
Pagi Ini setelah mengantarkan Resti ke rumah Afnan, Adam langsung berangkat ke Kota M dengan Asisten Ali
Walaupun tidak rela meninggalkan sang Istri di Rumah Afnan namun apa Daya Adam juga mempunyai tanggung jawab Yang harus ia kerjakan Apa lagi ini demi masa depan anak dan juga istrinya kelak.
" Res berapa hari Kak Adam pergi ke Kota M? " Tanya Anisa
" Paling lama tiga hari tapi Entah lah " jawab Resti sendu
Selama pernikahan nya baru kali ini Resti di tinggalkan pergi oleh Suaminya membuat dirinya Galau harus berjauhan dengan sang suami
Anisa tau bagai mana rasanya di tinggalkan kerja oleh Suami apa lagi sampai berhari-hari
" Dari pada sedih-sedih bagai mana jika kita pergi jalan-jalan ke mol sambil cuci mata " Ajak Anisa mencoba menghibur Resti
Resti menganggukkan kepalanya pelan " baiklah Kak " jawab Resti
" Kalo gitu Kakak Siap-siap dulu " Anisa langsung pergi ke kamar setelah mendapatkan anggukan dari Resti
Di kamar Anisa mengirim pesan kepada sang suami jika ia akan pergi ke mol dengan Resti
Sedangkan Resti ia sudah berkali-kali mengirim pesan kepada suaminya, Baru juga Adam pergi pagi tadi Namun Resti sudah berkali-kali mengirim pesan kepada Sang suami
" Kenapa gak di bales, Apa masih di jalan? " Gumam Resti mengetuk-ngetuk handphone nya
Anisa keluar dari life dengan penampilan sederhananya walaupun begitu Terlihat pas dan cocok di tubuh Anisa.
" Ayo Res " ajak Anisa
" Let's go kak " jawab Resti bangkit dari duduk nya
Anisa dan Resti pergi menggunakan supir. Afnan tidak pernah mengijinkan Anisa untuk membawa mobil sendiri padahal Anisa sudah sangat mahir dalam Berkendara
Setelah menempuh perjalanan selama Setengah jam Akhirnya mereka sampai di salah satu Mol terbesar di kota Ini
" Kakak Mau beli beli apa? " Tanya Resti
" Mau lihat-lihat aja siapa tau ada yang cocok buat twins " jawab Anisa sambil tersenyum
Resti mengangguk mengerti. Mereka pun berjalan menulusuri Setiap Toko dan akhirnya Mereka masuk ke salah satu Toko khusus perlengkapan Bayi
" Lucu-lucu ya Res " kata Anisa
" Benar kak, Andai saja aku sudah di perbolehkan untuk Membeli Perlengkapan Bayi sudah pasti aku borong semua " kata Resti yang antusias melihat perlengkapan bayi
" Hus kamu ini tahan dulu Nanti kalo sudah tujuh bulan baru beli perlengkapan " kata Anisa
" Iyah Kak " Resti mengangguk mengerti
Anisa membeli barang-barang Twins kebetulan ia belum ada persiapan Untuk Twins nanti
Bukan hanya Pakaian yang di beli Anisa Ia juga membeli Perlengkapan lain nya Seperti Box bayi, stroller, Terus Bak mandi yang khusus untuk Bayi pokonya banyak dek yang di beli oleh Anisa
Resti tidak heran melihat Antusias kakak ipar nya itu karena jika dirinya ada di posisi kakak ipar nya pasti ia juga akan sama Memborong perlengkapan Bayi apa lagi ini anak pertama semuanya harus serba baru dan serba bagus.
__ADS_1
" Aku capek Res, bagai mana jika kita makan dulu " ajak Anisa yang sudah mulai terkuras tenaga nya
" Boleh Kak " jawab Resti
Anisa dan Resti pergi ke salah satu Restoran Sunda. Mereka memesan nasi Liwet komplit yang Porsi berdua kebetulan Resti dan Anisa memang satu Lidah sama-sama suka dengan makanan Sunda
" Kakak mau pesan minum apa? " Tanya
" Orens jus aja "
" Ok kalo gitu aku pesenam dulu ya " Setelah mendapatkan Anggukan dari Anisa Resti langsung pergi memesan Orens jus
Bugh...
