BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Salah Duga


__ADS_3

Tak terasa kini kehamilan Anna sudah memasuki bulan ke empat dan dia sudah diperbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat. Dan sesuai dengan janjinya Raja pun mengajak Anna untuk pulang ke Indo saat liburan musim panas. Apa lagi Risa juga akan melaksanakan pernikahannya dengan Zaeed. Ya sepasang kekasih itu memutuskan untuk langsung menikah setelah mereka menyelesaikan pendidikan mereka. Waktu yang tepat membuat Anna sangat bersemangat. Dan hari ini adalah hari dimana sahabatnya itu akan diwisuda dan malamnya mereka akan langsung terbang ke Indo karena satu minggu lagi Risa akan melangsungkan pernikahannya dengan Zaeed.


Setelah acara seremoni kelulusan Risa pun merayakan hari kelulusannya dengan makan bersama kedua orangtuanya dan juga Zaeed di restoran yang sudah mereka sewa sebelumnya. Rona bahagia tampak terpancar dari sepasang kekasih yang baru saja mendapatkan gelar sarjananya dan akan segera meresmikan hubungan keduanya dalam pernikahan. Selesai makan siang mereka pun langsung pulang untuk mempersiapkan diri untuk berangkat ke Indo nanti malam.


"Kau terlihat sangat bersemangat sekali Honey Bee" cetus Raja saat melihat Anna yang terlihat sangat antusias.


"Iya MB... aku sudah sangat merindukan semua yang ada di Indo..." sahut Anna sambil bergelayut manja pada lengan suaminya.


Keduanya sedang beristirahat siang sebab semua keperluan keduanya sudah disiapkan sejak kemarin sehingga mereka tidak perlu lagi bersiap.


"Tapi kau jangan terlalu bersemangat hingga melupakan jika saat ini kamu tengah mengandung" nasehat Raja sambil mengelus kepala Anna.


Anna mengangguk setuju. Ia memang selalu menuruti perintah suaminya itu karena ia tahu jika semua itu untuk kebaikannya dan juga calon buah hatinya. Tak terasa susah waktunya mereka berangkat ke bandara. Keduanya berangkat bersama Risa dan kedua orangtuanya ke bandara. Disana mereka juga bertemu dengan Zaeed dan kedua orangtuanya yang juga akan ikut berangkat ke Indo bersama. Meski agak gugup karena ini perjalanannya yang pertama di masa kehamilannya namun Anna merasa lega karena Raja selalu menjadi suami yang siaga. Pria itu selalu berusaha membuat istrinya itu merasa nyaman selama perjalanan yang panjang.


Dan akhirnya pesawat yang mereka tumpangi sampai dengan selamat di bandara. Dari sana Risa dan Anna berpisah dan ikut dengan keluarga mereka masing-masing. Sesampainya di rumah kedua orangtuanya Anna langsung disambut oleh mamanya. Wanita itu langsung memeluk putri sulungnya itu dengan penuh kerinduan. Sedang tuan Bram langsung memeluk Raja. Kedua pria itu langsung menuju ke ruang kerja tuan Bram demi membicarakan sesuatu hal yang tidak boleh diketahui oleh Anna dan juga mamanya.


Sementara nyonya Sarah langsung membawa putrinya ke kamar Anna dulu. Di belakang mereka tampak salah seorang Art mengikuti keduanya sambil membawakan koper Anna dan Raja. Setelah meletakkan koper itu di dalam kamar Art itu pun berpamitan keluar dari dalam kamar. Nyonya Sarah menatap putrinya dengan wajah sendu. Bukan dia tidak bahagia atas kehamilan Anna, namun karena putrinya yang kini tinggal di luar negeri membuatnya tidak bisa mendampingi Anna dalam menjalani masa kehamilannya yang pertama. Ia merasa bersalah dan khawatir karena Anna harus menjalani kehamilan pertamanya hanya berdua dengan Raja tanpa bantuannya sebagai orangtua.


