BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Berterus terang


__ADS_3

Acara makan malam di rumah keluarga Bara berlangsung agak canggung. Sepertinya tanpa diberitahu terlebih dahulu pun Bara dan kedua adiknya sudah mempunyai firasat jika kedatangan Benny akan mendatangkan masalah di keluarga mereka. Meski begitu mereka sekeluarga tetap berusaha ramah dengan Benny meski bagi Rania itu sangatlah sulit. Tampak sekali jika Benny berusaha untuk mendekati Bara. Hal ini tentu saja membuat Rania meradang. Yuda yang memahami perasaan istrinya itu berusaha menenangkan Rania dengan selalu berada di dekat istrinya itu dan menggenggam tangannya dengan erat.


"Jadi bagaimana nak Bara... apa kamu sudah memikirkan tawaran dari saya?" tanya Benny yang menginginkan Bara mau menerima tawaran kerja sama yang sudah diberikannya waktu lalu.


"Maaf... bukannya tuan sudah bekerja sama dengan perusahaan papa saya dan itu artinya kita sudah bekerja sama walau saat itu papa saya yang mendatangani kesepakatan?" tanya Bara yang merasa enggan entah mengapa.


"Apa kamu tidak ingin mendirikan perusahaan sendiri nak Bara? bukankah memiliki perusahaan sendiri merupakan keinginan semua orang? Meski saat ini kamu bisa bekerja di perusahaan papa kamu tapi memiliki perusahaan pribadi itu bisa jadi prestasi terbesarmu diusia muda..." bujuk Benny.


"Maaf tuan... tapi saat ini saya hanya ingin membantu di perusahaan papa saya dan belum berkeinginan membuka perusahaan sendiri" tolak Bara yang membuat Benny kecewa.


Sementara Rania dan Yuda merasa lega karena langkah Benny untuk mendekati Bara saat ini gagal. Merasa tak bisa membujuk Bara, Benny pun mengundurkan diri dengan alasan harus menjemput istri dan putrinya di bandara. Setelah Benny pergi, Rania dan Yuda sepakat jika mereka harus segera memberitahukan yang sebenarnya tentang masa lalu Rania dan Benny. Maka dari itu setelah kedua adik Bara masuk ke kamar mereka masing-masing Yuda mengajak Bara untuk berbicara serius di ruang kerjanya. Bara yang semula mengira jika papanya akan membicarakan tentang ajakan Benny jadi bingung saat sang mama juga ikut dalam pembicaraan mereka.


"Sebenarnya apa yang ingin papa dan mama bicarakan?" batin Bara penasaran.


Setelah ketiganya duduk bersama di ruang kerja Yuda akhirnya Yuda terlebih dahulu membuka pembicaraan dengan mengatakan kejujuran yang selama ini ia dan Rania sembunyikan dari Bara tentang statusnya yang anak bawaan dari pernikahan pertama Rania. Bara yang tidak menyangka jika dia bukan anak kandung Yuda sangat terkejut. Namun sebelum Bara menyela, Yuda sudah mengingatkan Bara agar tidak dulu menyela. Dan Bara pun menurut. Kemudian Yuda mempersilahkan Rania untuk menceritakan masa lalunya sebelum mereka bertemu dan akhirnya menikah.


Dengan memantapkan hati Rania pun lalu menceritakan masa lalunya pada Bara. Dan dari cerita Rania akhirnya Bara tahu jika ayah kandungnya adalah Benny.


"Maafkan mama... karena mama tidak berterus terang tentang semuanya padamu sejak dulu nak... tapi mama fikir orang itu sudah melupakan mama karena dia sudah memiliki keluarga baru. Apa lagi ia juga sama sekali tidak tahu jika mama memilikimu..." ucap Rania mengakhiri ceritanya.


"Jangankan orang itu... bahkan mama kamu juga tidak mengetahui jika dirinya telah hamil saat ia dan Benny bercerai. Dia baru tahu saat sudah pindah dari kota asal mereka dan itu dua bulan setelah mereka bercerai. Jadi papa harap kamu tidak menyalahkan mama kamu dan juga papa atas keputusan kami yang menyembunyikan semuanya selama ini..." sambung Yuda.


Meski masih syok atas apa yang baru saja ia dengarkan, tapi ia berusaha untuk mengerti tentang alasan perbuatan kedua orangtuanya itu.


"Sebenarnya dulu mama tidak berharap jika mama akan memulai keluarga baru apa lagi mama sudah memiliki kamu. Namun saat bertemu dengan papamu... mama jadi berubah fikiran karena sejak pertama kali kamu bertemu dengan papamu, kamu langsung memanggilnya papa dan terlihat sangat bahagia..." terang Rania.


