
" Cuit...cuitt.... " Seru Resti memeluk Bu Ani
Bu Ani memeluk lengan Resti pelan " jangan Berisik ini rumah sakit " tegur Bu Ani
" Hehehe maaf mah Lupa, habis Ada drama Korea di sini "
Bu Ani menggeleng kepalanya melihat tingkah putrinya ini yang agak bar-bar ini
" semoga Suatu saat nanti aku akan mendapatkan pria yang sepeti kak Afnan, pengertian, tampan, kaya dan sayang keluarga " ucap Resti dan di mainkan oleh yang lain
Hari semakin sore, Bu Ani, Pak Yusuf dan yang lain nya sudah ijin untuk pulang Dan Dokter juga sudah mengijinkan Anisa untuk pulang besok
" Sayang "
" Iyah mas " jawab Anisa melirik kearah sang suami
" Kenapa kamu bisa tau tanggal kelahiran ku? " Tanya Afnan penasaran
Anisa tersenyum " Maaf mas sebelum nya jika Anna sudah lancang, waktu itu Anna tidak sengaja menjatuhkan dompet mas dan Nisa melihat ada foto pernikahan kita Lalu Anisa melihat KTP mas " ucap Anisa pelan-pelan karena takut Suaminya marah
Afnan tersenyum lalu mengelus kepala sang istri " jadi dari situ Kamu tau tanggal kelahiran mas "
Anisa menganggukkan kepalanya " Iyah Mas "
" Jadi sekarang Kamu sudah tidak marah lagi kepada mas Hem.."
" Setiap manusia pasti mempunyai Kesalahan mas, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, karena yang memiliki kesempurnaan itu Hanya Allah. lagian kan hanya kesalahpahaman aja jadi buat apa harus terus berlarut larut "
" Istri Mas Bijak sekali sih sayang. Mas janji mas tidak akan mengulangi kesalahan mas lagi sayang. maafkan Mas ya sayang " ucap Afnan
Afnan turun ke perut Anisa lalu menempelkan Kepalanya di perut Anisa " halo sayang, Maafkan papah ya, karena papah sudah menyakitimu Papah janji Papah tidak akan melakukan nya lagi " ucap Afnan mencium perut Datar Anis
" Aku pegang janjinya papah " ucap Anisa dengan menirukan suara anak-anak
Afnan bersyukur karena memiliki seorang istri yang pemaaf dan tidak pendendam
" Mas sangat bersyukur memiliki seorang istri sepertimu sayang " Kata Afnan sambil mengecup kening sang istri
" Nisa yang bersyukur karena memiliki Suami Seperti Mas. Sudah baik bertanggung jawab lagi " Balas Anisa sambil tersenyum
" Nanti sebelum kita pulang kita periksakan dulu kandungan mu ya sayang "
" Iya Mas " jawab Anisa memeluk tubuh sang suami
__ADS_1
~ KEESOKAN HARI NYA
Resti Berniat ingin memasukan lamaran ke Salah satu Perusahaan di sana sedang membuka lowongan di bagian keuangan
" Pagi mamah papah " sapa Resti yang sudah siap untuk berangkat melamar kerja
" Pagi Sayang, loh ko sudah rapih saja, mau kemana nak? " Tanya Bu Ani
Resti duduk di kursi meja makan
" Doain Resti ya mah, pah, hari ini Resti ingin melamar kerja di salah satu perusahaan " ucap Resti
" Di bagian apa sayang.? "
" Di bagian keuangan pah " jawab nya
" Oh baiklah, semoga putri papah di terima ya di sana dan jangan lupa Berdoa dulu sebelum berangkat " ucap Papah
" Siap papah " jawab Resti sambil hormat kepada Pak Yusuf
Setalah sarapan Resti Langsung pergi ke PT DAMAR CAHAYA. Tak butuh waktu lama untuk Resti Samapi di Perusahaan Damar
Resti berdiam diri di depan Perusahaan yang cukup tinggi. Resti menatap Lekat Perusahaan Yang ada di depan mata nya
" Bismillahirrahmanirrahim.. semoga Aku keterima bekerja di sini amin " ucap Resti di dalam hatinya
" Selamat pagi mba Ada yang bisa saya bantu? " Tanya Resepsionis
" Ini saya mau melamar kerja di bagian keuangan " ucap Resti sambil memberikan Map coklat kepada Resepsionis itu
Resti tersenyum " oh iya, kalo begitu Terimakasih Mbak " ucap Resti ramah
" Sama-sama " jawab nya
Ting..
