Cinta Anisa

Cinta Anisa
Pulang Kerumah Baru


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu Afnan membawa Anisa ke berbagai Tempat yang indah untuk menikmati Bulan madu mereka apa lagi Afnan dan juga Anisa tidak pacaran terlebih dahulu membuat Afnan ingin lebih dekat lagi dengan Sang istri karena jika dirinya sudah pulang pasti akan di sibukkan dengan pekerjaan dan akan di ganggu oleh Kedua orang tua nya.


Afnan sudah menyediakan rumah Untuk Mereka tinggali karena Afnan tidak ingin satu rumah dengan kedua orang tua nya, bukan tidak mau tapi lebih tepatnya Afnan ingin mandiri dan tidak ingin kedua orang tua nya ikut campur kepada Rumah tangga nya


" selamat Datang di rumah baru kita " ucap Afnan membuka rumah


Kedua bola mata Anisa membulat ketika melihat rumah yang begitu bagus dan juga besar


" Maaf rumah nya kecil " ucap Afnan


" Ini bukan kecil mas, tapi Ini terlalu besar, jika mas bilang ini kecil lalu yang besar segede apa? " Lirih Anisa yang tidak habis pikir dengan ucapan sang suami


" Hehehe.. ayo masuk " Ajak Afnan membawa Anisa kedalam rumah


" Selamat datang Aden, Ibu " sapa Juminten


Di Rumah Afnan ada lima orang pekerja di antara nya


~ Juminten \= Tukang masak


~Cucu \= Tukang bersih-bersih rumah + nyuci


~ pak Dadang \= Tukang kebun


~pak Amir \= sekuriti


~ pak Agus \= Supir


Mereka adalah pekerja setia Afnan, mereka bekerja sudah ada yang sampai puluhan Tahun bekerja di keluarga Afnan


" Terimakasih Bu " ucap Anisa ramah


Juminten langsung melebarkan kedua mata nya karena dirinya di panggil Ibu


" Panggil Bibi saja Bu " Kata Bi Jum


Anisa melirik ke arah Sang suami, Afnan pun memberikan anggukan


" Baiklah Bi "


Bi Jum langsung tersenyum


" Sayang, perkenalkan ini, nama nya, Cucu, pak Dadang, pak Amir dan pak Agus " Afnan menjelaskan satu persatu pekerja nya kepada Anisa agar Anisa tidak bingung

__ADS_1


" Halo selamat kenal semua nya, Saya Anisa panggil saja Nisa " ucap Anisa ramah


Semua orang memberikan lemparan senyum kepada Nyonya baru nya itu beda hal nya dengan Cucu yang baru bekerja di rumah Afnan selama Lima tahun itu menatap tidak suka kepada Anisa


Setelah memperkenalkan para pegawai nya Afnan membawa Anisa ke dalam kamar milik mereka


" Selamat datang di kamar kita sayang "


Anisa kembali terkejut ketika melihat kamar yang cukup luas seperti lapangan sepak bola di kampung nya


" Mas ini " Tanya Anisa


" Iyah sayang, ini kamar kita " ucap Afnan terkekeh karena melihat Anisa yang terus terkejut


" Apa saat Ini Anisa sedang bermimpi Mas? " Tanya Anisa


" Awh.. " Anisa kesakitan ketika Afnan mencubit hidung mancung nya


" Sakit kan, berarti ini tidak mimpi sayang " ucap Afnan merangkul Anisa untuk masuk kedalam kamar


Anisa berjalan kedalam kamar dengan mata yang berbinar sungguh Nisa tidak pernah bermimpi memiliki kamar yang cukup luas seperti ini


" Kamu kenapa sayang "


" Nisa seperti sedang mimpi Mas, Nisa tidak menyangka jika Nisa bisa tidur di kamar sebesar dan seluas ini " Anisa masih takjub dengan kamarnya


Anisa berjalan kearah sang suami dan duduk di samping Afnan


Afnan mengeluarkan dompet dan mengeluarkan Dua kartu kredit yang salah satunya Berwarna Black dan memberikan nya kepada Anisa


