
Tuan Sam memandang tajam pada Keysha yang membuat perempuan itu sedikit menciut.
"Apa maksud kamu Sam? aku kan baru saja pulang dari London jadi bagaimana mungkin aku mengganggu istrimu?" kilah Keysha.
"Masih berani kau mengelak hah!" bentak tuan Sam yang sudah emosi dengan tingkah dua wanita penganggu itu.
Tanpa disuruh Lukas langsung menunjukkan ponselnya pada kedua wanita itu. Seketika bola mata keduanya langsung membulat dan seakan mau keluar saat melihat rekaman yang ada disana.
"Dari mana mereka mendapatkan rekaman itu? dan kenapa cepat sekali mereka menerimanya?" batin Keysha.
Sedang Siska langsung merasa lemas karena takut sebab ia pasti juga akan mendapat imbasnya karena kelakuan sahabatnya itu.
"Sekarang pergilah! dan jangan sekali-kali kalian menampakkan wajah kalian didepanku atau pun didepan istriku... faham?"
Siska langsung mengangguk dan menyeret Keysha yang masih mematung dari hadapan tuan Sam. Setelah keluar dari dalam restoran Keysha seperti baru saja tersadar.
"Kenapa kau bawa aku keluar sih Sis?" tanyanya ketus.
"Kau ingin langsung mati? kalau begitu kembali saja kamu ke dalam! aku mah ogah... aku masih ingin hidup Key... masih banyak pria lain yang bisa menggantikan Sam" sahut Siska kesal dengan sikap Keysha yang tak mau mengerti dengan situasi yang mereka hadapi.
"Apa kau bilang? menggantikan Sam? kau kan tahu bagiku Sam itu segalanya dan tak ada yang bisa menggantikannya SELAMANYA!" sahut Keysha.
"Ah sudahlah terserah kau saja... tapi mulai sekarang kau urus saja urusanmu sendiri aku tidak mau ikut campur!" kata Siska yang sudah mulai lelah dengan obsesi Keysha.
Dan tanpa diduga wanita itu langsung meninggalkan Keysha dan lebih memilih naik taxi yang kebetulan baru saja menurunkan penumpangnya di depan restoran. Menyadari jika Siska kini meninggalkannya Keysha bertambah marah.
"Dasar perempuan tak tahu diuntung! saat aku senang kau selalu jadi benalu di hidupku... sekarang saat aku susah dan membutuhkanmu kau malah pergi meninggalkanku! dasar j*l**g!" teriaknya seperti orang kesurupan.
Orang-orang yang berada di sana sontak memandang ke arah Keysha dengan pandangan tak suka. Bahkan petugas keamanan disana pun akhirnya menghampiri wanita itu dan menyuruhnya untuk segera meninggalkan tempat itu karena dianggap mengganggu kenyamanan pengunjung lain.
Keysha yang bertambah kesal malah melampiaskan amarahnya pada petugas keamanan disana. Hal ini membuat Keysha akhirnya di seret untuk menjauhi area depan restoran. Dengan tersungut-sungut akhirnya Keysha masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
Di dalam restoran tuan Sam yang sudah menyelesaikan pertemuannya dengan para kliennya tampak masih enggan meninggalkan tempat itu.
"Lukas... aku tidak mau tahu kau harus segera menyingkirkan wanita pengganggu itu dari kehidupanku dan juga kekuargaku!"
"Maksud tuan aku harus..." ucap Lukas mengggantung sambil menggerakkan tangannya di depan lehernya.
"Apa kau fikir aku ini seorang pembunuh hah?" seru tuan Sam saat melihat kode dari Lukas.
"Maaf tuan... saya fikir..."
"Sudah-sudah... kau buat saja perempuan itu pergi dari negara ini selamanya" potong tuan Sam yang tak ingin berdebat dengan asistennya itu.
Di rumah Amira tengah beristirahat sepulangnya dari mall. Tampak si kembar juga sudah tertidur pulas di box mereka setelah tadi Amira sempat menyusui keduanya saat baru sampai di rumah. Saat itulah terdengar suara ponselnya berbunyi.
"Halo..." sahut Amira tanpa melihat siapa yang menelfonnya.
"Heh perempuan s**l*n! tadi kamu langsung mengadu sama Sam ya? dasar gendut!" terdengar suara Keysha di seberang sana.
Bukannya marah tapi Amira malah terkekeh mendengar perkataan wanita yang terobsesi pada suaminya itu.
"Kenapa kau malah tertawa hah?"
