BODYGUARD DADAKAN

BODYGUARD DADAKAN
Akhir Pertarungan


__ADS_3

Pertarungan satu lawan satu antara Raja dan Julio berlangsung cukup lama, karena keduanya sama-sama tangguh. Wajah dan tubuh mereka juga penuh dengan luka. Bahkan Raja juga sudah membuka jaketnya dan hanya menyisakan kaos singlet dan memperlihatkan beberapa luka akibat pukulan Julio. Sementara Julio juga tampak berantakan bahkan salah satu lengan kaos polonya pun telah robek. Kedua pria itu tampak bagai dua singa yang tengah bertarung hingga salah satu diantaranya mati.


"Ternyata kau tangguh juga b***g**k! tapi jangan harap kali ini kau bisa selamat!" seru Julio disela-sela pertarungan.


"Just shut your ****** mouth!" balas Raja sambil terus berusaha mendesak Julio dengan pukulan dan tendangannya.


Kedua pria itu terus saja baku hantam tanpa ada yang mau menyerah. Sesekali Raja menendang dan membanting lawannya hingga tubuh Julio menghempas aspal. Julio pun tidak mau kalah. Pria itu segera bangkit dan melayangkan perlawanan. Dia juga sempat menendang dada Raja dengan sangat keras hingga darah segar pun muncrat dari mulut Raja. Tapi seakan tak merasakan sakit Raja dengan santainya menghapus noda darah dari sudut bibirnya dengan punggung tangannya dan melanjutkan pertarungan. Hingga sampai pada saat dimana Raja berhasil menjatuhkan Julio hingga pria itu jatuh tertelungkup. Tidak menyia-nyiakan kesempatan Raja langsung menindih tubuh Julio dan melakukan kuncian agar pria itu tidak dapat bergerak dan bangkit. Kemudian Raja memegangi kepala Julio bersiap mengeksekusi lawannya.


"Apa kau sudah siap untuk bertemu dengan para sepupumu itu dineraka hem?" tanya Raja ditelinga Julio dengan wajah bengis.


Aura dingin dan gelap seketika menyelimuti Raja. Dan tanpa menunggu jawaban dari Julio, Raja langsung mematahkan leher lawannya itu.


Kreekk!


Bunyi tulang yang patah pada leher Julio menandakan jika pria itu kini sudah kehilangan nyawanya ditangan Raja. Aura gelap yang tadi menyelimuti Raja kini berangsur menghilang saat ia menyadari jika kepala yang ada ditangannya sudah terkulai lemah tak bernyawa. Anna yang menyaksikan kekejaman Raja yang baru saja dilihatnya membuat wanita cantik itu sejenak terpaku. Ia sungguh tak menyangka jika pria yang selama ini dikenalnya penuh dengan kehangatan bisa melakukan pembunuhan dengan tenang.


Raja yang menyadari jika Anna kini mungkin akan memandangnya berbeda setelah apa yang baru saja dilakukannya pada Julio langsung mendekati istrinya itu dan memeluknya.


"Maafkan aku... aku sudah kembali menjadi orang yang kejam dihadapanmu..." ucapnya lirih.


Mendengar pernyataan suaminya Anna pun tersadar dan langsung membalas pelukan Raja.


"Tidak apa-apa... kau melakukannya demi melindungiku dan Sultan... jika aku berada diposisimu, aku pun akan melakukan hal yang sama..." sahut Anna mempererat pelukannya.


Ia juga membersihkan sisa darah yang ada di mulut Raja dengan menggunakan telapak tangannya.


"A... apa kau nanti akan dipenjara karena sudah membunuh orang itu?" tanya Anna khawatir.


Bagaimana tidak, pasal pembunuhan bisa membuat suaminya itu mendekam di dalam penjara untuk waktu yang lama. Dan Anna tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Apa lagi ia dan Raja baru saja bersatu kembali.


"Kalau begitu kita pergi saja dari sini sebelum polisi datang... mereka tidak akan terlalu perduli siapa yang sudah menghabisi orang itu selama tidak ada orang lain di TKP..." kata Raja.

