
Anisa meminta mangkuk ke asisten rumah Rangga
'' Ini Non '' Kata Bibi memberikan dua mangkuk kepada Anisa
'' Buat apa Kak? '' Tanya Resti
Anisa mengambil mangkuk dari bibi '' Terimakasih ya Bi ''
Bibi mengangguk mengerti lalu pergi meninggalkan Anisa dan juga Resti di ruang tv
'' Ini tadi kakak beli rujak rumbuk, Kaya nya enak banget dan juga seger '' kata Anisa yang udah ngiler melihat Rujak yang sudah di dalam mangkuk
'' Wah kakak tau saja jika Aku sedang ingin makan rujak '' kata Resti yang langsung menikmati rujak
Anisa tersenyum melihat Resti '' Sayang kamu makan apa? '' Tanya Adam yang keluar dari kamar
'' Haby, ko keluar kamar sih '' Kata Resti yang langsung membantu Adam untuk duduk di sopa
'' Aku bosan diam terus di kamar sayang '' keluh Adam lalu melihat makanan yang ada di mangkuk
'' Sayang ini apa? '' Adam mengambil mangkuk yang berisi rujak lalu mencoba nya '' Enak '' Gumam Adam yang melanjutkan makan rujak
Sedangkan Resti dan juga Anisa hanya bisa saling tatap melihat Adam yang sangat lahap makan rujak jangan di lupakan kerupuk yang tadi Anisa pinta dari bibi
'' Haby.. pelan-pelan makan nya nanti keselek '' Tegur Resti
'' Kaya nya suami mu sudah sembuh deh '' Ucap Anisa yang melihat Adam begitu lahap makan rujak
'' Ini enak sayang seger '' Kata Adam '' Kamu beli di mana? ''
'' Itu kak Anisa yang bawa By '' Jawab Resti
'' Halo kakak ipar maaf saking tergiur melihat rujak aku jadi lupa menyapamu '' Kata Adam yang langsung menikmati makanan nya kembali
Anisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum '' Nama nya juga bpk ngidam jadi ya harap di maklumi saja ''
'' Bapak ngidam? '' Kata Anisa sambil mengerutkan keningnya yang belum mengetahui jika Adam sedang ngidam dan menggantikan istrinya yang mengidam
Resti tersenyum '' Jadi begini.... '' Resti bercerita tentang kondisi suaminya saat ini
Anisa membulatkan kedua mata nya lalu tersenyum '' Hihihi memang nya ada yang kaya gitu ya ''
Resti mengangguk
" benarkah jika itu semua nyata? Aku baru tau jika itu bisa berlaku kepada Suami kita " kata Anisa
" Hahaha... Lihatlah suamiku akhir-akhir ini Sudah jarang masuk ke kantor karena ia tidak bisa jauh-jauh dari ku " kata Resti meyakinkan Anisa
Anisa mengangguk mengerti " wah keren " Anisa mengacungkan jempolnya kepada Adam
Sedangkan Adam ia malah senyum-senyum merasa bangga kepada dirinya sendiri
" Oh iya, tadi aku dapat kabar kata nya Mamah mau ke sini tapi ko sedari tadi aku tidak melihat keberadaan mamah? " Tanya Anisa sambil melirik kanan dan kiri
" Kakak telat, tadi sih Mamah dan papah masih di sini tapi sekarang mungkin Mereka sudah berada di bandara untuk pergi ke Singapura " Balas Resti
" Oh, aku pikir Mamah dan papah gak akan pergi " kata Anisa yang tidak mengetahui jika Kedua mertua nya itu akan pergi ke Singapura
Entah kenapa Akhir-akhir ini Bu Ani dan Pak Yusuf sering bepergian Ke luar negri kalo di tanya pasti bakalan jawab Ingin menikmati masa tua dengan jalan-jalan
Adam menyenderkan tubuhnya di sopa sambil mengelus perut yang sudah di isi dengan rujak
" Iyah, biasalah Mamah dan papah kan sedang berkencan yang tiada usai " kata Resti sambil terkekeh
" Ya bagus dong kalo begitu, Aku juga bercita-cita jika sudah tua nanti Ingin seperti Mamah dan papah Yang Selalu terlihat mesra dan rukun " kata Anisa
" Amin..." Jawab Resti
" Yasudah kalo gitu, Aku pulang saja ya Lagian Kasian juga liat Kak Adam yang Terbaring kaya gitu di sopa " kata Anisa yang merasa tidak enak apa lagi Adam yang memaksakan diri untuk duduk di sopa karena sang istri yang sedang Ngobrol dengan Anisa
" Heum baik lah, Kapan-kapan kakak datang lagi ke sini ya " kata Resti
" Ia Insa Allah " jawab Anisa sambil mencium pipi kiri dan kana Resti
" Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikumsalam.. "
Setelah kepergian Anisa. Resti membawa Sang suami kedalam kamar untuk beristirahat
" Ayo haby " ajak Resti memasak Adam
" Aku baik-baik saja Sayang, lagian Kamu ini sedang hamil mana boleh memapah ku yang bertubuh besar ini " kata Adam
" Gak apa-apa by, lagian Haby Kan sedang sakit " ucap Resti
Adam memegang bahu Resti sambil menatap kedua mata Resti
" Aku baik-baik saja Sayang, jadi kamu jangan khawatir ya " kata Adam yang langsung memegangi tangan Resti dan berjalan ke kamar
Resti hanya bisa pasrah ketika Adam kekeh ingin berjalan sendiri. Resti mengikuti langkah sang suami dan ikut membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
Resti memeluk sang suami dengan lekat " love you haby "
__ADS_1
" Love you to sayang " Adam mengecup kening sang istri lalu membalas dekapan Dari Resti
Anisa tidak langsung pulang Anisa pergi ke kantor Afnan dengan membawa dua box Nasi Padang yang ia beli tadi
" Selamat siang, Apa suami saya Ada di ruangan nya? " Tanya Anisa
" Ada Nyonya, Langsung masuk saja " kata Sekertaris Afnan
Anisa mengangguk sambil tersenyum lalu masuk kedalam ruangan sang suami
Ceklek...