Ya... pertemuan Rania dan Yuda memang terjadi tanpa sengaja. Saat itu Bara yang baru berusia 18 bulan dan sedang bermain di sebuah taman tiba-tiba saja mendatangi Yuda dengan langkah tertatihnya dan langsung memanggilnya papa... Rania yang saat itu melihat sang putra memanggil orang asing dengan panggilan papa sangat terkejut dan merasa tidak enak pada Yuda. Namun Yuda sama sekali tidak merasa keberatan karena ia sudah jatuh hati pada balita itu saat pertama kali melihatnya. Itulah awal dari hubungan ketiga terjalin. Dan setelah melalui proses yang tidak mudah akhirnya Yuda berhasil meyakinkan Rania untuk membuka lembaran baru bertiga. Rania yang akhirnya setuju pun meminta agar Yuda merahasiakan masa lalunya pada Bara dan membiarkan putranya itu tetap menganggap Yuda adalah ayah kandungnya.

__ADS_1


Semula Rania dan Yuda berencana akan merahasiakan semuanya selamanya, namun takdir berkata lain. Benny... masa lalu Rania ternyata datang dan mengusik keluarga mereka sehingga mau tidak mau Rania dan Yuda terpaksa membuka segalanya pada Bara agar tidak terjadi kesalah pahaman pada mereka.


"Maafkan mama nak..." ucap Rania dengan tubuh bergetar dan tangis yang sudah tidak bisa ia tahan.


Yuda memeluk tubuh istrinya itu dengan erat berusaha memberikan ketenangan. Ia tahu saat ini hati Rania pasti sangat akit harus mengingat tentang masa lalunya dengan Benny. Bukan karena tidak bisa move on, tapi mengingat masa lalunya tentu saja seolah membuka luka lama yang sudah mengering jadi berdarah lagi. Tiba-tiba Bara bangkit dari duduknya dan langsung memeluk sang mama dan juga Yuda. Ketiganya kini saling berpelukan erat dengan isak tangis dari Rania dan juga Bara. Yuda pun ikut menitikkan air mata tanpa bersuara sehingga suasana di ruangan itu menjadi haru.


"Sudah ma... jangan menangis lagi... Bara janji tidak akan membuat mama dan papa sedih... tentang orang itu, Bara akan menjauhinya jika itu membuat mama akan terluka lagi..." ucap Bara setelah mereka mengurai pelukannya.


Namun Rania langsung menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak sayang... mama tidak akan melakukan kesalahan lagi, jika kamu ingin dekat dengan papa kandung kamu mama tidak akan melarang karena walau bagaimana pun kalian sedarah... tapi mama tidak ingin dilibatkan karena mama sudah memiliki keluarga kita... dia hanya masa lalu bagi mama..." ujar Rania lembut.


Sungguh... bagaimana mungkin Bara bisa marah pada mamanya itu hanya karena telah menyembunyikan masa lalu mereka. Padahal mamanya juga korban dari keegoisan pria brengsek seperti Benny. Ya... meski Rania tidak mengumpat pria itu didepan Bara, tapi dari cerita sang mama dan melihat sendiri bagaimana sikap Benny saat mereka bertemu sudah cukup bagi Bara untuk menilai jika orang yang merupakan ayah kandungnya itu memang seorang yang benar-benar brengsek. Dari sikapnya tadi sudah terlihat jika Benny sangat menikmati wajah panik dan tegang mamanya dan malah seolah mengejek. Padahal jika ia merasa bersalah atas masa lalunya dengan Rania seharusnya malah pria itu yang merasa tertekan karena menanggung rasa bersalah dan bukan malah senang membuat masalah dikeluarga baru Rania.


Bara semakin kagum dengan mamanya yang masih saja mengijinkannya untuk mengenal ayah kandungnya yang brengsek itu. Dan papa Yudanya... entah dengan kata-kata apa ia bisa menggambarkan kebaikan hati pria itu yang sudah mau menerima mamanya dan dirinya yang jelas-jelas bukan darah dagingnya. Papanya itu bahkan bersikap bak ayah kandung dan tidak pernah membedakan dirinya dengan adik-adiknya yang nota bene anak kandungnya yang membuat Bara tidak curiga selama ini jika ia hanya anak bawaan dari Rania.


"Papa terima kasih... karena selalu sayang sama Bara dan tidak pernah pilih kasih dengan adik-adik..." ungkap Bara lalu memeluk pria yang selama ini memeliharanya dengan tulus.


"Iya pa..." Bara mengangguk pelan.


Malam ini ketiganya merasa sangat lega setelah mengungkapkan kebenarannya. Untuk selanjutnya Yuda dan Rania menyerahkan pada Bara untuk bersikap pada Benny selanjutnya. Mereka berdua yakin apa pun keputusan Bara, putra mereka itu akan melakukan hal yang baik dan tidak akan melakukan hal-hal yang malah akan merugikan semuanya.


"Apa adik-adik akan diberitahu pa... ma?"


"Mereka akan kami beritahu perlahan... sebab tidak mungkin jika suatu saat akan ada orang lain yang akan mengatakan pada mereka... jadi seperti apa yang baru saja kita lakukan, kami juga akan melakukannya pada kedua adik kamu agar mereka bisa membela dan mendukungmu kelak" terang Yuda yang membuat Bara lega karena tidak akan ada lagi rahasia dalam keluarga mereka.


Di tempat lain seseorang tengah tersenyum saat melihat rekaman yang baru ia dapatkan dari ponselnya.

