
" istri bos cantik ya " puji orang tadi
" Bener, pantes di sodorkan wanita yang seksi tidak mau ternyata Tipe si Bos yang alim " jawab nya
" Sudah yuk ah, jangan di bahas nanti ketahuan si bos bisa di geret kita " kita nya
" Iya ayo "
Sedangkan di ruangan Afnan, Anisa sedang membereskan laptop dan berkas-berkas yang ada di atas meja agar tidak berantakan
" Mas ini di taruh di mana? " Tanya Anisa
" Situ saja sayang " kata Afnan sambil menunjuk meja kerja nya
Anisa mengangguk mengerti lalu menaruh nya di atas meja kerja
" Mas mau sholat dulu atau makan dulu? " Tanya Anisa
" Kita sholat dulu saja ya, kalo makan dulu nanti malas buat sholat karena keburu kenyang " jawab Afnan
" Baiklah kalo gitu "
Anisa dan Afnan mereka sholat Duhur Berjamaah di kamar pribadi milik Afnan
Setelah sholat Anisa langsung menyiapkan makanan nya di atas meja " wah pepes " seru Afnan
" Tadi kan mas sendiri yang minta di buatkan " kata Anisa
" Iyah sayang, terimakasih ya " kata Afnan
" Sama-sama Mas " jawab Nya
Anisa mengisi piring Afnan lalu piring miliknya
" Jika kamu yang masak bisa-bisa ini semua aku habisi sayang "
" Jangan mas, aku sebagian bawa lebih buat Pak Raffi " kata Anisa
Anisa tidak mungkin hanya makan berdua sedangkan ada Raffi yang Selalu ada di samping sang suami
" Ngomong-ngomong pak Raffi kemana mas? Ko aku tidak melihatnya " tanya Anisa
" Dia sedang rapat di bawah " jawab Afnan yang tidak suka jika istrinya menanyakan pria lain
" Afnan.. aku datang!!! " Seru Raffi sambil teriak di luar ruangan Afnan
__ADS_1
" Eh ada bidadari " kata Raffi sambil tersenyum membuka pintu
Anisa mengangguk " Ngapain Lo ke sini? " Tanya Afnan
" Tadi nya gue mau ajak Lo Makan siang tapi ternyata sudah ada bidadari surga di sini " goda Raffi
" Ingat Sama anak bibi di ruma jangan godain istri orang " ucap Afnan tidak suka
" Heheh maaf " kata nya
" Wah makan enak nih " ucap Raffi
" apa lagi kalo bidadari surga yang memasaknya semakin madep ini mah "
" Ayo pak Raffi ikut makan bersama kita, tadi Nisa sengaja bawa banyak " kata Anisa
Afnan yang merasa tidak suka dengan keberadaan Raffi di tengah-tengah langsung menatap Raffi dengan tajam
Sedangkan Anisa yang melihat raut wajah sang suami yang sudah tidak bersahabat langsung menyuapi Afnan
" Buka mulut nya mas " pinta Anisa memberikan satu suapan kepada sang suami
Benar saja ternyata cara Anisa berhasil, berhasil membuat Afnan tersenyum kembali
" Mas, baby nya mau mas suapi " kata Anisa
" Dengan senang hati sayang " Afnan menyuapi Anisa dengan teliti bahkan sangat Hati-hati
Raffi yang melihat kemesraan Afnan dan Anisa membuat dirinya iri
" Pepesnya sangat enak dan makanan yang lain juga sangat nikmat, namun Suasana di ruangan ini mendadak menjadi tidak enak " ucap Raffi sebal
" Suruh siapa diam di sini " ucap Afnan
" Mas.." tegur Anisa
" Sialan kamu " kata Raffi untuk makanan Raffi sudah rapih jadi dia bisa langsung pergi ke ruangan nya
" Gue balik dulu ke ruangan " ucap Raffi sambil pergi
Sedangkan Afnan mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau
Anisa Menggelengkan kepalanya melihat sikap sang suami yang cemburuan
Setelah usai makan Anisa tidak langsung pulang karena sang suami yang meminta untuk di temani bekerja
__ADS_1
'' Sayang aku pergi rapat dulu kamu istirahat saja di kamar Pribadi milikku ya, Aku janji tidak akan lama '' Kata Afnan mengecup kening Anisa
'' Iyah, Mas kerja nya santai saja, lagian Nisa juga tidak akan kemana-mana '' Kata Anisa