" Assalamualaikum.. " kata Anisa
Anisa melihat sang suami yang sedang fokus di kursi kebesarannya
" Ayah " panggil Anisa
" Wa'alaikumsalam... Bunda " jawab Afnan yang baru sadar jika yang datang Adalah istrinya
Afnan langsung berdiri dan menghampiri sang istri
" Loh Ko Bunda ke sini bukan nya tadi Ayah antar bunda ke rumah Resti " kata Afnan yang membawa Istri nya untuk duduk di sopa
" Aku gak enak Ayah, Kak Adam tidak bisa jauh dari Resti jadi aku memutuskan untuk ke sini saja dari pada di sana jadi obat nyamuk " kata Anisa
Afnan tersenyum " Aku seneng Jika Bunda sering datang ke sini, Lagian Manja banget Kak Adam Ke Resti Ampe gak mau jauh-jauh gitu "
Anisa membuang napas nya pelan lalu menceritakan apa yang sedang di alami oleh Adam kepada Afnan
Afnan Mengerutkan keningnya ketika mendengar cerita dari sang istri
" Ayah "
" Iyah bunda " jawab Afnan
" Apa Ayah sayang sama bunda? " Tanya Anisa sambil melirik sang suami yang duduk di samping nya
" Kenapa tanya kata gitu, Sudah jelas Ayah sayang dan Cinta sama Bunda, Kalo Ayah tidak sayang mana mungkin Bunda saat ini hamil seperti ini " kata Afnan yang mencubit hidung Anisa sambil tersenyum
Sedangkan Anisa ia malah masih menunduk
" Ada apa? " Tanya Afnan ketika melihat istrinya yang Malah tidak Semangat ini
" Kata Resti, Kak Adam sakit karena ia sangat sayang kepada istri dan juga calon anak mereka "
" Lalu? "
Anisa menatap Afnan Dengan lekat " tapi kenapa Ayah tidak mengalami Yang Kak Adam alami Kan kata ayah, ayah sayang dan Cinta sama Anisa " lirih Anisa sambil menahan tangis nya
" Sayang, Mungkin tidak semua pasangan akan mengalami seperti kak Adam rasakan saat ini tapi kamu harus percaya kepadaku kalo aku benar-benar sayang kepadamu " kata Afnan
" Setiap Orang mempunyai Cara mereka masing-masing untuk mengungkapkan dan Mencurahkan rasa sayang mereka kepada pasangan nya. Mungkin aku tidak mengalami apa yang Kak Adam alami tapi apa kamu ingat Ketika kamu yang selalu meminta hal yang Aneh-aneh dan Aku selalu berusaha untuk memenuhi keinginan bunda agar Bunda Dan calon anak-anak kita itu merasakan kasih sayang Ayah kepada kalian " lanjut Afnan
Anisa mengangguk Mengerti lalu ia memekik Afnan dengan lekat
" Maafkan Bunda yang sudah berfikiran yang tidak-tidak kepada Ayah " kata Anisa yang sudah menyembunyikan wajah nya di balik jas milik sang suami
Afnan mengelus kepala sang istri dengan lembut " aku pasti akan memberikan apa saja untuk mu dan juga anak-anak kita nanti jadi Bunda Jagan punya pikiran yang tidak-tidak ya "
Anisa mengangguk " Iyah Ayah " jawab nya yang masih sembunyi di balik jas milik Afnan
" Oh iya. Ini bunda bawa apa? " Tanya Afnan
Anisa melepaskan pelukannya lalu membuka nasi Padang
" Ini tadi bunda beli nasi Padang untuk makan siang kita " jawab Anisa sambil tersenyum
" Benar kah, wah Bunda sangat tau sekali jika ayah saat ini sedang ingin makan nasi Padang "
" Benar kah? Kalo begitu ayo kita makan " ajak Anisa membuka box nasi Padang
Afnan langsung membuka Nasi Padang yang di bawa oleh sang istri, kedua bola mata Afnan berbinar ketika melihat Isi nasi Padang
" Wah ini pasti lekat sekali Sayang " kata Afnan yang langsung memakan nasi nya
