
~ DI KOTA M
Afnan sedang berada di sebuah Kafe bersama Raffa dan juga Adik sepupu dan teman nya
'' Kalian sedang apa di sini? '' Tanya Afnan kepada Adik sepupunya pasalnya setau Afnan, Resti baru saja pulang dari Luar Negri untuk menyelesaikan Pendidikan nya
'' Is kakak, Memang nya kenapa Jika kami Ada di sini, Kan kami juga ingi liburan setelah lelah kuliah '' Keluh Resti
Afnan hanya menggelengkan kepalanya '' Pulanglah jangan melakukan yang Aneh-aneh di sini '' Ucap Afnan
'' Tapi kami masi ingin di sini bersama Kakak Biar ada yang bayarin Kita liburan ''
'' Kami janji, Kami tidak akan menyusahkan Kakak '' Ucap Elif yang tidak putus memandang Afnan
Raffi yang melihat Elif hanya tersenyum sinis '' Cih Calon pelakor '' batin Raffi menatap sinis Elif
'' Terserah kalian, Aku tidak ingin direpotkan oleh Kalian Berdua, Karena Kakak ke sini Untuk kerja bukan untuk menemani Kalian '' Ucap Afnan dengan sikap tegasnya
Sebenarnya kemarin Resti mau langsung pulang kerumah Bu Ani tapi Elif yang tau jika Afnan akan pergi ke kota M, Elif langsung merayu Resti untuk pergi ke Kota M untuk menemui Afnan
~ ELIF
Elif Adalah teman sekaligus sahabat Resti, Elif ingin berteman Resti karena ia mengincar Afnan dari ia masih duduk di kelas Dua sekolah menengah Atas. Dengan berteman dengan Resti Elif bisa keluar Masuk kerumah Afnan dengan Alasan kerja kelompok padahal Elif hanya ingin mendekati Afnan, Namun sayang nya Afnan tidak Pernah menganggap Elif Ada dan bahkan Afnan tidak pernah melirik Elif sedikitpun ketika Elif Sedang berada di Rumah Afnan
~ TUTUP CERITA
Afnan kembali ke hotel untuk beristirahat
ting...
Afnan mengerutkan keningnya ketika Ada suara Bel berbunyi
'' Siapa itu '' Gumam Afnan yang langsung membuka pintu kamar
'' Halo kak '' sapa Elif sambil melambaikan tangan nya kepada Gray
'' Sedang apa kamu di sini '' Ucap Afnan
'' Apa aku boleh Masuk? '' Tanya Elif tapi sebelum di Jawab Elif sudah masuk terlebih dahulu kedalam kamar Milik Afnan
Afnan yang melihat sikap Elif yang sungguh lancang baginya langsung mengeraskan wajah nya
" Pergi sebelum aku berlaku kasar kepadamu " ucap Afnan tegas
" Kak, kenapa kakak jahat sekali, lagian kan aku ke sini hanya untuk main saja " keluh Elif sambil merengek
" Aku bukan teman mu, jadi pergi sekarang juga! " Ucap Afnan mulai menaikan nada suara nya
" Kakak jahat " ucap Elif yang langsung keluar dari kamar Afnan dengan kaki yang di hentakkan
Afnan tidak peduli jika Elif Marah kepada dirinya karena bagi Afnan Elif tidak penting dan tidak lebih dari sahabat dari adik sepupunya
Afnan mengambil handphone dan menghubungi Sang istri karena tadi terakhir tukar pesan jam Dua siang
Namun sudah beberapa kali Afnan menghubungi sang istri tidak ada jawaban
" Apa karena sudah tidur kali ya " gumam Afnan yang menaruh kembali handphone ke atas Meja
~ BESOK HARINYA
Setelah sarapan Afnan dan juga Raffi pergi untuk rapat
" Lif, gue ke Toilet dulu ya " kata Resti yang di balas dengan anggukan oleh Elif
Elif memainkan handphone nya Namun Elif melihat melihat ada handphone yang menyala
" Handphone milik siapa ini " gumam Elif, lalu melihat siapa yang sedang menelpon
Elif Mengembangkan senyuman nya lalu mengangkat telpon tersebut
" Halo "
..
__ADS_1
" Ini siapa ya "
...
" Afnan nya sedang pergi dan handphone nya tertinggal di kamar ku, apa ada yang mau di sampaikan? "
...
" Oh ok "
Tut..
Tadi Afnan, Raffi, Resti dan Elif sarapan bersama dan sepertinya Handphone milik Afnan tertinggal karena buru-buru
" Lo telponan sama siap? " Tanya Resti yang habis dari Toilet
" Oh itu dari operator Yang mau nanyain Soal Kartu " elak Elif yang sudah menaruh kembali handphone milik Afnan
" Oh, ini handphone kak Afnan kan? Sini biar nanti gue saja yang memberikan Handphone nya ke Kak Afnan " kata Resti yang langsung mengambil handphone milik Afnan
Sedangkan Elif ia memutarkan kedua bola mata nya yang merasa jengah
Seperti biasa Anisa akan bangun lebih awal untuk melakukan Kewajiban nya. Setelah melakukan kewajiban Anisa melihat handphone yang banyak panggilan dari sang suami
" Aduh semalam aku ketiduran sampe gak tau jika Mas Afnan menelpon ku " gumam Anisa
Anisa menghubungi sang suami namun tidak ada jawab " mungkin masih tidur kali ya " gumam Anisa
" Nanti Deh aku telpon lagi " kata Anisa yang menaruh handphone nya di atas Nakas lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan
" Mbok, biar Nisa aja ya yang masak " ucap anisa mengambil Alih
" Tapi Non, nanti tangan nya kasar " kata Mbok
" Tidak apa-apa Mbok, Mbok mengerjakan yang lain saja "
" Baiklah Non " ucap si Mbok pasrah
Anisa pagi ini membuat Nasi goreng seafood dan juga ayam goreng untuk pelengkap nya
" Pagi Mah " Sapa Anisa
" Walah pantas saja wangi sekali orang yang masak kamu sayang " kata Bu Ani
Anisa tersenyum " Bagai mana Tidur mu sayang nyenyak? "
" Lumayan Mah " kata Anisa
Satu jam lebih Anisa membuat sarapan. Sebelum Sarapan Anisa pamit ke kamar dulu untuk Menghubungi sang suami
" Assalamu'alaikum Mas.. "
...
