
Jenny tidak habis fikir dengan wanita muda yang ada dihadapannya ini. Jika wanita lain pasti sudah akan terpengaruh dengan provokasinya. Apa lagi ia juga membawa bukti foto meski semua editan namun tidak semudah itu dapat mengenalinya. Jadi dari mana wanita yang menjadi istri Raja itu bisa langsung mengetahuinya jika semua yang dibeberkannya itu kebohongan belaka.
"Tidak usah terkejut seperti itu tante... aku tahu suamiku tidak pernah dekat dengan seorang wanita pun selama hidupnya kecuali satu... dan itu aku juga tahu siapa orangnya... dan yang pasti dia bukan tante!" kata Anna sambil tersenyum kecil.
"A... apa? kau jangan berbohong!"
"Ck... apa untungnya aku berbohong sama tante? tidak ada untung ruginya bagiku... toh saat ini akulah istri sah om Raja..." sahut Anna enteng.
"Apa lagi sekarang aku sedang mengandung calon anak kami berdua... jadi tidak usah repot-repot untuk memisahkan kami dan bermimpi untuk menjadi istri om Raja... karena semua akan sia-sia..." sambung Anna sambil mengelus perutnya yang sudah sedikit membuncit.
Jenny mengarahkan pandangannya pada tangan Anna yang tengah mengelus perutnya dengan lembut. Dapat ia lihat jika perut wanita yang ada dihadapannya itu memang sedikit membuncit. Tidak... tidak mungkin... bukankah Raja dan istrinya itu baru beberapa bulan bersama setelah sebelumnya LDR an karena sang istri kuliah di Inggris? tidak mungkinkan wanita itu bisa langsung hamil?
"Tidak usah terkejut seperti itu tante... sebab akui saja... usiaku masih muda... jadi akan lebih mudah bagiku untuk hamil... apa lagi suamiku cukup hot untuk urusan yang satu itu... dan pria matang seperti suamiku akan lebih mudah menanamkan benihnya padaku..." ujar Anna dengan senyum sinis.
Sebenarnya ia tidak ingin berkonfrontasi dengan wanita seperti Jenny. Tapi untuk mendiamkan tingkah wanita itu yang sudah seperti orang tidak waras membuatnya harus bersikap tegas. Bukan dengan adu pukul tapi cukup dengan kalimat yang menohok agar wanita itu mundur teratur. Saat suasana menjadi tegang diantara kedua wanita beda usia itu tiba-tiba pintu apartemen dibuka dari luar. Jenny langsung tampak terkejut. Sedang Anna terlihat biasa-biasa saja bahkan tampak antusias saat melihat siapa yang datang.
"Honey Bee..." panggil Raja saat memasuki apartemennya.
Anna langsung bangkit dari tempat duduknya dan menyambut kedatangan suaminya. Tampak raut kecemasan pada wajah Raja dan begitu mendapati istrinya, ia pun segera memeluknya possesive. Pria itu memang langsung pulang ke apartemennya sat mengetahui jika Jenny mendatangi istrinya saat wanita itu tengah sendirian di apartemen. Jika masalah adu jotos Raja tidak akan mengkhawatirkan istrinya itu. Karena ia tahu Anna adalah jagoannya. Tapi saat ia melihat cctv di apartemennya yang memperlihatkan jika wanita itu menunjukkan sesuatu berupa foto-foto pada Anna, Raja langsung meradang.
Meski ia tahu jika semua yang dibawa wanita itu palsu dan hasil rekayasa namun ia memikirkan perasaan istrinya yang tengah mengandung. Sebab wanita hamil pasti lebih sensitif dan ia tidak ingin Anna langsung terpedaya dengan jebakan Jenny.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Raja setelah mengurai pelukannya pada Anna.
"Aku tidak apa-apa MB..." sahut Anna sambil tersenyum pada Raja.
"Dan kau! berani sekali kau datang kemari setelah dulu aku usir hah!" seru Raja memandang tajam ke arah Jenny.
Sedang Jenny terlihat sudah mulai ketakutan, karena bukan seperti ini rencananya. Ia menduga jika Raja akan pulang sore nanti. Namun ternyata perkiraannya salah. Pria itu kini sudah berada dihadapannya dan memandangnya seakan ingin membunuhnya saat itu juga.
"Apa ini?" tanya Raja saat melihat foto-foto yang berserakan diatas meja.
"Bu... bukan apa-apa..." sahut Jenny sambil berusaha meraup foto-foto itu agar tidak dilihat oleh Raja.