Bagai mana tidak, menu makanan yang Anisa bawa sesuai dengan keinginan nya, Jengkol balado, udang Oseng yang di campur dengan kacang panjang Dan jangan lupakan Rendang yang selalu menjadi favorit semua orang
" Loh ko sama, Tadi Nisa juga sedang menginginkan makanan ini Ayah " kata Anisa
" Kalo begitu kita sehati sayang sama-sama menginginkan makanan ini " goda Afnan sambil mengedipkan sebelah mata nya
Anisa menggelengkan kepalanya lalu menyuapi sang suami dengan Tangan nya
" Kalo makan jangan sambil biacra Ayah, nanti keselek " kata Anisa
Afnan tersenyum lalu mengunyah makanan yang di berikan oleh Anisa " sangat enak sayang apa lagi makan dari tangan mu " kata Afnan
" uluh uluh suamiku semakin pintar aja ngegombalnya " kata Anisa sambil tersenyum
" Gimbal ke istri sendiri tidak apa-apa kan, Yang penting jangan ke istri orang "
" Berani gombalin istri orang Aku potong jatah Malamnya " ancam Anisa
__ADS_1
" Aw.. takut " kata Afnan yang berpura-pura ke takutan
Anisa memberikan tatapan tajam nya ke arah sang suami namun yang di tatap malah terkekeh dan melihat sikap sang istri
tok... tok.. tok...
'' Masuk '' Teriak Afnan dengan nada kesal karena ada yang mengganggu dirinya ketika sedang bersama sang istri
ceklek...
'' Ups sori. Gue kira sedang tidak bersama Nyonya Afnan '' Kata Raffi yang masih berdiri di depan pintu
'' Makan Kak '' Tawar Anisa kepada Raffi
'' Oh iya silahkan Nis '' Jawab Raffi sambil berjalan ke arah sopa
'' Ada apa kamu ke sini? '' Tanya Afnan dengan tatapan tajam nya
'' Wih biasa aja itu mata Gak usah melihatku dengan segitunya '' Kata Raffi meledek Afnan yang menatap dirinya tidak suka
'' Ini Gue ke sini Mau memberitahu Jika Nanti malam Akan di adakan Pesta kecil-kecilan di rumah untuk menyambut kelahiran Istriku '' Kata Raffi
Ya Istri Raffi baru saja melahirkan beberapa hari yang lalu dan Raffi akan mengadakan Pesta kecil-kecilan yang akan di hadiri oleh sanak saudara dan juga para sahabat
'' Loh ko sudah melahirkan aja, memangnya kapan hamilnya? '' Tanya Anisa yang tidak mengetahui kehamilan Istri Raffi karena setau Anisa Istri Raffi baru saja melahirkan setahun yang lalu
Raffi menggaruk kepala yang tidak gatal '' Hehehe Itu... ''
'' Apa kamu tidak tau sayang jika laki-laki yang ada di hadapanmu ini Adalah seorang manik jika sedang berada di atas tempat tidur '' sindir Afnan
Anisa mengerutkan keningnya ia tidak menyangka jika Raffi lebih parah dari suaminya
'' Sudah jangan menatapku seperti itu, Aku tau apa yang Ada di pikiran mu Anisa. Aku dan suamimu tidak jauh Beda jika soal ranjang bahkan mungkin setelah kamu melahirkan pasti suami mu itu tidak akan tahan jika di suruh puasa selama empat puluh hari '' Ledek Raffi
Raffi menepuk bahu Afnan pelan '' Segera lah kamu membeli stok sabun untuk di simpan di kamar mandi karena setelah istrimu melahirkan kamu tidak bisa memanjakan Adik kecil mu itu hahaha.... '' Raffi tertawa dengan puas nya ketika melihat wajah Sahabatnya itu
'' Sayang... '' Ucap Afnan melihat ke arah sang istri
'' jangan di dengarkan, lagian masih banyak jalan menuju roma '' Balas Anisa dengan polos nya
Raffi menyemburkan air minum nya
byurrrrr..
