat Amira sudah berada dihadapanya.


"Menikmati kolam" jawab Amira sambil tersenyum.


"Kau ingin berenang?" tanya tuan Sam.


Amira hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? apa kau tak mau ada yang melihatmu saat berenang? jika begitu akan kusuruh semua orang untuk menutup semua akses ke kolam renang agar kau bisa berenang dengan bebas..." kata tuan Sam sambil tersenyum.


"Tidak... aku tidak bisa berenang..." ucap Amira lirih.


Walau begitu tuan Sam masih dapat mendengarnya.


"Kau tidak bisa berenang?" Amira mengangguk.


"Tapi bukankah dulu kau pernah menyeberangi sungai dengan anak-anak Sarah?" tanya tuan Sam tak percaya.


"Iya... tapi sungainya tidak terlalu dalam dan lagi pula banyak batu besar yang bisa digunakan untuk pegangan..." terang Amira dengan wajah yang sedikit takut karena melihat wajah tuan Sam yang berubah.


"Jadi kau tetap menyeberang sungai meski kau tidak bisa berenang?" Amira kembali mengangguk.


Tuan Sam mendengus kesal.


"Jika terjadi sesuatu bagaimana? apa kau tidak berfikir bisa saja tiba-tiba datang arus deras yang bisa menyeret kalian?" ucap tuan Sam yang tak bisa membayangkan jika hal itu benar terjadi.


"Maaf... waktu itu aku hanya berfikir jika kami bisa sampai diseberang maka kami akan aman..." jelas Amira.


"Kau itu selalu bertindak nekat..." ucap tuan Sam sambil memeluk Amira.


"Jangan berbuat seperti itu lagi... aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu... cukup kemarin saja kau membuatku cemas" sambungnya semakin mengeratkan pelukannya.


"Iya..." jawab Amira yang masih dalam pelukan suaminya itu.


"Jadi... tadi kau dari mana?" sambungnya sambil mengurai pelukannya.


"Sebenarnya aku tadi ingin memberikanmu ini" ucap tuan Sam sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya.


Terlihat sebuah kotak kecil persegi panjang berbahan beludru. Dibukanya kotak itu dan tampak sebuah kalung dengan inisial nama keduanya sebagai liontin. Tuan Sam pun memakaikan kalung itu pada Amira.


"Apa kau menyukainya?" tanya tuan Sam.


"Iya... aku sangat menyukainya, terima kasih B..." ucap Amira sambil memegang liontin itu.

__ADS_1


"Jangan hanya berterima kasih... tapi kau juga harus membalasnya" kata tuan Sam sambil tersenyum penuh arti.


"Apa kau juga menginginkan hadiah dariku?" tanya Amira polos.


Tuan Sam mengangguk.


"Kau mau hadiah apa? kau kan orang kaya apa yang tidak bisa kau beli dengan uangmu itu hingga kau meminta hadiah dariku?" sambung Amira yang bingung jika harus memberi hadiah pada suaminya itu.


"Tenang saja .... kau tak perlu repot untuk membelinya" kata tuan Sam penuh misteri.


"Apa kau ingin aku masakkan sesuatu untuk makan malam?" tanya Amira lagi penasaran.


Tuan Sam kembali menggelengkan kepalanya.


"Lalu apa? jangan bikin aku penasaran B" ujar Amira yang mulai kesal.


"Nanti malam akan kuberitahu..." jawab tuan Sam menggantung.


"Sekarang bersiaplah sebentar lagi maghrib... kita sholat berjamaah...." sambungnya.


Akhirnya Amira pun memendam rasa penasarannya dan menuruti perintah tuan Sam. Keduanya pun masuk ke dalam rumah untuk melaksanakan sholat maghrib. Selesai sholat berjamaah keduanya pun makan malam bersama. Disaat keduanya baru saja selesai menyantap makan malamnya seorang Art datang menghampiri keduanya dan mengatakan jika di depan ada tamu yang ingin bertemu dengan keduanya.


"Maaf tuan... di depan ada dua orang wanita yang ingin bertemu dengan tuan dan nyonya..."


Tuan Sam mengerutkan keningnya pasalnya ia tak merasa membuat janji bertemu dengan seseorang.


"Apa mereka memberitahukan siapa mereka?" tanya tuan Sam.


"Tidak tuan... mereka hanya bilang jika mereka teman tuan" terang Art tersebut.


"Baiklah kami akan ke sana..."


"Hai Sam.... maaf kami datang menganggu malam-malam" ucap Keysha dengan nada manja.


"Apa maksud kalian datang kemari?" tanya tuan Sam tanpa mempersilahkan kedua orang itu untuk duduk terlebih dahulu.


Amira yang merasakan aura kemarahan pada suara tuan Sam langsung mengelus lengan suaminya itu. Tuan Sam pun langsung menoleh ke arah Amira dan melihat jika istrinya itu menggelengkan kepalanya pelan pertanda agar ia dapat menahan emosinya. Tuan Sam mendengus kesal lalu menarik nafas kasar.


"Baiklah kalian duduklah dulu..." ucapnya.


Kedua wanita itupun langsung duduk di seberang Amira dan tuan Sam dengan pose menggoda tanpa merasa risih pada Amira yang juga berada disana.


"Cepat katakan apa mau kalian karena aku sedang sibuk!" kata tuan Sam ketus.


"Hem...kami kemari hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu sebab kau tak mengundang kami saat itu..." ucap Keysha berusaha untuk tetap bersikap ramah.


