
Di tempat persembunyiannya Jimmy sudah uring-uringan karena anak buahnya tak dapat menemukan Amira dimana pun. Jimmy memang memasang kamera cctv di tempat itu namun hanya dibeberapa tempat yang ia pikir perlu saja. Ia tak menyangka jika Amira malah menjebol atap tempat itu untuk melarikan diri.
Sampai menjelang sore tetap saja Amira belum bisa mereka temukan bahkan beberapa anak buahnya ada yang mencoba mencari ke dalam hutan namun mereka segera kembali karena tak mungkin menyusul wanita itu tanpa bekal.
Saat Jimmy tengah berfikir cara menemukan Amira tiba-tiba mereka mendengar deru suara hellikopter yang mendekat. Segera Jimmy dan anak buahnya memeriksa keberadaan hellikopter itu. Dan benar saja tampak dikejauhan ada dua hellikopter yang berputar diarah tengah hutan.
"Tuan sepertinya mereka tengah mencari sesuatu atau seseorang" ucap Rudi.
"Kau benar mungkin mereka sedang mencari tempat ini...." sahut Jimmy.
"Kalau begitu kita harus segera meninggalkan tempat ini tuan" saran Rudi.
Jimmy tampak berfikir antara segera meninggalkan tempat itu atau tetap mencari Amira.
"Tuan..." ucap Rudi lagi yang membuyarkan fikiran Jimmy.
"Tuan sepertinya hellikopter itu membawa seseorang dari dalam hutan" lapor salah seorang anak buah Jimmy yang sedari tadi mengawasi pergerakan dua hellikopter tadi dengan teropong.
Jimmy langsung merebut teropong itu dari tangan anak buahnya tadi. Kini ia dapat melihat dua orang yang tengah ditarik keatas helikopter. Ia juga melihat jika salah satunya adalah Amira. Jimmy mendesah pelan. Walau kini ia kecewa karena Amira lepas dari genggamannya namun ia juga bersyukur karena melihat keadaan Amira yang baik-baik saja.
"Kita pergi dari sini sekarang!" titahnya pada anak buahnya.
Dan mereka pun segera meninggalkan tempat tersebut sebelum Amira membocorkannya pada pihak kepolisian.
.........
Amira yang kini sudah berada di dalam helikopter bersama tuan Sam tampak tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya bisa kembali pada suaminya. Begitu pun tuan Sam sedari tadi ia tak pernah melepaskan pelukannya pada Amira. Semua orang yang ada di dalam helikopter yang melihatnya sangat terkejut melihat sikap tuan Sam yang berubah hangat ketika bersama Amira kecuali Lukas yang sudah terbiasa melihat tingkah bucin tuannya pada Amira.
"Bagaimana kau bisa melarikan diri dari tempatmu disekap Meyaa?" tanya tuan Sam sambil mengelus kepala istrinya itu dengan lembut.
Lalu Amira pun menceritakan bagaimana ia bisa keluar dari tempatnya disekap hingga sampai ditemukan oleh tuan Sam.
"Kau lari dengan menerobos atap?" tanya tuan Sam tak percaya.
Begitu juga dengan ketiga orang pria lainnya yang berada bersama mereka dalam helikopter itu. Amira hanya mengangguk.
"Apa kau tidak takut he?" kata tuan Sam yang membayangkan istrinya itu merayap diatas atap lalu turun melalui pipa air.
"Aku lebih takut berada disana dengan para penjahat itu B..." sahut Amira pelan.
Wanita itu langsung menyusupkan kepalanya pada dada bidang suaminya.
"Lalu sedari tadi kamu makan apa jika dari semalam kamu sudah berada di dalam hutan?" tanya tuan Sam yang masih penasaran.
"Aku makan ini B..." ujar Jasmine sambil menunjukkan beberapa buah Ciplukan dan sisa Murbei yang ada di kantong celananya.
"Dari semalam kamu hanya makan ini?" tanya tuan Sam tak percaya.
"Kau fikir aku bisa makan ayam hutan gitu? bagaimana aku bisa memasaknya B? korek api pun aku tak punya" sahut Amira sedikit dongkol.
"Lukas kita langsung ke rumah sakit!" titah tuan Sam yang langsung dilaksanakan oleh Lukas dengan menyuruh pilot untuk menerbangkan hellikopter mereka ke rumah sakit.
"Db... tapi aku kan tidak sakit..." rengek Amira.
"Tapi kau dan kandunganmu itu harus diperiksa Meyaa..." sahut tuan Sam yang khawatir setelah tahu jika istrinya itu hanya makan buah-buahan liar sejak semalam.
