
Kali ini Afnan akan Mengendarai Mobil nya sendiri Ia tidak ingin ada yang menggangu Malam Istimewa nya dengan sang istri. Afnan membukakan Pintu mobil untuk sang istri " Silahkan Masuk sayang " Ucap Afnan
Namun Anisa Tidak langsung Masuk, Anisa menutup Mulut Ia sangat Terkejut " Ayah.. Bunga ini.. " Tunjuk Anisa
Afnan tersenyum lalu mengangguk " Untuk istriku tersayang " Ucap Afnan Membuat Anisa meleleh Sudah lama sang suami tidak romantis seperti ini, terakhir kali Dirinya di beri bunga beberapa bulan yang lalu
" Terimakasih Ayah " Anisa langsung memeluk sang suami
" Apa Bunda suka? "
" Tentu " Jawab Anisa. Anisa mengambil buket bunga Lalu ia simpan di atas pangkuan nya dengan sesekali Anisa hidup bau wangi bunga mawar putih itu
Afnan yang sudah duduk di kursi kemudi Terkekeh melihat Istrinya yang terlihat sayang bahagia " sayang. Aku ada di sini Apa kali ini Aku harus bersaing dengan bunga itu agar Di lihat oleh mu "
" Hehehe.. Mana boleh Ayah bersaing dengan Bunga cantik Ini, Lagian Ayah tidak perlu cemburu Hati Bunda tetap untuk Ayah " ucap Anisa memegang Tangan Sang suami
Afnan Mengecup punggung tangan sang Istri lalu menjalankan Mobil nya ke salah satu Restoran yang sudah ia pesan Tadi. Di perjalanan Afnan terus memegang tangan sang istri terlihat jelas Jika Anisa sangat suka dengan perlakuan suaminya ini.
Setelah macet-macetan akhirnya Mereka sampai Di Restoran yang di Tuju. Afnan Memesan tempat VVIP karena Afnan tidak ingin istri cantiknya ada yang melirik apa lagi di pandang oleh pria lain.
" Ayo Bund " Ajak Afnan merangkul pinggang Anisa
" Selamat malam Tuan " Sapa Waiters
" Hem.. Saya Sudah reservasi Atas nama Afnan " Kata Afnan dingin seperti biasanya Afnan akan terlihat dingin dan Gagah jika di depan umum
" Oh baik, Kalo begitu silahkan ikut saya Tuan " Waiters itu menunjukan Ruangan VVIP yang sudah di pesan oleh Afnan " Ini tuan " Waiters itu mempersilahkan Afnan dan juga Anisa untuk masuk ke ruangan VVIP. Ruangan Yang cukup luas dengan pemandangan Kota Jangan lupakan dekor yang sudah di buat khusu untuk mereka
" Ayah... " Lirih Anisa Takjub melihat Hiasan dan juga pemandangan Kota yang cukup Cantik dengan Lampu-lampu yang sudah menyala
" Apapun untukmu Bunda " Jawab Afnan yang tau apa yang sedang Istrinya rasakan saat ini, sudah pasti Terharu dan ingin menangis bahagia
" Bunda semakin sayang Sama ayah " Waiters yang melihat Anisa memeluk Suaminya itu langsung menunduk malu dan tidak berani melihat ke romantis yang ada di depan nya ini.
__ADS_1
" Ayo Bunda Kita duduk kamu pasti lelah kan " Anisa mengangguk Patuh
Afnan langsung menarik kursi Lalu mempersilahkan Anisa untuk menduduki nya, Lalu Afnan duduk di samping Sang istri
Para pelayan membawakan Makanan yang sudah Afnan pesan, Tidak hanya satu yang Afnan pesan Ia memesan beberapa Menu ke sukaan istrinya " Selamat Menikmati Tuan, Nyonya " Ucap nya yang mendapatkan anggukan dari Afnan
" Ayah. Ayah tumben sekali bisa romantis seperti ini "
" Ayah hanya Merindukan masa-masa kita Di masa Dulu, Lagian Bukannya Seorang suami memang harus membahagiakan dan Memanjakan Istrinya " Ucap Afnan tersenyum manis membuta Anisa sekalian meleleh
" Love you Ayah "
" Love you to Bunda " Afnan kembali mengecup tangan Anisa
Afnan memberikan suapan pertama Untuk sang istri " Bagai mana rasanya, Enak? " tanya Afnan
Anisa mengangguk " Ini Sangat enak ayah, Rasanya sama persis ketika pertama kali Ayah membawa Bunda ke sini tidak berubah seperti Cinta Bunda kepada Ayah "
" Ya ampun Neng, Hati Abang meleleh "
" Kamu ya.. " Afnan mencolek Dagu sang istri
" Sudah ayo kita Lanjutkan makan nya " Ajak Anisa Mereka pun menimati Hidangan pertama Lalu Ke hidangan selanjutnya
Anisa sangat Menikmati Makan malam bersama Sang suami kapan lagi Afnan mempunyai waktu untuk mengajak nya Makan malam pikir Anisa.
