
Setelah kepergian Bu Ani dan juga pak Yusuf Afnan duduk di samping Sang istri sambil memegangi tangan Anisa
" Sayang, maafkan Mas. Mas gak berniat untuk menyakitimu sayang " lirih Afnan mencium tangan Anisa
" Tidak ada seorang istri yang rela suaminya bersama Wanita lain mas " Lirih Anisa
Sebenarnya Anisa sudah bangun sedari tadi namun Anisa berpura-pura tidur agar kedua mertua nya tidak terus menerus menanyakan apa penyebab dirinya bisa pendarahan
" Aku tidak pernah bersama wanita sayang, Tadi pagi handphone ku tertinggal setelah aku sarapan, Raffi saksinya " ucap Afnan
" Lalu bagai mana bisa handphone mas ada di tangan wanita lain dan bilang jika handphone mas tertinggal di kamar nya "
Afnan terkejut ketika mendengar ucapan Anna " aku tidak pernah Masuk kedalam kamar nya sayang "
Anisa tersenyum sinis, Bukan Anisa tidak percaya kepada Sang suami tapi karena dulu ia pernah di sakiti oleh mantan suaminya membuat Anisa tidak gampang untuk percaya
" Jika kamu tidak percaya aku akan bawa wanita itu, dia sahabat Resti Adik sepupuku jadi aku juga tidak tau kenapa Meraka bisa ada di sana "
" aku ingin sendiri " pinta Anisa memalingkan wajah nya kearah lain
" Anisa..." Lirih Afnan namun Anisa tidak menjawab ia masih memalingkan wajah nya kearah lain
Dengan pasrah Afnan keluar dari kamar dan duduk di depan kamar Anisa
Afnan mendesah kesal dan menjambak rambutnya, Afnan menyesali apa yang telah ia lakukan, kecerobohan nya membaut Dirinya masuk kedalam perangkap wanita ular itu
" Kau harus membalas nya " geram Afnan. Afnan Langsung menelpon Raffi untuk menyeret wanita yang sudah menjerumuskan dirinya ke dalam masalah ini
__ADS_1
Tut...
Perintah Afnan akan selalu beres jika Raffi yang menanganinya sampai tidak tersisa
~ KEESOKAN HARINYA
Pagi ini Afnan masih berdiam diri di depan ruangan Anisa mencoba untuk masuk kedalam kamar ruang inap Anisa
" Pagi sayang " kata Afnan yang melihat Anisa sudah bangun
" Heum " jawab Anisa lesu
Afnan tersenyum walaupun tidak ada senyuman di wajah Anisa setidaknya Anisa membalas ucapan dari nya
Afnan duduk di dekat Anisa " apa kamu mau sarapan, biar aku suapi ya " kata Afnan
Bu Ani masuk kedalam kamar ia melihat Anisa yang sedang di suapi oleh Afnan
" Selamat pagi sayang, bagai mana kabar mu hari ini " tanya Bu Ani kepada Anisa
" Anisa sudah baikan mah " jawab Anisa yang masih lemas
Bu Ani tersenyum sambil mengelus pundak Anisa lalu melihat putra nya yang terlihat lusuh " Afnan pergilah mandi, ini mamah sudah membawakan kamu Baju ganti " kata Bu Ani sambil memberikan Paper bag kepada Afnan
Afnan mengangguk mengerti
" Iyah mah, terimakasih " jawab afnan yang langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya
__ADS_1
Tak butuh waktu lama untuk Afnan memberikan diri, Afnan keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah seger dan wangi membuat Anis terkesima namun segera Anisa tepis ia tidak boleh melihat suaminya dulu
" Afnan, mamah tidak bisa lama-lama di sini karena Mamah harus menemani papah menghadiri acara " kata Bu Ani
" Iyah mah " jawab Afnan
" Sayang gak apa-apa ya mamah tinggal dulu "
" Iyah mah, tidak Apa-apa " Jawab Anisa pelan
" Yaudah kalo gitu mamah pergi dulu ya, jaga Anisa Afnan " kata Bu Ani
" Iyah mah " ucap Afnan
~ DUA HARI KEMUDIAN
Sudah dua hari Anisa di rawat di RS namun Anisa tetap tidak banyak bicara kepada sang suami, Anisa akan menjawab seperlunya saja itupun jika sang suami yang bertanya lebih dulu seperti saat ini Afnan Tidak masuk kerja lagi ia terus saja mengajak sang istri bicara padahal Afnan tau jika sang istri hanya akan menjawab singkat tapi Afnan tidak putus asa
" Sayang, ini minum dulu tadi aku buatkan kamu susu ibu hamil " kata Afnan memberikan satu gelas susu ibu hamil
Anisa mengambil Gelas dari tangan Afnan lalu meminumnya hingga tidak tersisa
" Terimakasih Mas " kata Anisa
" Sama-sama sayang " jawab Afnan tersenyum
" Jika kamu ingin makan sesuatu bilang saja sayang, insa Allah aku akan mengabulkan keinginan mu " kata Afnan mengelus kepala sang istri
__ADS_1