"Mama kenapa?" tanya Anna yang melihat wajah sedih sang mama.


"Tidak apa-apa sayang... bagaimana keadaanmu selama kehamilan pertamamu ini?" tanya nyonya Sarah dengan suara lembut.


"Alhamdulillah ma... semua baik-baik saja... kak Raja sangat perhatian dalam menjagaku... jadi mama jangan sedih atau pun merasa bersalah karena tidak ada disampingku selama ini..." ucap Anna yang tahu dengan isi hati mamanya.


"Tidak sayang... mama tidak merasa bersalah... mama hanya terharu melihatmu hidup bahagia bersama Raja... apa lagi tak lama lagi kalian akan memiliki anak... sungguh mama tidak pernah menyangka putri mama ini akan segera menjadi ibu diusianya yang masih muda" terang nyonya Sarah.


"Mama..." ucap Anna sambil memeluk nyonya Sarah erat.


"Terima kasih mama sudah melahirkan dan membesarkan Anna selama ini... maaf jika dulu Anna pernah membuat mama sama papa kecewa saat memilih kak Raja sebagai pendamping Anna" ungkap Anna tulus.

__ADS_1


Nyonya Sarah tersenyum... baginya pilihan Anna yang keukeuh menjadikan Raja sebagai pedampingnya merupakan keputusan yang tepat. Karena hingga detik ini Raja membuktikan jika ia pria yang sempurna untuk Anna. Meski usia keduanya berbeda sangat jauh. Tak lama Art rumah nyonya Sarah mengatakan jika Amira dan tuan Sam datang bersama anak-anak mereka membuat Anna menunda istirahatnya demi menemui mereka semua.


Suasana di rumah itu tampak sangat meriah dengan kehadiran tuan Sam dan Amira bersama si kembar dan juga Dira. Tak terasa sudah satu minggu Anna dan Raja berada di rumah kedua orangtua Anna. Selama itu mereka semua disibukkan dengan permintaan ngidam Anna. Ya bukan hanya Raja yang menjadi korban ngidam Anna, tapi juga kedua orangtuanya dan juga bundanya serta unclenya. Bahkan Adit pun mendapatkan gilirannya saat Anna menginginkan adiknya itu untuk membelikan jajanan favoritnya di kantin SMU nya dulu. Untung saja Adit juga bersekolah disana sehingga pemuda tanggung itu tidak terlalu kesulitan untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh kakaknya itu. Hanya saja Anna memintanya saat ia berada ditengah jam pelajaran, membuat Adit terpaksa berbohong untuk mendapatkan izin keluar dari kelasnya. Meski begitu bukannya merasa keberatan tapi sebaliknya mereka malah merasa antusias untuk mengabulkan setiap permintaan calon ibu muda itu.


Hari ini adalah hari pernikahan Risa dan Zaeed. Sejak pagi Anna sudah bersiap. Ia ingin mendampingi sahabatnya itu sebelum acara ijab dilaksanakan. Bersama dengan Raja dan keluarga besarnya Anna berangkat ke rumah Risa. Risa memang sudah sangat dekat dengan keluarga Anna semenjak bersahabat dengan Anna. Karena itulah seluruh keluarga Anna tidak akan ketinggalan menyaksikan momen bahagia gadis itu di hari pernikahannya. Acara ijab kabul berjalan dengan lancar yang kemudian disusul dengan acara resepsi. Risa memang meniru konsep pernikahan Anna yang langsung menggelar resepsi setelah acara ijab agar bisa beristirahat di malam harinya.


Karena kehamilannya Anna tidak bisa berlama-lama diacara resepsi Risa, sehingga sebelum acara itu berakhir ia dan Raja sudah pamit pulang. Risa pun mengerti dengan keadaan sahabatnya yang sedang mengandung itu dan tidak mempermasalahkan Anna yang pulang terlebih dahulu. Tiga hari setelah acara pernikahan Risa, Raja harus pergi ke New York karena ada masalah pada perusahaannya disana. Dan meski Raja sudah menyuruh Anna untuk menunggunya di Indo bersama keluarganya namun wanita hamil itu tetap bersikeras untuk ikut dengan suaminya itu.


