BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Kado


__ADS_3

Amira terbangun saat mendengar suara adzan subuh yang berasal dari musholla yang terletak tak jauh dari rumah yang kini ditempatinya dengan tuan Sam. Tubuhnya yang masih merasa lelah karena aktivitasnya bersama tuan Sam semalam tak membuatnya malas untuk mengerjakan ibadahnya. Dengan perlahan ia berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya namun saat menggerakkan tubuhya ia baru menyadari jika lengan suaminya masih memeluk tubuhnya erat. Bahkan gerakan kecil Amira malah membuat suaminya itu semakin mempererat pelukannya. Mau tidak mau ia pun membangunkan tuan Sam. Toh pria itu juga harus menjadi imamnya nanti.


"B... bangunlah..." ucapnya sambil menggoyangkan tubuh tuan Sam yang berada disampingnya.


"Hemm..." jawab tuan Sam masih dengan mata terpejam.


"Bangun B..." ucapnya lagi kali ini ia sengaja menaikkan nada suaranya dan menepuk pipi suaminya itu pelan.


Tampak tuan Sam mulai mengerjapkan matanya dan memandang Amira dengan wajah sehabis tidur.


"Kenapa?" tanyanya dengan suara serak.


"Bangun... sudah subuh" ucap Amira lagi.


"Hem..." bukannya bangun pria itu malah kembali memejamkan matanya membuat Amira merasa kesal.


Dengan segera ia bangun dan menyibakkan selimut yang dipakainya. Saat itulah ia baru sadar jika saat ini dia masih dalam keadaan polos. Namun saat menoleh ke arah tuan Sam dan melihat jika mata suaminya itu masih terpejam ia pun memberanikan diri untuk berjalan ke kamar mandi sambil membungkus tubuhnya dengan selimut. Tapi baru ia menjejakkan kakinya diatas lantai ia merasakan nyeri dibagian sensitifnya yang membuatnya memekik pelan.


Dengan perlahan ia mencoba berjalan sambil menahan rasa nyerinya. Tapi naas selimut yang digunakannya untuk menutupi tubuhnya justru membelit kakinya dan membuatnya terjatuh. Amira sudah pasrah dan memejamkan matanya bersiap membentur lantai. Namun tiba-tiba tubuhnya sudah terangkat diudara. Dan saat ia membuka matanya ternyata ia sudah berada dalam gendongan suaminya.


"Kenapa kau tidak membangunkanku?"


"Aku sudah membangunkanmu sejak tadi..." ucap Amira dengan nada kesal.


"Maaf..." kata tuan Sam mengecup kepala Amira.


"Lebih baik kita mandi bersama" sambung tuan Sam.


Amira terdiam. Sebenarnya ia masih malu jika tuan Sam melihat tubuh polosnya.


"Tidak usah malu bukankah semalam aku juga sudah melihat semuanya? lagi pula jika bergantian akan lama sedang sebentar lagi waktu subuh sudah habis" terang tuan Sam.


"Baiklah..." ucap Amira pasrah karena tak ingin ibadahnya terlewat.


Tuan Sam tersenyum tipis lalu membawa tubuh Amira ke kamar mandi. Ternyata keputusan Amira untuk mandi bersama salah sebab bukannya mempersingkat waktu tapi justru membuatnya mendapatkan gempuran lagi dari suaminya dan membuat acara mandi mereka bertambah lama. Sehingga akhirnya mereka pun sholat diakhir waktu subuh. Selesai sholat Amira masih merasa jengkel dengan ulah tuan Sam yang menipunya.


"Maaf kan aku Meyaa... aku tidak bermaksud menipumu... tapi tadi aku benar-benar khilaf" ungkap tuan Sam saat melihat Amira yang masih merajuk.


"Tapi kan kau tahu jika waktu subuh itu singkat... jika kau ingin kan bisa setelah kita sholat" cetus Amira.


"Jadi kalau setelah sholat kau mau kita melakukannya lagi?" tanya tuan Sam dengan senyum yang mengembang.


Amira yang baru sadar dengan kesalahan ucapannya langsung menepuk kepalanya pelan.


"Bukan begitu..." sahutnya cepat.


"Jadi maksudnya apa?" tanya tuan Sam yang mulai suka menggoda istrinya itu.


"Maksudku... ibadah itu dahulukan dulu... baru yang lain" kilah Amira yang sudah dapat mengira apa yang di maksud oleh suaminya itu.


