Cinta Anisa

Cinta Anisa
LAHIRAN


__ADS_3

Tidak terasa Besok adalah Hari raya, Resti dan Adam sudah menginap di Rumah Anisa sedari kemarin Dan hari ini Resti, Anisa dan bibi sedang menyiapkan menu-menu hidangan untuk besok.


Tadi pagi Resti dan bibi pergi ke pasar dengan membawa satu lembar kertas Yang berisi Apa Saja yang akan di beli oleh mereka, Anisa tidak bisa ikut karena perutnya yang sudah besar membuat ia tidak mendapatkan ijin dari suaminya.


" Bi. ini daging nya di Potong-potong kita bikin rendang Ala Bunda Anisa " ucap Anisa dengan senyum di pipi nya


Resti melirik Bibi dan Bibi pun membalasnya dengan senyuman " Kak Anisa semenjak hamil narsis nya minta ampun, padahal dulu dia paling alim dan paling pendiam " Bisik Resti kepada Bibi


" Mungkin bawaan twins " jawab Bibi


" Ada apa bisik-bisik? " tanya Anisa yang langsung memberikan tatapan nya kepada sang adik ipar


Resti langsung servernya " T.. tidak kak. tidak ada, ya kan bi " ucap Resti melirik kearah bibi


" Non, Besok menunya apa saja? " tanya bibi mengalihkan pembicaraan


Anisa langsung duduk dan tersenyum " Aku niatnya ingin bikin, Opor ayam, rendang, sambel goreng kentang, oseng cabe, emping goreng, terus rujak Asinan dan jangan lupa Ketupat " Seru Anisa berbinar. Anisa sangat merindukan masa-masa seperti ini dirinya sudah lama tidak merayakan Hari raya bersama keluarga


Resti mengangga mendengarkan ucapan Kakak iparnya ini " Aku sampai ngeces Ngebayangin kak "


" Kita juga bikin porsi banyak karena Aku juga ingin mengajak Makan para pekerja yang ada di rumah ini dan Memberikan satu rantang untuk pak satpam depan komplek " jawab Anisa


" Satpam depan komplek? " tanya Resti mengerutkan keningnya


Anisa mengangguk " Iya. beliau kasian Res katanya sudah beberapa tahun ini gak pulang kampung karena harus menjaga komplek dan ia juga sudah lama tidak merasakan masakan Hari raya jadi apa salahnya jika kita berbagi ya kan "


Kemarin Ketika Anisa sedang jalan-jalan ke depan komplek ia bertemu dengan sekuriti kompleks lalu Anisa bercerita-cerita sedikit, Anisa merasa iba kepada bapak sekuriti itu Sudah jauh dari anak dan istri bahkan dirinyapun sudah lama tidak mencicipi hidangan Hari raya.


" Kakak iparku memang Paling The best pokonya " Puji Resti


Sedangkan Bibi sudah tidak aneh melihat Anisa baik hati seperti itu karena bibi sudah terbiasa apa lagi Bibi sendiri yang suka memberikan pemberian dari Anisa kepada si penerima.


" Sudah ayo lanjut. Aku juga sudah pesan beberapa Kue di Toko langganan Mamah "


" benarkah? wah kaya nya hari raya sekarang kita benar-benar di manjakan oleh semua menu makanan dan juga Cemilan " Seru Resti

__ADS_1


Anisa mengupas semua bumbu rendang lalu ia blender " Kak, kenapa kita harus capek-capek Buat masak sih kan kita bisa pesan "


" Kakak sengaja tidak pesan karena kakak ingin merasakan saat-saat seperti ini kan jarang-jarang kita kumpul di dapur dan menyiapkan menu untuk besok " Ucap Anisa antusias


Baru kali ini Resti terjun langsung ke dapur untuk menyiapkan semua kebutuhan hari raya biasanya Bu Ani yang menyiapkan semua ini dirinya hanya tinggal beres dan menikmati hidangan yang di buat oleh ibu Ani.


