
Anisa dengan lahap nya menyantap Lontong buatan Ceu idah Tanpa menghiraukan Ceu idah dan bibi yang sedang melihat Dirinya sedang makan Lontong
" Neng Enak banget nya Neng? " Tanya Ceu
" Sepertinya begitu Ceu " balas Bibi
" Eum.. ini Enak banget Ceu, Bi, Ayo coba " Anisa memberikan Lontong ke arah Ceu idah dan juga bibi
" Neng aja yang makan Ceceu mah Liat Neng makan aja sudah wareg " tolak Ceu idah
" Ih ceceu mah Meni Kitu " balas Anisa yang memanyunkan bibirnya namun beberapa detik kemudian ia tersenyum
'' Assalamualaikum.. '' Teriak Afnan yang baru sampe Rumah dan langsung mencari keberadaan Anisa yang ia pastikan jika sang istri berada di dapur karena mendengar suara tawa Anisa
'' Ayah.. " Anisa berdiri sambil dan Menghampiri sang suami dengan tangan yang masih memegang satu lontong
" Ko ayah gak ucap salam sih " tegur Anisa
Afnan tersenyum " Ayah sudah ucap salam tapi sepertinya istri Ayah sedang menimati Lontong jadi tidak mendengar nya " sindir Afnan sambil tersenyum
" Ayah..." Lirih Anisa yang malu-malu
" Jangan malu-malu gitu sayang tapi di jawab dulu salam Ayah "
" Wa'alaikumsalam.. Ayah suamiku yang tampan rupawan " Balas Anisa yang menatap sang suami
__ADS_1
" Sekarang istri Ayah semakin pintar ya gombal nya, Apa karena kebanyakan makan lontong? " Goda Afnan mencubit Pipi Anisa
Ceu idah saling lirik dengan bibi mereka merasa sedang menikmati Drama korea
" Ceceu harap Suatu saat nanti ceceu Bisa mendapatkan Suami yang seperti Den Afnan, Baik perhatian dan penyayang " kata Ceu idah sambil ber anda-anda
" Amin.. tapi sepertinya yang seperti Den Afnan hanya den Afnan saja " balas bibi
" Ayah ke kamar dulu ya mau mandi Sudah gerah " kata Afnan yang berbakat pergi ke dalam kamar namun di cekal oleh Anisa
" Ada apa sayang?"
" Ikuttt " lirih Anisa sambil mengayun-ayunkan tangan Afnan
Setelah berpamitan kepada bibi dan Ceu idah, Anisa langsung mengikuti langkah sang suami ke dalam kamar nya
Ceu idah masih menatap kepergian Afnan dan juga Anisa " ceceu jadi merasa jadi ABG lagi Bi "
" Hehehe ABG tua ya Ceu " canda bibi
Ceu idah mengangguk namun sekian detik Langsung Menggelengkan kepalanya
" Ih si bibi mah mengganggu Ceuceu yang lagi menghayal aja "
" Jangan menghayal yang tidak-tidak Ceu nanti jika tidak kesampian bisa-bisa jatuh, kalo sudah jatuh tidak enak rasa nya " kata bibi yang langsung pergi ke dapur
__ADS_1
Ceu idah membulatkan kedua bola mata nya ketika mendengar ucapan Ceu bibi yang pergi ke dapur
" is bibi mah meni Kitu " kata Ceu idah yang langsung menyusul bibi ke dapur
sedangkan di kamar Anisa sedang membantu Afnan untuk membukakan kemeja milik sang suami
" Sayang, berapa banyak lontong yang kamu makan tadi.? " tanya Afnan
Anisa menatap sang suami heran " Ada apa Ayah? "
" tidak apa-apa hanya hanya tadi ayah liat Banyak sekali bekas Lontong di sana hehehe... " Afnan tertawa lucu
" is Ayah, jangan di tanya lagi Bunda malu " kata Anis yang malu-malu
Afnan tertawa geli ketika melihat sang istri yang malu-malu menurut Afnan Tingkah Sang istri sangat lucu dan menggemaskan
" Ayah suka melihat Bunda yang malu-malu seperti ini " Kata Afnan yang mencubit pipi sang istri
Anisa tersipu malu ketika di goda oleh Sang suami padahal Gombalan sang suami sudah sering di dengar oleh nya tapi entah kenapa Anisa masih merasa malu-malu gak jelas
" sudah ah Ayah gombal Mulu. Bunda siapkan Air hangat ya buat ayah mandi " kata Anis
Afnan menhan tangan Sang istri " Tidak perlu bunda Biarkan Ayah siapkan sendiri saja " kata Afnan
" heum baik lah Ayah " jawab Anisa pasrah
__ADS_1