Tapi terlambat...
Raja sudah melihatnya... dan pria itu tampak sangat murka.
"Berani sekali kau memfitnahku dengan foto-foto palsu itu! kau sengaja ingin membuat istriku stres hah?" cecarnya dengan wajah memerah karena marah.
"A... aku..." jawab Jenny tergagap.
"Security! bawa perempuan itu keluar dari apartemenku sekarang juga!" titah Raja pada dua orang security yang sedari tadi ada dibelakangnya.
__ADS_1
Keduanya pun langsung menyeret tubuh Jenny dari dalam sana. Sedang wanita itu sama sekali tidak melakukan perlawanan. Ia pasrah karena semua rencananya gagal dan Raja pasti akan membalas perbuatannya pada Anna.
"Bawa juga sampah yang ia bawa tadi!" sambungnya sebelum kedua security itu membawa Jenny keluar dari dalam apartemennya.
Dan salah satu security itu pun kembali dan memunguti semua foto yang tadi dibawa oleh Jenny untuk membuat Anna meradang. Kemudian ia kembali membantu temannya untuk membawa Jenny keluar dari apartemen.
"Honey Bee... katakan apa yang sudah dilakukan oleh perempuan itu padamu hem?" tanya Raja lembut sambil menarik tubuh Anna agar masuk ke dalam pelukannya.
"Dia tidak melakukan apa-apa MB..." sahut Anna sambil tersenyum meyakinkan suaminya jika dia benar-benar tidak terpengaruh oleh perbuatan Jenny tadi.
Raja membimbing istrinya itu untuk duduk bersamanya. Bukan berdampingan namun Raja mendudukkan Anna di atas pangkuannya. Membuat Anna jadi sedikit menunduk untuk bisa menatap wajah suaminya itu.
"Kau tahu... aku sangat mengkhawatirkanmu Honey Bee... seharusnya aku tidak membiarkan ular itu mendekatimu..." ujarnya sambil menyerukkan kepalanya di dada istrinya itu.
Anna mengelus rambut Raja perlahan. Ia tahu jika suaminya sangat mengkhawatirkan dirinya saat menghadapi Jenny.
"Hemm... bagaimana jika nanti malam kita makan diluar MB? kau tahu... sudah lama aku tidak menikmati suasana malam di New York..." ucap Anna mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Baiklah... jika itu keinginanmu Honey Bee..." sahut Raja.
Dan sesuai janjinya malam ini Raja membawa Anna makan malam di sebuah restoran dan selanjutnya keduanya menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan menikmati kota New York di malam hari. Karena tak ingin membuat Anna kelelahan hingga mengganggu kandungannya keduanya pun hanya berjalan-jalan sebentar. Dan benar saja belum juga sampai di apartemen Anna sudah tertidur di dalam mobil saat mereka pulang.
Raja yang tidak ingin mengganggu tidur istrinya itu langsung mengangkat tubuh Anna ala bridal style dan membawanya menuju lift untuk mencapai apartemen mereka. Sedang sang sopir dengan setia mendampingi Raja dengan membawakan tas milik Anna. Setelah meletakkan Anna diatas tempat tidur Raja langsung menghampiri sang sopir yang masih setia menunggu di ruang tamu.
"Kau pulanglah... tugasmu sudah sekesai untuk hari ini..." titahnya.
Raja lalu langsung menghubungi asisten lamanya Rudi.
"Bagaimana wanita itu? apa dia sudah mengaku?" tanya Raja tanpa basa basi.
"Iya tuan... dia bilang dia mengenal Julio saat berada di sebuah bar dan mereka melakukan one night stand... saat itu lah tidak sengaja ia melihat foto anda ada di salah satu dinding ruangan apartemen Julio dan penuh dengan tusukan anak panah... sehingga ia tahu jika pria itu membenci anda tuan" terang Rudi.
"Lalu saat ia menanyakannya pria itu mengatakan segalanya tentang dendamnya pada anda. Saat itu Jenny tidak berfikir untuk memberitahukan identitas baru anda, tapi saat melihat anda bersama nyonya di pesawat sepulang bulan madu, dia yang membutuhkan uang langsung mengirimkam foto anda pada Julio..."
"Baiklah... tapi apa Julio juga mengirim mata-mata?"
"Iya tuan... dan anda pasti terkejut saat mengetahui siapa orangnya..."
"Siapa?"
"Nico tuan..."
"B**g**t! pantas saja dia selalu menempel padaku akhir-akhir ini... apa dia sengaja diutus Julio atau dia yang berkhianat?"
