BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Bertahan


__ADS_3

Dikantor polisi tampak semua pelaku penyerangan terhadap tuan Sam dan keluarganya sudah dimasukkan ke dalam sel tahanan. Dengan semua bukti yang ada maka bisa dipastikan jika mereka akan mendekam lama dibalik jeruji besi. Apa lagi Lukas tidak akan melepaskan mereka dengan mudah karena berani mencelakai tuannya. Disamping itu Amira juga telah memberikan perintah langsung pada Lukas untuk membuat mereka semua membayar perbuatannya terutama Keysha dan Siska.


Siska dan Keysha yang dimasukkan dalam sel tahanan tampak mulai ketakutan. Pasalnya mereka berdua belum pernah berada dalam tahanan. Apa lagi mereka dijadikan satu dengan pelaku kriminal lainnya yang sering kali bertindak kasar terhadap penghuni baru. Apa lagi tampang mereka yang garang meski mereka sesama wanita. Entah kenapa keberanian Keysha saat melawan Amira langsung lenyap saat berhadapan langsung dengan para kriminal yang ada disana apa lagi tanpa uang sebagai senjatanya. Sedang Siska sedari tadi sudah meringkuk ketakutan di pojok sel.


Pagi menjelang....


Amira yang sudah bangun sejak subuh sedang bersiap untuk menuju ke rumah sakit setelah selesai menjalankan ibadahnya. Kedua putranya pun sudah ia bersihkan dan memakaikannya pakaian bersih. Kedua bayi itu tampak tenang setelah Amira menyusui mereka secara bergantian. Setelah selesai bersiap ia pun segera keluar dari dalam kamarnya. Sebenarnya ia tidak enak membangunkan Sandra dikamarnya tapi ia juga tidak ingin membuat sahabatnya itu khawatir jika nantinya tidak menemukannya di dalam kamar.


Setelah mengetuk pintu kamar Sandra beberapa kali barulah pintu kamar itu dibuka dari dalam. Tampak Sandra juga sudah rapi. Sepertinya gadis itu sudah menduga jika Amira akan pergi ke rumah sakit pagi-pagi sekali.


"San San... kau?"


"Iya Ra... ayo kita ke rumah sakit..." sahut Sandra sambil tersenyum.


Gadis itu lalu mengunci pintu kamarnya kemudian meraih tangan Amira dan mengajaknya untuk segera pergi. Amira pun tersenyum. Ternyata insting Sandra terhadapnya masih tajam seperti dulu saat keduanya masih kecil.


"Terima kasih San..." ucap Amira saat keduanya berjalan keluar dari hotel.


"Tidak usah berterima kasih Ra... kita kan teman..." sahut Sandra.


Keduanya pun mendorong srtoller Sahir dan Samir bersama. Untung saja sopir yang ditugaskan untuk mengantar kemana pun Amira pergi juga sudah standby di depan hotel. Sehingga keduanya bisa langsung masuk ke dalam mobil dan pergi ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit terpaksa Amira masuk ke dalam sendiri karena tak diperbolehkan membawa kedua bayinya. Untung saja ada Sandra yang bisa menjaga keduanya bersama pak sopir.


Amira melangkah dengan cepat ke arah ruang ICU tempat tuan Sam berada. Di depan ruangan tampak Lukas dan Dave tengah tertidur di bangku tunggu. Melihat keduanya yang sangat lelap dalam tidurnya membuat Amira tak tega untuk membangunkan keduanya. Akhirnya ia langsung memasuki ruang ICU tanpa mengganggu kedua orang yang masih tertidur itu.


"Assalamualaikum... selamat pagi Db..." sapa Amira pada tuan Sam meski ia tahu jika suaminya itu tidak dapat membalasnya.


Dengan telaten Amira mulai membersihkan tubuh tuan Sam dengan kain basah. Sambil melakukannya Amira mengajak ngobrol suaminya agar memancing respon tuan Sam. Selesai membersihkan tubuh tuan Sam, Amira kembali keluar dari ruang ICU untuk menghampiri Lukas dan David. Ia pun berusaha membangunkan keduanya.


"Lukas... bangunlah..." kata Amira.


Setelah memangggil dan menggoyangkan lengan pria iti beberapa kali akhirnya Lukas pun mengerjapkan matanya dan terbangun. Melihat Amira berada dihadapannya ia pun langsung menegakkan badannya.


"Nyonya..."


"Bangun dan pulanglah ke hotel dengan Dave, Lukas" titah Amira.


"Tapi nyonya..."