"Lalu aku harus apa? menangis ketakutan begitu?" sahut Amira sambil tersenyum sinis.
"Kau!"
"Kau apa?"
__ADS_1
"Kau tunggu saja pembalasanku!" teriak Keysha lalu mematikan sambungan telfonya.
"Ck... dasar perempuan g**a!" seru Amira lalu meletakkan ponselnya ke atas nakas.
Merasa gerah dengan tingkah Keysha akhirnya Amira memutuskan untuk mandi agar merasa lebih segar. Setelah itu ia pun melaksanakan sholat dhuhur. Begitu ia selesai mengucapkan salam betapa terkejutnya ia saat melihat tuan Sam sudah duduk di pinggir tempat tidur.
"Db... kau sudah pulang?" tanya Amira langsung membereskan mukenanya.
"Hemmm... hari ini aku ingin pulang cepat" sahut tuan Sam.
Amira pun menghampiri suaminya itu dan melepaskan jas yang masih dipakai tuan Sam.
"Kau sudah sholat?" tanya Amira sambil meletakkan jas suaminya di tempat kotor dan mengambilkan baju ganti untuk suaminya.
"Sudah tadi di masjid saat pulang kemari"
"Apa kau mau makan sekarang?" tanya Amira sambil meletakkan baju ganti di samping tuan Sam.
Tuan Sam menggeleng dan malah menarik tangan Amira sehingga wanita itu langsung terjatuh dipangkuannya.
"Ada apa B?" tanya Amira yang kini terduduk dipangkuan tuan Sam sambil menatap suaminya lembut.
"Aku merindukanmu..." sahut tuan Sam sambil mencium leher istrinya itu.
"Ini masih siang B..." ucap Amira yang tahu arah pembicaraan suaminya.
"Aku tahu..." sahut tuan Sam masih tak mau menghentikan kegiatannya.
Akhirnya Amira pun pasrah dan melayani keinginan suaminya itu. Untung saja si kembar sudah tertidur nyenyak karena sudah kenyang begitu pun dengan para Art yang tak mungkin berani mendekat ke kamar majikan mereka. Sehingga tak ada yang mengganggu aktifitas panas mereka di siang itu.
Selesai dengan kegiatan panas mereka keduanya pun terbaring lemas saling berpelukan dibalik selimut.
"He... eum..." sahut Amira sambil mengangguk.
"Apa ada yang mengganggumu tadi di sana?" tanya tuan Sam lagi.
Amira menggeleng tegas lalu menyusupkan kepalanya ke dada tuan Sam yang masih polos.
"Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Amira masih dalam posisi yang sama.
"Tidak apa-apa... hanya bertanya" sahut tuan Sam.
Ternyata istrinya tidak mau membahas kelakuan Keysha tadi padanya. Tuan Sam pun hanya menghembuskan nafasnya pelan dan mengelus punggung istrinya itu dengan lembut.
"Jika ada yang mengganggumu katakan padaku... aku juga ingin melindungimu dan anak-anak" sambung tuan Sam.
"Aku tahu... jika aku merasa terganggu dengan sesuatu atau pun seseorang aku pasti akan memberitahumu B..." ucap Amira sambil mendongak dan menatap mata suaminya itu mencoba meyakinkan.
"Baiklah... aku percaya..." sahut tuan Sam lalu mencium pucuk kepala Amira lembut.
"Aku lapar B... kita makan yuk" ajak Amira yang sudah merasa kelaparan.
"Baiklah tapi kita mandi dulu" ucap tuan Sam.
Dan tanpa peringatan pria itu langsung membopong tubuh Amira ke kamar mandi.
"Kenapa kau terasa lebih ringan sih?" celetuk tuan Sam.
"Ish... kau jangan menggodaku B..." ujar Amira sambil memukul dada tuan Sam pelan dengan sebelah tangannya.
__ADS_1
"Benar deh... aku ga bohong... apa kedua anak kita membuatmu jadi lebih kurus?" sambung tuan Sam.
"Kau..."
Tuan Sam langsung terkekeh saat melihat wajah Amira yang memerah karena tak bisa membalas perkataannya. Lalu mereka pun mandi bersama. Setelah selesai keduanya pun pergi ke ruang makan.
"Kau makanlah yang banyak!" ucap tuan Sam sambil menambahkan porsi makanan pada piring Amira.
"Kenapa?"
"Agar kau tidak menjadi semakin kurus... aku tidak suka" sahut tuan Sam cuek.
"Badan segede gini dibilang kurus?" gumam Amira sambil meneliti tubuhnya sendiri.
