
Anisa sudah menyiapkan Sarapan untuk Orang rumah " Neng "
" Eh Ceu idah udah bangun " kata Anisa sambil melirik kearah Ceu idah
" Ntos atuh Neng, kan ceceu biasa bangun jam Lima pagi " jawab Ceu idah
" Hehehe Iyah Ceu. Oh iya Ceceu mau di buatin Apa? "
" ceceu mah yang ada Aja Neng gak udah yang luar biasa " jawab Ceu idah
" Yaudah kalo gitu Nisa buatkan teh manis panas ya " Ceu idah mengangguk Ia duduk di kursi yang Deket taman
" Ini Ceu teh nya. Nisa ke kamar dulu ya Mau bangunin Mas Afnan " pamit Anisa
" Iyah Neng " jawab Ceu idah
Anisa masuk kedalam kamar benar saja Jika sang suami belum bangun
" Ayah bangun sudah pagi " kata Anisa yang membuka gorden jendela
" Huuuaaaaa.... " Afnan mengangkat kedua tangan nya ke atas
" Morning Bunda " sapa Afnan
" Morning juga Ayah, ayo bangun Bunda udah siapin Pakaian Ayah " kata Anisa
Afnan turun dari tempat tidur dan memeluk Anisa dari belakang " love you " bisik Afnan di telinga Anisa lalu Mencium pundak Anisa
Anisa tersenyum " love you to Ayah " jawab Anisa
" Udah sana ayah Mandi kebiri siang "
" Hehehe.. siap Bu bos " Afnan langsung masuk kedalam kamar mandi
Sedangkan Anisa ia menggelengkan kepala melihat sikap Afnan yang begitu manis. Anisa membersihkan tempat tidur
Gak butuh waktu lama untuk Afnan mandi. Afnan keluar dari kamar mandi Ia sudah tidak melihat keberadaan istrinya mungkin sudah turun ke bawah terlebih dahulu
Di bawah Anisa dan Ceu idah sudah duduk di meja maman tinggal nunggu Afnan untuk turun ke bawah
" Neng, di sini mah enak nya Mau akan apapun tinggal nyandak "
'' Kaya nyamah warung pindah ka Bumi Neng heheh ''
__ADS_1
Wajar jika ceu idah berkata seperti itu Apa saja yang di butuhkan untuk sehari-hari sudah tersedia Tinggal Ambil Krena Setiap bulannya Anisa selalu mengisi bahan dan barang-barang baru untuk stock jika sewaktu-waktu ada sanak saudara yang menginap jadi tinggal ambil saja.
'' Selamat pagi Ceu '' Sapa Afnan yang menarik kursi meja makan lalu mendudukinya
'' Pagi Den '' Jawab Ceu idah
'' Bunda jadi hari ini buat lontong bersama Ceu idah '' Kata Afnan
Anisa yang sudah mengisi piring sang suami langsung duduk '' Jadi dong Ayah '' Kata Anisa melihat kearah Ceu idah
'' Bahan-bahan nya sudah di beli jadi mana mungkin tidak jadi ''
'' Iyah Den. Semua bahan sudah komplit tinggal di buat saja '' Kata Ceu idah yang sudah mulai memakan makanan nya
Ceu idah sudah tidak merasa canggung lagi jika sedang bersama Anisa ataupun Afnan
Afnan mengangguk mengerti '' bagus kalo kaya gitu '' jawab Afnan yang menikmati makanan nya
Tidak ada suara lagi di antar mereka karena Afnan tidak biasa jika harus ngobrol sambil makan. ( Hal itu tidak berlaku bagi umat Muslim, karena sesuai dengan ajaran Rasullulah berbincang-bincang saat makan justru dianjurkan )
Seusai sarapan Afnan langsung pamit berangkat kerja kepada sang istri tidak lupa Afnan mencium kening Anisa dan mencium perut besar Anisa
'' Ayah pergi dulu ya Sayang. Assalamualaikum.. ''
'' iyah bunda '' Jawab Afnan yang langsung masuk kedalam mobil dan pergi
Anisa melambaikan tangannya sampai mobil sudah tidak terlihat lagi
'' Ya Allah lindungilah setiap langkah suami hamba dan permudah lah semua kegiatannya hari ini dan semoga lelahnya menjadi barokah Amin ''
Anisa langsung masuk kedalam rumah dan menutup pintu utama
Anisa selalu mendoakan setiap langkah sang suami karena Ridho istri sangat lah penting untuk ke suksesan Suami.
