
Di sinilah Killa berada di sebuah perusahaan yang tinggi, Killa bingung kenapa dirinya di bawa ke sebuah perusahaan bukannya pulang " Apa aku di suruh kerja untuk mengganti biayaya rumah sakit kemarin? " Pikir Killa sudah kemana saja
" Nona, Mari lewat sini " Ajak pria yang tadi menjemputnya
Killa mengangguk walaupun sebenarnya dia juga bingung kemana pria ini akan membawa dirinya " Eum.. tuan. kalo boleh tau Kita akan kemana ya? " tanya Killa memberanikan diri
Namun bukannya mendapat jawaban Killa malah sebal karena pria itu diam seribu bahasa " apa orang ini gak bisa ngomong " Batin Killa lagi sambil memperlihatkan si pria besar yang ada di hadapannya ini
Ting..
" Mari Nona " ajak di pria ketika Lift sudah sampai di lantai Tujuh belas
Killa melihat ke setiap arah di sana terlihat sepi bahkan tidak ada orang selain dirinya " Stop! " teriak Killa
" Ada apa Nona? " tanya si pria itu
" Anda mau ngapain bawa saya ke sini, jangan macam-macam ya. saya juga bisa bela diri " Ucap Killa sambil mengambil ancang-ancang
Pria itu menggelengkan kepalanya memutarkan kedua bola mata nya ke Sembarang arah " Maaf Nona, Sepertinya anda salah paham "
" Salah paham bagai mana? Dari tadi saya tanya Kita mau kemana tapi Tuan tidak menjawab seperti orang bisu " Keluh Killa dengan sorot mata yang tajam dan tangan posisi sudah kuda-kuda.
" Dear "
Killa langsung menoleh kearah suara " Mas " ucap Killa yang langsung menetralkan posisinya
" Kamu sedang apa, Apa kamu sedang menantang Anak buahku? " tanya Damar sambil mengulum senyum
Killa melirik Pria tubuh besar itu " Andai saja dia bilang sedari tadi mungkin aku pun tidak akan se waspada ini " keluh Killa merapihkan rambut nya
Damar tersenyum " Sorry, Dear. Ini adlah peraturannya anak Buah ku tidak di perbolehkan Biacra dengan wanitaku " ucap Damar yang langsung merangkul pinggang Killa
" Lain kali jangan kaya gitu, bisa saja kan ada orang yang ngaku-ngaku anak buah mu lalu menculikku " Keluh Nya lagi " Dan satu lagi, untuk apa aku ke sini? apa aku akan di suruh kerja untuk melunasi biyaya rumah sakit kemarin? " Tanya Killa dengan tatapan yang penuh tanya
" Hahaha.. ayo masuk Dulu Dear " Ajak Damar yang langsung membawa Killa ke sopa " Kamu mau minum apa? " tanya Damar
" apa saja yang penting dingin " jawab Killa
Damar langsung mengambilkan minuman kaleng di lemari es lalu ia memberikannya kepada Killa " Minumlah, kamu pasti sudah lelah hari ini "
Killa langsung mengambil minuman kaleng itu tanpa ia lihat minuman apa yang di sodorkan oleh Damar " Ko rasanya aneh " ucap Killa yang memutar-mutar kaleng minuman itu
__ADS_1
" Itu bir Non alkohol " jawab Damar yang ikut meminumnya
Kedua mata Killa langsung membulat sempurna " tenang saja kamu tidak akan mabuk hanya karena minum minuman itu, lagian itu Non Alkohol "
" Tetap aja aku gak suka " jawab Killa
" Maaf dear " Damar Membenarkan anak rambut milik Killa. Seketika wajah Killa menjadi merah merona ia merasa ada desiran di dalam dirinya " Ada apa dengan mu " Batin Killa
" Cup " Damar mengecup Bi*** milik Killa sekilas " Aku suka rona wajah mu Dear "
" Is.. Mas. " Killa mendorong Tubuh Damar, ia tidak ingin damar melakukan hal yang lebih
" Mas, buat apa ajak aku ke sini? " tanya Killa
Damar menggenggam tangan Killa " Aku menyuruh mu ke sini karena aku kesepian dan rindu kepadamu " Jawab Damar " Bukan untuk menyuruhmu bekerja "
" Oh " jawab Killa beroh ria padahal jika dirinya di suruh kerja pun tidak jadi masalah malah senang karena Killa tidak akan merasakan hutang Budi kepada Damar.
