
Setelah menetapkan tanggal pernikahan yang akan di gelar satu Minggu lagi dan akan di laksanakan di rumah Anisa dan acara resepsi akan di adakan di Kota di hotel berbintang Karena ibu Ani ingin semua orang tau jika putranya semata wayangnya telah menikah bahkan Bu Ani dan Pak Yusuf akan menggelar dengan besar-besaran.
Malam ini Afnan tidur dengan Raffi, Bu Ani sudah pasti sama pak Yusuf dan Anisa di kamar nya sendirian
Jam sudah menunjukan jam dua pagi tapi Anna masih belum bisa tidur
" Ada apa dengan ku, kenapa aku tidak bisa tidur padahal jam sudah jam dua " keluh Anisa
Anisa merasa tidak percaya jika dirinya bisa dengan secepat ini menikah lagi padahal awalnya Anisa tidak berniat untuk menikah kembali apa lagi rasa sakit yang di rasa sakit yang di berikan oleh Yudi mantan suaminya masih terasa
Karena tidak ingin hanya menatap langit-langit Anisa turun dari tempat tidur nya lalu mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat Anisa juga tidak lupa untuk berdoa agar selalu di berikan kelancaran dalam segala urusannya
Biasanya Setiap pagi Anisa akan di sibukkan dengan aktivitas warung namun kali ini Anna di sibukkan dengan acara pernikahan nya sendiri
Warga kampung Langsung mendadak di hebohkan dengan acara pernikahan Anisa Sampai-sampai terdengar oleh Mantan ibu mertua nya Bu Imas
" Alah paling Dia nikah sama tukang sayur kalo gak tukang kuli " ucap Bu Imas sinis
" Ceu Imas salah, calon suaminya Anisa itu orang yang ngongtrak di rumah nya, laki-laki na meni kasep bening terus gagah " puji tukang gosip itu
" Alah gagahan juga Anak saya, sudahlah Sanah pergi buat apa kamu menyampaikan gosip yang tidak bermutu " sebal Bu Imas sambil memalingkan wajah nya kearah lain
" Bilang aja ceu Imas irikan "
" Buat apa saya iri, yeh Ceu anak saya sudah bahagia dengan istri baru nya bahkan Sekarang Istrinya Yudi itu sedang hamil " ucap Ceu Imas bangga
" Istri anak saya itu bukan orang miskin bahkan menantu saya suka mengirim buah-buahan dan juga Barang-barang yang bagus untuk saya " lanjut Bu Imas dengan bangga nya
" Itu istrinya kan bukan si Yudi nya yang kaya, atau si Yudi masih sama seperti dulu jadi pengangguran yang hanya mengandalkan uang istri "
" Sudah ah Ceu, saya mau pulang mau liat calon suami si Anisa " ibu-ibu Gosip itu langsung pergi meninggalkan rumah Ceu Imas
__ADS_1
Ceu Imas yang sudah kesal dia menatap sinis kepergian mantan tetangga nya itu
" Sehebat apa sih calon suami nya si Nisa itu sampe ibu-ibu kampung membangga-banggakan calon suami si Nisa " gerutu Ceu Imas
" Anakku gak boleh kalah dari si anak miskin itu, enak saja dia lepas dari Anakku langsung mendapatkan yang lebih, Aku harus cari informasi yang jelas siapa tau saja mereka membohongi ku agar anakku kembali kepada si wanita miskin itu, ini tidak bisa di biarkan " Geram Ceu imas
Tinggalkan Ceu Imas yang sedang terbakar api karena panas mendengar ucapan Mantan tetangga nya.
Sedangkan Anisa saat ini sedang pergi ke sebuah butik mewah bersama Bu Ani Dan juga Afnan
" Bu apa ini tidak terlalu berlebihan ? " Tanya Anisa karena bukan hanya tempat nya saja yang mewah tapi harga nya juga sangat mahal
" Anisa sayang, ini tidak seberapa Nak dengan melihat Kebahagian Kamu dan juga Afnan nanti nya " jawab Bu Ani
" Sayang " panggil Afnan yang baru masuk ke butik Karen habis memarkirkan mobil
" Hus.. belum muhrim sudah sayang-sayang saja " tegur Bu Ani
" Nanti jika sudah sah baru kamu boleh panggil sayang "
Anisa hanya tersenyum ketika melihat Afnan di tegur oleh Bu Ani
" Kamu tambah cantik jika sedang tersenyum begitu " goda Afnan
" AFNAN RIFALDI !!! " Bu Ani langsung melotot kearah anak nya, dulu saja dia sangat dingin kepada wanita tapi sekalinya jatuh cinta malah bikin Bu Ani darah tinggi
" Ayo sayang, kita lihat kebaya milikmu jika kamu masih di sini bisa-bisa bujang lapuk terus nyosor dan menggoda kamu " ajak Bu Ani membawa Anisa ke lantai dua untuk melihat kebaya
Sedangkan Afnan hanya bisa mendesah kesal karena di tinggalkan oleh ibu dan juga calon istri nya
Anisa mencoba kebaya berwarna putih yang sangat cocok untuk di gunakan oleh Anisa
__ADS_1
Afnan yang sedang duduk di sopa sambil memainkan Handphone kedua bola mata nya langsung beralih kepada wanita yang ada di hadapan nya, wanita cantik yang berkebaya putih dengan senyuman nya Yang sangat manis
" Kedip " tegur ibu Ani yang melihat anak nya yang tidak berkedip melihat Anisa yang begitu cantik padahal ini tanpa makeup apa lagi jika sudah di pakaikan makeup pasti anak nya semakin ngiler
" Masyaallah Cantik sekali, Mah bidadari turun dari mana ini " tanya Afnan sambil berdiri dan ingin melangkah kepada Anisa tapi langsung di tahan oleh Bu Ani
" Ingat belum muhrim " ucap Bu Ani
" Ih ibu, ganggu saja " keluh Afnan
" Nanti jika kalian sudah sah baru Mamah tidak akan pernah melarang mu jika ingin macam-macam kepada Anisa "
Anisa menunduk Malu " Bagai mana jika kita menikah sekarang aja Mah " saran Afnan
" Auh sakit mah "
Bu Ani mencubit perut sang anak yang asal ngomong saja " makanya kalo ngomong itu di pikir dulu kamu kira menikah itu seperti beli gorengan di warung " kesal Bu Ani
" Habis aku sudah tidak sabar " Afnan tersenyum kepada Anisa
Sedangkan Bu Ani menepak jidat nya karena melihat anak nya yang bar bar
Setelah dari butik Afnan Anisa dan Bu Ani langsung pergi ke mol untuk membeli perhiasan dan cincin pernikahan
Benar saja Anisa di buat kaget berkali-kali oleh Afnan dan juga Bu Ani, mereka dengan enteng nya membeli perhiasan dan Cincin pernikahan dengan harga yang fantastis
Anisa merasa hidup nya akan di penuhi dengan cinta dari calon suami dan juga calon mertua nya karena mereka benar-benar tidak sayang mengeluarkan uang untuk pernikahan nya
Dulu ketika menikah dengan Yudi jangankan Cincin pernikahan mereka menikah saja hanya menggunakan pakaian muslim dengan mas kawin dua ratus ribu rupiah
Anisa banyak-banyak bersyukur karena Calon ibu mertua nya menerima dirinya dengan tangan terbuka tanpa melihat latar belakang Anisa yang sebagai janda miskin yang telah di tinggalkan oleh mantan suaminya dan calon putri nya. kebahagian yang tiada Tara
__ADS_1