Di dapur Ceu idah dan bibi sudah siap untuk membuat lontong pesanan Anisa
'' Wah sudah siap aja Nih '' kata Anisa yang ikut duduk lesehan
'' Aduh Neng nisa jangan duduk di situ nanti dingin mending Neng nisa duduk di kursi '' Kata Ceu idah yang melihat Anisa ikut duduk
'' Gak Apa-apa ceu kan Anisa juga ingin ikut bantu '' Kata Anisa
Anisa ingin merasakan lagi bagai mana rasanya masak bersama ketika masih di kampung dulu
__ADS_1
'' Ih si Neng mah gak baik buat ibu hamil duduk di lantai, sudah Mending Neng duduk di kursi ''
'' Iyah Non. Ceu idah benar Mending Non duduk di kursi '' Kata Bibi
'' Is bibi sama Ceu idah gak rame ah, Padahal Kan Nisa juga ingin ikut bantu tapi yasudah lah Aku ikut aja kepada para suhu yang sudah pengalaman '' Kata Anisa yang langsung bangkit dari duduk nya dan pindah ke kursi meja makan
Ceu idah dan bibi saling pandang lalu tersenyum. Walaupun Anisa awalnya menolak tapi Anisa juga masih mendengarkan apa kata ibu-ibu itu karena mereka yang sudah pada pengalaman soal hamil.
~ DI KANTOR ADAM
Adam memanggil Leon ke ruangan '' Jelaskan kepadaku apa sebenarnya tujuan mu itu? kamu bekerja di sini bukan untuk leha-leha ataupun menggoda para wanita, kamu di terima di sini itu untuk bekerja bukan untuk mengotori perusahaan dengan sikap mu itu '' Kata Adam dengan suara dinginnya
Bukan tanpa alasan kenapa Adam bertanya seperti itu pasalnya sudah ada beberapa wanita yang mengadu kepada dirinya tentang sikap Leon yang selalu semena-mena kepada wanita apa lagi sampai di lecehkan
Leon hanya bisa diam bagai mana pun Leon sangat takut dengan Adam. Adam yang sangat berkuasa tanpa Adam mungkin saat ini Ibu nya sudah di usir di rumah Utama, Bukan tidak memiliki rumah tapi Bu lesti yang tidak ingin pindah dari rumah Utama
'' Jika kamu masih seperti itu mending kamu Angkat kaki saja dari perusahaan ku '' Kata Adam Tegas
Leon yang tadinya menunduk langsung mengangkat kepala lalu menatap Adam
'' Maaf '' Hanya itu yang bisa Leon ucapkan. Leon menyadari kesalahannya dan Leon juga sadar jika dirinya memang sudah keterlaluan akan wanita
Adam menatap balik ke arah Leon '' Aku tegas kepadamu karena aku tidak ingin Kau terus terjerumus ke lembah hitam, ingat kamu itu telah dilahirkan oleh seorang ibu jadi Aku harap kamu juga bisa menghargai wanita sepeti kamu menghargai ibumu. jika bukan aku yang menasehati mu lalu mau siapa lagi '' Lanjut Adam
Adam tegas kepada Leon bukan berarti Adam benci kepadanya Seperti Adam membenci ibunya tapi Adam Tegas karena ingin Leon hidup dengan benar dan tidak terjerumus dengan hal-hal yang tidak-tidak. Apa lagi banyak sekali aduan dari karyawannya tentang leon membuat Adam mendengus kesal
Leon tidak kesal kepada Adam ia tau apa maksud Adam bicara seperti itu. itu semua pasti untuk kebaikan dirinya, Selama ini hanya Adam yang selalu menasehatinya sedangkan ibu nya.. ah jangan harap karena Bu lesti hanya memikirkan dirinya sediri dan tidak pernah peduli dengan Leon.
'' sudah tidak ada yang harus aku katakan lagi jadi silahkan keluar dan Lanjutkan pekerjaan mu '' Kata Adam
'' Baik pak '' jawab Leon proposional sebagi Atasan Dan bawahan
Adam menganggukkan kepalanya
Setelah kepergian Leon Adam bernapas pelan '' Aku harap teguran ku ini bisa kamu mengerti Leon, sudah cukup kamu main-main dengan wanita sekarang sudah saat nya kamu untuk menata hidupmu agar hidupmu jauh lebih berguna lagi di masa yang akan datang '' Gumam Adam
Leon benar-benar menyesali apa yang sudah ia perbuat selama ini dirinya Benar-benar menyesal. Leon berjanji kepada dirinya sendiri jika dirinya akan memperbaiki hidupnya dan menata semua nya dari awal
Sedangkan di tempat lain Elif Benar-benar kelabakan ketikan Dirinya di usir dari apartemen yang selama ini ia tempati dengan Leon
Ternyata Apartemen itu Masih kontrak dan bukan hak milik Elif baru mengetahui semuanya ketika ada dua pria yang datang ke apartemennya
" Bapak bohongkan? Leon sudah memberikan. Apartemen ini untuk saya jadi mana mungkin... " Ucapan Elif terhenti ia benar-benar tidak menyangka dengan nasib hidup nya yang berantakan
__ADS_1
" Maaf Nona. Tuan Leon hanya mengontrak di sini bukan Pemilik jadi tidak mungkin Tuan Leon memberikannya kepada Anda karena surat-surat juga masih Atas nama Agen kami " kata Pria itu