Cinta Anisa

Cinta Anisa
BAKSO YANG MENGGIURKAN


__ADS_3

'' Pergi kamu meni gandeng pisan '' Kata Ceu imas mengusir ibu yang membawa gosip untuk dirinya itu


Bu Imas masih melihat kepergian ibu gosip dengan tangan yang ia taruh di pinggangnya


'' Dasar ceu imas gak tau berterimakasih, kalo tidak ada saya lalu siapa yang mau memberikan gosip kepadanya '' Keluh ibu itu sambil berjalan kerumahnya


Di rumah Anisa Ceu idah dan yang lain sedang membersihkan rumah namun siapa sangka jika mereka akan ke datangan tamu yang tidak di undang


'' Neng.. '' LIrih peria itu


'' Kang Yudi '' Kata Anisa yang melihat siapa yang datang


'' Siapa sayang? '' Tanya Afnan yang kebetulan keluar dari rumah


'' Kang Yudi Mas '' Kata Anisa sambil menunjuk kearah yudi


Yudi yang melihat kebersamaan Anisa dengan suaminya merasa iri. Yudi melihat perut anisa yang buncit, ia hanya bisa melihat Anisa dengan tatapan sedu lalu pergi dari Rumah Anisa begitu saja dengan menggunakan motornya


'' Kenapa dia pergi? '' kata Afnan


'' Aku tidak tau '' Kata Anisa yang mengangkat kedua bahunya lalu masuk kedalam rumah


Anisa sudah tidak memiliki prasaan apa-apa lagi kepada yudi makanya ia lebih memilih cuek dan gak mau tau


Afnan mengikuti Anisa yang pergi kedalam rumah. Afnan juga tidak ingin ambil pusing dengan kedatangan Yudi karena bagai mana pun ia sangat tau jika sang istri sudah tidak memilki prasaan apa-apa lagi terhadap Yudi


di ruang tengah anggota kelurga dengan ngobrol


'' Mas, besok aku ijin ya Nisa ingin pergi ke makam Putri Nisa '' Anisa meminta ijin karena Anisa juga sudah lama tidak menjenguk makan Putrinya


'' Eh.. sebentar, Emang nya Anisa sudah pernah punya Anak? dari siapa? '' Tanya Oma linda yang ikut ke kampung halaman Anisa


Anisa tersenyum ia menceritakan semuanya ke Oma Linda. Bukan Anisa ingin di kasihani tapi ANisa tidak ingin ada kesalahpahaman di antara keluarga nya


'' Jadi sebelum kamu menikah dengan Afnan kamu adalah seorang janda, janda yang di tinggal nikah oleh mantan suamimu? '' Tanya ulang Oma Linda


'' Iya Oma '' jawab Anisa malu


'' dasar pria gak tau diri bisa-bisanya dia selingkuhi wanita secantik mu. Apa mata dia buta atau dia memang lebih suka batu krikil dari pada batu permata '' Ucap Oma Linda menggelengkan kepalanya


Adam sempat terkejut mendengar penjelasan Anisa apa lagi ketika ia tau jika ibu-ibu di kampung ini yang berbondong-bondong menjodohkan Anisa dengan anak laki-lakinya


'' apa dia pria bodoh, atau pria itu tidak tau mana yang berlian dan mana b atu krikil? '' batin Adam heran ada pria bodoh yang menyia-nyiakan perempuan seperti Anisa


Resti yang melihat Suaminya yang diam saja merasa heran


'' Ada apa dengan Mas Adam kenapa ia terdiam setelah mendengarkan cerita kak Anisa '' Batin Resti yang merasa heran


'' Itu kan masa lalu Omah, mungkin jodoh Anisa dengan manatan Nisa hanya sampai di situ aja. Lagian Anisa tidak merasa menyesal ketika harus pisah dari Kang Yudi karena Anisa sudah mendapatkan pria yang lebih darinya bahakan laki-laki ini dengan beraninya masuk kedalam hati dan Pikiran Anisa ''


'' Siapa pria beruntung itu kak? '' Tanya resti sambil meledek Kakak laki-lakinya

__ADS_1


Anisa tersenyum '' Tentu saja Suami Nisa, pria dingin yang berwajah jutek namun akan akan mencair jika sedang berdua hehehe bukan hanya mejadi suami ia bahkan selau menjadi Imam '' kata Anisa sambil menatap sang suami dengan senyum manis nya


'' Hati Mas meleleh Neng '' Kata Resti dengan wajah menyebalkan nya


sedangkan yang di puji malah senyum-senyum tidak jelas


'' Pah Lihat putra kita wajahnya sudah kaya Tomat gitu hehehe.... '' ledek Bu Ani yang melihat putra nya


