BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Saling Berhadapan


__ADS_3

Julio menyeringai senang saat melihat mobil buruannya berada dihadapannya. Ia tahu jika tak ada jalan leluar dari tempat itu karena targetnya memilih untuk menghadapinya alih-alih pergi menghindar. Julio dan anak buahnya pun langsung keluar dari dalam mobil mereka sambil mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


"Keluar kalian dari dalam mobil!" teriak Julio memberi perintah pada penumpang di dalam mobil yang ada didepannya.


Tak lama keluarlah tiga orang dewasa dari dalam mobil. Julio tampak tersenyum senang saat melihat Anna yang terlihat menggendong putranya. Tampak wanita muda itu yang tidak memperlihatkan rasa takut sama sekali, membuat Julio terkekeh.


"Ah... nyonya Jimmy... anda memang selalu saja mengagumkan..." ucapnya dengan nada mengejek.


"Apa maumu? mengapa kau mengganggu kami hah!" seru tuan Bram.


"Jangan berlagak bodoh tuan... aku tahu kau juga sudah mengetahui siapa aku... jadi singkirkan saja basa basi ini! serahkan wanita itu dan putranya padaku... dan akan aku biarkan kalian hidup!"


"Cuih! kau fikir semudah itu kau menakuti kami hah!" tuan Bram tak bisa menahan amarahnya.


Julio dan anak buahnya langsung menodongkan senjata mereka pada ketiga orang yang berada dihadapan mereka itu. Namun tiba-tiba saja sebuah sepeda motor menerjang ke arah orang-orang itu yang membuat mereka langsung berhamburan menghindari tabrakan. Saat Julio dan anak buahnya dibuat kaget dengan kedatangan pesepeda motor yang hendak menabrak mereka, tuan Sam dan yang lainya langsung bergerak untuk bersembunyi di balik mobil. Sementara tak lama datang beberapa mobil lain yang langsung memberondongkan senjata mereka ke arah komplotan Julio yang membuat mereka kembali berhamburan untuk menyelamatkan diri.


Terjadi pertempuran yang sengit antara dua kelompok yang membuat Julio geram dan teralihkan perhatiannya dari tujuan awalnya untuk menghabisi Anna dan putranya. Pria itu tampak membabi buta menembakkan senjatanya. Sedangkan tak jauh dari sana, pengendara motor yang tadi sempat mengejut Julio dan anak buahnya diawal tadi langsung menghampiri tuan Sam dan yang lainnya.


Anna tersenyum lebar saat pengendara motor tadi mendatanginya dan membuka helm full facenya. Begitu juga dengan tuan Sam dan tuan Bram. Ketiganya merasa gela karena tahu jika bantuan untuk mereka telah tiba.


"Apa kau baik-baik saja Honey Bee?" tanya Raja begitu ia tiba disamping Anna.


"Aku baik-baik saja MB..." sahut Anna tenang.


Raja langsung merasa lega. Ya... pengendara motor tadi itu adalah Raja. Dia sengaja datang dengan motornya agar bisa tiba di tempat tepat waktu. Bisa dibayangkan jika saja tadi ia telat sedikit saja maka saat ini ketiga orang yang ada dihadapannya itu mungkin sudah kehilangan nyawa.


"Sekarang kau ikut denganku Honey Bee..." ajak Raja sambil mengenakan helm pada Anna kemudian ia juga mengenakan helmnya kembali.


Anna langsung mengangguk patuh.

__ADS_1


"Disini aku serahkan pada kalian..." ucap Raja pada tuan Sam dan juga tuan Bram.


"Kau serahkan saja semuanya pada kami... yang terpenting jagalah putriku jangan sampai dia tergores sedikit pun..." sahut tuan Bram dengan nada sedikit mengancam.


"Papa!" seru Anna memprotes papanya yang menekan suaminya.


"Sudahlah Bram..." kata tuan Sam menyadarkan adik iparnya itu.


"Kalian cepat pergi dari sini!" sambungnya memberi perintah pada Raja dan Anna.