__ADS_1


Anna pun mengangguk setuju dengan perkataan Raja. Kemudian keduanya pun segera meninggalkan tempat itu dengan menggunakan mobil Julio. Tepat setelah mobil yang ditumpangi keduanya menghilang di belokan menuju jembatan pasukan dari kepolisian tiba di tempat kejadian. Mereka pun langsung memeriksa tempat itu dan mengidentifikasi jasad yang ada disana. Tak lama setelahnya ambulans datang dan membawa jasad Julio ke rumah sakit untuk diautopsi.


Sedangkan Anna dan Raja sudah semakin menjauh dari sana dengan menggunakan mobil Julio tadi. Setelah dirasa aman, keduanya pun meninggalkan mobil Julio di pinggir jalan dan melanjutkan perjalanan mereka dengan mencari tumpangan pada mobil yang lewat agar mereka bisa tiba ke titik pertemuan tempat dimana keduanya akan dijemput. Setelah melakukan perjalanan selama hampir tiga puluh menit, keduanya pun sampai di titik pertemuan. Di sana mereka sudah ditunggu oleh tuan Bram dan tuan Sam. Begitu melihat putrinya turun dari dalam mobil tuan Bram langsung menghampiri putrinya itu dan memeluknya.


"Kau baik-baik saja kan sayang?" tanyanya sambil memeluk tubuh Anna erat.


"Anna baik-baik saja kok pa... jangan khawatir..." sahut Anna membalas pelukan tuan Bram.


Setelah ayah dan anak itu saling melepaskan pelukan, mereka pun kemudian masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka kembali ke rumah. Untuk masalah dengan pihak kepolisian tuan Sam sudah berjanji akan menyelesaikannya tanpa melibatkan Raja agar identitas pria itu tetap terjaga. Demikian juga dengan Anna, tuan Bram dan tuan Sam sengaja menghapus jejak keterlibatan Anna dalam kasus itu agar tidak terseret lebih lanjut.


Anna sangat antusias saat mereka tiba di kediaman kedua orangtuanya. Ia langsung turun dari dalam mobil dan langsung mencari keberadaan putranya. Meski sudah berada di tangan yang aman namun Anna masih tetap mengkhawatirkan keadaan putranya itu sebelum ia bisa melihat langsung bahwa keadaan Sultan baik-baik saja.


"Mama!" seru balita itu saat melihat Anna masuk ke dalam rumah.


Saat ini balita yang semakin hari semakin menggemaskan itu sedang bermain bersama Ara yang memang sudah pulang dari sekolahnya di ruang keluarga.


"Kemarilah boy..." panggil Anna sambil merentangkan tangannya.


Sultan pun langsung bangkit dari duduknya dan berlari ke arah mamanya dengan senyum lebar. Kedua tangan bocah itu pun sudah direntangkan menyambut mamanya. Ibu dan anak itu pun saling melepas rindu setelah hampir seharian tidak bertemu. Sultan tampak sangat bahagia saat melihat mamanya sudah pulang. Sebenarnya sudah sejak tadi bocah itu selalu menanyakan keberadaan mamanya yang tidak ia lihat sejak pagi. Meski tidak rewel namun bocah itu cukup membuat semua orang yang ada di rumah nyonya Sarah kebingungan mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Sultan yang terus mencari mamanya itu.


"Papa!" jerit bocah itu kesenangan dan langsung melepas pelukannya pada Anna dan berlari ke arah Raja.


Anna, tuan Bram dan tuan Sam pun hanya tersenyum melihat tingkah Sultan pada papanya. Sedangkan yang lainnya tampak terkejut melihat kehadiran Raja. Bagaimana tidak? selama ini mereka hanya tahu jika Raja sudah meninggal. Tapi kini... didepan mereka semua Raja berdiri dengan gagahnya meski pun terdapat luka akibat pertarungannya dengan Julio tadi.


"Kakak!"


"Raja!"


"Om!"


Seru semua orang secara bersamaan.

__ADS_1


"Apa aku tidak sedang bermimpi?" tanya Amira yang tidak menyangka jika Raja ada dihadapannya.