__ADS_1
Amira pun akhirnya hanya bisa pasrah apalagi ini demi memastikan kesehatan janinnya.
"Nanti sesampainya disana kamu juga harus segera makan ya..." bujuk tuan Sam.
"Apa aku boleh meminta makanan yang aku suka?" tanya Amira yang langsung membayangkan makanan kesukaannya.
Tuan Sam pun mengangguk sambil tersenyum karena tahu jika istrinya itu sebenarnya masih lapar. Karena sejak mengandung Amira jadi sering makan saat mereka di rumah. Oleh sebab itu tuan Sam merasa sangat miris saat mengetahui jika Amira hanya bisa makan buah-buahan liar seharian ini.
Tak lama helikopter yang mereka tumpangi sampai di helipad diatas gedung rumah sakit. Saat mereka turun tampak sudah menunggu satu tim dokter dan perawat yang akan memeriksa kondisi Amira. Wanita itu langsung disuruh berbaring diatas brankar untuk dibawa ke ruang pemeriksaan. Walau Amira merasa dirinya sehat namun ia tak menolak karena ia memang sedang ingin berbaring setelah berjalan seharian di hutan.
Sesampainya di ruang pemeriksaan Amira langsung ditangani oleh tim medis yang memeriksa keadaan Amira dan juga janin dalam kandungannya . Selesai diperiksa Amira langsung di bawa ke ruang perawatan vvip. Amira pun langsung meminta agar bisa membersihkan diri karena belum sempat membersihkan dirinya sejak pagi.
Tuan Sam pun membiarkan istrinya itu untuk membersihkan dirinya sedang ia langsung menyuruh Lukas untuk menyiapkan baju ganti. Amira yang langsung saja membersihkan dirinya lupa jika ia tak mempunyai baju ganti. Barulah saat selesai mandi ia jadi kebingungan. Tuan Sam yang sedari tadi menungguinya di luar kamar mandi langsung mengetuk kamar mandi untuk memberikan baju ganti yang baru dibawakan oleh Lukas.
Setelah berganti baju di dalam kamar mandi Amira pun segera keluar. Wajahnya sudah terlihat segar. Tuan Sam yang melihatnya langsung menghampiri Amira dan mengandengnya menuju brankar agar bisa beristirahat.
"Db... kau tadi bilang kalau aku boleh meminta makanan yang aku suka kan?" tanya Amira begitu ia sudah merebahkan dirinya diatas brankar.
"Iya.... apa saja yang kau inginkan" sahut tuan Sam sambil tersenyum.
"Kalau begitu aku mau kau belikan nasi padang lengkap dengan lauk dan sambal ijonya" ucap Amira dengan semangat.
"Sambal ijo? apa kau tidak akan kepedasan sayang?" kata tuan Sam.
"Gak lah B... aku kan udah biasa... dan lauknya aku ingin rendang ya..." ucap Amira lagi.
Tuan Sam hanya bisa menurut karena tak mampu menolak permintaan Amira karena sudah terlanjur berjanji akan membelikan makanan yang Amira suka. Saat tuan Sam akan menghubungi Lukas agar membelikan pesanan Amira, istrinya itu malah melarangnya.
"Kau mau apa B?"
"Siapa bilang aku menyuruh Lukas untuk membelikannya? aku kan bilang aku mau kamu yang membelikannya..." kata Amira mulai merajuk.
"Tapi kan aku masih ingin menemanimu Meyaa..." bujuk tuan Sam.
"Nanti kan juga bisa setelah kau membelikan makanan untukku..." ujar Amira tidak mau kalah.
"Ternyata istriku ngidam juga..." batin tuan Sam yang teringat dengan adiknya saat ngidam dan membuat bukan hanya suaminya yang kelimpungan tapi juga dirinya dan juga Lukas.
Saat itulah nyonya Sarah dan tuan Bram masuk. Amira sangat terkejut dan bahagia karena iparnya itu datang menjenguknya.
"Kakak ... dari mana kakak tahu aku berada di sini?" tanyanya pada nyonya Sarah.
"Begitu kau ditemukan Lukas langsung menghubungi kami Ra..." sahut nyonya Sarah.
"Dan kakak langsung kemari?"
Nyonya Sarah mengangguk. Amira pun langsung memeluk iparnya itu terharu.
"Maaf aku sudah membuat semuanya khawatir" ujar Amira setelah melepaskan pelukannya.
"Tapi bagaimana dengan kandungan kakak? apa tidak apa-apa kakak datang kemari?" tanya Amira.
"Kau fikir ini rumah sakit mana Ra? suamimu itu membawamu ke rumah sakit dekat rumah kita..." terang nyonya Sarah sambil tersenyum.
