
Afnan dan Anisa duduk di atas pasir dengan menggunakan Alas Karpet plastik dengan Kopi dan Coklat di depan mereka
" Sekarang giliran Mas yang bertanya kepada Nisa. Apa istri mas mempunyai matan selain Mantan suami Nisa? "
Anisa menggelengkan kepalanya " kang Yudi itu cinta pertama Anisa. Nisa bertemu dengan nya ketika Nisa kerja di pabrik, Jarak usia kita hanya tiga tahun dan kami juga pacaran tidak lama setelah itu langsung menikah. Sedari Awal Nisa sudah ragu dengan Kang Yudi apa lagi kedua orang tua kang Yudi yang tidak merestui pernikahan Kita, Namun karena kang Yudi meyakinkan Nisa maknya Nisa menerima Ajakan nikah dari kang Yudi " Anisa membuang napas nya pelan.
" Kang Yudi awal nya baik, pengertian bahkan sekali mengerti Nisa namun setelah satu bulan pernikahan Kang Yudi berubah drastis, dia jadi pemalas dan pemarah makanya Anisa bekerja jadi tukang Cuci kadang ada juga yang menyuruh Nisa untuk masak jika ada yang hajatan, Nisa lakuin itu semua untuk kebutuhan rumah tangga Anisa karena Nisa yakin jika kang Yudi akan berubah dengan seiring nya waktu, sampai Akhirnya Nisa hamil di usia kehamilan Nisa enam bulan Kang Yudi pamit kepada Anisa untuk pergi ke kota karena Ada panggilan kerja tapi nyatanya Kang Yudi malah menikah dengan wanita lain " Anisa menceritakan semua kisah hidup nya kepada Afnan, tidak ada air mata kesedihan yang terlihat di wajah Anisa
Afnan tidak menyela perkataan Anisa karena Afnan ingin Anisa cerita dengan tuntas tanpa di potong-potong
" Namun semua itu sudah Anisa lalui, Anisa malah bersyukur telah pisah dengan Kang Yudi " ucap Anisa menyenderkan kepalanya di bahu Afnan
" Apa Nisa gak sedih? " Tanya Afnan
" Untuk apa Nisa sedih, sekarang Anisa sudah memiliki Mas di samping Nisa bahkan Anisa sudah merasa bahagia dekat dengan Mas " jawab Anisa
" Lagian itu semua masa lalu kini masa depan ku ada di samping Nisa "
Afnan tersenyum mengecup kening Sang istri " terimakasih sudah karena Nisa sudah melupakan masa lalu Nisa. Mas tidak ingin melihat mu sedih ataupun terpuruk lagi hanya karena pria itu "
" Nisa sudah melupakan itu semua Mas, itu hanya masa lalu Nisa dan sebagian dari perjalanan hidup Nisa "
" Mari kita hidup bahagia ke depan nya, membuat sebuah keluarga kecil yang bahagia dengan calon anak-anak kita Nanti "
Anisa memeluk lengan Afnan dengan kepala yang masih menyenderkan kepalnya di bahu Afnan tanda jawaban dari Anisa
Karena hari semakin malam, Afnan dan Anisa kembali ke Villa
" Aku cuci muka dulu mas " ucap Anisa
" Iyah sayang " jawab Afnan
Tak lama kemudian Anisa keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah fresh tanpa make up dengan rambut panjang yang di gerai
Afnan yang sedang duduk di sopa langsung menghampiri sang istri " istri mas sangat cantik sekali apa lagi dengan rambut panjang hitam ini " Afnan mengecup kening sang istri
" Mas.."
Afnan membawa Anisa ke atas tempat tidur dan....