'' Iyah Sayang sebentar ya ''
Setelah kepergian Afnan, Anisa berjalan ke arah balkon. balkon yang cukup luas dan bagus karena di sana juga ada taman '' Cukup bagus '' Gumam Anisa melihat-lihat taman yang ada di sana
Anisa duduk di kursi sambil menikmati indahnya hamparan bunga di sana
'' Jadi kamu istrinya Kak Afnan '' Kata seorang wanita yang berjalan kearah Anisa
Anisa yang tadinya sedang menikmati bunga-bunga langsung menoleh kearah suara
'' Maaf, Apa saya kenal dengan mu? '' Tanya Anisa
wanita itu tersenyum sinis lalu duduk di kursi yang sama dengan Anisa
'' Mungkin kamu tidak kenal aku tapi aku kenal dengan suami dan juga keluarga nya '' Jawab Wanita itu
Karena Anisa tidak ingin berfikiran buruk terlebih ia pun meladeni wanita itu dengan senyuman manis nya
'' Oh berarti Nona ini termasuk orang terdekat nya Mas Afnan, Begitu? ''
'' Kamu tau ketika aku tau jika kak Afnan telah menikah dengan gadis kampung apa lagi berstatus Janda membuat Aku muak dan merasa kecewa, kenapa janda sepertimu bisa mendapatkan hati Kak Afnan dan juga kelurga nya sedangkan Aku yang jelas-jelas lebih segalanya dari mu malah di abaikan oleh mereka '' Kata Elif
Iya wanita itu adalah Elif. Elif yang tadinya habis melamar kerja di perusahaan Afnan tidak sengaja melihat Anisa yang masuk kedalam Ruangan Afnan, karena rasa penasarannya Elif Rela menunggu Afnan pergi karena ia tadi sempat mendengar kalo Afnan akan ada rapat
Anisa mengerti apa yang di maksud wanita muda di hadapannya ini
'' Cinta itu tidak harus saling memiliki, Jika kamu benar mencintai suamiku seharusnya Kamu harus bisa merelakan Mas Afnan bahagia dengan wanita lain, Dan jika Mas Afnan tidak menerima Cintamu bukan berarti Mas Afnan tidak menyukaimu melainkan menyukai dengan Arti lain, Mungkin karena kamu sudah di anggap saudara atau adiknya maknya Mas Afnan tidak menyukaimu ''
'' Jika Kak Afnan tidak menyukaiku sebagai perempuan kenapa Kak Afnan harus memilih wanita yang sepertimu yang status nya hanya seorang janda, Apa tidak ada wanita lain selain dirimu sehingga harus menikahi mu ''
'' Cinta itu tidak bisa di tebak, kita tidak tau akan di bawa kemana oleh Cinta, Tapi Cinta itu tidak akan berlabuh jika di antara mereka tidak saling menyukai ataupun tidak ada ketertarikan. Kamu wanita cantik setiap pria pasti akan menyukai mu tapi cantik saja tidak cukup jika kita tidak bisa menjaga kehormatan dan aurat kita, Bajingan-bajingannya pria pasti mereka akan lebih memilih Wanita yang lebih baik dari dirinya ''
Elif terdiam, ia sadar kenapa Anisa bicara seperti itu apa lagi saat ini dirinya sedang berpenampilan yang cukup minim dengan memperlihatkan lekuk tubuhnya begitu saja
'' Jika kamu ingin di cintai maka belajarlah dulu mencintai dirimu sendiri karena dengan kamu mencintai dirimu pasti akan banyak pria yang mendekatimu '' Lanjut Anisa
'' Jangan so Suci, Aku mendatangani mu bukan untuk kamu ceramahi tapi untuk menyadarkan mu kalo kamu itu tidak pantas untuk Kak Afnan '' Kata Elif yang langsung berdiri dan mengambil tas kecilnya lalu pergi begitu saja
Anisa yang melihat kepergian Elif hanya bisa menggelengkan kepalanya
Sedangkan Elif di luar ruangan Afnan ia meneteskan Air mata nya, baru kali ini ada yang menasehati dirinya setelah kedua orang tuanya bercerai. Karena tidak ingin di lihat orang Elif menghapus air mata ya lalu pergi meninggalkan ruangan Afnan
__ADS_1