" Ah.. maaf-maaf " kata Seorang wanita muda yang tidak sengaja Menubruk Resti
" Kamu tidak apa-apa? " Tanya Resti pasalnya Makanan yang Di bawa oleh Wanita itu terjatuh dan Berserakan di atas lantai
" Tidak apa-apa ko kak " lirihnya Ia membuang napas nya pelan Saat ini di dalam pikiran nya bagai mana cara mengganti Makanan yang sudah terjatuh
" Maafkan Aku, Aku tidak sengaja menubruk mu " kata Resti yang merasa bersalah
Wanita itu Melihat ke arah Resti lalu tersenyum
" Tidak apa-apa ko Kak, Ini ke salahan aku juga karena tidak jalan hati-hati " kata Nya
" Bagai mana cara aku menggantikan nya " lirih nya pelan
Resti yang mendengar ucapan Wanita yang sedang membersihkan Makanan di lantai pun langsung mengangkat Tubuhnya
Wanita muda itu tersenyum namun menangis mungkin ia terharu karena Ada yang mau membantu nya
" Terimakasih kak " lirih nya
Resti tersenyum lalu menyuruh Pelayan untuk memberisih Makanan yang jatuh. Resti juga Membawa Wanita muda itu ke Meja mereka sambil menunggu pesanan nya datang
" Kak Terimakasih atas ke baikan nya "
" Tidak apa-apa lagian ini Aku juga yang salah jadi jangan merasa bersalah kaya gini " kata Resti tersenyum ramah
" Memangnya ada apa di antara kalian? " Tanya Anisa yang belum mengetahui Soal tubruk menubruk tadi
Resti pun menjelaskan Kepada Anisa tentang dirinya yang sudah menubruk Dan menjatuhkan Makanan sehingga Makana nya jadi tidak layak makan
" Oh begitu " jawab Anisa baru mengerti
" Kalo boleh tau siapa Nama mu? " Tanya Anisa ramah
" Nama saya Nara Kak " jawab Nara
" Wah nama yang cantik seperti orang nya cantik " puji Resti
" Nama kakak Anisa dan ini adik kakak nama nya Resti " jawab Anisa
__ADS_1
" Salam kenal ya Nara " lanjut Anisa
" Salam kenal juga kak "
Nara datang ke Mol ini karena Leon yang meminta nya. Leon menyuruh Nara Untuk membelikan Makan siang di Restoran Sunda Namun Entah itu takdir atau bukan Nara marah di pertemukan dengan Anisa dan juga Resti yang sama-sama berada di Restoran ini
" Nona Ini pesanan nya " kata salah satu Pelayan Resti
" Oh iya, Nanti Bil nya masukan saja ke Bil kita " kata Resti
" Baik Nona " jawab nya yang langsung pergi
" Kak Anisa, Kak Resti Kalo begitu Nara pamit Permisi dulu Dan Terimakasih karena sudah mau membelikan makanan baru lagi untuk Nara " kata Nara Sopan
" Iyah sama-sama Nara, Hati-hati di jalan ya "
Nara tersenyum lalu ia pergi meninggalkan Restoran. Nara berjalan cepat karena Jam makan siang sudah hampir habis bisa-bisa Ia kena Marah Oleh Leon.
Tak butuh waktu Lama untuk Nara Samapi di Perusahaan Ia Langsung pergi ke Ruangan Leon Untuk mengantarkan makan siang Nya
Tok.. tok.. tok..
" Masuk "
Nara masuk kedalam Ruangan Leon, Nara melihat Leon yang sudah duduk Tegap Dan menatap tajam kepada Nara seolah Leon akan memakan Dirinya
Nara menelan Silvernya ketika Leon Mempertahan Tatapan nya
" Apa kau Tidak lihat Ini sudah jam berapa Hah!! " Bentak Leon
" Ma..maaf Pak " Lirih Nara yang takut
" Maaf kau bilang " bentak Leon
Nara sudah mematung tidak ingin bersuara dengan menatap Lantai. Takut Itulah yang Nara takuti Nara takut jika Leon Memecat dirinya
" Pergi kau dan jangan Muncul lagi di hadapan ku " usir Leon dengan tatapan yang tidak bisa di artikan
Deg...
" Ma..maksud Bapak apa? Bapak memecat Saya? " Tanya Nara yang tidak tau maksud Leon apa
" Apa kau bodoh Atau tuli, Ku bilang keluar keluar!!! " Teriak Leon yang sudah tidak bisa menahan Amarah nya lagi
Nara bukan nya keluar Nara malah Bersimpuh di depan Leon
" Saya mohon Pak jangan pecat Saya, Saya gak tau harus mencari pekerjaan dimana lagi Jika bukan di sini saya mohon Pak jangan Pecat saya, saya akan melakukan apapun untuk bapak asalkan bapak Tidak memecat saya " Mohon Nara dengan tangan Yang di singkubkan di dada
Leon tersenyum sinis melihat Nara yang memohon kepada dirinya. Lalu Leon Berjongkok dan mengangkat Dagu Nara
" Wajah mu tidak buruk, Akan ku pikirkan apa yang akan Aku minta dari mu dan di saat itu juga Kau tidak boleh menolaknya, Jadi sekarang pergilah " usir Leon yang langsung berdiri dan berjalan ke arah Kursi kebesaran nya
Sedangkan Nara Ia Langsung menghapus air mata nya Ia saat ini benar-benar bersyukur karena Leon tidak jadi Memecat dirinya
__ADS_1
" Terimakasih pak Atas ke rendahan hati bapak, Jika bapak sudah memikirkan nya maka Insa Allah aku akan Melaksanakan nya karena janji tidak boleh di ingkari " kata Nara Yang langsung keluar dari ruangan Leon Dengan hati yang lega namun Ia juga masih bertanya-tanya apa yang akan di minta oleh Leon untuk dirinya
" Mudah-mudahan saja Tidak meminta yang aneh-aneh " gumam Nara