__ADS_1
"Dia berkhianat tuan... sebab aku sendiri yang menyeleksinya saat itu sebelum menggantikanku sebagai asisten anda sekarang dan aku pastikan dia tidak terhubung dengan Julio sebelumnya..." terang Rudi lagi.
"Baiklah... tetap pada rencana kita Rud, jangan biarkan pengkhianat itu tahu jika kita sudah mengetahui kebusukannya..."
"Baik tuan... tentang wanita itu bagai mana?"
"Urus wanita itu seperti biasa... aku tidak ingin mendengar lagi kabarnya setelah ini" titah Raja.
"Baik tuan..."
Raja pun mematikan ponselnya dan segera memeriksa keadaan Anna. Melihat wajah damai istrinya saat tidur Raja menghela nafasnya lega.
"Inilah mengapa aku tidak ingin membawamu kemari Honey Bee... sebab kedatangan wanita itu hanya perlamulaannya saja..." gumam Raja lirih.
Ia membetulkan selimut yang menutupi tubuh istrinya itu lalu ia pun ikut mengarungi dunia mimpi seperti istrinya. Setelah kedatangan Jenny yang mengusik Anna, Raja pun mulai memperketat penjagaannya pada istrinya itu. Sebab Julio bisa saja menyerangnya kapan saja. Raja tidak memperdulikan keselamatannya sendiri, hanya Anna dan calon bayinya yang ia fikirkan saat ini.
Hari ini selesai rapat dengan kliennya Raja langsung pulang menuju ke apartemennya. Entah mengapa hari ini rasanya ia sangat merindukan istri kecilnya itu. Padahal baru tadi pagi ia bertemu dengannya. Dengan langkah lebar pria itu memasuki gedung apartemennya. Ia ingin segera bertemu dengan Anna. Saat membuka pintu apartemen ia bisa melihat jika istrinya itu tengah membuat sesuatu di dapur. Konsep apartemennya yang terbuka membuat pria itu bisa melihat ke arah dapur dari pintu depan.
Dengan perlahan diletakkannya tas kantornya dan berjalan tanpa menimbulkan suara ke arah Anna. Anna yang sedang sibuk berkutat membuat puding mangga terkejut saat tiba-tiba dua lengan besar memeluknya dari belakang. Meski tidak melihat siapa yang melakukannya namun ia tahu jika itu adalah suaminya dari bau parfum yang dikenakan oleh Raja.
"MB!" pekiknya kecil.
Sedang Raja malah terkekeh dan meletakkan dagunya di pundak Anna.
"Aku sedang memasak MB... jangan ganggu dulu" protesnya saat Raja mulai nakal dengan menciumi tengkuknya.
"Aku merindukanmu Honey Bee..." ucap pria itu tak memperdulikan protes istrinya.
"Tapi ini nanti gosong MB... sebentar lagi selesai... bersabarlah..." ucap Anna lalu mengangkat panci berisi adonan puding dari kompor dan mulai memasukkannya ke dalam loyang.
Raja menurut... ia tak lagi mengganggu dengan menciumi Anna, namun pria itu tetap tidak melepaskan belitannya pada pinggang Anna. Untung saja wanita itu bisa dengan lancar memasukkan puding ke dalam cetakan dan tidak menumpahkannya.
Setelah itu ia pun membiarkan hasil olahannya untuk dingin terlebih dahulu di suhu ruang sebelum ia memasukkannya ke dalam kulkas. Saat Anna hendak membersihkan alat masakknya Raja langsung melarangnya.
"Biar aku yang membersihkannya Honey Bee... kau beristirahat saja..." ucapnya.
Anna pun menuruti perintah Raja dan mendudukkan dirinya di kursi sambil memperhatikan Raja yang sedang membersihkan alat masak dan dapur yang baru digunakannya.
"Tumben kau pulang cepat MB..." ujar Anna saat keduanya tengah bersantai di ruang tamu.
"Hemmm... aku hanya sedang merindukanmu Honey Bee... jadi aku putuskan untuk langsung pulang..." terang Raja sambil memeluk Anna.
"Karna kau pulang cepat bagaimana jika kita pergi keluar untuk melihat sunset MB..." usul Anna.
__ADS_1
"Baiklah... kalau begitu kita bersiap sekarang..." sahut Raja.
Keduanya pun segera membersihkan diri dan bersiap untuk melihat sunset. Raja ingin membawa istrinya ke Battery Park yang menghadap ke New York Harbor. Sehingga mereka bisa melihat sunset dari tepi laut.