"Lagi pula bukankah istrimu juga baru keluar dari rumah sakit? kami juga ingin menjenguknya sekaligus berkenalan bukankah kita ini berteman?" sambung Keysha sambil melirik kearah Siska.


"Iya benar Sam... kau itu jahat sekali tak mau mengundang kami padahal kita bertemu sebelum hari pernikahan kalian..." ucap Siska.


Amira memandang pada tuan Sam meminta penjelasan atas ucapan Siska tadi.


"Jangan salah faham kami bertemu di mall saat kita nonton dan kamu pergi ke toilet..." terang tuan Sam yang tak ingin Amira salah faham dan berfikir yang tidak-tidak.


Amira pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda ia dapat menerima penjelasan tuan Sam.


Sedang kedua wanita yang dihadapan keduanya tampak kecewa karena usaha keduanya untuk membuat Amira emosi tak membuahkan hasil yang seperti mereka bayangkan. Namun kedua wanita itu tampaknya tak mudah untuk menyerah.

__ADS_1


"Oh iya ini aku bawakan buah tangan untuk istrimu .... semoga dia menyukainya" kata Keysha sambil mengangsurkan sebuah paper bag pada tuan Sam padahal Amira juga ada disana namun keduanya bersikap seolah-olah Amira tak ada.


"Jika kau ingin memberikan istriku hadiah berikan saja padanya langsung" ucap tuan Sam datar, rahang pria itu sudah menegang menahan amarah karena sikap keduanya yang seperti tak menganggap Amira ada.


"Eh iya... maaf" ujar Keysha sambil terkekeh seolah hal itu hanya hal sepele saja.


"Ini untukmu...?"


"Amira" ucap Amira menyebut namanya.


"Iya... Amira... maaf aku tak tahu selera kamu jadi aku tak tahu apakah kau akan suka atau tidak atas pemberianku ini" kata Keysha.


"Tidak apa-apa terima kasih atas pemberiannya..." ujar Amira sambil menerima paper bag dari tangan Keysha.


"Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang dulu... sekali lagi maaf ya jika sudah mengganggu kalian" ucap Keysha lau berdiri disusul oleh Siska.


Tuan Sam dan Amira pun lalu mengantar keduanya sampai di depan pintu. Setelah keduanya pergi tuan Sam langsung mengajak Amira untuk beristirahat di kamar. Lalu mereka pun menaiki tangga menuju kamar mereka.


"Mereka itu siapa B?" tanya Amira begitu keduanya sampai di dalam kamar.


"Mereka itu dulu teman almarhumah Karina" terang tuan Sam.


"Tapi kau sepertinya tak menyukai mereka..." kata Amira.


"Tentu saja... sebab saat masih ada Karina keduanya berani menggodaku padahal Karina itu teman mereka yang selalu bersikap baik pada mereka" ungkap tuan Sam dengan nada kesal.


"Tapi bukannya kau juga merasa senang?" goda Amira.


"Apa kau bilang?" tanya tuan Sam yang kini menatap tajam Amira.


Melihat sikap suaminya yang langsung menatapnya tajam membuat Amira menelan ludah.


"Eum jadi.... biasanya kan pria sangat suka jika digoda wanita sexy..."


"Aku bukan pria seperti itu" sentak tuan Sam membuat Amira terkejut.


"Maaf..." ucap Amira cepat.


"Aku hanya ingin menggodamu saja..." sambungnya.


"Jangan pernah menggodaku dengan cara seperti itu.... aku tidak suka" ucap tuan Sam yang kini sudah berubah lebih lembut.


Tangan pria itu juga sudah membelai kepala Amira dan meletakkannya di dalam dadanya.


"Sekali lagi maafkan aku.... aku janji tidak akan mengulanginya lagi..." ucap Amira semakin menempelkan kepalanya di dada tuan Sam.


Tuan Sam mencium pucuk kepala Amira lembut.


"Kalau begitu kita sholat dulu setelah itu aku akan menagih bayaranku tadi..." kata tuan Sam sambil tersenyum penuh arti.


Sedang Amira tampak masih belum mengerti dengan maksud dari ucapan tuan Sam. Namun ia langsung menuruti perintah suaminya itu. Setelah selesai Amira membereskan peralatan sholat keduanya dan segera menyimpanya. Dilihatnya tuan Sam tengah bersandar di kepala tempat tidur mereka dan memandanginya tanpa berkedip. Saat inilah baru Amira sadar atas maksud dari bayaran yang diinginkan oleh tuan Sam.


Mendadak jantung Amira berdebar dengan cepat sedang tubuhnya sudah merasa bergetar karena menyadari jika inilah saatnya bagi Amira untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Demi mengulur waktu Amira sengaja menyisir rambutnya kembali agar tak terlihat kusut. Tampak tuan Sam yang masih sabar menunggu istrinya itu beranjak ke tempat tidur. Amira yang gugup tampak bergetar tangannya saat menyisir rambutnya itu. Melihat itu tuan Sam tersenyum dan beranjak menghampiri Amira.


"Apa kau gugup?" bisiknya pada telinga Amira yang membuat gadis itu terkesiap.


"Jangan takut... kita akan melakukannya secara perlahan ..." ucapnya lalu mengangkat tubuh Amira yang membuat gadis itu menjerit kecil karena terkejut.

__ADS_1


Lalu tuan Sam pun membawa Amira dan meletakkan tubuh gadis itu di atas tempat tidur agar mereka dapat melaksanakan malam pertama yang seharusnya sudah lama mereka lakukan.


__ADS_2