Memang akhir-akhir ini tubuhnya terasa lebih ringan. Mungkin karena lelah mengurus kedua putranya dan menyusui keduanya membuat berat badan Amira sedikit turun. Namun itu pun belum pasti karena ia belum menimbang berat badannya.
"Bukannya bagus jika aku kurus? kan kebanyakan orang lebih suka perempuan kurus" ucap Amira.
"Tapi aku tak suka kau kurus... aku jatuh cinta sama kamu karena tubuh chubbymu itu tahu!" sahut tuan Sam yang membuat Amira kaget.
"Aneh..." gumamnya.
"Aku dengar ucapanmu itu..." ujar tuan Sam.
Amira langsung diam dan meneruskan makannya. Sedang tuan Sam malah memperhatikan Amira makan. Memastikan jika wanita itu tidak mengurangi porsi makannya. Sebenarnya ia sangat marah saat mendengar ucapan Keysha yang menghina tubuh istrinya itu. Karenanya ia tak ingin Amira menjadi kefikiran dan menjadi mengurangi makannya karena ingin diet. Padahal saat ini kedua putra mereka masih membutuhkan ASI ekslusif dari Amira. Apa lagi ia juga menyukai bentuk tubuh istrinya yang chubby.
Keesokan harinya di bandara terminal kedatangan internasional terlihat seorang pria bule dengan wajah tampan bersama beberapa pengawalnya terlihat baru saja turun dari pesawat. Matanya yang biru berkilat senang dibalik kacamata hitamnya.
"Akhirnya kita akan bertemu secara langsung teddy girl..." gumamnya sambil tersenyum.
"Kita langsung ke hotel tuan?" tanya asistennya.
"Hemmm..." sahut Dave sambil mengangguk.
Mereka pun segera memasuki mobil yang sudah dipersiapkan dan langsung menuju ke hotel tempat mereka akan menginap.
"Kau sudah selidiki apa saja yang menjadi kebiasaan wanita itu?" tanya Dave pada asistennya.
Asistennya itu oun langsung memberikan map merisi semua informasi yang di dapatkannya dari mata-mata yang ia kirim.
"Sepertinya kau tipe wanita rumahan..." batin Dave saat membaca informasi dalam map tersebut.
Di dalam sana dijelaskan jika Amira jarang sekali keluar dari rumahnya itu pun sering kali bersama suaminya. Hanya satu kali saja wanita itu terlihat keluar tanpa tuan Sam saat mata-mata mereka mengawasi Amira, namun itu juga tak sendiri. Ada kedua putranya dan juga sopir. Saat itulah ketika mata-mata tersebut mengirimkan rekaman vidio Amira dan Keysha.
Sesampainya di hotel Dave langsung memasuki kamar yang sudah dipesannya. Sebuah kamar mewah dilantai atas dengan pemandangan seluruh kota.
"Kira-kira dari tempat ini kau ada di sebelah mana?" batinnya sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru.
Sementara di rumah Amira tengah sibuk mendandani kedua putranya. Hari ini ia akan membawa keduanya untuk imunisasi. Bahkan tuan Sam sengaja mengosongkan jadwalnya hari ini khusus untuk menemani Amira membawa kedua buah hati mereka ke dokter.
Setelah semua persiapan selesai mereka pun segera berangkat menuju rumah sakit. Kedua bayi tersebut terlihat senang saat mereka berada di dalm mobil. Namun semua berubah saat mereka baru saja memasuki rumah sakit. Keduanya seakan mengerti jika mereka akan disuntik. Kedua bayi itu langsung rewel dan tak mau lepas dari gendongan kedua orangtuanya.
Untung saja tuan Sam sudah mendaftarkan mereka sebelumnya sehingga tak perlu mengantri lama. Saat sudah di dalam ruang pemeriksaan kedua bayu itu seakan lomba menangis saling bersahutan membuat ruangan menjadi ramai. Amira sampai bingung menenangkan keduanya karena kedua bayi itu tak mau lagi digendong orang lain selain Amira.
Setelah drama selama beberapa menit akhirnya keduanya berhasil diimunisasi secara bergantian dengan digendong Amira.
"Kalian ini cowok kenapa cengeng sekali..." keluh tuan Sam melihat tingkah si kembar yang membuat semua orang repot.
"Tidak apa-apa tuan... bayi memang sudah biasa seperti itu..." ungkap sang dokter sambil tersenyum.
__ADS_1
Selesai imunisasi tuan Sam dan Amira langsung membawa kedua bayi mereka pulang setelah menebus obat mereka terlebih dahulu.