
Killa pulang ke rumah dengan keadaan sangat lelah bahkan Killa sampai ketiduran di tempat kerja " Alhamdulillah.. akhirnya Samapi juga di rumah " Killa langsung mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur lalu ia langsung beristirahat Karen hari juga sudah semakin Malam.
~ PAGI HARI
Seperti biasa Killa akan menyiapkan sarapan untuk Kakak dan juga ibunya " Killa Duduk " ucap sang ibu
Killa dengan patuh ia duduk di kursi meja makan " Nanti siang Kamu tidak perlu lagi bekerja "
" Kenapa Bu? " tanya Killa
" Iyah, kenapa Bu, kalo dia yang gak kerja lalu siapa yang akan menari uang? aku gak mau ya kalo harus kuliah sambil kerja " keluh Winda yang tidak terima
Ibu membuang Napasnya Pelan " Makanya dengarkan dulu baru jawab " Keluh Ibu " Nanti Sore killa akan di lamar oleh Juragan kambing "
" Phup hahhaaha " Winda menertawakan Killa yang akan di lamar oleh Juragan kambing, bukan hanya seorang Juragan Ia juga memiliki dua istri dan tubuhnya jangan kalian bayangkan bagai mana Tubuh si juragan kambing itu.
" Tidak Bu, Killa tidak mau " tolak Killa yang sudah menahan air mata nya
plak...
" Mau sampai kapan kamu membantah hah!!! Lagian dengan cara ini kamu bisa membalas Budi kepada kami yang sudah membesarkan dan menyekolahkan kamu " bentak Ibu
Killa menggelengkan kepalanya " Tidak Bu, Killa tidak mau Pokonya Killa tidak mau " Teriak Killa yang langsung lari dan keluar dari rumah
Ibu yang melihat Killa Kabur langsung Menyuruh anaknya untuk menyusul Killa " Jika sampai dia tidak mau bisa-bisa Putriku yang akan jadi korbannya, Aku tidak mau putriku menikah dengan pria tua Bangka itu, Masa depan putriku harus cerah " Ucap Ibu yang langsung mencari keberadaan Killa
Killa lari entah kemana tujuannya namun Killa harus Kabur dari ibunya, Bukanya killa ingin menjadi anak Durhaka namun Killa tidak ingin terus-menerus menjadi Budak Ibu angkatnya, Mungkin saat ini Killa belum bisa balas Budi namun suatu saat nanti Killa akan balas Budi kepada ibu nya namun bukan dengan cara seperti ini
" Aaaaaaaaaaa...... "
Bruk...
Winda Dan ibu masih mencari keberadaan Killa yang kabur dari rumah " Bu wanita sialan itu gak ketemu bagai mana ini Bu? " tanya Winda sambil mengusap keringatnya
" Kita harus cari dia Samapi ketemu, kalo tidak.. " Ibu menghentikan ucapannya
__ADS_1
" Kalo tidak apa Bu? " tanya Winda melihat kearah Sang ibu
" Kalo tidak di temukan, Berarti kamu yang harus menjadi penggantinya " Ucap Ibu
" ibu!!! " Bentak Winda " Aku tidak mau Bu, Samapi kapanpun Aku tidak akan menikah dengan pria tua Bangka itu " Kesal Winda yang langsung pergi meninggalkan Ibunya di jalan raya
" Aaa.. kenapa semuanya jadi seperti ini sih " keluh Nya kesal
Karena Killa tidak di temukan Ibu langsung pulang Kerumah ia harus mencari cara agar bisa menolak lamaran Juragan kambing
Jam sudah menunjukan jam Empat Sore Namun Killa belom juga di temukan sedangkan putrinya entah pergi kemana " Bagai mana ini " gumam nya bingung " Bagai mana caraku untuk menolaknya "
Tok.. tok.. tok..
Deg..