"Sudah aku akan membuat sarapan dulu" sambungnya sambil beranjak untuk berdiri.


Namun rasa nyeri itu kembali datang yang membuatnya langsung meringis dan berhenti. Melihat itu tuan Sam jadi merasa bersalah sebab akibat ulahnya istri chubbynya harus menahan rasa nyeri pada area sensitifnya.

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan aku Meyaa..." ucap tuan Sam lembut sambil memapah Amira kembali ke atas tempat tidur.


"Kau tidur saja dulu... soal makanan biar Art saja yang mengurusnya" kata tuan Sam.


"Tapi B..."


"Sudah jangan keras kepala... atau kau ingin seisi rumah tahu kalau kita baru saja melakukan malam pertama?" tukas tuan Sam yang membuat Amira langsung terdiam.


Tentu saja ia tak mau sampai semua orang tahu jika mereka berdua baru saja melakukannya. Baginya hal seperti itu cukup mereka berdua saja yang tahu.


"Baiklah..." ucapnya pasrah.


Amira merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan mencoba untuk menutup matanya. Namun pergerakan disampingnya membuatnya membuka kembali matanya. Dilihatnya ternyata tuan Sam juga kembali ikut merebahkan dirinya disamping Amira.


"Kau tidak berangkat kerja B?" tanyanya sambil memiringkan badannya menghadap pada suaminya itu.


"Tidak .... hari ini aku libur untuk menemanimu di rumah" sahut tuan Sam enteng lalu membelai rambut Amira yang terurai dan masih sedikit basah.


"Tapi aku kan disini tidak sendiri B... ada Art yang menemaniku" sahut Amira.


"Iya aku tahu... tapi apa kau tidak malu kalau mereka melihat cara jalanmu yang sedikit aneh itu?" dalih tuan Sam yang ingin menakuti Amira.


"Maksudnya?"


"Iya... cara jalanmu saja masih tertatih dan kalau mereka bertanya apa kau mau bilang itu karena kita yang baru saja..." Amira langsung saja membekap mulut suaminya yang resek itu.


"Iya aku faham ... jadi jangan terlalu di jelaskan juga" sungut Amira yang kesal dengan ulah suaminya itu.


"Nah itu tahu... jadi selama beberapa hari ini kamu ga usah keluar kamar sebelum kamu bisa berjalan normal" ungkap tuan Sam sambil menyeringai tipis.


"Tapi sampai berapa lama?" ungkap Amira yang kini sedikit takut jika ia akan lama bisa berjalan normal.


"Mungkin dua atau tiga hari..." sahut tuan Sam asal.


Amira pun menarik nafas lega setidaknya itu tidak terlalu lama. Sedang tuan Sam sejak tadi sudah senyam-senyum sendiri karena berhasil mengelabui Amira. Gadis yang baru saja menjadi wanita itu pun mengangguk patuh. Sedang tuan Sam sedang bersorak dihatinya karena bisa honeymoon dengan istri chubbynya itu walau hanya di rumah. Tak lama terdengar ketukan dari pintu kamar. Tuan Sam pun beranjak dari tidurnya dan membukakan pintu sedikit. Tampak seorang Art tengah berdiri di depan pintu.


"Ada apa?" tanya tuan Sam dengan wajah datar.


"Maaf tuan... sarapan sudah siap" kata Art tersebut.


"Bawakan saja kemari" kata tuan Sam singkat.


"Baik tuan... dan maaf ini milik nyonya tertinggal di ruang tamu tuan" ucapnya sambil mengangsurkan sebuah paper bag pada tuan Sam.


"Baiklah terima kasih" ucap tuan Sam seraya mengambil paper bag itu.


"Kalau begitu saya permisi tuan"


"Hemm..." jawab tuan Sam.


"Apa itu B?" tanya Amira saat melihat tuan Sam membawa sebuah paper bag ditangannya.


"Entahlah..."

__ADS_1


"Bukankah itu pemberian teman kamu semalam?".


"Mereka bukan temanku" sahut tuan Sam ketus.


"Iya..." Amira menghela nafasnya pelan sadar jika ia harus bersabar menghadapi sikap suaminya yang mudah berubah.


"Sini aku lihat apa yang mereka berikan untukku..." ucap Amira mengalihkan pembicaraan.


Tuan Sam pun memberikan paper bag itu pada Amira dan berjalan kearah kamar mandi. Saat tuan Sam berada di dalam kamar mandi Amira lalu membuka paper bag itu untuk melihat isinya.