"Tidak Meyaa..." sahut tuan Sam sambil memeluk istrinya itu yang masih terlihat syok.


"Jadi kau sudah tahu sejak lama Db?" interogasi Amira pada suaminya dengan tatapan tajam.


"Maaf... tapi ini keinganan Raja agar kami merahasiakannya dari kalian..." terang tuan Bram yang kini juga ikut mendapatkan tatapan tajam dari semua orang.


"Biar aku jelaskan semua pada kalian..." ucap Raja yang melihat ketegangan diantara kedua pasang suami istri yang ada di depannya itu.


Mereka pun akhirnya duduk bersama di ruang keluarga. Bahkan ketiga anak Amira yang kebetulan ada disana pun ikut bersama mereka. Kemudian Raja pun menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditambah ataupun dikurangi membuat semua orang yang mendengarnya memahami keputusan yang sudah dibuat oleh Raja.


"Lalu apa setelah ini masa lalumu tidak akan lagi mengusik keluarga kalian lagi?" tanya nyonya Sarah yang mengkhawatirkan jika hal ini akan terulang lagi.


"Insyaallah semua sudah berakhir dengan meninggalnya Julio... dan masa lalu ku tidak akan lagi menghantui keluaraga kami selamanya..." ungkap Raja sambil memeluk Anna dan Sultan dengan kedua tangannya.


"Aamiiin..." sahut semua orang.


Mereka pun kemudian makan malam bersama setelah sebelumnya Anna dan yang lainnya membersihkan diri mereka. Makan malam kali ini berlangsung sangat meriah dengan kembalinya Raja ke dalam keluarga. Meski tanpa Adit yang saat ini masih berada di Australia. Saat selesai makan malam mereka pun menghubungi Adit untuk menyampaikan kabar gembira ini padanya.


Dua hari berlalu...


Sejak terbongkarnya identitas Raja yang sebenarnya, kini ia pun bisa bersama keluarga kecilnya tanpa sembunyi-sembunyi meski pihak luar masih tidak tahu tentang kebenarannya. Dan hari ini Anna akan memulai kerjanya di salah satu rumah sakit yang cukup terkenal. Sengaja Anna melamar di sana tanpa rekomendasi siapa pun karena ia ingin memulai karirnya secara mandiri. Sedangkan Raja masih mengawasi perusahaannya dari rumah dengan mewakilkan pada Rudi untuk pengawasan langsung. Setelah sarapan bersama dengan keluarga besar Anna pun berangkat ke rumah sakit dengan diantar oleh Raja dan juga Sultan.


"Selamat bekerja Honey Bee... semoga hari pertamamu menyenangkan..." ucap Raja saat mereka sudah sampai di depan rumah sakit tempat Anna bekerja.


"Terima kasih MB..." sahut Anna sambil tersenyum.


Sultan yang sudah terbiasa ditinggal Anna saat dulu magang di rumah sakit tampak tidak kaget dan terlihat biasa saja saat Anna mulai masuk ke tempatnya bekerja. Balita itu bahkan dengan ceria melambaikan tangannya pada Anna saat wanita itu berjalan ke dalam rumah sakit.


"Oke boy... now is our play time!" seru Raja saat mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


"Yey!" seru Sultan yang merasa jika ini saatnya ia dan sang papa bersenang-senang.


Benar saja... Raja langsung membawa putranya itu ke mall untuk menjajal wahana permainan anak yang ada disana. Maklum, meski mereka dulu sering menghabiskan waktu bersama namun itu hanya bisa di dalam apartemen saja dan tidak pernah sekali pun keduanya pergi kekuar bersama. Dan ini saatnya mereka melakukannya. Sultan tampak sangat antusias bermain ditemani oleh sang papa, hingga tak terasa jika sudah mendekati waktu makan siang. Akhirnya Raja pun membawa putranya pulang untuk makan siang. Sengaja Raja tidak membawa putranya ke restoran yang ada di mall tersebut, sebab ia ingin putranya mencintai makanan rumahan yang disediakan oleh omanya.


__ADS_2