Cinta Anisa

Cinta Anisa
SUPERMARKET


__ADS_3

Sesuai rencana Anisa, Resti, Ceu idah dan juga Bibi pergi ke Supermarket Untuk membeli kebutuhan yang akan di gunakan membuat lontong. Tadinya Anisa usul untuk ke pasar tapi Afnan tidak mengijinkan Anisa untuk pergi ke pasar tradisional akhirnya di sinilah mereka berada di supermarket yang serba komplit dan serba Ada


Anisa dan juga Resti saling pandang ketika melihat ceu idah yang membuka sendalnya


'' Ceu kenapa di buka? '' Tanya Anisa heran melihat ceu idah yang membuka kedua sendalnya


'' Kan lantainya lagi di pel Neng Te sopan atuh masa ceceu make sendal '' kata Ceu idah


Anisa saling pandang dengan Resti lalu mereka tersenyum melihat tingkah ceu idah


Anisa langsung merangkul bahu Ceu idah '' Ceu, pakai aja sendalnya tidak apa-apa ko '' Kata Anisa


'' Tapi Neng kasian atuh si ujang itu baru engepel nanti kotor lagi ''


'' Ceu idah jangan bikin malu deh, Ceu idah itu lagi jalan bersama Kak Anisa dan juga Aku jadi ceu idah jangan terlihat kampungan. Pakai sendal ceceu lalu tegakkan kepala Ceceu '' Kata Resti sambil mencontohkan


Anisa menutup mulut dengan tangannya. ia tidak menyangka jika Resti akan sedetil itu mencontohkan Cara jalan


'' Begini Neng '' Ceu idah berjalan longgak lenggok dengan kepala agak di angkat sesuai Apa yang di contohkan oleh Resti


'' Hahaha.. Nah Gitu '' Kata Resti sambil tertawa


'' Sudah-sudah Ayo Jalan nanti keburu sore '' Ajak Anisa


Akhirnya mereka berjalan mencari Bahan yang akan mereka beli. Bibi mendorong Troli sedangkan Ceu idah ia masih Terpesona dengan Supermarket yang cukup besar dan serba Ada


'' Wah ini mah luar biasa '' Puji Ceu idah


'' Mudah-mudahan Nanti warung Ceu idah bisa sebesar Ini ''


'' Amin.. '' Jawab Anisa sambil tersenyum


'' semoga Doa Ceceu terkabul ya ''


'' Amin Neng ''


Anisa dan ceu idah mencari bahan-bahan yang akan di gunakan lalu mencari daun pisang untuk membungkus LOntongnya nanti


'' oh iya Ceu, Ceceu am bibi cari bahan dulu ya sekalian beli bahan yang sudah kosong di rumah bi '' Kata Anisa


'' Siap Non ''


'' Siap Neng '' jawab Bibi sama Ceu idah


Anisa dan resti pergi mencari oleh-oleh yang akan di bawa pulang nanti oleh ceu idah


'' Menurut kamu beli apa ya buat oleh-oleh? '' Tanya ANisa kepada Resti


'' Kita belikan sepatu tas sekolah terus pakaian juga bisa '' usul Resti


'' kamu benar sekalian kita beli buat bu rt dan juga Pak Rt '' kata Anisa


Akhirnya ANisa dan Resti memborong bermacam-macam Pakaian untuk Ceu idah bawa pulang tidak lupa membelikan keperluan sekolah untuk anak Ceu idah


Saking banyaknya Anisa sampai menghabiskan uang sebanyak lima belas juta untuk belanja pakaian saja belum nanti Anisa akan membelikan oleh-oleh khas kota ini


'' Wah kakak benar-benar memborong '' Kata Resti


'' Kapan lagi Kakak belikan oleh-oleh untuk Ceu idah dan juga bu rt, Apa lagi kita tidak akan tau kapan ceu idah datang lagi ke kota '' Kata Anisa

__ADS_1


Anisa bukan nya ingin membuang-buang uang untuk membeli barang seperti ini cuman hanya dengan ini Bu rt dan juga ceu idah akan menerima pemberian darinya.