Kedua orang itu pun langsung menyingkir, namun sebelumnya Raja masih sempat memberikan senjata api pada tuan Sam dan tuan Bram. Setelah Anna dan Raja menyingkir, tuan Sam dan tuan Bram langsung bergerak maju membantu anak buah Raja melawan Julio dan gerombolannya. Julio tampak semakin geram saat ia melihat Anna yang menyingkir bersama pengendara motor yang telah merusak rencananya tadi. Dengan cepat ia mundur ke arah mobilnya dan langsung masuk untuk mengejar Anna.


Anna langsung membonceng Raja dengan sigap. Boneka yang mirip dengan putranya itu ia pangku didepan. Anna yang sudah mempersiapkan diri dengan menggunakan celana panjang membuatnya dapat bergerak dengan lincah. Dengan berpegangan pada jaket Raja karena tubuhnya terhalang boneka Anna tampak mengeratkan kedua tangannya agar tidak terjatuh dari motor.


Raja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Tak lama ia dapat melihat dari kaca spionnya jika ada sebuah mobil yang mengejarnya. Raja tersenyum tipis... ia tahu siapa pengemudi dari mobil itu. Inilah rencananya yang sesungguhnya. Dia harus memastikan jika Julio akan tewas ditangannya. Sementara Anna semakin mengeratkan pegangannya saat menyadari jika ada yang mengikuti keduanya. Raja semakin mempercepat laju motornya begitu juga mobil yang mengejarnya seolah tidak ingin kehilangan jejaknya.


Di tempat pertempuran antara kelompok Julio dan Raja kini semakin panas dengan kedatangan pasukan dari kepolisian. Para anak buah Julio yang semula gigih melawan akhirnya harus bertekuk lutut dan menyerah saat pihak kepolisian berhasil mengepung dan melumpuhkan mereka dengan bantuan dari anak buah Raja dan juga tuan Sam dan tuan Bram. Begitu semua ditangkap oleh pihak kepolisian tuan Bram dan tuan Sam pun terpaksa harus ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.


Dor... dor... dor...


Sreeettt.... braaakkk!


Satu peluru menembus roda belakang motor Raja. Motor yang ditumpangi Anna dan Raja pun langsung oleng dan terseret beberapa meter kemudian menabrak pembatas jalan. Sementara Anna dan Raja terpental dari atas motor yang mereka kendarai. Anna masih setia memeluk boneka yang mirip dengan Sultan dan bergulingan di sisi jalan. Sementara Raja juga terlempar ke tengah jalan dengan helm yang pecah kacanya. Untung saja Anna juga mengenakan helm sehingga kepalanya terlindungi meski helm itu pun kini entah kemana karena benturan tadi helm itu jadi terlepas dari kepalanya.


Julio menyeringai senang saat kelihat kedua orang yang ada dihadapannya itu tergeletak tak bergerak. Sementara motor mereka pun teronggok di tengah jalan tak jauh dari pria yang tadi mengganggunya. Dengan santai Julio keluar dari dalam mobil. Ia kembali mengisi peluru dalam senjatanya sambil melangkah ke arah Anna. Ia harus membunuh wanita itu dan putranya sebelum ia mengurus orang yang telah mengacaukan rencananya itu.


Anna tampak mulai tersadar dan membuka matanya perlahan. Ia langsung memeluk boneka yang tadi sempat terlepas dari tangannya saat melihat Julio datang mendekat. Anna mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Raja, suaminya. Saat melihat tubuh Raja yang tergeletak tak bergerak di tengah jalan Anna tercekat. Ia bimbang... memilih memeriksa keadaan suaminya atau menghadapi Julio terlebih dahulu.


"Ck... ck... ck... ternyata kau tangguh juga nyonya... begitu juga dengan putramu" kata Julio sambil mendekat ke arah Anna.

__ADS_1


Ia merasa di atas angin sekarang. Namun saat ia semakin mendekat ke arah Anna ia menyadari jika yang selama ini ia kira putra Raja ternyata hanyalah sebuah boneka. Seketika Julio merasa marah. Tak disangka jika selama ini ia telah ditipu mentah-mentah.


"B***g**k! berani sekali kalian menipu seorang Julio!" teriaknya berang.