" Kakak benar bahkan ini pertama kali nya aku masuk ke dapur untuk menyiapkan menu untuk besok rasanya lelah sih tapi seru hihihi " Jawab Resti


~KEESOKAN HARINYA


Subuh ini orang-orang sudah sibuk di rumah Afnan Ada yang beres-beres dan ada juga yang menyiapkan makan yang mereka masak semalam


" Ayah tampan sekali " puji Anisa ketika melihat sang suami yang Sudan menggunakan baju Koko berwarna putih


" Harus dong siapa dulu istrinya " Goda Afnan mencolek dagu Anisa


" tahun ini Ayah pergi Ke mesjid sendiri dulu ya, Tahun depan baru aku temani " Ucap Anisa


Anisa tidak ikut ke mesjid untuk Menunaikan sholat idul Fitri karena perutnya yang sudah besar membuat ia tidak bisa berdiri lama-lama


" Aku berangkat dulu ya "


" Iyah Ayah "


" Assalamualaikum.. "


" Wa'alaikumsalam.. "


Setelan Kepergian Afnan Anisa pergi mandi dan bersiap setelah usai ia langsung turun gabung bersama Resti karena Resti juga tidak ikut ke mesjid


" Res "


" Eh kak " Jawab Resti menghentikan ngemilnya


" Kamu gak ikut ke mesjid? " Anisa berjalan lalu duduk di sopa

__ADS_1


" Enggak Kak. aku gak tahan kalo berdiri lama-lama jadi pusing " keluh Resti. semenjak hamil Resti emang sering merasakan pusing di kepalanya mungkin karena sedang hamil muda makanya sering pusing


" Oh iya " Jawab Anisa mengerti karena Anisa juga pernah ngalamin yang sama seperti adiknya sering pusing kalo berdiri lama-lama


Anisa dan Resti berbincang-bincang sambil menunggu para suaminya yang pulang dari mesjid Namun tiba-tiba saja Anisa merasa panas di pinggangnya Bakan Anisa tidak nyaman untuk duduk


" Kakak kenapa Mundar mandi kaya gitu, sini duduk " ucap Resti


" Gak tau nih, kakak tiba-tiba kurang nyaman untuk duduk pinggang juga rasanya pas sekali " keluh Anisa


" Mungkin karena Kemarin Kakak kecapean jadi gitu sakit pinggang " Jawab Resti santai


" mungkin kali ya "


Namun semakin di rasa-rasanya Anisa semakin tidak tahan perutnya mulas " Dek. perut kakak mules dan keluar air "


Resti yang sedang Nonton Tv langsung membulatkan kedua matanya Ketika melihat kakak iparnya yang Sudah kesakitan " apa kakak akan melahirkan? " ucap Resti mulai panik " Aduh bagai mana ini mana Kak Afnan belum datang "


" huh.. huh.. sakit dek hiks.. "


" Sabar kak, aku cari pertolongan dulu " Ucap Resti berjalan ke depan rumah sambil memegangi perut nya juga " Pak!! " Teriak Resti ke Sekuriti Rumah


Sekuriti yang di panggil Resti pun langsung Berlari kearah Resti " ada apa Non "


" bapak bisa bawa Mobil kan? "


" Bisa Non "


" Kalo begitu Cepat siapkan Mobil, kak Anisa akan melahirkan " Teriak Resti Yang panik


Sekuriti itupun ikut panik dia Langsung menyimpan Mobil dan membantu Majikan nya untuk masuk kedalam Mobil. Resti tidak ada Watu untuk menunggu para suami mereka pulang dari mesjid bisa-bisa Kakak ipar nya ini brojol duluan


Pak sekuriti itu mengendarai Mobil dengan kecepatan sedang walaupun jalanan sepi tapi Tidak gampang untuk pak Sekuriti itu ke rumah sakit karena banyak jalan yang di tutup


Setelah keliling-keliling mencari jalan Akhirnya mereka sampai di salah satu rumah sakit, Anisa segera di tangani oleh Para dokter sedangkan Resti dia menunggu di luar dengan hati yang cemas Samapi ia lupa mengabari kakak dan juga suaminya.

__ADS_1


__ADS_2