'' Sudah Ayo sepertinya Ceu idah sama Bibi sudah nunggu kita di kasir '' Ajak Anisa


Setelah Membayar belanjaan di kasir akhirnya mereka memutuskan untuk pulang


Tak butuh waktu lama utuk mereka sampai di rumah. Anisa turun dari mobil sambil memakan Eskrim


Afnan yang sama-sama baru datang langsung membantu istrinya untuk membukakan Pintu Mobil


'' Ayah baru sampai juga " kata Anisa


" Iyah Bunda " jawab nya


" Den.. " sapa Ceu idah kepada Afnan


" Ceu " balas Afnan mengalami Ceu idah


" Ayo kak Masuk kaya nya mau ujan " ajak Resti


Afnan menyuruh pak Agus dan juga supir untuk memasukkan belanjaan ke dalam Rumah


" Non, den, bibi langsung ke dapur ya mau nyiapin makan malam " pamit bibi


" Gak usah masak Bi, bibi pasti capek mending bibi pesan aja di restoran yang biasa Aku pesan " kata Afnan kepada bibi


" Oh baik Den " jawab Bibi yang langsung ke dapur membawa belanjaan


" Ceu kalo ceceu mau istirahat, istirahat aja ya. Nisa mau temenin suami Nisa dulu ke atas " kata Anisa


" Siap Neng " jawab Ceu idah


Anisa tersenyum lalu ikut masuk kedalam kamar bersama sang suami


" Bi "


" Iyah Bu " jawab bibi sopan


" Jangan panggil ibu, panggil ceceu saja kan kita sama-sama ti lembur " kata Ceu idah yang merasa tidak enak di panggil ibu


" Muhun atuh kalo Kitu mah " kata Bibi


" Bi, emang di bumi iye Emang Sok kiye ya Bi "


" Maksudnya? " Tanya bibi gak ngerti


" Iya mau makan tinggal pesen, mau beli ini itu tinggal pergi te Kedah ngemutan Artos Hela hahaha.." kata Ceu idah sambil tertawa


" Ceceu mah bisa aja. Kekayaan Den Afnan mah gak akan tertandingi atuh Ceu moal habis tujuh turunan. Mungkin bagi kita mah belanja segini sudah jantungan tapi bagi mereka mah ini tidak seberapa " kata bibi


Ceu idah mengangguk mengerti " orang kaya mah memang beda ya Bi, gak kaya kita-kita kadang mau jajan baso aja mikir berkali-kali takut gak ke beli beras hahaha "


" Benar Ceu. Bibi mah Alhamdulillah bisa kerja di sini " kata bibi menoleh ke arah Ceu idah


" Semenjak kerja di sini bibi bisa melunasi hutang terus bisa nyekolahin Anak-anak " lanjut Bibi


" Memang na gajih bibi di sini sebulan sabaraha? " Tanya Ceu idah kepo


Bibi tersenyum " cukup lah Ceu, bahkan sangat cukup Ampe bibi bisa nabung untuk anak bibi yang mau jadi dokter " kata Bibi

__ADS_1


Afnan memberikan Gajih perbulan untuk Bibi sekitar 10jt karena Bibi sudah lama kerja di rumah Afnan dan kerjaan bibi juga cukup bagus membuat Afnan memberikan Gajih yang Cukup untuk bibi. 10juta tidak termasuk tunjangan Anak.


" Wah Hebat ya bibi bisa kerja di Ruma ini, tapi emang sih Keluarga ini sangat baik sekali Bahkan Tidak pernah memandang seseorang " kata Ceu idah


" Betul Ceu. Bibi kerja di sini kaya bukan jadi pembantu tapi kaya bersama keluarga, Non Anisa yang ramah Dan gak pernah membeda-bedakan kasta kadang Bibi juga Makan bersama dengan Non Anisa coba kalo kerja sama orang lain belum tentu Kita bisa makan satu meja bersama Nona rumah ini " kata Bibi yang mensyukuri Telah punya atasan yang sangat baik dan tidak membeda-bedakan orang


" Ceceu titip Neng Nisa Ya Bi, Neng Nisa Orang baik Ceu idah mah bahagia Neng bisa bisa menikah dengan Den Afnan " kata Ceu idah


Ceu idah sangat tau betul bagai mana perjalanan Anisa yang awalnya di Hianati Samapi saat ini menikah dengan Afnan tapi Ceu idah bangga kepada Anisa karena sikap Anisa yang tidak berubah ia masih sama seperti dulu Rendah hati dan tidak pernah membeda-bedakan orang lain.