"Kau tidak usah khawatir... aku akan menemani suamiku disini...nanti kau pulanglah bersama Sandra. Anak-anakku ada bersamanya" sambung Amira.


Mau tidak mau akhirnya Lukas pun menurut. Ia lalu membangunkan Dave dan mengajaknya ke hotel untuk beristirahat. Amira pun berpesan pada Lukas agar menberitahukan pada Sandra jika ia sudah menyimpan cadangan ASI di dalam kulkas kamar hotelnya. Setelah kedua pria itu pergi Amira pun kembali ke dalam ruang ICU.


"Db... baru semalam kau seperti ini... tapi aku sudah merindukanmu..." ucap Amira sambil membelai wajah tuan Sam yang mulai terlihat lebih hidup dibanding semalam saat terakhir kali Amira melihatnya.


"Kau tahu B.... anak-anak juga merindukanmu... Sahir bahkan tak bisa tidur sebelum kuperlihatkan fotomu..." sambungnya sambil mengingat saat putra kecilnya itu baru mau tidur saat Amira memperlihatkan foto tuan Sam yang ada di ponsel Amira.

__ADS_1


Sedangkan Samir yang lebih penurut sudah langsung terlelap setelah menyusu pada Amira. Setidaknya dalam keadaan seperti ini kedua putranya bisa menjadi pelipur lara untuknya. Amira berceloteh tentang kedua putranya berharap suaminya mendengar dan bisa segera sadar. Amira tersadar sudah lama berada di dalam sana saat dokter yang hendak memeriksa tuan Sam datang. Ia pun segera berdiri hendak memberi ruang pada dokter yang akan memeriksa tuan Sam.


Namun ia merasakan jika ada yang menahan tangannya. Saat ia menoleh tampak tangan tuan Sam menggenggam tangan Amira dengan erat.


"Dokter..." ucap Amira sambil memandang sang dokter.


Tak lama tampak tuan Sam mulai sadar dan membuka kedua matanya perlahan. Dokter pun langsung memeriksa kondisi tuan Sam.


"Bagaimana dokter?" tanya Amira.


"Syukurlah... tuan Sam sudah mulai sadar... sekarang saya akan memindahkannya ke ruang perawatan biasa" terang dokter.


Amira pun langsung merasa lega dan memeluk tubuh tuan Sam yang baru saja tersadar.


"Db..." panggilnya dengan air mata berlinang.


"Meyaa..." panggil tuan Sam lirih.


"Iya B... aku ada di sini..." sahut Amira sambil melepaskan pelukannya.


Tuan Sam tersenyum saat menatap wajah Amira. Dalam benaknya ia memang ingin melihat wajah Amira pertama kali saat ia bangun. Dan keinginannya itu telah tercapai karena saat membuka matanya wajah Amiralah yang pertama kali ia lihat.


"Dimana anak-anak?" tanya tuan Sam.


"Mereka di hotel bersama Sandra..." sahut Amira.


Setelah tuan Sam dipindahkan di ruang perawatan biasa Amira langsung menghubungi Sandra agar nanti bisa membawa kedua putranya ke rumah sakit untuk bertemu tuan Sam. Mendengar tuan Sam sudah sadar Sandra pun sangat bersyukur dan turut bahagia serta mendo'akan jika tuan Sam cepat sembuh. Dia juga akan membawa Sahir dan Samir ke rumah sakit untuk bertemu tuan Sam. Amira pun mengucapkan terima kasih pada sahabatnya itu karena telah banyak membantunya. Selesai menelfon Amira pun mendekati tuan Sam diatas brankarnya. Rasanya ia masih tak percaya jika tuan Sam benar-benar telah sadar.


"Aku sangat bersyukur sekali kau cepat sadar B..." ungkapnya sambil menggenggam tangan tuan Sam.


"Apa... kau... merindukanku?" tanya tuan Sam sedikit terbata.


"Iya B..." sahut Amira sambil meyandarkan kepalanya didada tuan Sam.


Perlahan tuan Sam mengusap kepala Amira dengan sebelah tangannya yang bebas dari selang infus. Ia pun merasakan hal yang sama saat tak dapat membuka mata dan menggerakkan anggota tubuhnya. Namun telinganya dapat mendengar dengan jelas suara orang yang ada disekitarnya. Ia juga tahu kerapuhan Amira saat ia terluka.


"Maafkan... aku... telah... membuatmu khawatir dan sedih..." ucap tuan Sam.


"Kau tidak perlu minta maaf B... semua bukan salahmu"


Tuan Sam mengecup puncak kepala Amira yang tertutup kerudung. Hatinya lega masih diberi kesempatan untuk hidup dan kembali bersama Amira dan kedua putra mereka.