" Kalo begitu baikan aku akan bekerja di sini selepas kuliah " Kata Killa " Dengan begitu, aku akan mendapatkan gajih dan aku bisa menyewa kos kosan " Ucap Killa sambil tersenyum
Damar langsung mengerutkan keningnya " Tidak-tidak, Aku tidak akan pernah ijinin kamu untuk kerja di sini. Kamu itu calon nyonya bukan calon pegawai " Protes Damar
Wajah Killa berubah menjadi merona mendengar ucapan Damar, Andai saja ada lubang mungkin Killa akan masuk kedalam lubang itu.
Killa Langsung mengangkat kepalanya " Ada yang datang " Kata Killa yang langsung sumringah karena ia bisa menutupi rasa gugup dan rona wajahnya yang memerah
" Ck.. ganggu saja "
" Lihat dulu, siapa tau penting " kata Killa
" Masuk " Teriak Damar yang enggan untuk bangkit dari duduknya, Killa langsung Menggelengkan kepalanya
" Tuan "
" Ada apa? " tanya Damar ketus
" Ini Saya hanya ingin mengantarkan makan siang Untuk Tuan " ucap Sekertaris Damar sambil melirik kearah Killa yang duduk di samping Damar
Killa tidak memperdulikan tatapan si sekertaris itu ia malah asik dengan Minumannya
" Kapan saya pesan makan siang kepadamu? " tanya Damar yang tidak merasa memesannya
__ADS_1
" Eum ini.. "
" Gak apa-apa Mas, lagian aku juga udah laper ko " Ucap Killa " Sini Mbak, biar saya aja yang makan kalo Mas Damar tidak mau " Killa meminta rantang yang sedang di pegang oleh sekertaris Damar
Sontak saja Sekertaris Damar langsung merasa heran kenapa Wanita yang ada di hapdannya ini Memanggil Atasannya dengan sebutan Mas.
" Maaf Nona, nona ini?.. "
" Perkenalkan, Ini Calon istri saya nama nya Killa. Mulai hari ini kamu tidak di perbolehkan membawa makanan untuk saya dan Satu lagi " Ucap Damar menghentikan ucapannya
" A..apa Tuan? "
" Gantilah pakaian mu dengan pakaian yang pantas, sudah saya takkan bukan, jika saya tidak suka ada pegawai saya seperti wanita mura** "
Killa baru sadar jika penampilan sekertaris Damar memang terlalu Mengekspos area tubuhnya bahkan Bisa terlihat jelas belahan da** yang begitu nampak.
" Ba..baik Tuan " jawab nya sambil menunduk
" Pergilah, kau mengganggu kami saja " usir Damar kepada sekertaris nya.
Setelah kepergian Sekertaris Nya. Damar langsung mendekat kearah Killa " Apa? " ucap Killa yang melihat ada gerak gerik yang mencurigakan dari Damar
" Suapi aku " pinta Damar kepada Killa yang sudah membuka rantang
Killa mengangkat sebelah alis nya " Apa Mas tidak bisa makan sendiri? " tanya Killa polos
" Akan lebih Nikmat jika kamu yang menyuapi Dear "
" Heum.. baiklah " jawab Killa pasrah
Dengan Telaten Killa menyuapi Damar walaupun Damar terkadang menyebalkan karena ia terus saja mencolek dagu dan juga pipinya Killa.
" Mas, Setelah ini aku pulang ya "
" Loh kenapa? "
" Kasian Ibu di rumah sendirian " jawab Killa Asal padahal Killa hanya ingin pulang rasanya ia sangat lelah
" Jangan cari alasan Dear, Jika kamu bisa dan ingin Rebahan kamu bisa tidur di kamar pribadi milikku " ucap Damar
" Memang nya ada? " tanya Killa
__ADS_1
" Ada dong. Beresin dulu makannya nanti aku tunjukan " Ucap Damar sambil tersenyum