'' Itu bukan anak papah karena anak papah tidak begitu '' Kata Pak Yusuf


bagai mana tidak di ledek sikap Afnan yang berubah seperti Anak Abg yang baru jatuh cinta padahal dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang ayah


" Dih Kakak menyebalkan " kata Resti sambil menggelengkan kepalanya


" Sayang, Kamu mau aku belikan apa heum? " Tanya Afnan kepada Anisa


Anisa melirik sang suami dengan lekat " tidak ada, Nisa sedang tidak membutuhkan apa-apa " jawab Anisa


" Beli apa ke gitu sayang, biar Aku belikan khusus untukmu karena kamu sudah memuji dan menggodaku di depan keluarga kita " ucap Afnan sambil menoel-noel pipi Anisa yang agak cabi


" Anisa tidak butuh apa-apa Mas, yang aku butuhkan hanya hati dan perasaan Mas untuk Nisa agar kita bisa menua bersama " jawab Anisa kembali menggoda Afnan


Afnan yang di goda langsung memeluk Anisa dan mencium Pipi Anisa


Pluk..


Oma Lidia melemparkan Bantal Sopa ke arah Afnan


Afnan yang seperti di kasih ide Langsung menggendong Istri nya


" Mas. " Kata Anisa yang malu


" Sesuai keinginan Oma kita sayang, kita lanjut di dalam kamar


Setelah kepergian Afnan dan Juga Anisa tinggallah. Adam dan Resti memilih untuk jalan-jalan di desa Anisa


Kampung yang cukup Asri Apa lagi dengan tanaman padi yang baru di tanam terasa sangat menyegarkan


" Mas Ayo kita duduk makan Bakso di sana " ajak Resti


Adam mengerutkan keningnya " aku tidak yakin jika di sana makanan nya enak " kata Adam sambil menaikan satu alis nya


Resti menggelengkan kepalanya " jangan bilang tidak enak jika belum mencoba nya " kata Resti


" Mungkin tempat nya sederhana tapi soal rasa siapa yang tau " Resti berjalan melewati Adam


Resti yakin jika Adam akan mengikutinya dan rasa bakso pun patut di berikan jempol


" Mang, Baksonya dua ya " kata Resti lalu duduk di kursi yang pemandangan nya langsung ke sawah


" Neng, mau minum apa? " Tanya ibu bakso

__ADS_1


" Es kelapa muda aja Bu dua ya " jawab Resti


Ibu itu mengangguk mengerti " di antos ya Neng " kata ibu bakso


Mau tidak mau Adam ikut masuk kedalam tukang bakso dan duduk di samping Resti


" Kamu yakin jika di sini enak? " Tanya Adam sambil berbisik


" Aku yakin " jawab Resti meyakinkan Adam


Tak butuh waktu lama mang baso pun datang dengan membawa dua mangkuk bakso di atas nampan nya


" Ini Neng, Selamat di nikmati " kata si mang sambil tersenyum


" Terimakasih Mang " ucap Resti


Kedua bola Mata Resti langsung berbinar ketika melihat mangkok bakso yang di isi baso besar, basi kecil, tahu yang di rebus dan jangan di luapkan kuah nya yang menggiurkan apa lagi banyak tetelan nya


" Kamu yakin mau makan ini, kita bisa kolesterol Loh " kata Adam


Resti tidak mendengarkan ucapan Adam ia langsung meracik bumbu di dalam mangkuk nya


" Kalo Mas tidak mau tidak apa-apa biar nanti Resti yang makan " ucap Resti yang langsung memakan bakso nya


Resti langsung berbinar ketika Merasakan Bakso yang cukup sangat Nikmat ini


" Walaupun di kampung Ini gak akan ada yang bisa ngalahin " kata Resti


Resti mengambil kerupuk lalu di celupnya ke kuah bakso


Adam yang melihat Resti yang sangat nikmat, ia mencoba mencicipi kuah nya terlebih dahulu


" Tidak buruk " ucap Adam sambil mengangkat alis ke atas


Awal hanya kuah saja namun lama kelamaan malah kandas juga si bakso


Resti yang melihat itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


" Gak enak ya " ledek Resti sambil meminum Es kepala nya


" Kata siapa, ini enak ko " jawab Adam


" Hanya saja tadi... "


" Ini Kang Bakso nya " ucap si mang bakso menghentikan ucapan Adam


Resti langsung melongo kapan suaminya itu pesan lagi


" Mas pesan lagi? " Tanya Resti tidak percaya


" Hanya ingin memastikan saja, apa ini layak untuk diperjual belikan atau tidak " kata Adam

__ADS_1


" Awas nanti kolestrol " ucap Resti karena Adam memesan bakso Balung


__ADS_2