Deg..
Tubuh Anisa merasa lemas ketika mendengar suara wanita yang mengangkat telpon suaminya
....
" Apa mas Afnan nya ada ?
...
Jantung Nisa benar-benar berada di tusuk-tusuk, Anisa mencoba Untuk tenang
" Saya Anisa istrinya... "
...
Tut..
Anisa belum usai ngomong tapi sudah di matikan Telpon nya
__ADS_1
" Tidak.. tidak mungkin Mas Afnan Mengkhianati " gumam Anisa mencoba menyangkal semua pikiran jelek tentang suaminya
Tapi hati istri mana yang tidak sakit ketika mendengar Suara wanita yang mengangkat telpon milik suaminya Apa lagi wanita itu bilang jika handphone milik Afnan tertinggal di kamar nya
" Aku harus percaya kepada Mas Afnan " ucap Nisa kepada dirinya sendiri
Anisa menenangkan Hatinya lalu ikut sarapan bersama kedua mertua nya
Bu Ani yang melihat Anisa tidak semangat untuk sarapan merasa heran
" Sayang, kamu kenapa? " Tanya Bu Ani lalu melirik ke arah Pak Yusuf
" Iyah Mah, Maaf Nisa tadi melamun " kata Anisa
" Kamu kenapa sayang? " Tanya Bu Ani
" Nisa tidak apa-apa mah, Nisa baik-baik aja " kata Anisa sambil tersenyum
" Yakin kamu baik-baik saja, apa ini ada hubungannya dengan suamimu? " Tanya Pak Yusuf. Tadi sebelum Anisa menelpon sang suami Anisa sempat berpamitan dulu kepada Bu Ani dan juga Pak Yusuf untuk menghubungi suaminya
" Tidak ko pah, Nisa baik-baik saja " ucap ulang Anisa
" Ya sudah ayo makan " ajak Bu Ani di balas dengan anggukan oleh Anisa
Jangankan untuk sarapan rasanya menelan air ludah saja merasa sesak
setelah kepergian Pak Yusuf ke kantor Tinggallah Anisa dan juga Bu Ani yang sudah siap-siap menyambut Teman-teman Arisan Bu Ani
" Sayang kamu cantik sekali " puji Bu Ani
" Terimakasih mah, mamah juga sangat cantik " ucap Anisa sambil tersenyum
" Heum kamu pintar memuji ya sayang " kata Bu Ani
Tamu sudah mulai berdatangan saat ini Anisa menjadi pusat perhatian oleh teman-temannya Bu Ani
" Cantik ya istri nya Afnan "
" Iyah tapi sayang bukan dari kalangan kita " kata ibu yang satu nya sambil melirik Anisa dari atas sampai bawah
" Benar, aku dengar dia hanya anak yatim piatu dan seorang janda "
Begitulah kira-kira ucapan pedas mereka membuat Bu Ani geram
" Jika kalian tidak suka dengan menantu ku tidak perlu kalian komentari, Ini menantuku pilihan ku, percuma cantik dan kaya tapi rasa janda " ucap pedas Bu Ani membuat salah satu teman nya merasa tercubit
" Dan satu lagi, kenapa kalian menghina menantu ku, apa karena kalian kecewa Afnan tidak menyukai anak-anak kalian dan lebih memilih Anisaku menantu kesayangan ku hah!!!" Kesal Bu Ani
" Mah.." Anisa mencoba menenangkan Bu Ani yang sedang marah
" Pergi kalian semua, saya tidak butuh teman seperti kalian" usir Bu Ani
" Auh... " Tiba-tiba Anisa memegangi perut nya yang terasa sakit luar biasa
" Sayang kamu kenapa? " Tanya Bu Ani panik
" Mah, perut Nisa.. "
Bu Ani membulatkan Keuda bola mata nya ketika melihat darah yang keluar dari rok Anisa
" Anisa.. "
Dengan panik Bu Ani langsung membawa Anisa ke rumah sakit, Bu Ani menangis sambil berdoa agar tidak terjadi apa-apa kepada Menantunya
Sesampai nya di rumah sakit Anisa langsung di tangani oleh dokter. Bu Ani menghubungi Pak Yusuf untuk segera datang keruang sakit
" Mah bagai mana dengan Anisa? " Tanya Pak Yusuf
" Masih di dalam pah hiks.."
Pak Yusuf mengelus pundak sang istri " apa Afnan sudah di hubungi? " Tanya Pak Yusuf
" Sudah pah tapi gak ada jawaban mungkin sedang sibuk "
__ADS_1
" Anak itu benar-benar lebih mementingkan pekerjaannya dari pada istrinya sendiri " kesal Pak Yusuf