Karena merasa tidak tega akhirnya Raja pun memenuhi keinginan istrinya itu. Padahal ada kekhawatiran Raja jika keselamatan Anna bisa terancam bila istrinya itu ikut bersamanya. Karena Julio juga berada di New York. Entah itu firasat atau hanya karena hormon kehamilannya, sebab semakin kesini Anna semakin tidak ingin berjauhan dengan suaminya. Akhirnya dengan berat hati kedua orangtuanya pun kembali melepas putri sulung mereka itu untuk pergi mengikuti suaminya.


Selama di dalam pesawat Anna tidak pernah melepaskan lilitannya pada lengan Raja. Bukannya merasa risih namun pria itu justru merasa sangat bahagia. Istrinya yang sedikit pemalu kini berubah manja padanya setelah kehamilannya. Tak terasa perjalanan panjang menuju ke New York akhirnya berakhir. Demi menjaga keselamatan istrinya Raja sengaja mengerahkan para pengawalnya untuk menjaga dirinya dan sang istri meski tidak kentara. Sebab ia juga tak ingin musuhnya menyadari jika ia sudah mengetahui rencana mereka untuk mencelakainya.


Dari bandara Raja dan Anna langsung menuju ke apartemen Raja. Disana keduanya langsung beristirahat akibat perjalanan jauh. Apa lagi Anna yang sedang hamil, ia harus selalu menjaga kesehatannya dan calon buah hatinya. Keesokan harinya Raja sudah langsung disibukkan dengan urusan kantornya. Sementara Anna dengan sabar menunggu suaminya di apartemen. Demi mengurangi rasa bosan ia pun kembali membuka buku-buku kedokteran yang juga tersedia di apartemen Raja. Sebab ia juga sudah harus mulai mempersiapkan diri untuk mulai magang di salah satu rumah sakit yang telah ditunjuk oleh dosennya.


Rencananya Raja akan menyelesaikan pekerjaannya selama satu minggu agar Anna bisa tepat waktu untuk mengikuti kegiatan magangnya di rumah sakit. Namun jika ternyata masih harus membutuhkan waktu lebih lama maka pria itu hanya akan mengantarkan Anna kembali ke Oxford kemudian ia akan kembali lagi ke New York untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jika begitu maka Anna harus bersiap kembali berjauhan dengan suaminya itu untuk sementara. Saat tengah asyik membaca tiba-tiba terdengar bunyi bel apartemenya. Dengan kening berkerut Anna melangkahkan kakinya ke pintu. Pasalnya ia merasa tidak sedang menunggu seseorang sedangkan Raja akan pulang sore nanti. Dan sekarang jam baru menunjukkan pukul dua siang.


"Tante Jenny?" desis Anna.


Tiba-tiba ia merasakan firasat yang tidak enak tentang wanita itu. Ia teringat dengan kejadian saat wanita itu berusaha mencium Raja saat pria itu tengah tertidur sehingga membuatnya cemburu dan patah hati saat itu.


"Ada maksud apa dia kemari?" batin Anna.


Bel pintu apartemen kembali berbunyi. Tampak Jenny seperti sudah tidak sabar agar seseorang mau membukakannya pintu. Setelah menghembuskan nafasnya pelan, Anna pun memutuskan untuk membukakan pintu. Saat melihat wajah Anna yang muncul membukakan pintu apartemen Jenny langsung tersenyum penuh arti. Ia sudah bisa menduga jika wanita muda yang ada dihadapannya ini adalah istri Raja. Namun ia tidak mengenali Anna sebagai gadis cilik yang dulu dikenalnya sebagai salah satu dari keponakan Raja.