Resti masuk kedalam Life dan menekan tombol Tiga
Setalah sarapan Resti Langsung pergi ke PT DAMAR CAHAYA. Tak butuh waktu lama untuk Resti Samapi di Perusahaan Damar
Resti berdiam diri di depan Perusahaan yang cukup tinggi. Resti menatap Lekat Perusahaan Yang ada di depan mata nya
" Bismillahirrahmanirrahim.. semoga Aku keterima bekerja di sini amin " ucap Resti di dalam hatinya
__ADS_1
" Selamat pagi mba Ada yang bisa saya bantu? " Tanya Resepsionis
" Ini saya mau melamar kerja di bagian keuangan " ucap Resti sambil memberikan Map coklat kepada Resepsionis itu
Resti tersenyum " oh iya, kalo begitu Terimakasih Mbak " ucap Resti ramah
" Sama-sama " jawab nya
Ting..
Resti masuk kedalam Life dan menekan tombol Tiga
Resti berjalan kearah dimana tempat wawancara kerja padahal dirinya baru saja datang tapi sudah di suruh untuk naik ke lantai tiga
Resti duduk di antara para pelamar kerja, di sana ada enam orang yang sama-sama menggunakan Pakaian putih hitam. Resti Membernarkan Rambutnya nya agar terlihat rapih
" Resti "
Resti yang nama nya di panggil langsung menoleh lalu memutarkan kedua bola mata nya ketika melihat siapa yang memanggil nya
" Sayang kenapa kamu di sini.? " Tanya Leon yang sudah bekerja lebih dulu di Perusahaan ini
" Apa kamu tidak bisa melihat aku di sini sedang apa Hem " jawab Resti dingin
Leon Terkekeh ketika mendengar jawaban dari Resti " jika kamu ingin masuk di perusahaan ini aku bisa membantumu karena ini perusahaan paman ku " ucap Leon bangga
Resti Terkekeh " ternyata dunia ini sangat sempit ya, Aku pikir setelah kejadian kemarin kita tidak akan pernah ketemu lagi tapi ternyata " Resti Menggelengkan kepalanya
" soal kemarin aku minta maaf, aku hilap " ucap Leon sambil memegang tangan Resti
" Tapi sayang nya aku sudah tidak punya stok untuk memaafkan mu, dan satu lagi Jika aku tau ini perusahaan milik paman mu lebih baik aku urungkan niatku untuk bekerja di sini dari pada harus terus Bertemu dengan pria brengsek seperti mu " Ucap Resti tegas sambil berdiri berniat untuk pergi dan mengurungkan niat nya untuk bekerja di sini
" sayang " Panggil Leon
" kamu akan menyesal telah putus dengan ku dan aku pastikan kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan di mana pun " ancam Leon
" gue gak takut dengan ancaman garing seperti itu " ucap Resti menatap tajam Leon. lalu melangkah pergi namun langkah Resti terhenti ketika ada yang memanggil nya
" Kamu " ucap Pria itu sambil menunjuk kearah Resti
Resti yang merasa di panggil Langsung menoleh
" Yah kamu, sini masuk " pinta nya
__ADS_1
" Aku, masuk? Bukan nya aku belum memberikan surat lamaran ku " gumam Resti namun ia tetap saka masuk