__ADS_1


"Ternyata cukup mudah untuk membuatnya memakan umpan dan akhirnya mau muncul ke permukaan..." batinnya senang.


"Bagaimana? apa orang itu benar target kita?"


"Tentu saja... tunggu saja sebentar maka dia akan memperlihatkan wujud aslinya..." sahut pria itu yang merupakan dokter Andrew.


"Kalau begitu persiapkan personil untuk memperketat penjagaan agar keselamatan umpan terjaga..." titah orang satu lagi yang ternyata adalah pimpinan tim kepolisian yang tengah bekerja sama dengan dokter Andrew pada anak buahnya.


"Tunggu! jangan lakukan apa pun... sebab itu akan membuatnya curiga dan mengurungkan niatnya..." cegah dokter Andrew.


"Tapi..."


"Cukup beri penyadap padanya agar sewaktu-waktu kita akan bisa mengetahui posisinya jika hal yang kita harapkan terjadi..." potong dokter Andrew.


"Kamu sudah mengutus orang yang tepat bukan?" sambungnya sambil menatap petugas itu tajam.


"Tentu saja..." sahut petugas itu tak mau kalah.


"Bagus... jadi kita hanya tinggal menunggu saja" kata dokter Andrew tenang.


Pimpinan kepolisian itu pun tak bisa lagi membantah karena mereka yang memang meminta bantuan dari dokter itu.


Beberapa hari kemudian...


Hari ini semua media mengabarkan tentang tertangkapnya seorang pembunuh berantai yang telah meneror para wanita beberapa bulan terakhir. Orang itu ternyata seorang karyawan di sebuah perusahaan ternama dan memiliki jabatan yang cukup tinggi disana. Perilakunya yang ramah dan sopan membuat tak seorang pun yang menyangka jika dibalik sikapnya yang baik itu tersimpan jiwa iblis yang membantai setiap korbannya dengan sadis. Bukti yang didapatkan oleh pihak kepolisian pun sangat kuat karena pria itu tertangkap tangan saat berhasil menculik satu korban baru dan mengurungnya di sebuah bangunan terbengkalai di pinggiran kota.


Dokter Andrew tampak tersenyum saat melihat berita yang baru saja dilihatnya dilayar televisi. Ya... sejak pembunuh itu tertangkap ia langsung mendapatkan pembebasannya dan diantar pulang ke rumahnya oleh petugas kepolisian. Dan saat ini ia tengah bersantai di ruang keluarga rumahnya. Sampai saat ini keterlibatannya dalam upaya penangkapan oleh pihak kepolisian memang tidak dipublikasikan. Itu juga atas permintaan dokter Andrew sendiri dengan alasan agar nyawanya tidak terancam jika pembunuh itu sampai mengetahui identitasnya. Pihak kepolisian pun mengabulkan permintaannya itu. Tanpa ada yang tahu rencana sesungguhnya dokter Andrew terhadap pelaku yang diketahui bernama Hendry itu.

__ADS_1


Penangkapan Hendry sangat mengejutkan orang-orang sekitarnya terutama sang kekasih Lana. Bagaimana tidak... Hendry yang ia kenal adalah sosok pria yang baik dan ramah meski tidak begitu romantis sebagai seorang kekasih. Namun ia tidak pernah memperlihatkan perilaku yang menyimpang. Tapi semua yang ia tahu langsung terbantahkan saat Hendry tertangkap tangan menculik seorang gadis yang ternyata merupakan agen polisi yang menyamar. Apa lagi di dalam kamar yang mereka tempati berdua selama hidup bersama ditemukan kotak berisi barang-barang milik para korban sebelumnya yang disembunyikan oleh Hendry di dalam lubang di samping tempat tidur. Lubang itu tidak mencolok karena tertutup keramik dan karpet bulu. Lana begitu syok hingga ia belum sanggup menemui Hendry di dalam tahanan. Karena menurut petugas kepolisian yang ia temui motif Hendry melakukannya karena ia ingin memiliki setiap wanita yang ia anggap wanita baik dan sempurna yang merupakan impiannya. Jika demikian maka apa ia dimata Hendry selama ini bukan wanita impiannya?


Mungkinkah Hendry hanya menganggapnya pelayan yang memenuhi segala kebutuhannya termasuk kebutuhan ***nya dan tidak lebih. Apa mungkin itu juga alasannya pria itu tidak juga meresmikan hubungan mereka dimata hukum dan agama? Sungguh saat ini Lana merasa sangat terhina mengetahui kenyataan itu. Ia sangat menyesal saat ia dulu memberikan segalanya pada Henry termasuk kehormatannya. Dulu ia fikir saat ia menyerahkan kehormatannya Hendry akan yakin jika ia sungguh mencintai pria itu. Tapi nyatanya harga dirinya jadi begitu rendah dihadapan Hendry. Dalam senyuman sinisnya setidaknya Lana bisa sedikit merasa beruntung karena tidak bernasib sama seperti para gadis korban Hendry lainnya. Meski kini ia juga tidak yakin ada lelaki baik yang akan mau menerima dirinya yang sudah tidak suci dan bekas kekasih seorang psikopat.


__ADS_2