"Aku mencintaimu Meyaa..." ungkap tuan Sam.


"Aku juga mencintaimu Db..." sahut Amira mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Ishhh...." desis tuan Sam tiba-tiba.


"Kenapa B? apa lukamu sakit lagi?" tanya Amira khawatir.


Wanita itu langsung memeriksa luka di bagian perut tuan Sam. Untung saja perban yang menutupi luka itu tampak kering sehingga Amira merasa lega karena itu berarti jahitan pada luka tuan Sam tidak terbuka lagi. Namun demikian Amira tetap meniup bagian luka itu berharap rasa perih yang diderita tuan Sam sedikit berkurang.


"Meyaa...." panggil tuan Sam yang membuat Amira menghentikan kegiatannya dan langsung mendekat kearah tuan Sam.


"Kenapa B? apa ada bagian lain yang sakit?" tanyanya panik.


Tuan Sam hanya mengangguk sambil meringis.


"Bagian mana?" tanya Amira lagi.


Bukannya menjawab tuan Sam malah menarik tubuh Amira sehingga wanita itu terjatuh diatas tubuhnya. Wajah keduanya pun kini sudah saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Masih dalam keadaan kaget Amira tak menyadari jika tuan Sam sudah mendekatkan wajahnya dan membenamkan bibirnya pada bibir Amira.


Amira yang kembali terkejut dengan ulah tuan Sam hanya bisa membelalakkan matanya. Namun ia pun akhirnya pasrah dan terlena dengan perlakuan tuan Sam. Lama keduanya saling berpaut hingga akhirnya berhenti saat keduanya merasa kehabisan nafas.


"Db... kau!" sungut Amira saat keduanya telah kembali memasok oksigen yang sempat kehabisan akibat ulah nakal tuan Sam.


Tuan Sam hanya tersenyum saat melihat wajah Amira memerah kesal karena perbuatannya. Namun ia juga tahu jika istrinya itu tidak benar-benar marah karena buktinya wanita itu juga membalas ciumannya tadi.


"Maaf... tapi aku sungguh merindukanmu.." jawab tuan Sam dengan wajah tak bersalah.


"Tapi bagaimana jika karena tadi lukamu jadi terbuka lagi?" sergah Amira yang tak menyangka jika suaminya masih bisa mesum padahal sedang terluka.


"Yang terluka itu perutku dan bukan bibirku" sanggah tuan Sam tak mau kalah.


Amira hanya bisa menggelengkan kepalanya merasa tak bisa menang berdebat dengan suaminya itu. Tak lama terdengar ketukan di pintu ruang perawatan tuan Sam. Saat Amira membukanya tampak Sandra dan Dave juga Lukas sudah berdiri disana. Sahir dan Samir pun tampak tenang di dalam stroller yang dibawa Sandra.


Amira sangat senang mereka semua datang dan langsung mengambil alih stroller dari Sandra dan mendorongnya ke arah brankar tuan Sam.


"Putraku..." panggil tuan Sam sambil tersenyum.


Amira pun mengambil kedua putranya secara bergantian dan meletakkannya disamping tuan Sam. Untung saja brankar yang digunakan oleh tuan Sam berukuran besar sehingga kedua bayi itu bisa diletakkan berdampingan dengan tuan Sam.


Dave dan yang lainnya pun mendekat ke arah tuan Sam. Mereka terharu melihat pertemuan kembali tuan Sam dengan kedua buah hatinya.


"Syukurlah kau selamat Sam... kami sudah sempat khawatir saat melihat keadaanmu yang cukup parah" kata Dave.


"Terima kasih kalian semua telah menolongku dan juga keluargaku..." kata tuan Sam tulus.


"Sama-sama Sam... kita kan memang harus saling tolong menolong..." sahut Dave tersenyum yang diangguki oleh yang lain.


Mereka pun berbincang akrab hingga akhirnya Sandra dan Dave pamit untuk kembali ke hotel. Begitu juga dengan Lukas yang harus memeriksa laporan perusahaan karena harus menggantikan tuan Sam selama tuannya itu berada di rumah sakit. Setelah semuanya pergi keluarga kecil itu tampak sangat bahagia. Tuan Sam sudah bisa bermain dengan kedua putranya meski masih menggunakan infus.

__ADS_1


"Terima makasih sudah mau bertahan hidup demi kami B..." gumam Amira lirih saat melihat suami dan kedua putra mereka tengah tertidur bersama.


__ADS_2