'' Gila kau ya '' kesal Afnan karena Raffi menyemburkan air nya ke arah Afnan
'' Sori sori.. Gue kaget mendengar jawaban dari Istri lo '' kata Raffi sambil membersihkan kemeja Afnan yang terkena semburan
'' Gue gak nyangka ternyata istri yang terlihat alim ternyata otaknya sudah tercemar oleh mu '' Kata Raffi menggelengkan kepalanya
Sungguh siapapun pasti akan kaget mendengar jawaban Anisa. Anisa yang polos dan alim tapi bisa bicara terang-terangan seperti ini
Sesudah kepergian Raffi Afnan membawa Istrinya ke dalam kamar pribadi miliknya
Afnan membaringkan tubuh Anisa di atas tempat tidur '' Kamu semakin Nakal Sayang '' Kata Afnan mencubit hidung Anisa
'' Kan Aku belajar dari Ayah '' jawab Anisa terkekeh
Afnan menatap sang istri dengan lekat lalu menc-m bi-r Anisa dengan lembut. Ciu-m itu tidak hanya hanya berakhir di situ saja Afnan menjajah seluruh tub-h Anisa membuat Anisa bergeliat tidak karuan
Di sebuah Apartemen Sepasang wanita dan juga pria yang sedang Bertengkar hebat karena si pria yang tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan Si wanita
" Kamu tidak bisa begini Leon, pokonya Aku ingin kamu bertanggung jawab dengan atas yang sudah kamu perbuat kepadaku!! " Teriak Elif yang terlihat tertekan
" Kau gila, Gue harus bertanggung jawab kepada wanita murah_n seperti lo? " Tunjuk Leon
" Apa kau Lupa dengan perjanjian kita hah. Di antara kita tidak boleh saling menuntut apa lagi Harus bertanggung jawab, Gue selalu memberikan apa yang lo mau bukan berarti gue juga akan mau bertanggung jawab Kepada Lo. Gue sudah menebarkan uang yang setimpal kepada Lo karena telah memuaskan gue di Ranj_g " kata Leon dengan tidak kalah Emosinya
" Kamu benar-benar baji_n Leon!!! " Teriak Elif sambil memukul-mukul dada Leon
Leon tersenyum sinis kearah Elif " lo tidak jauh beda dengan gue, Lo jual dan gue beli Jadi jangan berharap banyak dari gue "
Elif menatap Wajah Leon dengan tatapan membunuh
" Dan satu lagi. Gue butuh Lo bukan karena gue cinta sama Lo tapi gue butuh menyalurkan Hasr_t gue dan membuang Benih gue di milik Lo " Leon Langsung pergi meninggalkan apartemen milik Elif tanpa menoleh dan merasa iba kepada Elif yang sudah tersungkur di atas lantai
" Kau bajingan Leon!!! Hiks... " Elif melemparkan bantal Ke arah Leon namun Bantal itu tidak mengenai Leon karena Leon sudah berjalan menjauh
" Gue gak akan baurkan hidup Lo tenang Leon, dan gue akan memperjuangkan hak Anak ini. Gue sudah memberikan semuanya kepada Lo Leon bahkan keper_n gue pun Lo yang ambil, Demi Lo gue rela mengkhianati sahabat gue sendiri " kata Elit yang menjambak rambut nya
Rasa penjelasan di hidup Elif mulai terasa dirinya sungguh menyesal karena telah memilih materi dari pada kasih yang di berikan oleh sahabat nya sendiri
" Gue menyesal telah Mengenal Lo Leon hiks.. " Elif benar-benar menumpahkan Air mata yang sudah tidak bisa ia bendung. Semua ini terasa sakit sehingga dadanya pun terasa sesak
Leon tidak langsung pulang dirinya malah pergi ke salah satu tempat yang Baisa ia kunjungi yaitu Gunung
Leon sangat senang mendaki sehingga jika dirinya sedang Merasa lelah ataupun setres Leon akan pergi mendaki dan menenangkan dirinya di sana
" Gara-gara wanita Mura_n itu kepala gue jadi pusing seperti ini " keluh Leon yang membaringkan tubuhnya di atas rerumputan dengan menatap langit Yang sudah mulai gelap
" Andai saja Gue tidak tergoda dengan wanita itu mungkin Gue tidak akan se pusing ini sekarang Dan andai saja Jika Resti saat ini masih bersama gue di sini mungkin Gue gak akan ada skandal dengan wanita bermuka dua itu "
Jujur saja jika Leon masih menyayangi dan mencintai Resti sampai saat ini namun karena kelakuan bejad nya dahulu membaut dirinya kehilangan Resti. Wanita yang baik hati dan wanita yang slalu ada di saat dirinya sedang terpuruk
__ADS_1
" Maafkan Gue Res, Gue sudah menorehkan luka kepada Lo " kata Leon yang akhirnya menutupkan kedua mata nya