"Selamat siang..." sapanya dengan nada sedikit angkuh.


"Siang... ehem... anda ingin bertemu dengan siapa ya?" tanya Anna basa-basi.


"Apa tidak sebaiknya kita berbicara di dalam saja? saya ingin berbicara sesuatu dengan anda..." kata Jenny masih dengan senyuman palsunya.

__ADS_1


"Hemmm... baiklah... silahkan masuk!" ucap Anna sambil membukakan pintu lebih lebar dan menggeser tubuhnya ke samping agar Jenny bisa masuk ke dalam.


"Silahkan duduk!" sambung Anna sambil menunjuk sofa yang ada di ruang tamu.


Dengan gaya angkuh Jenny duduk di sofa dan memandang Anna dengan pandangan penuh selidik. Sepertinya ia tengah menilai seperti apa Anna yang menjadi saingannya. Jika melihat wajah Anna saja Jenny tahu jika umur wanita muda yang ada dihadapannya ini pasti sangat jauh dibawahnya apa lagi Raja.


"Ck masih bocah ingusan..." batin Jenny sambil menatap remeh pada Anna.


"Jadi apa maksud TANTE kemari?" tanya Anna dengan menekankan kata tante demi membuat wanita yang ada dihadapannya itu bertambah illfeel.


Dan benar saja mendengar Anna menyebutnya tante membuat wanita itu menjadi marah dan membuat wajahnya yang penuh dengan riasan itu menjadi memerah.


"Aku kemari hanya ingin berkenalan denganmu bocah cilik... asal kau tahu... Raja itu mantan kekasihku... dan kami berhubungan sudah sangat lama hingga kau merebutnya saat aku tidak berada disisinya!" ucapnya dengan penuh penghayatan seolah dia adalah korban dari Anna.


"Benarkah?" tanya Anna tenang.


"Kau tidak percaya? baiklah... jika kau tidak percaya coba kau lihat betapa kami dulu sangat mesra dan hubungan kami adalah hubungan orang dewasa yang sudah tentu juga sudah sangat jauh..." ungkap Jenny sambil mengambil amplop dari dalam tasnya dan meletakkannya diatas meja mencoba memprovokasi Anna.


Anna masih terdiam di tempat duduknya tanpa berniat melihat isi dari amplop yang diperlihatkan oleh Jenny. Melihat itu Jenny menjadi gusar dan ia pun langsung mengeluarkan sendiri isi amplop itu di depan Anna. Seketika terlihat beberapa foto berserakan diatas meja. Dan dalam sekilas saja Anna bisa melihat jika foto-foto itu adalah foto Raja dan Jenny yang terlihat mesra. Namun Anna masih terlihat tenang. Hal itu membuat Jenny semakin gusar. Ketenangan Anna memperlihatkan jika wanita muda itu tidak mudah untuk di provokasi. Oleh karena itu Jenny sengaja mengambil salah satu foto yang memperlihatkan adegan vulgar antara dirinya dan Raja.


"Lihatlah... sudah sejauh ini hubungan kami... dan kau malah merebutnya dariku!" serunya tanpa malu.


Anna memiringkan wajahnya saat melihat foto vulgar Raja dan Jenny yang ada dihadapannya. Seketika bibirnya tersenyum lalu ia pun memandang pada Jenny.


"Tante... jika ingin memfitnah suamiku seharusnya kau bisa mengedit foto ini dengan lebih baik... jangan menggunakan jasa orang amatir untuk mengelabuiku..." sahut Anna tenang.


Jenny mendelik kaget. Dari mana dia tahu jika ia mengedit semua foto-foto itu? batinnya.


"Kau tahu tante... Raja itu suamiku... aku tahu tiap lekuk tubuhnya karena kami sudah saling melihat satu sama lain... jadi percuma kau gunakan tubuh orang lain hanya untuk menipuku!" sambung Anna skakmat.

__ADS_1


__ADS_2