Amira terkejut dan memandang pada suaminya. Tuan Sam hanya tersenyum melihat keterkejutan istrinya itu. Pantas saja diatas rumah sakit juga terdapat helipad.
__ADS_1
Kruuyuuuk.....
Tiba-tiba perut Amira berbunyi. Membuat semua yang ada di ruangan itu menatap Amira.
"Aku lapar...." ucap Amira sedikit malu.
"Akan aku belikan segera" ucap tuan Sam.
"Tidak menyuruh Lukas saja kak?" tanya nyonya Sarah.
"Tapi aku ingin Db yang membelikannya..." sergah Amira.
Nyonya Sarah dan tuan Bram saling pandang tak mengerti dengan maksud Amira.
"Iya.... iya... aku yang akan membelinya sendiri..." ucap tuan Sam langsung berdiri lalu beranjak pergi.
"Jangan lupa pesananku yang tadi ya B..." seru Amira sebelum tuan Sam keluar dari ruang perawatan.
"Iya..." sahut tuan Sam sambil membuka pintu lalu keluar dan menutupnya kembali.
"Db itu kak Sam?" tanya nyonya Sarah.
Amira pun mengangguk.
"Habisnya dia minta nama panggilan yang lain dari pada yang lain..." sahut Amira.
Nyonya Sarah dan tuan Sam pun tersenyum kecil mendengar penuturan Amira.
"Ternyata kakakku itu bisa bucin juga" ucap nyonya Sarah terkekeh.
Sedang tuan Bram hanya tersenyum saat mendengar ucapan nyonya Sarah. Mereka pun mengobrol sambil menunggu tuan Sam kembali dari membelikan makanan untuk Amira. Setengah jam kemudian tuan Sam pun kembali dengan menenteng kantong kresek berisi makanan padang pesanan Amira.
Sengaja tuan Sam membelinya lebih untuk dibagikan dengan adik dan juga adik iparnya. Begitu melihat makanan pesanannya datang Amira langsung terlihat senang. Tampak sekali jika wanita hamil itu memang sudah kelaparan. Dengan cepat tuan Sam membukakan bungkus nasi padang untuk Amira. Dan dengan segera bumil itu pun memakan makanannya dengan lahap. Bahkan nyonya Sarah jadi ikut tergoda untuk ikut makan.
Jadilah dua bumil itu makan nasi padang bersama. Sedangkan para suami hanya bisa memandang keduanya dengan takjub. Pasalnya keduanya makan hanya dengan tangan dan duduk bersila saling berhadapan diatas brankar Amira.
"Sudah seperti makan di tengah sawah saja..." celetuk tuan Bram.
Tuan Sam pun mengangguk mengiyakan ucapan adik iparnya.
Selesai makan kedua bumil itu pun membersihkan tangan di wastafel. Setelah beristirahat sebentar nyonya Sarah dan tuan Bram berpamitan untuk pulang.
"B... kapan kita bisa pulang ke rumah?" tanya Amira saat mereka akhirnya hanya berdua di ruang perawatan.
"Kenapa? apa kau sudah tidak betah disini?" tanya tuan Sam.
Amira mengangguk. Baginya tinggal di rumah lebih nyaman dari pada tempat lain apalagi rumah sakit.
"Baiklah nanti kita tanyakan pada dokter yang merawatmu kapan kau bisa pulang" kata tuan Sam lembut.
"Sekarang kau istirahatlah.... sudah seharian kau berjalan didalam hutan, pasti kau sangat lelah" sambung tuan Sam sambil mengelus kepala Amira pelan.
Amira yang memang merasakan tubuhnya sangat lelah pun akhirnya memejamkan matanya sambil bersandar pada dada bidang tuan Sam. Tak lama ia pun langsung tertidur. Setelah melihat Amira tertidur dengan pulas tuan Sam pun membetulkan letak tubuh Amira agar istrinya itu dapat tidur dengan nyaman.
Setelah memastikan Amira tidur dengan nyaman dan pulas tuan Sam segera keluar dari kamar perawatan Amira menemui Lukas yang telah menunggu di luar. Begitu tuan Sam menutup pintu keduanya pun langsung meninggalkan tempat itu setelah menyuruh beberapa pengawal untuk berjaga didepan kamar perawatan Amira.
__ADS_1
Tuan Sam dan Lukas hendak pergi ke tempat dimana Amira pernah disekap. Mereka mendapatkan lokasi tempat itu dari anak buah nya yang menyusuri daerah dimana Amira ditemukan. Tuan sam ingin memeriksa tempat itu terlebih dahulu sebelum melaporkannya pada kepolisian.