" Bibi " panggil Resti di ruang tamu


" Biar ceceu saja Bi " kata Ceu idah dan di bales anggukan oleh Bibi


Ceu idah berjalan kedalam Ruang Tv


" Ada apa Neng, Bibi lagi membereskan barang-barangnya yang di beli tadi " kata Ceu idah


" Oh " kata Resti


" Neng Resti mau di ambilkan naon? " Tanya Ceu idah


" Tidak ada, Cuman Mau minta buat temenin nonton aja hehehe " kata Resti cengengesan karena Bt gak ada teman


" Dih si neng mah, Sugan Ceu idah teh Aya naon " kata Ceu idah


" Duduk Ceu, temenin Aku nonton " ajak Resti


Ceu idah duduk di samping Resti " Ceu, Ceceu betah gak di sini? " Tanya Resti


Ceu idah tersenyum " pasti betah atuh Neng, apa lagi Rumah nya besar kaya kiye Neng siapapun pasti akan betah "


" Hehehe.. kenapa Bibi gak tinggal di sini aja, kak Anisa pasti bakalan ijinin kalo tidak bibi tinggal di rumah Aku biar aku ada temen " usul Resti


" Neng mah aya-aya wae, ceceu kan Ada Warung terus Anak Ceceu juga Nuju sakola mana mungkin Ceceu tinggal di rumah ini. Lagian Ceceu mah Gak mau Nurus Tunjung Neng segini juga Ceceu mah sudah Alhamdulillah masih bisa di beri kesempatan untuk main Ka rumah Neng Anisa, Tidak pernah terpikir oleh ceceu, Ceceu bisa Main ke sini " kata Ceu idah panjang lebar


Resti tersenyum padahal Awalnya Resti hanya ingin mengetes Ceu idah aja Apa Ceu idah akan Tergur untuk tinggal di rumah sebesar ini tapi ternyata pikiran Resti salah Ceu idah malah Menolak dan bahkan bersyukur di beri kesempatan untuk main ke rumah Ini.


" Ceu idah, besok-besok kalo ke sini lagi ceceu nginep di rumah Aku ya, biar Ceu idah juga tau Bagai mana indahnya Rumah Istri Nyonya Adam " kata Resti dengan bangga


" Siap Neng, doakan saja supaya Ceceu nya selalu di beri kesehatan dan Sering di panggil ke sini biar ceceu bisa main Ka Rumah Neng Resti " kata Ceu idah


" Ok siap kalo gitu, nanti kapan-kapan walaupun Kak Anisa tidak memanggil Ceu idah biar aku langsung yang memanggil Ceu idah untuk Main ke rumah Aku "


Jam makan malam telah tiba Anisa dan Afnan langsung turun ke bawah setelah menyelesaikan sholat Isa


" Selamat malam semuanya.." sapa Anisa


" Dih bumil baru keluar kamar " ledek Resti


" Iya dong kan sekalian Sholat Isa dulu " jawab Anisa yang duduk di kursi meja makan


" Ia deh ia " balas Resti. Resti sangat tau betul bagai mana kelakuan kakak dan Kakak ipar nya itu tidak biasanya mereka turun Ke bawah ketika Makan Malam


Adam yang baru keluar dari kamar habis sholat Isa langsung gabung bersama Yang lain di meja makan


" Wah kayanya Harus terus ada ceu idah nih biar Kita-kita bisa makan makanan Restoran mahal " goda Adam


" Ah si Aden mah bisa wae " kata Ceu idah yang sudah duduk di kursi meja makan

__ADS_1


" Liat tuh wajah Ceu idah memerah " ledek Resti


Anisa yang melihat tingkah ceu idah Yang malu-malu langsung saja Anisa mengisi piring milik sang suami


__ADS_2