Kini ia ingin menghancurkan wanita yang ada dihadapannya itu dengan tangan kosong alih-alih menghabisinya dengan menggunakan senjata api. Dengan kasar ia pun menyimpan senjata apinya di balik pakaiannya kemudian ia mendekat ke arah Anna dan merebut boneka yang dipeluk Anna lalu melemparkannya ke sembarang arah. Ia pun berusaha untuk mencekik Anna namun wanita itu bisa langsung mengelak. Semakin geram, Julio pun mulai melayangkan pukulannya pada Anna meski pun ia seorang wanita.


Anna pun langsung melakukan perlawanan. Dan pertarungan antara keduanya pun kembali terjadi setelah terakhir saat di New York. Julio yang marah menyerang Anna dengan membabi buta. Anna merasa kuwalahan saat Julio menyerangnya dengan cepat. Meski ia pernah berlatih karate dan sering memenangkan perlombaan, namun karena sejak menikah dan melahirkan putranya ia sudah jarang berlatih membuat tenaga Anna kurang fit untuk melawan Julio. Apa lagi karena kejadian tadi ia juga terluka meski tidak terlalu parah. Meski begitu Anna tetap melakukan perlawanan yang keras.


Saat Anna mulai terdesak tiba-tiba saja seseorang menyerang Julio dari belakang. Tak menyangka ada yang membantu Anna, Julio langsung berbalik. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat jika orang itu adalah Raja.


"Kau!" seru Julio tercekat karena terkejut.


Tanpa berkata apa-apa Raja langsung menyerang Julio. Sementara Anna tampak mengistirahatkan dirinya karena tadi ia juga sempat terluka saat terjatuh dari atas motor. Dua pria yang saling bermusuhan itu pun terlibat perkelahian yang sangat sengit. Anna yang sedari tadi menonton hanya bisa berdo'a agar suaminya dapat memenangkan pertarungan itu. Julio yang murka saat mengetahui jika Jimmy masih tetap hidup tampak tidak bisa lagi mengendalikan emosinya. Ia tampak ingin segera menghabisi Jimmy dengan tangannnya sendiri dan kali ini akan ia pastikan jika kali ini pria itu sudah benar-benar mati. Pertarungan antara dua pria yang telah bersaing sejak lama ditambah dendam Julio terhadap Raja atas kematian kedua sepupunya membuat pertarungan keduanya berlangsung sengit dan keduanya tampak ingin segera menghabisi lawannya.


Pertarungan berlangsung cukup lama karena keduanya sama-sama seimbang meski Raja tadi sempat terluka karena terlempar dari motornya. Julio sudah merasa tidak sabar dan ingin segera menghakhiri hidup Raja saat ini juga. Dengan gerakan tiba-tiba Julio mengambil senjata api yang tadi disembunyikannya dan langsung menodongkan benda itu ke kepala Raja.


"Bagaimana Jimmy? apa kali ini kamu akan bisa kembali lolos dari maut jika aku menembak tepat di kepalamu ini huh?" ucap Julio dengan nada mengejek.


Ia dengan santai menarik pelatuk senjatanya untuk memuntahkan pelurunya ke kepala Raja. Saat itulah tiba-tiba sebuah batu melesat dan menimpuk tangannya yang sedang memegang senjata membuat senjata api itu pun terlempar dari tangannya.


Dor!


Senjata Julio yang terlepas dari tangannya terlempar dan meletus ke sembarang arah. Sedang Julio merasakan sakit di telapak tangannya karena batu yang mengenainya cukup besar dan menimbulkan rasa sakit.


"Arrggh!" ringisnya sambil memegangi tangannya yang terkena batu dengan tangan lainnya.


Ia langsung menoleh ke arah datangnya lemparan batu tadi. Julio langsung mendelik marah saat tahu jika pelempar batu itu adalah Anna.


"Dasar pasangan *****!" umpat Julio marah.

__ADS_1


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Raja pun langsung menyerang Julio kembali. Keduanya kini bertarung dengan tangan kosong. Keadaan keduanya pun sudah sama-sama babak belur. Tapi diantara keduanya tidak ada yang akan mau menyerah untuk menghabisi lawannya.


__ADS_2