" pasti itu juragan kambing " Ibu mendesah kesal " Bagai mana ini " Ibu terus saja bulak balik mencari akal. karena ia tidak ingin menjadi sasaran Ibu tidak membukakan Pintu untuk juragan kambing ia memilih diam di kamar
Suara gedoran pun semakin kencang namun Tidak ada jawaban juga " Keman wanita tua itu perginya " Ucapnya kepada Ank buah
Juragan kambing membuang Napasnya Kasar " Cari mereka sampai ketemu, dan Bawa Anak atau ibunya kehadapan ku, Jangan biarkan mereka Lolos kalo tidak kita siga rumah nya ini " ucap Juragan Kambing yang langsung pergi
Ibu yang sedari tadi mendengar pembicaraan juragan Kambing dengan Anak buahnya langsung keringat dingin " Bagai mana ini, Ini semau gara-gara anak sialan itu " Keluh nya menyalahkan Killa padahal Salah dirinya sendiri yang sudah kalah judi dan Menggadaikan Killa menjadi jaminannya.
~ DI APARTEMEN
" Eum.. Iyah.. yang dalam.... " Lirih seorang wanita yang sedang mend*** nikm**
" Yes Sayang "
si pria langsung menambah ritme permainannya bahkan Ia memakai Kon*** Dol*** agar bisa Merasa PU**
Pri ini lebih suka bermain dengan kasar bahkan Ia selalu membawa Barang-barang yang akan membuat dirinya puas ketika sedang berc** dengan wanita bay*** tidak hanya di situ, si pria juga akan menggunakan sabuk pinggang jika ia masih belum puas dengan permain***
plak....
__ADS_1
Sreeeetttt...
" Yes.. Auh... " Winda terus mende** karena merasakan sensasi yang luar biasa dari si bule.
" Thank you darling " Ucap si Pria ketika ia menumpahkan cairan di dua gundukan Winda
Winda tersenyum Lalu mengec** Bi*** si pria bule itu " Ini bayaran mu, Aku kasih lebih karena permI**! mu sangat h** Malam ini "
" Terimakasih Om " jawab Winda yang melihat Lembaran uang di atas meja
Setelah kepergian pria bule itu, Winda langsung mengambil Lembaran uang merah di meja lalu tersenyum puas " Tanpa Ibu aku akan masih bisa hidup, dari pada aku kembali ke rumah yang ujung-ujungnya akan di nikahkan dengan Pria bertubuh bau itu lebih baik seperti ini, sudah nikmat terus bisa shoping " ucapnya dengan bahagia.
~ DI RUMAH ADAM
Daren sedari tadi gelisah ia merasa tidak tenang " Ada apa dengan mu, kenapa sedari tadi gak bisa diam terus saja bulak balik " Ucap Adam yang merasa heran kenapa Ponakannya ini
" Entahlah uncle, Sedari tadi perasaanku tidak tenang " Jawab Daren sambil mendesah kesal
" Itu hanya prasaan mu saja, Cobalah minum dan duduk yang tenang " Ucap Adam kepada Daren
" Iyah Uncle "
Daren sudah meminum air putih yang di berikan oleh Uncle nya namun perasaan nya semakin tidak tenang " Apa ada hubungannya dengan Killa? setahuku jika pasangan anak kembar akan saling merasakan kesakitan dan gelisah jika salah satu dari kami ada yang sakit atau.. ah tidak, tidak mungkin Killa pasti baik-baik saja " Batin Daren ia malah berfikir yang tidak-tidak tentang Killa saat ini
" halo semuanya, Nih Mamah Bawakan cemilan untuk Papah dan Ponakan Aunty " ucap Resti dengan membawa satu nampan yang berisi cemilan " Putra kita kemana Pah? " tanya Resti
" Aku di sini Mah " jawab Adi yang baru turun dari tangga
" Wah Anak Mamah tampan sekali, mau kemana Nak? " tanya Resti yang melihat Adi sudah rapih
" mau kemana malam-malam begi Boy? " tanya Adam
" Adi ada Reuni Sekolah Mah, pah, Dan nilainya jam delapan Malam " jawab Adi yang langsung mencium punggung kedua tangan Orang tuanya " Adi pamit ya mah, lah, paling nanti jam sepuluh juga sudah pulang lagi "
" Iyah sayang, tapi jangan malam-malam ya " Adi menganggukkan kepalanya lalu ia pergi membawa Mobilnya.
__ADS_1
" Kamu siapa? "