Momen Romantis dan alunan Musik yang sangat Indah Afnan mengajak Sang istri untuk berdansa " Mari kita Dansa " Afnan mengulurkan tangan nya
" Tapi Bunda gak Bisa dansa " Ucap Anisa jujur
" Aku ajari " Anisa mengangguk lalu memanas uluran tangan dari Afnan
Afnan dan Anisa Berdansa berdua di ruangan yang Romantis itu, Afnan mengajarkan Si Bumil untuk berdansa Walaupun awalnya agak susah dan sering menginjak Kaki Afnan namun dengan seiring nya Waktu Anisa pun bisa mengimbangi Ya walaupun Belum lihai seperti Afnan
Anisa tersenyum Ia menyandarkan Kepalanya di dada Bidang sang suami " Istriku "
__ADS_1
" Heum.. "
" Ayah harap Kita akan terus begini Samapi tua nanti, Tetap Romantis sampai rambut Kita memutih "
" Bunda juga Berharap seperti Itu Ayah, Melihat Anak-anak kita Tumbuh dewasa Dan bermain dengan Cucu Kita sepertinya Akan sangat Menyenangkan "
" Hehehe.. Kamu benar Bund. Ayah Harap Bunda terus mencintai Ayah mendampingi Ayah Sampai Maut memisahkan Kita " Anisa mengangguk Lalu menatap Suaminya Itu
" Rasa Sayang Bunda kepada Ayah Tidak akan pernah Pudar sampai kapan pun, Walaupun Mau memisahkan Kita " Ucap Anisa
.Afnan tersenyum lalu ia menahan tengkuk Anisa, Yang awalnya memberikan Kec**n Kecil Kini berubah menjadi Ciu**n Panas apa lagi Tangan Afnan yang sangat Aktif di Gundukan kembar yang kini semakin besar. Afnan Membawa Anisa ke sopa Dan mendudukkan nya di sana
" Eumm.. Ayah " Lirih Anisa Pelan ketika Afnan bermain Di Gundukan Kembar itu
" Bund Apa Boleh? " Tanya Ayah
" Tapi.. " Anisa takut akan ada orang yang masuk dan melihat Aksi mereka
" Tenang saja, Ayah sudah Menguncinya jadi tidak akan Ada Yang berani Untuk ke sini Bund lagian sekali-kali Kita bersensasi dengan Pemandangan malam Yang indah "
" Baiklah " Jawab Anisa membiarkan Suaminya Untuk menjenguk Twins Lagian Anisa sudah tidak bisa menahan lagi Ia sudah Samapi di ubun-ubun.
#Lupakan Anisa dan Afnan yang sedang menikahi Malam Romantisnya Kini Kita beralih ke pada si pengantin Baru.
Nara baru saja Beres Mandi ia berniat Untuk langsung tidur karena jam juga sudah menunjukan Jam sepuluh Malam " Nyaman nya.. " Gumam Nara ketika sudah menyelimuti Tubuhnya Dengan selimut tebal Namun Pandangan nya beralih ke tempat Tidur yang masih Rapih tanpa penghuni " Kemana Dia, Kenapa Tumben sekali dia Belum pulang " Ucap Nara kepada dirinya sendiri
" Ah Bodo amat, Lagian dia pasti sedang bersenang-senang dengan perempuan Mainan nya " Nara tidak ingin Ambil pusing ketika tidak melihat keberadaan Leon di kamar
Sedari Tadi Nara Membolak-balikkan Tubuhnya karena tidak kunjung Tidur " Ada apa dengan ku ini kenapa Aku jadi gak bisa tidur padahal tadi sudah ngantuk " Keluh Nya
Nara bangun dari tidur nya, Nara berniat Untuk membuat Susu Coklat ke dapur Agar bisa tidur Namun Nara melirik ke jam dingding Jam sudah menunjukkan Jam Dua belas malam Namun ia masih belom Melihat keberadaan Leon di rumah
Setelah membuat susu coklat Nara tidak langsung masuk ke dalam Kamar ia duduk di sopa ruang Tamu " Kemana Pria itu, Kenapa dia belum juga pulang? " Keluh Nara " Apa Terjadi sesuatu? " Nara Mulai khawatir dengan keadaan Leon yang tidak kunjung Pulang
Ceklek...
__ADS_1