Saat mengeluarkan isi paper bag itu Amira sangat terkejut karena isinya sebuah pakaian yang sangat transparan dan hanya di area sensitifnya saja yang tertutup. Meski tak pernah melihat tapi Amira sudah bisa menduga pakaian jenis apa yang diberikan wanita semalam itu. Di atas pakaian itu bahkan terselip sebuah kertas pesan.


"Maaf aku sudah berusaha membeli dengan ukuran yang paling besar agar bisa muat kau pakai... jadi pakailah untuk menyenangkan suamimu...."


Sebuah isi pesan yang sesungguhnya untuk menghina Amira. Dengan geram diremasnya kertas pesan tersebut. Namun bukan hanya itu yang membuatnya geram tapi juga aroma yang menguar dari pakaian itulah yang membuatnya bertambah geram. Bagaimana tidak aroma itu bukanlah aroma dari sebuah barang baru... dan Amira tahu itu, sebab walau ia tak pernah membeli barang mahal ia bisa membedakan aroma barang dari toko dan aroma parfum. Dan yang dibauinya saat ini adalah aroma parfum. Parfum wanita yang masih dengan jelas ia ingat siapa pemakainya.


Keysha... wanita itu semalam datang dengan memakai parfum yang sama.


"Jadi kau ingin membodohiku..." gumam Amira geram.


Amira tak menyangka wanita itu bisa mempunyai ide gila seperti itu. Menyuruh Amira menggunakan pakaian pemberiannya dengan parfum yang selalu dipakainya dan berharap agar tuan Sam dapat menghirup aroma tubuhnya melalui parfum itu.


"Sungguh gila sekali pemikiranmu dasar j*l**g" batin Amira dengan wajah memerah.


Tuan Sam yang baru saja keluar dari kamar mandi tertegun saat melihat Amira berdiri mematung dengan tangan meremas sesuatu. Saat didekatinya baru ia tahu jika itu sebuah lingerie.


Diambilnya lingerie itu dari tangan Amira dan tuan Sam pun langsung dapat mencium bau parfum dari benda itu. Saat itulah ia sadar istrinya geram bukan karena pemberian itu tapi aroma yang keluar darinya. Dengan cepat dimasukkannya kembali lingerie itu ke dalam paper bag dan segera mencuci tangannya agar tak tercium bau parfum yang menempel disana. Didekatinya Amira yang masih tetap berdiri di tempatnya. Terlihat jika istrinya itu masih berusaha menahan amarahnya.


"Meyaa..." panggilnya sambil memeluk tubuh Amira dari belakang.


Merasakan pelukan dari suaminya Amira langsung membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan tuan Sam.


"Wanita itu sudah tidak waras B" adunya pada tuan Sam.


"Aku tahu... makanya sejak dulu aku tidak mau berurusan dengannya" jawab tuan Sam kemudian mencium kepala istrinya itu dengan lembut.


"Kau tenang saja aku tidak akan membiarkan dia mengganggu kita" sambung tuan Sam.


Tak lama terdengar suara Art yang hendak mengantarkan makanan.


"Masuklah..." jawab tuan Sam.


Kemudian Art itu pun membuka pintu dan mendorong meja yang berisi makanan ke dalam kamar.


"Letakkan saja di situ!" titah tuan Sam dan Art itu pun mengikuti perintah tuannya.


"Jangan lupa ambil paper bag itu dan bakar sampai habis!" sambungnya.


Art itu pun menganggukan kepalanya mengerti dan segera melakukan perintah tuan Sam.


"Sudah... kau jangan terlalu memikirkan hal ini terus... lebih baik sekarang kita makan" ajak tuan Sam.


Amira pun mengangguk dan mulai tersenyum. Lalu mereka pun makan berdua sambil menikmati suasana pagi di balkon kamar.

__ADS_1


Selesai makan tuan Sam langsung turun dari dalam kamarnya dan menyuruh semua Art yang ada dirumahnya berkumpul termasuk satpam yang berjaga di gerbang. Ia memerintahkan pada mereka untuk selalu waspada menjaga keselamatan istrinya dan menyuruh mereka untuk langsung mengusir Keysha dan Siska jika keduanya kembali datang ke sana. Semua langsung mematuhi perintah majikannya itu. Setelah memberi perintah pada Art dan satpam di rumahnya tuan Sam langsung menghubungi Lukas. Ia ingin agar masalah Keysha segera diselesaikan.


__ADS_2