" Kamu simpanlah kedua kartu ini, setiap bulan nya aku akan mengiri kedua kartu itu " ucap Afnan


" Tapi buat apa? " Tanya Anisa bingung


" Yang satu untuk keperluan rumah dan gajih Para pekerja, sekarang itu tugas kamu sayang, dan yang satunya lagi itu khusu untukmu siapa tau kamu mau belanja atau mau kamu simpan itu hak kamu anggap saja itu Nafkah bulanan untuk mu sayang " jawab Afnan


" Tapi apa ini tidak terlalu berlebihan Mas "


Afnan mengambil kedua tangan Anisa lalu menatap Anisa dengan lekat '' Bagiku semua itu tidak ada artinya di bandingkan kebahagian mu Sayang, Aku bekerja dan mencari uang itu untukmu dan untuk calon anak-anak kita '' ucap Afnan


Kata-kata Afnan membuat Anisa terharu dan tak kuasa untuk tidak meneteskan air mata. di pernikahan sebelum nya Anisa tidak pernah merasa di spesial kan atau di Nafkahi oleh sang suami namun kali ini Anisa benar-benar di jadikan ratu oleh suami baru nya


Afnan menghapus air mata Anisa dengan telunjuknya

__ADS_1


'' Aku tidak suka kamu meneteskan Air mata seperti ini '' Ucap Afnan


Anisa tersenyum '' Ini air mata kebahagiaan karena Nisa telah memiliki suami yang sangat Luar biasa '' Jawab Anisa tersenyum manis


'' Maka teruslah bahagia dan tersenyum seperti ini agar aku semangat mencari uang yang banyak untukmu '' Goda Afnan sambil menc-m bi-r Anisa sekilas


'' Mas '' Lirih Anisa


'' Aku suka melihat wajah merah mu sayang ''


Anisa menunduk malu untuk menutupi wajah nya yang merah


Afnan terkekeh melihat Anisa yang semakin malu-malu


'' Sayang ayo kita mandi, b adan mu pasti gerah kan '' Ajak Afnan Sambil menggoda Sang istri


" tapi Mas.. "


Tanpa aba-aba Afnan membawa Anisa masuk kedalam kamar mandi, Anisa di buat melongo melihat Kamar mandi yang luas dan Bagus jiwa Miskin nya semakin meronta-ronta


" orang kaya memang Beda " ucap Anisa ceplos begitu saja membuat Afnan Tertawa terbahak-bahak


" hahaha.. Dan kamu istri orang kaya nya sayang " Jawab Afnan


Afnan mengisi Bak mandi dengan air hangat


" Mas Ini bagai mana cara nya? " Tanya Anisa yang sedang memegang Shower


" Tinggal di naikin saja ini nya Nanti juga akan hidup, Kalo ingin panas ke kiri kalo ingin dingin ke kanan " ucap Afnan mengajarkan Anisa. Maklum orang kampung mana ada air yang keluar sendiri seperti air hujan kan kalo di kampung hanya menggunakan Gayung yang Bentuk Love itu pun sudah bocor


" oh ia Aku mengerti " ucap Anisa


Gray Terkekeh melihat Tingkah Sang istri


" Buka dulu baju nya sayang, setelah itu kita berendam " ucap Afnan. Afnan mencampurkan Parfum ke dalam bak mandi agar Mereka Rileks


" Apa itu Mas? " tanya Anisa


Afnan menaruh parfum ke tempat nya kembali " ini Aroma terapi sayang, agar kita rileks ketika sedang berendam " jawab Afnan


" Ayo, air nya sudah penuh " ajak Afnan


Anisa melangkah dan masuk kedalam bak Mandi disusul oleh Afnan

__ADS_1


Sedangkan di dapur sedang di sibukkan dengan Persiapan makan malam, Cucu yang sedang membantu Bi Jum merasa kesal karena harus melihat Tuan nya dengan perempuan lain


" Kerja yang benar Cu, Jangan melakukan yang aneh-aneh ingat di kampung mu ada adikmu yang sedang sakit jangan Samapi Adikmu tidak tertolong hanya karena keegoisan kamu " Kata Bi Jum memperingati


__ADS_2