#Skip
~ Pagi hari
Afnan dan Anisa setelah sholat subuh mereka langsung jalan-jalan ke pinggir pantai untuk menikmati matahari terbit
Anisa menutup kedua mata nya ia ingin menikmati suasana pagi pagi hari di pinggir pantai
Afnan yang melihat itu tersenyum lalu mengikuti sang istri untuk memejamkan mata nya
" Ini buat kita tenang " ucap Afnan
" Maka dari itu kita harus menikmati nya Mas " jawab Anisa
Afnan meraih tangan Anisa mereka sama-sama menikmati udara pagi dengan saling berpegangan Tangan
__ADS_1
Setelah sepuluh atau lima belas menit mereka Sama-sama membuka mata nya dan berjalan untuk mencari sarapan
Banyak yang menjual sarapan di pinggir pantai tapi Anisa memilih untuk sarapan bubur ayam dengan usus goreng Dan sate kulit
" Lumayan enak " ucap Afnan
Anisa Terkekeh, dengan seiring nya waktu Anisa menjadi terbiasa soal Afnan yang selalu mengomentari makanan yang di makan nya
" Mas kebiasaan deh "
" Hehehe kebiasaan sayang " jawab Afnan
Anisa tersenyum lalu menggelengkan kepalanya
Mereka menikmati Sarapan mereka dengan lahap bahkan Afnan sampai menghabiskan sate usus lima tusuk padahal dalam satu tusukan Nya itu cukup lumayan besar
Setelan sarapan Afnan dan Anisa kemabli ke Vila mereka, Afnan ingin mengajak Anisa untuk berenang di Villa jika Berenang di Pantai mana rela Afnan membiarkan Tubun anisa terlihat oleh orang lain
" Ayo sayang kita berenang " ajak Afnan
" Aku tidak bisa berenang Mas "
" Aku akan ajari mu sayang " Ucap Afnan
Mau tidak mau Anisa mengikuti keinginan sang suami, walaupun awalnya malu karena Tubuhnya yang terekspos tapi karena Afnan sudah memberitahu jika Di Vila tidak ada siapa-siapa barulah Anisa mau turun ke kolom renang
Afnan mengajarkan Anisa berenang " Mas aku takut "
" Gak perlu takut ada aku di sini " jawab Afnan membawa Anisa ke tempat yang agak dalam
" Hahaha.. apa kamu benar-benar tidak bisa berenang sayang " Afnan mengendong Anisa di dalam air agar Anisa tidak tenggelam
Anisa mengusap wajah nya karena basah " kamu jahat Mas, aku sudah bilang tidak bisa berenang tapi malah di ajak ke yang paling dalam " protes Anisa
" Wah istri Mas sekarang sudah bisa protes ya hahaha " ledek Afnan
" Is menyebalkan " gerutu Anisa
Anisa merangkul kan tangan nya di leher Afnan, Afnan menatap sang istri lalu mel_t bi_r Anisa
" Mas, malu nanti ada yang lihat " tegur Anisa
" Tidak akan ada sayang, semua pelayan Villa sudah aku usir " jawab Afnan yang melanjutkan aksinya kepada sang istri
# Skip
~ Satu bukan kemudian
Satu bulan telah berlalu Afnan membawa Anisa ke berbagai Tempat yang indah untuk menikmati Bulan madu mereka apa lagi Afnan dan juga Anisa tidak pacaran terlebih dahulu membuat Afnan ingin lebih dekat lagi dengan Sang istri karena jika dirinya sudah pulang pasti akan di sibukkan dengan pekerjaan dan akan di ganggu oleh Kedua orang tua nya.
Afnan sudah menyediakan rumah Untuk Mereka tinggali karena Afnan tidak ingin satu rumah dengan kedua orang tua nya, bukan tidak mau tapi lebih tepatnya Afnan ingin mandiri dan tidak ingin kedua orang tua nya ikut campur kepada Rumah tangga nya
Mobil yang sudah masuk ke pekarangan rumah membuat Anisa tidak bisa berkedip melihat keindahan Dan mewahnya rumah ini
__ADS_1
" selamat Datang di rumah baru kita " ucap Afnan membuka rumah
Kedua bola mata Anisa membulat ketika melihat isi rumah yang begitu bagus dan juga besar
" Maaf rumah nya kecil " ucap Afnan
" Jika yang segede gini Di bilang kecil lalu bagai mana dengan rumah Ku "
" Ini bukan kecil mas, tapi Ini terlalu besar, jika mas bilang ini kecil lalu yang besar segede apa? " Lirih Anisa yang tidak habis pikir dengan ucapan sang suami
" Hehehe.. ayo masuk " Ajak Afnan membawa Anisa kedalam rumah
" Selamat datang Aden, Ibu " sapa Juminten
Di Rumah Afnan ada lima orang pekerja di antara nya
~ Juminten \= Tukang masak
~Cucu \= Tukang bersih-bersih rumah + nyuci
~ pak Dadang \= Tukang kebun
~pak Amir \= sekuriti
~ pak Agus \= Supir
Mereka adalah pekerja setia Afnan, mereka bekerja sudah ada yang sampai puluhan Tahun bekerja di keluarga Afnan
" Terimakasih Bu " ucap Anisa ramah
Juminten langsung melebarkan kedua mata nya karena dirinya di panggil Ibu
" Panggil Bibi saja Bu " Kata Bi Jum
Anisa melirik ke arah Sang suami, Afnan pun memberikan anggukan
" Baiklah Bi "
Bi Jum langsung tersenyum
" Sayang, perkenalkan ini, nama nya, Cucu, pak Dadang, pak Amir dan pak Agus " Afnan menjelaskan satu persatu pekerja nya kepada Anisa agar Anisa tidak bingung
" Halo selamat kenal semua nya, Saya Anisa panggil saja Nisa " ucap Anisa ramah
Semua orang memberikan lemparan senyum kepada Nyonya baru nya itu beda hal nya dengan Cucu yang baru bekerja di rumah Afnan selama Lima tahun itu menatap tidak suka kepada Anisa
Setelah memperkenalkan para pegawai nya Afnan membawa Anisa ke dalam kamar milik mereka
" Selamat datang di kamar kita sayang "
Kamar yang cukup luas membuat Anisa menelan ludah nya. kamar yang cukup luas membuat Jiwa miskin Anisa semakin menciut
" Jika kamar miliknya segede ini lalu kenapa mas Afnan bisa betah tinggal di kamar bulukku " Ucap batin Anisa heran
__ADS_1